
🌸🌸
"Kesal tau gak sih lihat itu si jalang!" Cristella menggerutu kesal mengingat kejadian tadi. ia terus mengaduk-aduk makanannya dengan sumpit. kini mereka tengah berada di kantin.
"Kamu pepet terus pak Tae-Young, jangan sampai direbut dengan dia" ucap Ayaana
"Lagian Pak Tae suka sama kamu, buktinya kalian dekat terus" timpal Zoya dan diangguki oleh Ayaana.
"Hmm,,"
Di ujung kantin, seseorang mengedarkan pandangan mencari sosok yang ia cari. Hayoon yang kebetulan ingin memasuki kantin itu, sontak ia ternganga melihat mangsanya berdiri tak jauh dengannya. dengan gembiranya, ia langsung mendekati pria itu.
"Hai, Pak. cari siapa?" tanya Hayoon menyapa
"Cristella, penuh amat" gerutunya. Hayoon memutar bola mata, kembali tersenyum manis padanya.
"Makan sama saya aja yuk, mungkin dia makan diluar atau ke perpustakaan" ucap Hayoon
"Hmmm, yasudah"
"Asiik!!" ucap Hayoon tanpa suara, ia pun menggandeng tangan itu, Tae merasa risih dan mencoba untuk dilepaskan.
"Maaf, Pak. kaki saya masih sakit jadi gak apa ya megang lengan bapak?" tanyanya merasa gak enak.
"Oh, baiklah" dan Tae pun membiarkan. mereka pun menduduki kursi yang sedikit jauh dari geng Zoya, agar si Tae tidak melihat apa yang dicarinya. namun Cristella dapat melihat mereka, ia pun semakin kesal pada wanita itu.
"Kenapa lagi?" tanya Ayaana
"Tidak apa-apa" jawabnya tersenyum kecut, kembali melahap makanannya.
"Jinhyu, pesan makanan" titah Hayoon. Jinhyu menurut, dan memesan makanan untuk mereka.
Hayoon pun mengajak pak dosen untuk mengobrol, Tae tak begitu mendengarkan ocehan gadis itu, matanya masih terfokus untuk mencari Cristella.
"Itu sepertinya Zoya," batinnya, mencoba untuk berdiri agar bisa terlihat jelas. dan tentu saja prasangkanya benar.
"Kenapa Pak?" tanya Hayoon bingung
"Eh tidak," jawabnya terkekeh.
Tak berapa lama, Jinhyu pun membawa makanan mereka.
"Selamat menikmati, Pak" ucapnya tersenyum, menaruh mangkuk di depan mereka masing-masing.
"Ah, terima kasih. sepertinya saya mau duduk disana dulu" ucap Tae-Young, kemudian beranjak berdiri dengan mengangkat mangkuk dan juicenya.
"Eh, ke-kemana?" Hayoon gelagapan. namun Tae tidak mendengarkan, ia terus berjalan menghampiri wanitanya.
Hingga Hayoon melihat pria itu menghampiri meja Cristella.
"Brengsek!" geram gadis itu memukul meja dengan kedua tangannya yang mengepal.
"Hai, boleh duduk sini?" sapa Tae, mereka semua mendongak.
__ADS_1
"Eh Pak, boleh, silakan" ucap Zoya. Pak Tae pun menduduki tubuhnya disamping Kim Joong. Ayaana terpaksa berpindah tempat di samping Zoya.
"Tadi saya mencari kalian, tapi gak kelihatan" ucapnya, matanya terus menatap Cristella yang membuang muka.
"Wajar saja pak, disini ramai sekali" pukas Ayaana
Hening, hanya ada keheningan yang terjadi di meja itu. sesekali Tae-Young melirik Cristella, begitu juga dengan Cris. dalam kekesalannya juga ia sempatkan mencuri pandang hingga tanpa diduga pandangan mereka bertemu, membuat Cristella terperanjat dan hampir saja keselek.
"Ehem!" gadis itu berdehem menetralisirkan perasaannya.
"Minumlah, hati-hati. fokus pada makananmu" suruh Tae-Young, menyerahkan minumannya pada Cris.
"Hm, tidak perlu. minuman saya ada" jawabnya menunjuk gelas didekatnya.
"Oh iya"
"Hmm, serasa jadi obat nyamuk nih disini" sindir Ayaana, membuat Zoya terkekeh.
"Untung makanan kita hampir habis. kita bisa pergi nih" timpal Zoya terkekeh.
Cristella merasa salah tingkah, melihat makanan sahabatnya yang tersisa sedikit lagi.
"Mending kita pergi sekarang" bisik Ayaana pada Zoya.
"Oke, tunggu bentar" Zoya dengan sigap melahap habis makanannya dengan cepat. setelahnya menyurup minuman lalu pergi meninggalkan mereka yang tampak tercengang.
"Kita pergi dulu" pamit Zoya, sedang Ayaana memberi kode pada kekasihnya, Kim Joong.
"Eh, ta-pi---"
"Habiskan makananmu! itu masih banyak sekali" titah Tae saat ia menangkap gelagat gadis itu yang ingin beranjak.
"Eh, tapi saya sudah kenyang"
"Kalau belum dihabiskan, nilai kamu saya kurangi!" ancamnya, sontak Cris kembali duduk, melanjuti makanannya.
"Jangan bawa-bawa nilai deh. Mending bapak duduk sama mereka aja!" geram Cristella menunjuk meja Hayoon dengan dagunya.
"Kamu cemburu?" Tae terkekeh lucu.
"Saya tidak sengaja berpapasan dengan mereka. jadinya mereka mengajak saya sekalian makan dengannya." jelas pria itu
"Terus kenapa malah kesini?"
"Gak nyaman berada dekat dengan cewek seksi itu," ucapnya, membuat Cris langsung menatapnya tajam.
"Seksi? hah!" gumamnya kesal.
"Gimana?"
"Eh, gak ada"
Mereka pun akhirnya melanjuti melahap makanan itu hingga habis tanpa bersuara.
__ADS_1
Disisi lain, Zoya, Ayaana dan Kim berada di taman kampus, mengobrol riang menceritakan apa saja yang menarik termasuk kisah pendekatan teman mereka, Cristella. Hingga tak berapa lama pun waktu istirahat berakhir, mereka kembali ke kelas untuk memulai materi selanjutnya.
**
📞Hallo Hubby, Assalamualaikum
📞Waalaikumsalam, Sayang. kamu sudah pulang?
📞Ini lagi diperjalanan pulang, By. kamu pulang gak?
📞Iya ini mau pulang, kamu diantar teman? padahal mau jemput. untung aja telpon dulu
📞Hehe, tidak usah. langsung pulang aja
📞Baiklah, Assalamualaikum
📞Waalaikumsalam
Tit tit
Panggilan pun terputus, Zoya mengulum senyum manis menatap jendela luar. Tidak sabar untuk bertemu dengan suaminya yang akan pulang juga ke rumah. Zoya menatap jam dipergelangan tangannya, sudah pukul setengah satu. wajar saja pria itu juga ingin pulang untuk berehat sejenak.
"Suamimu?" tanya Cristella yang duduk disamping gadis itu.
"Ho'oh. tadinya mau jemput tapi aku udah duluan sama kalian kan" ujar Zoya
"Iya pula. seru ya punya suami kayak oppa, memprioritaskan istrinya" puji Ayaana
"Cih! memuji pria lain didepan kekasihnya sendiri" gerutu Kim Joong, membuat penumpang dibelakang terkekeh, sedangkan Ayaana mencebikkan bibirnya sambil memukul pundak itu.
"Aw, santailah. aku bahkan lebih baik darinya" pujinya sendiri
"Lebih baik dari hongkong! mengesalkan tau" gerutu Ayaana
"Ye-Jun juga mengesalkan kok, Ay. kamu beruntung punya Kim Joong" timpal Zoya membanggakan pria itu agar hidungnya kembang. hahaha
Tak terasa mobil telah berhenti didepan kediaman Hwan, Zoya segera turun dan melambaikan tangannya pada mereka. Setelah mobil yang mengantarkannya pergi, Zoya kembali masuk melewati gerbang hingga penjaga menunduk hormat padanya. Zoya pun membalas sambil menyungging senyum. ia tetap terus melangkahkan kaki setelah bertegur sapa, dengan hati yang riang menyambut sang suami pulang.
"Hubby lama! belum pulang juga" gerutunya menatap parkiran mobil yang tak terlihat milik pria itu.
Hingga tiba-tiba sebuah mobil pun berhenti tepat di samping Zoya. Zoya menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahi melihat mobil asing itu. hingga seorang yang ia kenal, keluar dari mobil dan menghampirinya dengan raut wajah yang dingin.
"Hai udik" sapanya memegang jilbab Zoya dengan dua jari lalu melepaskannya seperti tengah memegang kotoran
"Oppa tidak ada dirumah, sebaiknya anda pergi" usir Zoya.
"Huuuu, udah pandai melawan yaa.. pasti gadis sepertimu memain guna-guna padanya" ucap Soo Yun dengan tatapan sengitnya
"Tidak ada hak anda mengatakan seperti itu! dan jangan menuduhku! dasar siluman bermuka dua" berang Zoya mengacungkan jari telunjuknya pada wanita itu.
Soo Yun menggebu gebu, amarahnya mencuat seketika mendengar sebutan hinaan itu terhadap dirinya. ia mengangkat tangan, bersiap untuk menampar gadis ini,
"Kurang ajar!!" berangnya mengangkat tangan ingin menampar, namun terhentikan oleh sesuatu yang menahannya.
__ADS_1
🌸🌸