Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
100. Mendatangi Lok-Syut


__ADS_3

🌸🌸


Pagi pun kembali hadir menyapa makhluk bumi yang merindukan pancaran cahayanya yang menyengat, tampak Zoya yang sedang bersiap-siap untuk kuliah dipagi itu. rutinitas sehari-hari yang harus ia lewati selama di Negeri orang ini.


Tak terasa satu minggu lagi ia akan merasakan libur panjang pergantian semester, libur yang dikira selama satu bulan lamanya membuat Zoya senang tak terkira. ia pun bingung, haruskah ia pulang ke Indonesia ataukah memilih ke Eropa bersama Ye-Jun dan sahabatnya yang lain? disatu sisi ia juga rindu pada Mei-Yin. namun sayang, Mei memilih pulang ke Indonesia dan itu artinya apakah ia juga ke Indonesia untuk bertemu sahabat karib juga keluarganya?? ah Zoya bimbang sekali memikirkan ini.


"Zo, kenapa melamun?" Ayaana membuyarkan lamunan sahabatnya itu.


"Aku bingung, satu bulan libur apakah aku bersedia ke Eropa atau pulang ke Indonesia aja ya?" ucapnya.


"Dua minggu ke Eropa, dua minggu lagi ke Indonesia aja" saran Ayaana dan diangguki oleh Cristella juga Kim Joong.


"Ide bagus! tapi gimana dengan Ye-Jun, kita harus konsul ke dia juga" ucap Zoya.


"Ku rasa dia setuju. palingan dia dapat cuti beberapa hari saja" ucap Cristella.


"Sepertinya kita ke lokasi syutingnya aja yuk" saran Ayaana.


"Boleh juga" Zoya pun mengangguk angguk.


Mata kuliah hari itu akhirnya telah selesai. Zoya dan teman-teman segera ke lokasi syuting untuk bertemu dengan Ye-Jun. sudah beberapa hari ini mereka jarang bertemu, jadwal Ye-Jun yang padat dan juga tengah mencari keberadaan ibu dan pacarnya membuat mereka hanya berhubungan melalui video-call.


Tak terasa mobil pun sudah tiba ditempat itu, lokasi syuting yang berada disebuah gedung yang menjulang tinggi. Ye-Jun sudah memberitahu keberadaannya ada dilantai 20. melihat gedung itu teramat tinggi membuat bulu kudu Zoya sedikit merinding.


"Ayo masuk" ajak Kim. ketiga gadis itu mengekorinya. mereka pun memasuki lift, Kim Joong segera memencet tombol 20 untuk mengantarkan mereka ke tempat tersebut.


Beberapa menit kemudian, lift pun berhenti dan menunjukkan lantai 20 tanda panah keatas. mereka pun segera keluar dan mengedarkan pandangannya ke setiap sisi.


"Kosong" gumam Zoya.


"Mungkin ditempat lain, kita telusuri aja" ucap Ayaana. akhirnya mereka pun menelusuri lantai itu hingga terdengar suara orang yang sangat berisik disebuah Aula.

__ADS_1


"Sepertinya disini" ucap Kim Joong.


"Ayo buka" suruh Ayaana padanya. Kim pun membuka pintu itu dengan pelan, hingga sorot matanya melihat puluhan orang memenuhi tempat itu dengan pakaian yang sangat bagus sekali. dengan pelan namun pasti, ketiga wanita cantik itu memasuki aula secara diam-diam tanpa sepengetahuan mereka yang tampaknya tengah sibuk. Zoya mengedarkan pandangannya menatap sekeliling, aula yang sangat besar, para penghuninya mengenakan gaun yang sangat bagus, para pria mengenakan tuxedo, kecuali para kru yang hanya berpenampilan biasa saja.


"Kita gak salah tempat kan?" bisik Cristella.


"Tidak, itu Oppa! sedang mengenakan baju. ah, dia keren sekali" ucap Ayaana. Zoya turut menatap arah tunjuknya.


"Mending kita keluar saja deh, yang ada kehadiran kita malah mengganggunya" saran Zoya. sebenarnya Zoya tidak mau melihat lawan main pria itu.


"Ahaa!! kita duduk disana saja. pasti dia gak melihat kita" ujar Ayaana menunjuk tempat pojokkan. Zoya menggigit kecil bibir mungilnya, merasa keberatan dengan ajakan itu. Namun bagaimana lagi, sahabatnya menurut dan menarik tangannya untuk ngumpet dipojokan.


"Ayo, Zo. jangan melamun aja" ucap Cristella membuyarkan lamunan itu. Zoya pun terpaksa mengangguk, dan menuruti ajakan sahabatnya.


Cukup lama mereka berada disana, para artis yang sedari tadi berdandan pun sudah selesai dengan penampilannya yang kece. entah apa yang mereka semua lakukan disini, Zoya melihat ada alat music piano dan biola yang sudah berada ditangan si pemainnya. sontak saja Zoya menebak kalau mereka akan berdansa dengan alunan musik itu. Zoya pun merasakan perasaan yang tidak enak dan tidak nyaman, ia pun segera beranjak berdiri untuk meninggalkan tempat itu. namun na'as, Cristella malah menarik tangannya untuk kembali duduk.


"Sini aja! nanti ketahuan" gerutu Cristella. Zoya pun tak bisa berkutik lagi, ia pun terpaksa harus menonton adegan demi adegan di depan matanya.


Syuting pun dimulai, beberapa kamera bersiap menyoroti mereka dengan alhasil seperti di film-film. Zoya enggan menatap Ye-Jun, ia memilih menatap orang lain saja yang sudah siap dengan pasangannya.


"Hai Ye-Jun! pegang tangan Soo Yun! kita akan mulai" suara kameramen menyadarkannya. Ye-Jun pun meraih tangan Soo Yun, dan tangan satunya lagi memegang pinggul gadis itu. Ye-Jun tampak canggung, ia tak nyaman dengan posisi itu.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Soo Yun.


"Tidak ada," jawabnya.


"Oke semuanya? ready??" sorak pak sut.


"Yaa" sahut mereka semua, memekikkan telinga empat orang yang mengumpet.


"Camera, Rolling!! Action!!"

__ADS_1


Musik perpaduan biola dan piano pun mulai terdengar dengan syahdu, diiringi dengan dansa oleh beberapa pasangan. Ayaana dan Cristella seolah mereka ada dinegeri cinta, entah mengapa ada ditengah-tengah mereka yang berdansa. sedangkan Zoya, hanya menatap pak pembawa biola, lebih nyaman mendengarkan musik daripada menatap Ye-Jun dan Soo Yun.


"Kalau tau begini, mending nunggu diluar aja" bathin Zoya kesal.


"Mimpi apa kita disini guys, ingin rasanya ikut berdansa" ucap Ayaana. Zoya menatap temannya itu.


"Ayo berdansa denganku" ajak Kim


"Tidak! ogah sama kamu!" tolak Ayaana, membuat Kim terkekeh.


"Eh, eh, lihat deh Oppa, so sweet sekali dengan Eonnie Soo Yun" ucap Cristella yang memandang mereka sedari tadi. Zoya enggan menatapnya.


"Ssssttt!! ada yang cemburu nanti" bisik Ayaana menunjuk Zoya yang menatap kearah piano.


"Sepertinya kita salah berada disini, pasti Zoya gak nyaman" Cris turut prihatin.


"Mending kita keluar saja yuk, aku gak mau Zoya melihat adegan begituan." bisik Ayaana kembali. Cris pun mengangguk.


"Guys, kita keluar saja yuk, aku haus nih. Mending tunggu syuting selesai saja" ajak Cristella berpura-pura memegang tenggorokannya.


"Ayo," turut Zoya. mereka pun beranjak berdiri dan berjalan mengendap-endap tanpa mengganggu proses syuting itu.


Saat ingin berdiri, sontak saja sepasang mata murni itu menatap sosok Ye-Jun dan lawan mainnya. mata Zoya membelalak kaget, ia segera membuang wajah menatap pintu hingga setelah keluar pun ia mendengar suara teriakan dan tepuk tangan.


Apa yang terjadi? kenapa mereka bertepuk tangan? apakah??? ah mungkin saja syuting itu telah selesai.


Ye-Jun merasa gerah, syuting berakhir dan ia pun segera ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


"Hah! akhirnya selesai juga" gumamnya. setiba di ruang ganti, ia membuka tuxedo dan mengenakan pakaian miliknya.


"Mau kemana? kita harus merayakan kesuksesan ini" ucap penata kostum.

__ADS_1


"Keluar. sudah selesai, bukan? aku ada urusan" ucapnya. Ye-Jun pun segera meninggalkan tempat itu.


🌸🌸


__ADS_2