Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
112. Kenapa rahasiaan?


__ADS_3

🌸🌸


"Kamu harus--


"Apa?" tanya Ayaana melihat Kim Joong menghentikan omongannya.Kim pun segera meraih kedua tangan Ayaana, ia menatap lekat wajah itu lalu menghirup nafas dalam-dalam.


"Kamu harus menjadi kekasihku" ucapnya lirih. Ayaana dibuat terperangah olehnya.


"Kita hanyalah seorang sahabat dari kecil" ucap Ayaana.


"Tidak ada sahabat abadi bagi wanita dan pria. sahabat bisa aja jadi cinta, dan dari sahabat pula yang menjadikan kita merasa saling nyaman" ujar Kim Joong, Ayaana terdiam.


"Baru saja kamu merespon ciumanku, dan malah kamu yang lebih agresif. apa itu artinya tidak ada rasa untukku?" ledek Kim Joong.


"Hah?"


"Lupakan dia dan terimalah aku. aku akan selalu bersama denganmu, aku mencintaimu Ayaana. sudah lama rasa ini ada"


"Benarkah?"


"Ya"


Ayaana langsung memeluknya dengan erat. benar kata Kim Joong, pelukan ini terasa sangat nyaman dan ia baru sadar selama ini ia juga nyaman bersama Kim Joong.


"Aku mau"


"Apa?"


"Jadi kekasihmu"


"Serius?" tanya Kim dengan raut wajah semringah. Ayaana mengangguk tersenyum.


"Yeaaay!! terima kasih sayang" Kim pun mencium kening sahabat yang telah menjadi kekasihnya itu.


**


Hari demi hari telah mereka lewati, Ayaana dan Kim Joong sudah menjadi pasangan kekasih. biarpun baru putus dengan mantan kekasihnya, sosok Kim Joong selalu membuat Ayaana semangat dan ceria. hari-hari mereka lalui bersama, sering beromantisan hingga membuat Cristella iri, kapan ia punya kekasih? pikirnya. namun Cristella tetap bahagia melihat semuaa sahabatnya bahagia.


Sudah dua minggu pula liburan merekaa dihabiskan di Bali, berarti ada satu minggu lagi libur semester berakhir. Kini mereka semua telah tiba di Bandung. dengan menaiki pesawat jet pribadi yang dibawa oleh Ye-Jun. sebenarnya sangat berat meninggalkan Bali, namun karena Mei dan Andrew yang akan ke Italy dua hari lagi untuk kuliah, terpaksa mereka semua juga turut pulang. Mereka baru saja tiba di bandara, kini semuanya sedang berjalan menuju mobil yang akan membawa pulang ke kediaman Zoya.


"Mei, ke rumah dulu yuk" ajak Zoya.


"Siap! pasti Ummi masak enak dong hari ini" ucap Mei Yin

__ADS_1


"Tentu saja,"


"Ah aku rindu masakan Ummi" ucap Mei sambil mengelus perutnya, membuat Zoya gemas dibuatnya. mereka pun kembali melanjuti perjalanan menuju mobil, disela-sela jalan, Zoya melirik Ye-Jun yang tampak serius menghafal surah Ar-Rahman di ponselnya. Zoya pun tersenyum bahagia, pria ini benar-benar tulus mencintainya. dia pun juga gerak cepat untuk memenuhi syarat dari Zoya. Zoya pun tak menyangka, sudah 30 ayat yang dihafal oleh pria itu, dan sekarang 10 ayat lagi yang harus dituntaskan oleh Ye-Jun. Ya, Ye-Jun menghabiskan waktu ditiap malam menghafal surah itu dan membebaskan Zoya bersenang-senang dengan temannya agar ia bisa melepaskan jiwa lajangnya yang telah meronta-ronta.


"Nanti lagi hafalnya. masih belum sadar kalau udah didepan mobil" gerutu Zoya, membuat yang lainnya terkekeh. para sahabat Zoya awalnya terkejut bila Ye-Jun telah mualaf, mereka tak percaya akan cinta yang begitu besar untuk Zoya, hingga membuat mereka baper karna Ye-Jun. namun tentu saja mereka senang, mereka tetap mendukung dua sejoli itu.


"Eh, dah sampai ya? kenapa gak bilang" gerutunya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Hadeeeeuh"


Tak terasa mobil pun telah tiba di kediaman Zoya, sontak mata Zoya membelalak kaget melihat para wartawan Indonesia dan Seoul juga mengepung kediamannya. terlihat dari jauh Ummi dan para pekerja menyuruh mereka untuk pergi.


"Bagaimana ini?" tanya Zoya gelisah.


"Pak, lanjut saja menyetirnya" ucap Ye-Jun pada sopir yang ia sewa mobilnya.


"Apa kamu yakin?" tanya Zoya ragu.


"Sepertinya ini harus diselesaikan" ucap Ye-Jun.


"Kami dukung kalian guys" sahut Kim Joong dan disetujui oleh yang lainnya.


"Bismillah, ayo turun" ajak Ye-Jun. mereka semua pun menuruni mobil, hingga menjadi pusat perhatian para wartawan itu. tentu saja melihat Aktor itu turun, mereka langsung mengepung Ye-Jun dan yang lainnya.


"Waduh, moga mereka gak apa-apa ya bi" ucap Umi pada Bibi. hingga senyum senang mengembang tatkala para sahabat putrinya menghampirinya.


Di tempat Ye-Jun dan Zoya, mereka berdua pun mulai berbicara pada para wartawan itu, hingga dari mereka langsung memotret wajah-wajah serasi itu.


"Aku tak mau berkomentar, seminggu lagi kita akan adakan konferensi pers di Seoul. lebih baik kalian pulang!" ucap Ye-Jun dengan penuh penegasan.


"Tapi jawab satu ini aja, apa benar kalian akan menikah?"


"Bagaimana dengan pamoritasmu?"


Namun Zoya dan Ye-Jun tak menanggapinya lagi, keduanya memasuki rumah dan gerbang langsung ditutup oleh penjaga. para wartawan masih saja tetap kekeuh untuk mengepung kediaman itu, hingga pak penjaga berinisiatif untuk menyalakan mercon.


"Kita harus menyalakan mercon agar mereka pergi" ucap pak penjaga


"Tapi kita gak punya. ah, aku akan menyuruh istriku untuk membelinya" ucap penjaga yang lain lalu merogoh ponsel dalam saku dan menelpon sang istri.


Didalam rumah, mereka semua menduduki sofa dengan raut wajah yang tegang. tampak mereka merasa tidak enak hati sudah membuat ulah dikediaman Umi. namun Umi tersenyum simpul, ia bersikap biasa saja akan hal ini.


"Kalian kenapa? kok tegang?" tanya Umi sambil mengintip keluar jendela.

__ADS_1


"Kami minta maaf, Mi. sudah buat keributan disini" ucap Zoya.


"Iya mi" sahut yang lainnya.


"Tidak masalah, Umi sudah tau ini semua karna ulah Ye-Jun. hebat ya kamu, melamar Zoya diam-diam" ledek Umi tersenyum simpul.


"Hmm, maaf Mi, sebenarnya Zoya menolak saya" ucap Ye-Jun terus terang.


"Apaaa????" mereka semua tampak kaget akan pengakuan Ye-Jun. tentu saja hal ini hanya diketahui oleh Zoya.


"Bukannya kalian, bukannya Zoya menerima lamaran itu?" tanya Cristella heran.


"Kalian tau sendiri nanti. Umi, kapan Abi pulang?" tanya Zoya


"Lusa, insha allah" jawab Umi.


"Zo, kenapa kamu gak nerima lamaran itu? di video kamu bilang iya" tanya Umi ikut heran.


"Nanti Umi juga tau" jawab Zoya santai sambil tersenyum pada Ye-Jun.


"Kenapa kalian malah rahasia-rahasiaan!" gerutu Ayaana dan yang lainnya.


"Sudah sudah, ayo kita makan dulu. sepertinya wartawan itu sudah pergi" ucap Umi sambil mengintip.


"Alhamdulillah, Mi" sahut Zoya bersyukur. kini mereka semua pun berjalan menuju meja makan, Mei tampak antusias sekali tak sabar mencicipi masakan Umi yang ia rindukan.


"Makan yang banyak. pokoknya lauk itu harus habis" suruh Ummi tersenyum.


"Kalau ini mah bakal habis, Mi" ucap Mei-Yin dalam bahasa indonesia. membuat mereka yang tak mengerti hanya bisa diam saja.


"Bagus, kamu rindu masakan Umi ya.. Umi juga rindu sama kamu" ucap Umi.


"Mei juga Mi"


"Bagaimana kuliahmu disana?" tanya Umi


"Lancar Mi, lusa kita akan balik ke Italy" ucapnya sedu


"Sudah masuk kuliah?" tanya Umi, Mei mengangguk.


"Tidak apa-apa, yang penting selesaikan dulu belajarnya. ayo makanlah dulu" ucap Umi tersenyum.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2