Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
23. Serpihan kaca


__ADS_3

🌸🌸


Matahari sudah berani menyapa makhluk bumi pada pagi ini, setelah kemarin sore ia diam-diam pergi meninggalkan persemayamannya. Sengatan yang begitu tajam ia semburkan hingga makhluk bumi yang sedang terlelap pun merasa terganggu akan pancaran sinarnya yang begitu panas. Ayaana dan Cristella bergeliat diatas alas tidur tipis yang dipajang dilantai kamar Zoya. Mereka bertiga tidur disana, sebab ranjang milik Zoya sangatlah kecil. hanya ranjang tunggal yang muat untuk satu orang. Justru itu Zoya memiliki ide untuk membentangkan alas kasur yang berbulu lembut diatas lantai untuk mereka tempati. Ayaana terbangun akibat pancaran mentari yang mengganggu tidur nyenyaknya, ia kerjapkan kedua mata bahkan menguceknya dengan pelan. Sorotan matahari begitu menyilaukan saat tak sengaja ia menatap arah jendela secara langsung. Kain gorden sudah dibuka, sebab itulah mentari lebih leluasa mengganggu mereka.


"Emmh, siapa yang membuka gorden itu" gumam Ayaana menutupi wajahnya dengan selimut. ia pun kembali tidur disaat melihat Cristella juga menutup wajahnya dengan selimut itu. Sedangkan.Zoya tengah masak sarapan pagi untuk sahabatnya, wanita itu sudah terbiasa bangun lebih pagi karna itu sudah menjadi kebiasaan hidupnya. Zoya juga yang membuka lebar kain gorden jendelanya agar matahari masuk menghangatkan kamar itu.


Tampak Zoya sedang membuat bubur ayam, mengaduknya hingga mengental. setelahnya ia juga menyiapkan bumbu-bumbu dan topping lainnya agar terlihat lebih menarik. Hingga akhirnya sudah hampir selesai, Zoya menghirup dalam-dalam aroma kaldunya yang begitu wangi. Seketika cacing-cacingnya pun meronta tak sabar untuk diberi asupan makanan itu.


"Apa mereka belum juga bangun? enak sekali tidurnya" gumam Zoya menatap pintu masuk dapur. Kini Zoya menghidangkan bubur itu ke dalam mangkok, tak lupa sendok ia sediakan. Tiga mangkok yang akan mereka habiskan, dan beruntungnya masih banyak sisa jika ingin menambah porsi. Setelahnya, Zoya pun berjalan menuju kamar, ingin membangunkan kedua sahabatnya untuk sarapan pagi.


"Ay, Cris, sarapan yuk" ajak Zoya menggoyang-goyangkan tubuh mereka. Ayaana yang sedang bermimpi indah pun terbangun akibat gangguan Zoya.


"Hmm, cepat banget sih Zo. masih ngantuk." ucap Ayaana dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Sudah jam sembilan lho, udah telat sarapan nih" ucap Zoya sembari melihat jam didinding. sontak Ayaana pun terperanjak kaget mendengar penuturan itu.


"Apa? jam 9?" teriak Ayaana. hingga Cristella yang sedang tertidur pun merasa terusik dengan suara itu membuatnya terbangun dan menatap keduanya.


"Apaan sih ribut amat" gerutu Cristela mengucek kedua matanya.


"Udah jam 9 ayo sarapan, entar dingin lagi" ucap Zoya.


"Yasudah ayo, aku juga sudah lapar" ucap Cristella beranjak bangun. begitu pun Ayaana, menyusuli keduanya menuju dapur. Ayaana dan Cristella mencuci wajah terlebih dahulu, sedangkan Zoya membuat teh hijau Korea yang ia beli tempo lalu.


Kini ketiga sahabat itu melahap sarapan paginya dengan begitu nikmat. disela sarapannya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar nyaring ditelinga.

__ADS_1


"Zo, ada tamu tuh.. apa mungkin ibu kontrakkan ya?" perkiraan Cristella.


"Entahlah, atau mungkin Kim joong? aku akan kedepan" tebak Zoya lalu berpamitan untuk menuju ruang tamu. Zoya memutar kunci pintu, membukanya perlahan dan merasa lega bila yang datang itu adalah Kim joong, sesuai perkiraannya.


"Hallo Zo, selamat pagi" ucap Kim joong menunjukkan giginya yang berjejer rapi. Zoya menyahutnya, menatap tangan Kim yang membawa paperbag.


"Ayo masuk, kamu sudah sarapan belum?" tanya Zoya.


"Sudah sih, kalau ada sisa untukku, boleh juga" ujarnya terkekeh.


"Hehehe ayolah ke dapur, kebetulan kami sedang sarapan" ajak Zoya.


"Waah, pasti enak banget masakan kamu. seketika cacingku meronta" candanya.


"Jadi begini bentuk rupa kalian dibalik kecantikkan yang diumbar?" ledeknya tersenyum simpul. Seketika gadis cantik itu pun menghentikan suapannya dan menatap Kim yang sedang terkekeh.


"Maksudmu apa, hm?" tanya Ayaana melototi matanya.


"Itu, kenapa pagi ini kamu tidak secantik biasanya" ledek Kim tertawa dalam hati. Zoya yang melihat mereka hanya tersenyum menggelengkan kepala sembari menyuapi bubur kedalam mulutnya.


"Kalau kesini cuma untuk mengejek, mending pulang!" usir Ayaana merebut mangkok milik Kim.


"Becanda, jutek amat sih" ujarnya terkekeh dan mengambil kembali bubur miliknya. Sedangkan Ayaana hanya berkomat-kamit, entah apa yang dikatakannya sebab dia hanya menggerakkan bibir sahaja.


Sarapan pagi pun telah selesai, Zoya menyuruh temannya untuk berlekas mandi agar kembali cantik seperti biasanya. Ayaana pun memasuki kamar mandi lebih duluan, sembari membawaa handuk dan pakaian yang diberikan Kim joong. sedangkan Zoya dan Cristella, membersihkan dapur dan menyapu rumah. Cris yang biasanya tidak pernah mencuci piring pun seketika gelas yang ia bilas pun terjatuh akibat licinnya gelas itu. Ah rasanya Cristela begitu malu dan tidak enak hati pada tuan rumah.

__ADS_1


PRANG!!


Cris pun terkejut, menutup mulut dengan kedua tangan seolah ia tengah kaget. Ayaana yang sedang berak pun terkejut mendengarnya, Zoya yang sedang merapikan kamar pun langsung dapur untuk memeriksa apa yang terjadi. sedangkan Kim, membeli sikat gigi di warung atas permintaan kedua wanita yang menginap itu.


"Hei Cris, apaan tuh?" teriak Ayaana dari dalam kamar mandi.


"Pesawat jatuh!" teriak Cristela yang sedang memungut serpihan kaca. Zoya pun menghampirinya, terkejut melihat serpihan kaca yang berserakan.


"Astaghfirullah, Cris. kamu gak apa-apa?" bukannya mencemaskan si gelas, Zoya malah mencemaskan si pembuat gelas itu pecah.


"Eh, gak apa kok, Zo. akunya kurang hati-hati" ujar Cristella tersenyum kecut.


"Tadi kan sudah dibilang, mending aku saja. kamu sih bandel" gerutu Zoya.


"Ah Zo, aku itu pengen jadi perempuan sejati yang bisa mengerjakan semua tugas rumah" ucap Cristela memeluk pundak sahabatnya.


"Tapi hati-hati ya, kalau licin keringkan dulu tanganmu biar megang gelasnya gak licin" saran Zoya. Cristellaa pun mengangguk-angguk mengerti.


"Maaf ya, gak marah kan?" tanya Cris menatap wajah Zoya yang tersenyum menggeleng-geleng. Akhirnya mereka membersihkan serpihan kaca itu bersama-sama dan penuh hati-hati.


Ayaana pun keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan hajatnya, dan terkejut melihat kaca yang berserak.


"Oh.. My.. God!!"


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2