
πΈπΈ
Zoya tercengang melihat pria asing itu langsung menduduki tubuhnya disamping Zoya. Cristella yang merasa ia semakin menepi, menatap Zoya dengan heran. Cris pun melihat pria tersebut, Cris pun mengerti kenapa Zoya menggeser tubuhnya menjauhi pria itu.
"Tuan, maaf ya.. anda duduk disamping Kim Joong aja" suruh Cristella dengan cara yang halus. Cris pun menyuruh Ayaana untuk duduk bersamanya.
"Oh iya, aduh maaf ya jadi gak enak" ujarnya menggaruk tengkuk yang tidak gatal. lalu berpindah tempat menduduki bangku yang diduduki oleh Kim Joong.
Rasa canggung pun menyelimuti suasana dimeja itu karena kehadiran orang asing secara tiba-tiba. entah mereka tau bila pria itu juga mahasiswa ataupun tidak. tak berapa lama, Ibu pemilik kantin pun mendatangi meja mereka, memberikan semangkok makanan dan juga minuman secara cuma-cuma.
"Ini makanlah, ibu kasih gratis" ucapnya tersenyum.
"Tapi--
"Tidak ada tapi-tapi! karna kamu yang sudah meleraikan perkelahian mereka jadi ini gratis untuk kamu" ucap Ibu tersebut. Semua orang dikantin itu pun terperangah mendengarnya, hanya karna itu si pria asing mendapat jatah makan siang dengan gratis.
Ye-Jun pun mengangguk, nasib mujur begitu berpihak kepadanya. walau awalnya ia ingin menjumpai Zoya namun makan siang gratis juga ia dapati dalam satu waktu. Kini mereka semua pun menikmati makan siang tersebut dengan lahap kecuali Ye-Jun. Ia masih bingung bila masker dibuka maka semua orang dikantin akan memerhatikannya. Ye-Jun pun terdiam hingga Kim disampingnya pun merasa heran.
"Kenapa diam, ayo makan" ajaknya. Ye-Jun pun mengangguk pelan, ia membuka maskernya dan menutup wajahnya dengan tangan sembari menunduk. Mereka berempat itu pun tidak memerhatikan pria tersebut, mereka lebih memilih menikmati makan siangnya.
Biasanya keempat sahabat itu menyelingi untuk mengobrol, namun kehadiran pria itu membuatnya canggung untuk berkata sepatah kata pun hingga Ye-Jun pun mulai merasakan kekakuan itu. Ye-Jun pun mencoba untuk mencairkan suasana yang kaku menjadi cair.
__ADS_1
"Oh iya saya lupa, saya Hwan Ye-Jun" ucapnya membuka jati diri. Ayaana dan Cristella yang sedang meminum juice pun terdiam saat nama tak asing itu disebutkan. Ay dan Cris menatap intens wajah yang ditutupi tangan kiri itu, mereka tak ada yang mau menyambut tangannya untuk bersalaman.
Ye-Jun pun paham kenapa kedua gadis itu terdiam, ia pun mengedarkan pandangan, tampak pengunjung kantin asyik mengobrol satu sama lain hingga tidak ada yang memerhatikan mereka. Ye-Jun pun mulai melepaskan pagutan antara telapak tangan dan wajah. sontak Ay dan Cris pun saling pandang dan senyum lebar pun menghiasi wajah itu.
"Aaaaaaaa!!!" sorak mereka kencang melihat idolanya berada tepat didepan mata. Ye-Jun pun langsung panik, ia segera memakai maskernya sembari menaruh jari telunjuk didepan bibir. Sementara Zoya dan Kim yang masih makan pun merasa terkejut mendengar teriakan mereka yang begitu memekikkan. Cris dan Ayaana yang mengerti bila Ye-Jun menyuruhnya diam, mereka pun patuh dan memilih diam seraya tersenyum senang melihat model itu.
"Wooi!! berisik!" sahut anak-anak yang lain. Ay dan Cris hanya cengengesan dan meminta maaf kepada mereka. Hingga mereka semua tidak ada lagi menatap meja yang ditempati Zoya.
"Oppa, buka lagi maskernya" pinta Ayaana dengan suara yang sedikit dipelankan. Zoya pun mengernyitkan dahinya, ia menatap kedua temannya yang berubah drastis menatap pria asing itu.
"Kalian aneh, tadi diam sekarang heboh" bisik Zoya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ye-Jun yang melihat raut wajah Zoya yang menggemaskan itu pun tersenyum lebar dari balik masker yang menutupi mulutnya.
"Astaga, Zo. dia itu model kemarin!" jelas Cristella seraya menatap oppa tampan. sontak Zoya pun ikutan terpelongo, ia menatap sekilas pria tersebut.
Ye-Jun pun dengan hati-hati membuka maskernya dengan perlahan, kedua wanita itu memerhatikannya, sedangkan Zoya menatap kearah lain sembari menyeruput juice orangenya.
Kulit putih, mulus, hidung mancung dan pipi yang tirus, ditambah lagi bibirnya merah ranum begitu sangat menggoda. Cris dan Ayaana meneguk saliva dengan kasar melihat pemandangan jarak dekat itu. Kim yang memerhatikan kedua gadis itu hanya menggelengkan kepala dan menoleh pada Zoya yang tampak acuh. Ye-Jun pun menatap Zoya, ia tidak perlu terheran lagi karna sosok Zoya memang enggan menatap pria lain. hanya melihat wajah Zoya saja hatinya sudah berbunga-bunga, bisa menatap lebih dekat dan lebih lama wajah manis itu.
"Zo! lihat!" ucap Ayaana menyenggol lengan temannya. Zoya yang asyik melamun pun sontak kaget dan matanya menoleh menatap pria didepannya.
"Astaghfirullah! ternyata benar" gumam Zoya dalam hati, hingga mata mereka pun saling bertemu. ini untuk pertama kalinya Zoya menatap mata pria lebih lama. Ye-Jun tersenyum padanya hingga Zoya pun tersadar dari lamunannya menatap pria itu tanpa berkedip.
__ADS_1
"Menggemaskan! malu-malu tapi mandangin juga" gumam Ye-Jun dalam hati.
"Astaghfirullah, ada apa denganku? ini pertama kalinya aku menatap lelaki lebih lama setelah abi. dia ini-- kenapa bisa kesini?" Zoya pun hanya bisa membathin tanpa mengungkapkan kata-kata dari mulutnya. Cristella yang melihat Zoya melamun lagi pun memutar bola matanya jengah.
"Hei! jangan melamun dong! ini oppa yang kemarin, masih ingat kan Zo?" tanya Cristella.
"Tentu saja" jawabnya singkat menatap Cristella.
"Hai, As-yi-fa" sapa Ye-Jun mengeja nama itu sembari memberikan tangan kanannya kehadapan Zoya. Zoya yang mendengar namanya disebut sontak ia kaget dan menatap pria itu.
"Kamu, tau darimana namaku?" tanya Zoya tanpa memandang.
"Hmm, itu dari almamatermu" jawab Ye-Jun yang memang benar, ia sedari tadi memandang nama Zoya dialmamater yang ia kenakan. Zoya pun menoleh ke dadanya, ia pun manggut mengerti dan membulatkan mulutnya seperti huruf O.
"Ehem! ehem! jadi oppa ngapain kesini? apa sengaja mau bertemu kami?" tanya Cristella dengan penuh kepercayaan dirinya. Ye-Jun pun bingung mau menjawab apa, ia memutar otaknya untuk menjawab pertanyaan itu. Jika iya untuk bertemu dengan mereka, pasti Cristella akan memberi pertanyaan lebih.
Tiba-tiba kehebohan seseorang membuyarkan pikiran Ye-Jun, mereka menoleh ke asal suara ternyata anak-anak lain yang masih berada dikantin itu tak sengaja melihat model terkenal tersebut berada dikampus ini.
"Hwan Ye-Jun!! 'Aaaaaa......" sorak sekelompok remaji yang melihatnya. mereka pun kegirangan hingga Ye-Jun pun segera pergi dari sana. namun sayang, sorakan itu terdengar oleh anak lain hingga Ye-Jun pun kembali diserbu oleh penggemarnya.
Ye-Jun tak bisa berkutik lagi, ia menatap Zoya seolah meminta pertolongan.
__ADS_1
πΈπΈ