Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
45. Masakan Korea terlezat


__ADS_3

🌸🌸


Zoya telah selesai menghabiskan sarapan pemberian Ye-Jun, menu sarapan yang lezat lengkap dengan telur mata sapi diatasnya. Dalam sekejap pun ia dapat menghabiskan itu semua. Kini Zoya mencuci kotak makanan itu untuk ia kembalikan pada sang pemilik, mencucinya hingga bersih tanpa noda sedikitpun. Setelahnya ia pun kembali ke depan, dimana Ye-Jun sedang menikmati minuman hangatnya.


"Ini kot--


Ucapan Zoya pun terpotong sebab pria itu tidak terlihat lagi diruang tamunya. matanya pun mengarah keluar, tepatnya didepan rumah tidak ada lagi mobil sport milik pria itu lagi.


Zoya pun menatap kotak makanan yang ia pegang,


"Dia sudah pergi tanpa berpamitan? baguslah" ucapnya pada kotak itu.


"Lalu kau bagaimana? haruskah ku kerumahnya untuk mengembalikanmu?" tanyanya pada benda mati tersebut.


Zoya pun akhirnya mendesah, percuma bicara pada kotak itu yang pastinya tidak akan menjawab. Zoya pun pergi ke dapur untuk menaruh kotak itu ke rak piring. Namun sebelum itu, ia mengambil handuk terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya yang sudah basah.


Dalam sekejap Zoya pun telah selesai membersihkan diri, untung saja Zoya tidak bersin maupun flu seperti pria itu tadi. behubung diluar masih hujan membuat bulu kudunya berdiri, ia pun memakai baju yang hangat agar tubuh itu tetap terasa hangat. Kini Zoya pun sibuk mengurusi dapur, memasuki barang belanjaan kedalam kulkas sekalian memasak menu makan siang sebelum pergi ke kampus.


Dikediaman Ye-Jun, ia telah tiba dirumahnya. Ye-Jun langsung memasuki kamar untuk bergegas membersihkan tubuhnya yang basah. hidung memerah, selalu bersin setiap saat membuatnya enggan menyentuh air. mengingat agar tubuhnya tidak sakit ia pun terpaksa mandi dengan shower air hangat.


Setelahnya ia pun memilih berbaring diatas tempat tidur sembari memeluk guling dan menyedekapkan selimut ditubuhnya.


"Dingin sekali--


haaasyiiiiim!!!


"Astaga, kenapa tidak hilang juga bersin ini!" gerutunya kesal. Ye-Jun pun bergegas meraih telepon rumah yang terletak diatas nakas samping tempat tidurnya untuk menelpon pelayan.


"Buatkan teh hijau dengan jahe sekalian obat flu" perintahnya.

__ADS_1


"Baik, Tuan" Ye-Jun pun kembali mematikan teleponnya secara sepihak.


Tak berapa lama menunggu, pintu pun terbuka dengan sendirinya tanpa diketuk terlebih dahulu. Ye-Jun pun mengerutkan dahinya, berani sekali pelayan menyelonong masuk tanpa ijin terlebih dahulu. Namun pikiran buruknya terhenti, ia pun bernafas lega sebab ternyata adiknya-lah yang memasuki kamar itu.


"Ae-Ra, kenapa kamu yang membawa?" tanya Ye-Jun


"Aku mendengar oppa sakit, jadi sekalian mau menjenggukmu" ujar adiknya itu


"Hmm, pasti kau belajar memasak lagi bersama chef, bukan?" tebak Ye-Jun


"Oppa tau saja" ucapnya tersenyum lalu menduduki kasur sang kakak dengan nampan yang ia taruh diatas pangkuannya.


"Minumlah, ini aku tambahin herbalnya biar cepat sembuh" ujar Ae-Ra memberi segelas teh hangat tersebut. Tanpa pikir panjang, Ye-Jun pun meminumnya dengan pelan seraya menghirup aroma jahe bercampur herbal lainnya.


"Minumlah obatmu, oppa. untung saja dirumah kita selalu ada persediaan obat" ucap Ae-Ra. Ia pun mengambil obat itu dari tangan sang adik lalu meminumnya dengan dibantu seteguk air putih yang turut dibawa.


"Ah sudah, oppa. berantakan'kan! sekarang katakan, kenapa oppa bisa sakit?" tanyanya ingin tau


"Karna oppa membantu seseorang yang sedang kehujanan dijalanan tadi" jawabnya tersenyum membayangi hal tadi. Ae-Ra memerhatikan raut wajah kakaknya yang seperti berbeda.


"Pasti seseorang itu teramat oppa sayangi sampai senyum-senyum begitu" tebak adiknya. sontak Ye-Jun pun langsung memandang wajah adiknya yang sedang cengengesan itu, senyum khayalan Ye-Jun pun juga ikut. hilang seketika.


"Dasar anak kecil, kembali sana ke dapur" usir Ye-Jun yang merasa sudah ketahuan oleh adiknya.


"Gak mau! Oppa harus cerita padaku! pasti kotak makanan tadi untuk gadis yang oppa cintai, bukan? Hmm, sekarang aku tau siapa orang yang oppa tolong dijalan tadi" tebaknya begitu benar. Ae-Ra sangat mengetahui kakaknya, kakaknya itu pasti enggan menolong bila itu orang yang tidak dikenal. apalagi ia menolong dengan rela kehujan-hujanan membuat Aera sangat gampang untuk menebak hal itu.


Ye-Jun menepuk jidatnya, ia pun mengangguk bahwa perkataan sang adik benar adanya.


"Iya apa? pasti orang yang oppa tolong, seorang gadis yang kamu cintai" ucapnya.

__ADS_1


"Iya-iya, benar. sekarang keluarlah, oppa mau istirahat. bentar lagi syuting harus kumpuli tenaga" Ye-Jun pun memaksa adiknya itu untuk segera pergi dari kamarnya.


"Baiklah, baiklah! ohya, bawa aku dong bertemu dia.. aku kan juga ingin bertemu kakak ipar" pinta adiknya.


"Kapan-kapan! keluarlah" Ye-Jun kembali menyeret tubuh adiknya itu dan segera mengunci pintu sebelum ia kembali mengganggu.


Ye-Jun pun terdiam sejenak diatas tempat tidurnya, ia memikirkan pinta sang adik ingin bertemu dengan Zoya. sontak ide cemerlang pun langsung datang menghampiri otaknya.


"Bagaimana kalau Aera yang menemaniku berkencan dengan Asyifa? tapi-- pasti aku yang tersisihkan dengan mereka yang asyik mengobrol. aaakh! membingungkan!" gerutunya menjambak rambut sendiri.


Ye-Jun pun cukup bingung, ingin berfikir keras mencari ide namun saat ini kondisinya kurang enak badan. Apalagi siang nanti ia akan kembali ke lokasi syuting, membuatnya jengah tidak bisa bersantai agak sehari. Ye-Jun pun akhirnya memilih tidur, cuaca yang dingin menuntunnya untuk memejamkan mata sejenak.


Dirumah yang ditempati Zoya, ia baru saja selesai memasak. Zoya pun senang tak terkira, ia mencoba membuat menu masakan korea dari tutorial youtube yang ia amati sedari tadi. Zoya mencicipi masakannya layaknya seorang juri, senyum semringah pun semakin mengembang disudut bibir merah ranum nan mungil itu sebab ini masakan terenak, terlezat dan teryummy.


"Hmmm, delicious!! besok aku akan membuat ini untuk menyambut kedatangan umi, abi dan keluarga kakak" gumam Zoya tersenyum, ia tak sabar menanti keluarganya yang akan datang.


"Tapi, sekarang tanggal berapa ya? kemarin umi bilang akan kesini ditanggal 20" Zoya pun bingung, padahal sehari-hari dibuku tugas selalu membuat tanggal dan hari, namun sekarang entah kenapa ia pun lupa dan memilih pergi ke ruang tamu untuk melihat kalender yang terpajang didinding.


"Astaghfirullah! sudah tanggal 18 ..? berarti besok adalah hari yang paling sibuk" gerutunya kaget sembari menepuk jidat.


"Tapi tidak masalah, untung tadi beli bahan masakan cukup banyak" ucapnya tersenyum semringah. Zoya pun kembali ke belakang untuk membersihkan dapur yang berantakan. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti sebab mendengar dering ponsel yang cukup kuat.


Drrrrrrtt... drrrreeet....


Zoya pun memasuki kamarnya tersebut untuk mengambil ponsel yang terletak diatas tempat tidur.


"Ummi?"


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2