Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
139. Asmara Pagi


__ADS_3

🌸🌸


Pagi pun menjelang di bumi Indonesia, kedua suami istri itu tengah menikmati angin segar diatas balkon setelah menyelesaikan sholat subuh. keduanyaa pun juga tampak segar, tak kalah segar dari segarnya udara pagi ini. Ye-Jun memeluk istrinya, sambil mencium aroma mewangi dirambut panjang sang istri yang masih basah.


"Ternyata kamu juga tak kalah cantik kalau gak memakai jilbab" puji Ye-Jun menatap penuh seluruh wajah istrinya.


"Bisa aja" ucap Zoya malu-malu lalu kembali menghirup udara segar yang masih belum tercemar di pagi yang masih sedikit gelap itu.


"Sungguh, ternyata rambutmu panjang dan tebal juga ya, Yang" ucapnya menyentuh rambut panjang Zoya yang berjuntai hingga sepinggang.


"Dulu pernah sampai selutut, aku agak risih sampai ku potong jadi sepinggang" jelasnya


"Serius selutut? panjang amat ya" Ye-Jun terkejut, Zoya pun mengangguk tersenyum.


"Ohya Hubby, kamu duduk disini dulu ya, aku mau turun sebentar" pamit Zoya, Ye-Jun mengangguk lembut sambil mengacak pucuk rambut istrinya.


Zoya berlalu pergi, namun baru berapa langkah sang suami memanggilnya,


"Tunggu, Sayang" cegat Ye-Jun menggapai lengan sang istri.


Zoya menoleh, "Iya, By?" tanyanya


"Katakan cinta padaku, kebetulan sudah jam 6" suruh Ye-Jun menatap jam didinding yang terlihat dari balkon.


Zoya mendekat, "I love you, emmuach"


Deg!


Zoya mencium bibirnya tanpa permisi, lalu berlari pergi meninggalkan Ye-Jun dengan langkah yang terseok-seok merasa perihnya dibagian sensitif. sungguh Zoya merasa malu sudah menyodor duluan tanpa permisi. sedangkan Ye-Jun terkejut, ia memegang lembut bibirnya, merasakan kecupan pagi sebagai berkah baginya.


"Istri nakal" gumamnya tersenyum, lalu menduduki tubuhnya di kursi sambil menatap langit yang sayup-sayup menyemburkan sinar matahari di pagi itu.


Zoya menuruni tangga dengan hati-hati, senyum di bibirnya terus terukir indah tak pernah pudar sedikit pun. rumah masih sepi, mungkin saja keluarganya masih berjibaku didalam selimut. tapi itu tak mungkin, biasanya setelah sholat subuh anggota keluarganya selalu melakukan aktivitas seperti jogging, ngegym bahkan yang lainnya.


Zoya telah tiba di dapur, mendapati Bibi yang tengah memasak sarapan pagi mereka.


"Non, ada yang perlu Bibi bantu?" tanya Bibi


"Tidak, Bi. Zoya ingin buat kopi aja" ucap gadis itu.

__ADS_1


"Biar saya aja, Non"


"Tidak! Bibi lanjuti masak aja" perintah Zoya, Bibi manggut mengerti.


Ye-Jun masih duduk di kursi besi diatas balkon, menaruh sebelah kakinya diatas lutut sambil tersenyum senyum membalas pesan chat dari rekan artisnya. mereka begitu tak tau malunya malah bertanya perihal malam pertama mereka, Ye-Jun tersenyum membaca pesan yang berjejeran di pesan grup itu. ia hanya membalas, "sangat susah ditaklukkan tapi juga sangat puas melakukannya". membuat para temannya memberi emoji heran.


πŸ’¬Kalian bisa merasakan susah menakluk wanita, kalau kalian dapat wanita baik-baik


"By,"


Ye-Jun menengadahkan kepala menatap cantiknya sang istri yang sudah datang dengan membawa nampan, Ye-Jun tersenyum melihatnya.


"Sayang," Ye-Jun membenarkan posisi duduknya.


"Serius amat tengokin ponsel," ucap Zoya yang dari tadi memerhatikan suaminya.


"Ini teman-teman pada kepo sama malam pertama kita" ucap Ye-Jun terus terang, membuat Zoya tersipu malu.


"Apa sih By, minumlah kopinya.. kata Aera kamu suka kopi"


"Hehe, apa pun aku suka sayang, terimakasih ya" Ye-Jun pun mengambil secangkir kopi hangat itu lalu menyesapnya pelan. begitu pun Zoya, menyesap susu coklatnya yang masih menyembulkan asap.


"Hehehe," Zoya cengengesan, lalu mengambil cake yang tertata rapi diatas piring.


"Terus Hubby jawab apa sama mereka?" tanya Zoya setelah keheningan terjadi.


"Cuma bilang malam pertama kita luar biasa"


"Apaan sih, By. bilang aja malam kita tertunda" gerutu Zoya.


"Kenapa begitu?" Ye-Jun heran


"Malu tau kalau dibeberkan" ucap Zoya memanyunkan bibir, menatap lekat sang suami.


"Hahaha, gaklah yang, cuma bilang kamu susah ditaklukkan" jelas pria itu.


"Namanya juga pertama kali" gumam Zoya tersipu malu, namun dapat didengar oleh sang suami.


"Mau melakukannya untuk kedua kali?" tanya pria itu dengan jahilnya, membuat Zoya terbelalak kaget.

__ADS_1


"Hah? janganlah, masih pagi" tolak Zoya, ia masih merasakan nyeri dibagian sensitifnya.


"Apa salahnya? malah di pagi hari itu yang bagus" ucap Ye-Jun


"Masa?" Ye-Jun mengangguk sambil menyesap kembali kopinya. Zoya pun kembali merasaa malu kalau untuk melakukannya lagi.


Ye-Jun menatap intens wajah yang merona malu itu, pikirannya mencari cara untuk kembali menaklukkannya. hingga seringaian dari senyumnya pun terukir, tampaknya ia mulai merencanakan sesuatu.


"Sayang, lihat itu! ada pelangi" suruh Ye-Jun menunjuk ke langit sambil beranjak dari duduk untuk mendekati Zoya.


"Mana nih?" Zoya brdiri, memegang pembatas besi agar tidak terjatuh kebawah.


"Itu lho yang," tunjuk Ye-Jun merengkuh pundak istrinya, masih menunjuk langit yang entah dimana pelangi itu.


"Gak ada pelangi, ah!" gerutu Zoya menatap suaminya. lalu dengan cepat Ye-Jun langsung menyambar bibir itu, menangkup kedua pipi istrinya agar ciumana itu semakin dalam.


"Emh, By"


Ye-Jun merengkuh belakang paha istrinya dan punggung itu, lalu mengangkatnya. Zoya terbelalak merasakan tubuhnya berada digendongan Ye-Jun. ia pun melepaskan pagutan mereka, menatap ke bawah dan benar, ia tengah digendong sang suami.


Ye-Jun membawa Zoya kembali ke ranjang, menjatuhkannya lalu kembali merengkuh bibir itu. *******, menyesap dengan liar hingga Zoya pun membiarkan suaminya melakukan itu.


Hingga ciuman panas itu berpindah menelusuri tengkuk leher, tangan nakalnya meremas anak kembar yang masih dibungkus oleh kaos istrinya. Zoya pun tak ingin dibilang munafik, ia benar-benar merasakan kenikmatan terhakiki dari apa yang mereka lakukan tadi malam. Zoya mengalungkan lengannya dibelakang leher sang suami, membiarkan Ye-Jun melakukan seenaknya atas dirinya.


"By, jangan yang kayak gitu dulu ya, masih sakit" lirih Zoya


"Aku gak tau yang, kita lihat nanti" lirih Ye-Jun lalu kembali membuka baju istrinya dan menenggelamkan wajah dibelahan benua itu.


Melakukan ini tidak bisa diperkirakan, kalau sudah sama-sama terhanyut dan terbuai, tubuh tanpa sadar dan tak tau malunya sudah menjelajahi seluruh tubuh pasangan. bahkan mungkin tanpa sadar si tongkat sudah menyelip didalam goa. πŸ˜‚


Saat Ye-Jun ingin mengangkat rok istrinya, tiba-tiba ia teringat akan pintu kamar.


"Sayang, apa pintu sudah dikunci?" tanyanya menatap wajah Zoya yang tengah terbuai. Zoya mengangguk, Ye-Jun tersenyum senang lalu kembali mengangkat rok itu hingga terlihatlah segitiga milik sumatra tengah.


huh, ternyata alam sadarnya masih tersisa hingga masih berfikiran tentang pintu dan pengganggu.


Ye-Jun pun segera melepaskan segitiga itu, dan membuka celananya hingga si tongkat sakti bersiap untuk mengunjungi rahim sang istri.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2