
πΈπΈ
Didepan televisi, duduk lesehan di karpet membuat Zoya tertawa lebar nan ngakak dengan piring omelet ditangan kirinya. untung saja Zoya sangat mengerti bahasa korea hingga ia pun paham apa yang sedang dikatakan mereka hingga membuat Zoya tertawa bila ada scene yang begitu lucu.
Setengah jam Zoya duduk disana sembari menonton, kini waktu ashar pun telah tiba. Tepat sekali, acara itu pun juga turut selesai dan akan berganti dengan acara yang lain. Zoya segera mematikan televisinya, ia pun kedapur untuk menaruh piring yang telah kosong tersebut dan sekalian mengambil air wudhu dikamar mandi.
Zoya pun melaksanakan sholat ashar, kali ini tepat waktu. tidak seperti dzuhur tadi yang cukup terlambat. Zoya pun melaksanakan sholat dengan khushuk, sholat hanya sendiri dan berharap semoga suatu saat nanti akan ada yang mau menjadi imamnya untuk beribadah, imam dalam rumah tangga hingga imam dalam membimbing anak juga istrinya, seperti sosok Abi yang teramat ia rindukan.
"Ya Allah, Zoya rindu sekali sama abi dan umi. bila orangtua Zoya mau ke Seoul, jagalah mereka dan selamatkanlah sampai tujuan. Aamiin"
Zoya pun kembali melipat mukena dan sajadahnya. Zoya teringat pada kedua orangtuanya yang teramat ia rindukan. berharap sekali saat ingin kemari mereka tetap selamat tanpa halangan apapun diperjalanan nanti. Zoya pun kini memilih untuk membaringkan tubuhnya, tubuhnya terasa lelah sekali hari ini dan juga mata yang terasa mengantuk. Hingga tak berapa lama pun Zoya tertidur, berharap dialam mimpi ia bisa bertemu dengan abi.
Di lokasi syuting, tampak Ye-Jun sedang menghafalkan teks, dimana ia menghafal bagian percakapan yang akan ia lakoni sebentar lagi. Ye-Jun pun sedang dirias sembari menghafal, bedak tipis dan sedikit lipgloss agar bibirnya tidak tampak kering. Penampilannya yang keren, tentu saja membuat auranya terpancar sebagai peran utama pria. Hingga tak jarang banyak para wanita yang memuja dirinya yang tampan.
Biasanya bila beradu acting dengan para pemain, pasti ada yang namanya cinlok alias cinta lokasi. Namun tidak bagi Ye-Jun. semenjak beberapa tahun yang lalu kekasihnya meninggal, sangat jarang Ye-Jun bergaul dengan wanita bahkan tidak untuk mencintai. Namun berbeda saat pertama kali bertemu Zoya dengan tidak sengaja, entah kenapa hatinya terketuk sesuatu, ditambah lagi tingkah Zoya yang unik menurutnya itu, membuatnya terheran dengan perasaannya yang dag dig dug. Namun saat itu Ye-Jun menepis perasaan itu, mengacuhkan wanita yang tidak ia kenal. Saat ia melirik sekilas Zoya sedang mengambil sesuatu yang letaknya teramat tinggi, Ye-Jun pun tergerak ingin membantu wanita itu. Namun lagi-lagi Zoya tampak malu, ia terus menunduk membuatnya begitu lucu saat melihat Zoya.
Semenjak kejadian itu, Ye-Jun terus memikirkan gadis unik tersebut. bayangan sosok berkerudung nan pemalu itu terus menghantui pikirannya. Ye-Jun pun bersikeras untuk melupakan, menghabiskan waktu untuk syuting kejar tayang, sebab saat itu sinetron yang ia lakoni akan menuju babak tamat. Namun tetap saja, bayangan Zoya selalu terngiang-ngiang dikepalanya. dikarenakan Ye-Jun teramat sibuk hingga ia tidak sempat untuk mencari Zoya.
__ADS_1
Pada hari itu, Ye-Jun tak sengaja melihat Zoya dijalan. Zoya tampak euforia sekali menikmati semilir angin diatas mobil. Kala itu Ye-Jun akan pergi lagi ke lokasi syuting dengan terburu-buru hingga ia tidak bisa untuk mengejarnya. Ye-Jun pun berharap semoga suatu hari nanti ia akan bertemu dengan wanita itu lagi. Akhirnya keinginannya terwujud, Tuhan memberkati dirinya saat ia melihat Zoya menonton fashion show yang ia jalani. Tentu saja, Ye-Jun pun teramat senang hari itu hingga ia pun memikirkan cara untuk bisa berjumpa dan mendekati Zoya.
"Jun! sekarang giliran kamu! kok melamun saja sih" tiba-tiba sang manager membuyarkan lamunan Ye-Jun saat ia memikirkan pertama kali bertemu Zoya. Ye-Jun pun tersentak kaget, ia pun kebingungan karna teks belum terlalu banyak yang ia hafalkan. Ye-Jun pun bingung, ia meminta waktu dua menit lagi.
"Dua menit lagi, oke?" pintanya.
"Ah cepatlah! kebetulan sutradara lagi minum" ujar managernya. Ye-Jun pun terburu-buru untuk menghafal, mulutnya berkomat-kamit seperti sedang membaca mantra.
"Ye-Jun, cepat!" teriak pak sutradara.
"Shit!" umpatnya kesal menghempaskan lembaran kertas itu ke atas kursi. Ye-Jun pun mulai berakting dengan lawan mainnya.
Malam pun menjelang, para kru dan pemain sedang beristirahat sembari melahap makanan yang dipesan sutradara lewat delivery. Mereka pun sekalian akan menonton hasil akting dan kerja keras pada hari lalu yang sebentar lagi akan tayang.
Disisi lain, Zoya yang baru saja selesai sholat maghrib pun, perutnya mulai terasa lapar. Zoya yang teringat isi kulkasnya sudah habis, terpaksa ia memesan makanan lewat delivery order. Mengingat hari sudah malam dan supermarket pun teramat jauh dari sini.
Zoya pun membuka aplikasi makanan, mencari makanan halal yang ingin ia santap. hingga cukup lama ia mencarinya, akhirnya yang Zoya inginkan telah didapati.
__ADS_1
"Alhamdulillah, ada juga. pesan dua porsi deh" gumam Zoya tersenyum semringah melihat ponselnya.
Send
"Oke, tinggal tunggu saja. mending sekarang nonton dulu sambil nunggu" ucapnya sendiri sembari melipat mukena dan sajadahnya.
Zoya pun menyalakan televisinya, mencari sinetron korea yang bagus. Hingga saat ia memeriksa satu persatu channel untuk mengintip acara apa yang tayang, Zoya pun terperangah melihat Ye-Jun sedang bermain sinetron didalam televisi itu. Walaupun Zoya menatap sekilas wajah Ye-Jun, namun ia teringat jelas bentuk wajahnya yang tampan dari jarak dekat.
"Itu kan pria itu!" ucap Zoya pada layar televisi.
"Bukannya dia model? apa aktor juga?" ucapnya kembali kepada layar televisi itu yang tidak bisa menjawab pertanyaan Zoya.
"Keren-keren! tapi sinetron ini judulnya apa sih? tulisannya kecil amat" gerutu Zoya. Zoya yang penasaran sinetron apa yang dilakoni pria itu pun, menatap lekat layar yang memiliki tulisan yang teramat kecil itu disudut paling atas.
Zoya menyipitkan matanya, mengeja tulisan yang buram itu.
"Boys Before Flower 2" ucapnya pelan.
__ADS_1
"Oh, sinetron ini, jadi ada season 2-nya juga toh. Dingin amat dia disini, aslinya sok kenal sok dekat dan sok akrab. Hadeeeuh" ujar Zoya seolah menilai karakter yang diperankan Ye-Jun didalam sinetron tersebut.
πΈπΈ