
πΈπΈ
Malam pun menjelang, langit sudah berubah gelap tiada matahari yang bersinar. sebab matahari dan bulan sudah berganti posisi tempat untuk menyapa makhluk bumi. Kini sekeluarga itu tengah menikmati makan malam setelah melaksanakan sholat maghrib. Zoya yang melihat kakaknya begitu serius menonton tv yang menayangkan sinetron yang diperankan Ye-Jun, ia tidak mau menatap tv itu bahkan Zoya memasang headset ditelinganya alih-alih mendengar musik agar tidak dapat mendengarkan suaranya. Ummi dan Abi nampak heran, tak biasanya sang putri seperti itu.
"Kamu kenapa, makan kok pakai headset?" tanya Abi heran.
"Ada lagu terbaru, Bi" jawab Zoya tersenyum.
"Gak biasanya kamu dengar lagu kecuali religi" ucap Ummi.
"Lagi pengen yang k-pop Mi" ucap Zoya. memang benar ia sedang mendengarkan lagu K-Pop. setelah orangtuanya tidak berkata apapun lagi, Zoya pun membesarkan volume ponselnya agar tidak mendengar suara apapun lagi termasuk tv itu.
Setelah makan malam, Zoya kembali ke kamarnya untuk belajar. mengulang kembali mata pelajaran tempo lalu untuk menghadapi pembahasan esok. Zoya begitu telaten, ia sangat pintar sekali dan fokus dalam mengulas materi. tidak ingin diganggu oleh siapapun, terlebih dahulu ia mematikan data ponselnya tersebut agar Ye-Jun tidak terus mengganggunya.
Ye-Jun masih berada di lokasi syutting, tampak ia sedang membaca buku agama untuk mengisi waktu luangnya. kebetulan jatah aktingnya setengah jam lagi hingga ia lebih leluasa untuk bersantai ria. Ye-Jun begitu fokus, hingga panggilan teman kerjanya tidak ia sahuti sama sekali.
"Woi! serius amat, dipanggil gak nyahut!" gerutu Lee Min Jo. Ye-Jun pun langsung menoleh menatap temannya.
"Apaan?" tanya Ye-Jun.
"Lapar nih, keluar yuk" ajaknya memegang perut.
"Delivery aja deh, aku capek mau keluar" tolak Ye-Jun sembari meregangkan otot lehernya yang kaku.
"Yaelah, oke deh" ucapnya menuruti saran Ye-Jun. Lee Min pun mulai mengorder makanan yang menggugah selera.
"Sekalian aku pesan satu" ucap Ye-Jun lalu kembali membaca bukunya.
"Siap bos" sahutnya. Hingga setelah mengorder makanan, ia pun menduduki tubuhnya disamping Ye-Jun sembari melihat Ae Na membully Soo Yun karna telah berani mencium Ye-Jun, dalam berakting.
"Keren adikmu, totalitas sekali dalam berakting. cocok banget jadi antagonis" pujinya tersenyum melihat AeNa.
"Itu sudah kesehariannya" sahut Ye-Jun yang masih melihat buku tebal yang ia baca.
__ADS_1
"Kau baca apa sih? tumben jadi kutu buku seharian ini" tanya Lee Min heran.
"Buku menambah wawasan" jawab Ye-Jun. Lee Min mengangguk-angguk mengerti. Namun ia penasaran buku apakah yang dibaca oleh temannya itu hingga ia tersenyum seringai untuk merebut buku tersebut.
Sreeeet!!
Buku tebal itu telah berpindah tangan seketika ke tangan nakal pria itu. Ye-Jun terpaku dengan tangan yang masih mematung, sorot matanya langsung menatap tajam pria yang diketahui adalah temannya itu.
"Balikkin!" pinta Ye-Jun. Lee Min tak menghiraukannya, ia membaca judul buku tersebut dicovernya. seketika dahinya mengernyit heran melihat judul itu.
"Mengenal islam mengajakmu ke syurga?" gumamnya lalu menatap Ye-Jun dengan heran. Ye-Jun pun langsung merebut kembali buku tersebut.
"Bukan urusanmu" ucap Ye-Jun kesal.
"Kau mau masuk islam?" tanyanya bingung. Ye-Jun yang dekat dengan temannya itu hanya mengangguk, teman sejawat yang dari dulu slalu bersamanya dalam dunia artis.
"Wow! keren bro! sahabatku gak atheis lagi" ucapnya bangga pada Ye-Jun. Ye-Jun hanya mengulum senyum dikedua sudut bibirnya.
"Ada setan apa yang merasukimu? kenapa kau tidak mendalami nasrani aja?" tanya Lee Min ingin tau.
"Selamat ya! apapun pilihanmu aku akan terus mendukung" ucapnya bangga menepuk pundak sahabatnya itu.
"Terimakasih" ucap Ye-Jun.
"Ngomong-ngomong, apakah Asyifa Zoya yang mendorongmu?" tebaknya menatap dalam mata itu.
"Tidak, kepo amat sih" gerutu Ye-Jun yang mulai risih. ia pun kembali melanjutkan membacanya.
"Jun, Lee!! bersiap-siap!!" teriak sang sutradara. sontak Ye-Jun dan Lee Min saling bertatapan.
"Shit! aku belum hafal naskah" gerutu Lee Min Jo.
"Dasar, pergi sana!" usir Ye-Jun. Lee Min langsung berlari menuju tempat duduknya. penata busana menghampiri keduanya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
"Aku pun juga belum hafal" gumam Ye-Jun terkekeh. lalu mengambil lembaran naskah untuk segera ia hafal. penata busana pun mendatanginya, menyuruhnya untuk berganti pakaian sekaligus dirias.
Kini Ye-Jun dan Lee Min Jo memulai aktingnya, mereka aktor profesional dalam bekerja. terlihat jelas peran dan karakter yang diambil langsung terlihat chemistry-nya. Ye-Jun sangat mudah untuk mendalami karakter yang ia peranin.
Jam pun sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, kini semua kru tengah memberes-bereskan peralatan syutting. begitupun Ye-Jun, ia tampak sedang melipat kursinya, memasuki buku kedalam tas dan juga sepatu yang ia miliki untuk syuting. ia pun berjalan menuju mobil dengan banyaknya tentengan yang ia bawa.
Ye-Jun melihat AeNa yang berjalan ke mobilnya, ia pun segera memanggil adiknya itu.
"AeNa!" panggil Ye-Jun. AeNa pun menoleh menatap kakaknya.
"Kau tidak boleh keluyuran lagi. tunggu aku" perintah Ye-Jun. Aena memutar bola matanya jengah, segera ia memasuki mobil miliknya. sedangkan Ye-Jun terburu-buru memasuki barang-barangnya kedalam bagasi. dengan langkah cepat, ia langsung menaiki mobil dan mengejar adiknya yang sudah melajukan mobil itu.
Mobil Ye-Jun dan AeNa sudah bersebelahan, kebetulan AeNa membuka sedikit kaca jendelanya agar Ye Jun bisa berbicara dari dalam mobil.
"Na!" teriak Ye-Jun,
"Apaan?" sahut AeNa,
"Aku akan mengikutimu! kau harus pulang!" teriak Ye-Jun.
"Ya ya ya, emang mau kemana lagi aku" gerutu AeNa.
"Baguslah" gumam Ye-Jun merasa lega. Ye-Jun terus mengikuti mobil adiknya itu, ia tidak mau bila AeNa malah pergi kelayapan ke bar atau ke rumah kekasihnya. Ye-Jun bersyukur sekarang adiknya satu proyek dengannya hingga Ye-Jun bisa mengatur sang adik yang bandel itu.
Beberapa menit kemudian, dua mobil itu telah memasuki pekarangan kediaman Hwan. dengan langkah gontainya, AeNa langsung memasuki rumah dengan diikuti oleh Ye-Jun dibelakangnya.
Ye-Jun menunggu adiknya untuk memasuki kamar, AeNa menoleh sekilas, menatap heran kakaknya itu yang seperti pengawal saja baginya. ia pun mendesah kesal, memasuki kamar lalu menutup pintunya kembali.
Ye-Jun terkekeh melihat ekspresi adiknya, ia pun berjalan ke dapur untuk membuat susu yang biasanya ia minum sebelum tidur. kebetulan para pelayan dan chef sudah memasuki kamar masing-masing, sebab waktu kerja mereka hanya sampai jam 10 malam.
Setelah membuat susu sebelum tidur, ia pun kembali ke kamar dengan membawa segelas susu dan cake redvelvet yang mungkin itu adalah buatan Ae-Ra.
Dari atas Ye-Jun dapat melihat adiknya celingak celinguk lalu tersenyum puas, ia pun keluar dengan senyum semringahnya. Ye-Jun menggelengkan kepala, menghembuskan nafas kasar melihat adiknya tersebut.
__ADS_1
"Mau kemana? masuk!!"
πΈπΈ