Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
59. Namsan Park, Seoul


__ADS_3

🌸🌸


Pada akhirnya mobil yang membawa satu keluarga itu pun telah tiba ditempat tujuan yang diinginkan oleh wanita cantik beranak satu itu. Ye-Jun segera memarkirkan mobilnya ditempat parkiran. Kini mereka semua menuruni mobil dengan pelan, memandang sekitar dengan begitu takjub oleh keindahan alamnya.



Terdapat bunga sakura ditepian jalan sekitar taman itu, sakura yang begitu lebat mewarna sekitar dengan merah muda yang memancar. sangat cocok sekali untuk berselfie, menikmati keindahannya dan alamnya pun cukup menyegarkan disekitar itu.


Kakak beradik berhijab itu begitu terpana melihatnya, sayang sekali Zoya belum pernah kesana walau sudah hampir dua bulan ia menginjakkan kaki di Kota Seoul itu. Namun rutinitas kuliahnya, ia tidak memiliki waktu untuk menelusuri kota tersebut.


"Zo, cantik banget lho disini" ucap Zura terpukau.


"Benar kak, indah banget. selfie yuk" ajak Zoya tak kalah girangnya.


"Ayuk" kedua kakak beradik itu pun begitu euforia berada disana. Zoya pun segera menghampiri Aera yang juga menatap alam sekitar.


"Ra, selfie yuk" ajak Zoya menarik tangannya. Aera ngikut saja, ia pun juga mau bila diajak berselfie.


Cekrek, Cekrek,


"Bagus banget" gumam Zoya menatap ponselnya.


"Ohya eonnie, aku kan bawa kamera, sampai lupa!" gerutu Aera.


"Waduh Ra, kok baru ingat, cepatan ambil" desak Zura. Aera mengangguk dan berlari menuju mobil, menyuruh Ye-Jun untuk membuka kembali pintu mobilnya yang telah dikunci. Ye-Jun pun menatap Zoya yang tengah berdiri ditengah jalan, untung saja sepi karna mobil hanya satu-satu yang melewati jalan itu. Ye-Jun pun membuka pintu mobilnya, mengambil kamera yang terletak diatas kursi.


"Terima kasih, sekarang Oppa bantu kami cekrek-cekrek" pinta Aera.


"Demi Zoya, Oppa bersedia tanpaa kamu ajak adikku" ucap Ye-Jun dengan pelan lalu mengerlingkan sebelah mata pada sang adik.

__ADS_1


"Is, genit" gerutu Aera, namun ia senang, sang kakak dapat berdekatan dengan sang pujaan hatinya.


Kini mereka asyik berselfie ria dengan camera canon milik Aera. Ye-Jun menjadi fotografernya walau biasanya ia yang menjadi model. Baiklah, demi ketiga wanita cantik itu, Ye-Jun rela berpindah profesi untuk sehari. haha, tentunya dengan sukarela sebab bonusnya dapat menatap jelas wanita pujaannya.


Awalnya Zoya tampak kaku saat Ye-Jun yang memotretnya, namun setelah keasyikan berdiri didepan kamera ia pun terbiasa dan terlihatlah sisi periangnya dengan tawa yang memperlihatkan senyum lebar nan manis, membuat Ye-Jun gagal fokus hingga tidak konsentrasi dalam melayani para gadis itu.


"Oppa, cepatan!!" teriak Aera kesal, sebab sedari tadi bergaya namun sang kakak masih melamun. Waduh, Ye-Jun sudah menjadi budak cintanya Zoya ya.


Ummi, Abi, dan Malik yang menggendong Auzar pun tampak berjalan menikmati alam itu sembari menunggu para gadis selesai berselfie-ria. tiba-tiba perhatian mereka beralih pada seseorang yang memanggil Malik.


"Kang Malik! ayo kesini kita foto bareng" teriaknya hingga Umi pun menyuruh menantunya untuk menghampiri sang putri sulung.


Ummi dan Abi pun juga turut menghampiri mereka, ingin pula untuk berselfie seperti anak-anaknya. setelah semuanya telah puas, kini giliran Ye-Jun yang ingin berselfie bersama sang adik dan tentunya menghasut Aera untuk mengajak Zoya.


"Sekarang giliranku berfoto ya bersama Aera," ucap Ye-Jun memberikan kamera kepada Zura. Ye-Jun pun berlari menghampiri Aera, Zoya pun beranjak meninggalkan mereka namun Aera menahan tangan Zoya agar tidak pergi, dan itu atas kode setan yang diberikan Ye-Jun.


"Cantik" gumamnya tersenyum menatap wajah itu. Ummi pun mengajak mereka semua untuk mengelilingi kembali Namsan Park tersebut, melihat dakian yang sepertinya tertuju pada tower Namsan.



Namsan Park adalah taman terbesar di Seoul dan merupakan rumah bagi banyak spesies pohon, tumbuhan, dan hewan. Taman ini terkenal dengan jalur pejalan kaki yang indah, yang memungkinkan pengunjung untuk melihat satwa liar setempat, seperti tupai. Taman ini mencakup area yang luas dan menampilkan sejumlah tempat wisata, termasuk Alun-Alun Baekbeom, Kereta gantung Namsan dan Menara Seoul Namsan, serta patung tokoh terkenal dalam sejarah Korea. Acara berlangsung di taman dan salah satu yang terbesar adalah festival bunga sakura tahunan di bulan April. Jalur Bunga Sakura di Taman Namsan adalah jalur pohon sakura terpanjang dimana pun di Kota ini dan spektakuler saat mekar.


"Ra, gak sabar deh keatas sana" ucap Zoya sembari memotret alam sekitar sambil mendaki keatas sana.


"Disana juga ada kereta gantung. seru lho" timpal Ye-Jun mendekati Zoya.


"Oh ya? seru dong" ucap Zoya yang masih fokus memotret.


"Seru banget, kita bisa naik itu nanti" ucapnya lagi. dalam hati Ye-Jun begitu senang Zoya merespon obrolannya.

__ADS_1


"Gak sabar nih, ayo cepatan" Zoya pun menarik tangan Ye-Jun, melangkahkan kaki dengan cepat. Namun tangan satu lagi masih asyik memotret. sontak Ye-Jun pun kaget bukan main, ia menoleh ke orangtua Zoya, beruntungnya mereka tidak memerhatikan Zoya dan Ye-Jun. namun Aera dan kak Zura-lah yang memerhatikan keduanya hingga melotot.


"Itu, Zoya sadar gak sih dia megang tangan Ye-Jun?" gumam Zura tercengang.


Ye-Jun pun terpaku di tempat, Zoya merasa orang yang ia pegang tidak bergerak selangkah lagi dan ia pun menoleh ke belakang. alangkah kagetnya ia bila yang ia pegang itu adalah Ye-Jun sekaligus yang mengajaknya mengobrol.


"Astaghfirullah, maaf" ucap Zoya menatap Ye-Jun lalu beralih menatap kebawah.


"Tidak apa" ucap Ye-Jun tersenyum. Zoya merasa malu, ia salah tingkah hingga sorot matanya melihat Zura dan Aera tengah cekikikan. Zoya pun segera berjalan cepat menuju Aera dan sang kakak.


"Ayok cepatan jalan!" ajak Zoya menggandeng kedua tangan mereka. hingga ketiga wanita itu berjalan cepat mendaki jalanan itu.


"Ciee, so sweet banget sih" ucap Zura berbicara bahasa Indonesia hingga Aera pun tak mengerti apa yang dikatakan sang kakak Zura.


"Apaan sih kak, menyebalkan! aku kira tadi Aera, taunya dia" gerutu Zoya tersipu malu. bibir merah ranum yang selalu manyun mengingat kejadian itu.


"Sudah eonnie, jangan cemberut" ucap Aera. Zoya pun manggut-manggut menunjukkan senyum kecutnya.


Hingga sudah cukup lama mendaki dengan susah payah, akhirnya mereka semua telah tiba dipuncak.




Terdapat pagar gantungan gembok yang berwarna-warni disekeliling jalan itu, hingga berujung pada tiga buah berbentuk hati yang menjadi daya pikat tempat tersebut. tempat yang begitu indah, sangat sejuk dipandang apalagi disuguhi dengan gembok berwarna-warni dan pemandangan dari atas yang memukau.


"Sungguh indahnya ciptaanmu, Ya Allah" gumam Zoya terpesona.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2