Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
79. I will back to Seoul


__ADS_3

🌸🌸


Tidak terasa telah hampir satu minggu Hwan Ye-Jun menyandang status muslim. sialnya semenjak hari pertama menjadi Muslim ia harus keluar kota selama seminggu ini ke Jeonju untuk melakukan proses syutting disana. tentunya bukan hanya dia sendiri, Soo Yun, Lee Min Jo dan beberapa artis lagi yang berangkat kesana. Awalnya Ye-Jun berdesah kesal dengan kabar mendadak itu yang mengharuskan ia tidak bisa bertemu dengan Zoya sejak di Mall itu, dan ia pun harus membatalkan jadwal sunat dengan Syeikh Daud. untung saja Syeikh tidak marah dan memakluminya.


"Kapan kita kembali ke Seoul?" tanya Ye-Jun pada Managernya.


"Sampai syutting disini selesai" jawabnya gampang.


"Hah!" Ye-Jun berdesah kesal sembari menggosok kedua telapak tangannya, sebab disana tengah musim dingin.


Ye-Jun pun menduduki tubuhnya dikursi lipat miliknya itu. sekarang waktunya berisitirahat dan Ye-Jun pun kembali membaca buku yang ia beli seminggu lalu.


"Ah Zoya, aku merindukanmu. sial sekali disini tidak ada sinyal" umpatnya didalam hati.


Di kampus, tampak Zoya tengah memperhatikan dosen menjelaskan materi. walaupun matanya fokus kesana, namun pikirannya melayang entah kemana. beberapa hari ini Zoya tampak banyak termenung, entah ada hal apa hingga ia tidak mau menceritakan pada sahabatnya. membuat Cristella dan Ayaana berfikir bahwa kepergian keluarganya ke Indonesia.


"Oke sampai disini paham?


"Yaaaa!!" sorak seluruh mahasiswa. sedangkan Zoya tersentak kaget mendengar sorakan itu.


"Apa sudah selesai?" tanya Zoya pada Cristella.


"Sudah. jangan melamun terus dong, Zo. apa perlu kita libur beberapa hari untuk menemui orangtuamu?" usul Cristella.


"Eh, enggak. jangan deh," elak Zoya. Cristella pun hanya menggeleng.


"Tidak apa, asal kamu tidak melamun lagi" ucap Cristella.


"Bukan karena mereka lho Cris," ucap Zoya.


"Jadi apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Gak ada, hehehe" Zoya pun malah cengengesan.


"Ayo kita ke kantin" ajak Zoya beranjak berdiri. Kini mereka berempat berjalan menuju kantin. menikmati makanan yang menggiurkan sebab para cacingnya sudah meronta ingin diberi asupan.


"Aneh, kenapa aku selalu memikirkannya, biasanya dia selalu menggangguku tapi beberapa hari ini sudah tidak lagi. ingin tanya AeRa, ih enggak deh" gumam Zoya didalam hatinya. ternyata itu yang tengah dilamuni gadis itu. biasanya Ye-Jun selalu ada untuknya tapi sudah seminggu ini ia tidak lagi menghubungi Zoya membuat Zoya heran tujuh keliling.


Di Jeonju, tepatnya dilokasi syuting, para Artis dan Kru tengah berkumpul ditempat duduknya masing-masing, sebab pak sutradara ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada semua orang. Ye-Jun berharap bila hari ini proses syuting disini akan berakhir dan ia akan bisa kembali pulang untuk menemui pujaan hatinya itu. Ye-Jun terus menatap pak sutradara, tidak sabar untuk mendengarkan pengumuman itu. dilihatnya jam tangan, sudah menunjukkan pukul 12 siang dan artinya Adzan dzuhur akan berkumandang.


"Proses syuting disini sudah selesai dan kita akan kembali ke Seoul. terserah kalian mau langsung pulang atau menikmati alam disini, tapi yang jelas kita lanjut syuting lagi tiga hari ke depan" ucapnya pada seluruh Kru dan Artis. sontak mendengar itu Ye-Jun langsung kegirangan, ia bersorak ria dan bahkan bersiul.


"Yeeeeeeaaaay!!! akhirnya!!" teriak Ye-Jun kembali bersemangat.


"Yuhuuui!! senang ya bro?" ujar Lee Min Jo menatap kegirangan itu.


"Senang dong, sudah lama tidak bertemu pujaanku. sial sekali diperkampungan ini tidak ada sinyal" gerutunya kesal.


"Sabar, hahaha" ucap Lee Min Jo.


"Wah, asyik itu" ucap beberapa orang.


"Nah, itu pesanan Soju dan makanan kita telah tiba" teriaknya. ternyata pak sutradara diam-diam telah memesan makanan dan minuman itu sedari tadi.


Ye-Jun pun tertegun, ia tidak bisa menikmati soju dan makanan yang mengandung babi tersebut. Ye-Jun pun mengajak Lee untuk pergi mencari makanan halal, namun sayang, saat menoleh Lee Min Jo sudah berlari duluan untuk mengambil jatah dirinya.


"Hei Jun, kenapa kau masih berdiam disini? ayo kita nikmati soju" ajak Soo Yun. Ye-Jun menggeleng seraya terkekeh,


"Tidak, aku tidak menyukainya" ucap Ye-Jun pada gadis itu. ia pun beranjak berdiri, meninggalkan Soo Yun yang terpaku di tempatnya.


"Pria itu semakin aneh" gumam Soo Yun lalu menyusuli Ye-Jun yang sepertinya menghampiri keramaian itu.


Ye-Jun berjalan menemui pak sutradara, tampaknya pria itu ingin menyampaikan sesuatu yang cukup penting.

__ADS_1


"Pak, setelah ini apa ada lagi syuting?" tanya Ye-Jun pada Pak sutradara yang sedang membuka bungkus makanannya.


"Tidak, kita akan berpesta merayakan ini, bukan?" ucapnya.


"Serius? kalau gitu aku akan kembali ke Seoul sekarang" ucap Ye-Jun dengan girangnya. segera ia berlari menuju Villa yang mereka pesan. kebetulan cukup dekat dengan lokasi syuting.


"Woi, Ye-Jun!!" teriak pak sutradara. Ye-Jun menoleh ke belakang.


"Apa kau tidak ingin menikmati soju dan makan siang ini?" teriaknya.


"Tidak!!" teriak Ye-Jun lalu segera berlari menuju mobilnya. Ye-Jun sudah tidak sabar untuk kembali ke Seoul, walau tubuhnya sudah terasa lelah, namun demi Zoya lelah ini tidak ada artinya.


Ye-Jun mengendarai mobilnya dengan sangat cepat, senyum manis tidak pernah pudar sedikit pun dari sudut bibirnya. perasaan rindu yang sudah membuncah tidak ia hiraukan lagi rasa capek yang melanda. tanpa terasa ia telah tiba di Villa, segera ia menuruni mobil dan berlari secepat mungkin menuju kamarnya.


Ye-Jun memasukkan pakaiannya kedalam koper, sedangkan buku-buku, sepatu dan yang lainnya memang sudah tertaruh didalam mobil yang biasanya menjadi lemari kedua untuk barang-barang perlengkapan syutingnya.


Ye-Jun segera menyeret koper itu, setiba di depan mobil ia pun membuka bagasi dan menaruh kopernya didalam.


"Baju koko dan sarung sudah tergantung dihanger, oke aman. sekarang ke Masjid dulu" gumamnya melihat gantungan hanger didalam mobil. Mobil itu khusus untuk syuting, sebab didalamnya sangat menumpuk oleh barang perlengkapan.


Kini Ye-Jun sudah berada di jalan raya, mengendarai mobil menuju Masjid yang biasa ia tempati saat melaksanakan sholat. diliriknya jam dipergelangan tangan itu, ia berdesah kesal bila sekarang Adzan pasti sudah berkumandang.


"Astaghfirullah, jangan sampai telat atau aku tidak bisa mengikuti imam lagi" gumamnya kesal, segera mempercepat lajuan mobilnya.


Ye-Jun telah tiba disebuah Masjid, Adzan tengah berkumandang oleh sang Muadzin. Ye-Jun semakin tertegun mendengarnya, ia pun segera ke toilet untuk mengambil air wudhu sekalian mengganti pakaiannya dengan baju koko. setelah selesai, ia buru buru memasuki masjid. tampak semua jamaah sudah berdiri di shaf masing-masing, pertanda sholat akan dimulai.


Salah satu sholat fardhu wajib ditengah hari itu pun telah selesai ia laksanakan, Ye-Jun kembali kedalam mobilnya untuk menuju restaurant halal yang biasanya ia tempati. Awal tiba di Jeonju, bukannya ia beristirahat tapi ia malah sibuk berkeliling mencari letak Masjid dan Restaurant Halal. hingga kini ia mengetahui dimana saja tempat terpenting itu, menurutnya.


Dunia, bukanlah prioritas utamaku yang aku kejar dan ku raih. walau tubuhku lelah dan rapuh, namun akhirat adalah prioritas utamaku sebagai Muslim yang mencoba untuk taat pada sang Pencipta.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2