Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
21. Menanti alat pemanggang


__ADS_3

🌸🌸


Zoya menyuruh Cristela untuk mengambil lollipop itu, ia merasa kasihan pada anak comel itu berjualan dibawah panasnya terik matahari. beruntungnya dagangan anak itu tersisa 8 bungkus lollipop hingga Zoya pun menginginkan semuanya. Zoya merogoh uang didalam tas miliknya, mencondongkan tubuhnya ke depan Cristela hingga memberikan uang itu pada anak tersebut. dengan gembiranya sang bocah tersenyum senang, dagangannya diborong oleh wanita cantik berhijab itu.


"Terima kasih eonnie" ucapnya dengan suara yang penuh semangat. Teriknya matahari melupakan sejenak akan panasnya akibat rejeki ia siang itu yang laris manis tanpa sisa.


"Sama-sama" ucap Zoya mengambil permen tersebut. Anak itu pun segera pergi dengan senyum kembang yang menghiasi bibirnya, raut wajah bahagia terpancar jelas dari mimik wajah itu. Ternyata untuk bahagia tidak sulit, sesederhana itu saja bisa membuat orang bahagia.


Cristela kembali menutup kaca jendela mobilnya, karna lampu merah yang telah berganti menjadi hijau. Ia pun segera menekan pedal gas dan melajukan mobilnya meninggalkan aspal yang ia pijak tadi.


"Baik banget sih mau beli semuanya?" tanya Cristella sembari menyetir. matanya tetap lurus memandang ke depan.


"Kasihan tau, anak itu. panas-panas begini dagangannya belum laku" ujar Zoya.


"Salut deh sama kamu, Zo. boleh juga tuh permennya" puji Cristela sembari melirik Zoya sekilas.


"Boleh dong, ini kan untuk kita" ucap Zoya tersenyum sembari menatap permen lollipop itu.


Hingga mobil yang membawa ketiga wanita cantik itu pun telah tiba dikediaman Zoya, sebuah kontrakkan yang tidak terlalu besar namun nyaman untuk ditempati. Ketiga wanita cantik itu pun bergegas turun dari mobil setelah mobil terhenti tepat didepan rumah tersebut. Cristella selaku pemilik mobil, membuka bagasi belakang untuk mengambil barang belanjaan yang mereka beli barusan di Supermarket. Dengan saling membantu, ketiganya membawa kantung kresek yang tidak terlalu berat untuk dibawa kedalam rumah Zoya. Zoya merogoh kunci didalam saku gamisnya, mencolokkan kedalam lubang kecil di pintu itu dan memutarnya dengan cepat hingga pintu pun dibuka lebar untuk teman-temannya. Tak lupa kewajiban seorang muslim Zoya amalkan, mengusapkan salam walaupun tiada orang didalam rumah itu.


"Akhirnya sampai juga" desis Ayaana menduduki tubuhnya disebuah sofa dan menaruh barang belanjaan yang ia bawa ke atas meja. Cristella pun ikut nimbrung, bahkan mereka lupa untuk mengisi cairan pada tubuh ketiganya.


"Haus Zo, minta air minum dong" pinta Cristela. Zoya pun pergi ke dapur dengan tentengan belanja yang ia bawa dan mengambil air minum untuk teman-temannya yang mengalami dehidrasi.


Kini mereka bertiga kembali semangat, mulai membongkar isi kresek, mengeluarkan satu persatu isinya. Zoya dan Ayaana mulai membuat bumbu barbeque , sedangkan Cristella hanya memerhatikan pekerjaan mereka. sebab Cristella juga tidak tau apa yang harus ia perbuat lagi. Hingga bumbu pun telah diracik, namun Kim joong pun juga belum datang. membuat Aayana mendengkus kesal.


"Mending telpon saja deh" saran Cristella.

__ADS_1


"Boleh juga tuh. pakai ponselmu saja Ay," ujar Zoya. Ayaana pun mulai mencari kontak pria menyebalkan itu.


Drrrrt... drrrt..


"Hallo Ay, sabar yaa ban mobilku bocor" ucap Kim joong diseberang sana.


"Apa???! terus sekarang gimana?" Ayaana terperanjak kaget mendengar penuturan itu.


"Ini sudah mau selesai kok, sabar dulu nona jutek" ucap Kim joong membuat Ayaana mendelik kesal mendengarnya.


"Sial lo! cepatan!" teriak Ayaana lalu langsung mematikan panggilan telepon itu secara sepihak. Zoya dan Cris yang melihat ekspresi wajah Ayaana pun membuat mereka bertanya-tanya akan keberadaan Kim joong.


"Jadi gimana Ay? apa kata Kim?" tanya Zoya gak sabar.


"Ban-nya bocor, sekarang lagi di bengkel" jawab Ayaana.


"Sabar guys, bentar lagi datang kok. mending kita nonton dulu sambil ngemil" saran Zoya hingga mereka pun mengangguk cepat.


Kini ketiga wanita itu duduk bersantai ria dengan tangan yang memegang snack sembari melahapnya. Mata yang fokus menatap layar televisi hingga tak jarang mereka tertawa ngakak menyaksikan drama komedy milik Negeri Gingseng itu. Tidak berapa lama, yang ditunggu pun telah tiba di rumah itu. tampak Kim joong sedang menurunkan alat pemanggang dari bagasi mobilnya, dan membawanya menuju rumah Zoya.


Bruk!


Sebuah suara mengagetkan ketiga wanita cantik itu yang tengah serius menonton tv, mereka terkejut dan menoleh ke asal suara yang berada diambang pintu. Ternyata oh ternyata itu adalah Kim joong yang baru saja tiba dan menaruh alat pemanggang itu dilantai dengan cukup kuat. Kim tampak terkulai lemas, sebab ia mendorong mobilnya di jalan tadi mencari bengkel terdekat. untung saja bengkel itu tidak terlalu jauh.dari lokasinya.


"Santai man" ucap Ayaana mengelus dadanya.


"Capek tau! dorong mobil sampai ke bengkel lagi" ucapnya dengan nafas yang naik turun.

__ADS_1


"Malangnya, ini minumlah dulu" Zoya menyodorkan segelas air putih dingin yang telah diberi es balok didalamnya. tanpa berbasa-basi Kim joong pun langsung meneguknya dengan cepat, membuat Cristela yang memerhatikannya bergidik ngeri.


"Gak ngilu apa ya? itu kan air es" ucap Cristella. Kim yang sudah selesai minum pun menaruh gelas itu dilantai.


"Kalau sudah haus gak mikir ngilu lagi" ujar Kim joong.


"Main terobos aja lagi ya" sahut Zoya.


"Benar sekali" ucap Kim joong. Ia pun beranjak berdiri, menghampiri Ayaana dan membaringkan tubuhnya dipaha sahabatnya sedari kecil itu.


"Ah nyamannya" gumam Kim joong menatap langit-langit rumah. Ayaana pun terperanjak kaget dan menarik kakinya dari kepala Kim yang berat itu.


"Ih Kim!! berat tau!" gerutu Ayaana setengah berteriak.


"Numpang sebentar aja, pelit amat" ledeknya. Namun Ayaana tak menggubrisnya, ia memasang wajah cemberut sembari bergeser ketempat lain. Sedangkan Zoya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka itu, Zoya pun memasuki kamar untuk mengambil bantal buat Kim joong yang begitu kelelahan akibat terkurasnya tenaga mendorong mobil.


"Kim, pakai ini" Zoya memberikan bantal itu padanya. dengan senang hati, Kim pun mengambilnya dari tangan wanita berhijab itu.


"Terima kasih Zo, kamu memang baik, tidak seperti dia" puji Kim joong sekaligus menyindir Ayaana. Ayaana hanya memutar bola matanya merasa jengah dengan kelakuan sahabat kecilnya itu.


"Ah sudahlah, Zo, Cris, mending kita buat barbeque-nya" ajak Ayaana yang sudah tidak mood lagi untuk menonton.


"Baiklah, ayo. aku akan membawa ini" imbuh Zoya lalu mengambil alat pemanggang itu. Mereka pun berjalan menuju dapur, meninggalkan Kim joong yang sepertinya langsung tertidur dilantai depan televisi.


Ketiga wanita cantik itu membagi tugas, Zoya menabur bumbu pada daging sapi, Ayaana dan Cristella membuat bara api pada alat pemanggang itu. Hingga mereka bekerja sama demi sebuah perut yang terus keroncongan.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2