
πΈπΈ
Selesai menghadiri konferensi pers, Zoya, Ye-Jun dan Tuan Hwan keluar dari ruangan itu dengan dikawal oleh beberapa pengawal untuk melindungi mereka. Para Junlovers semakin heboh melihat pemujanya telah keluar dari sangkar, senyum manis yang merekah dari sudut bibir Ye-Jun membuat mereka semakin heboh. Zoya masih malu menatap ratusan Junlovers, ia terus menunduk dan mengikuti jalan kekasihnya. sesekali ia mengangkat kepalanya, tersenyum pada mereka yang berada di dekatnya lalu kembali menunduk menyembunyikan rasa malunya.
"Oppa!! i love you! oppa!!" sorak salah satu dari mereka yang begitu euforia sekali.
Akhirnya Zoya dan Ye-Jun telah tiba didalam mobil, pak sopir segera melajukan mobilnya dengan pelan sebab para Junlovers masih menggerubunginya.
"Para fansmu banyak sekali" ucap Zoya memecahkan keheningan diantara mereka.
"Itu belum seberapa" ucap Ye-Jun dengan bangganya.
"Sombong!" gerutu Zoya lalu menoleh ke luar jendela masih terlihat para fans yang mengetuk jendela itu.
"Ngefans sampai segitunya ya?" heran Zoya
"Ya, emang seperti itu. mereka euforia sekali untuk bertemu artisnya" ujar Ye-Jun
Beberapa menit kemudian, Ye-Jun telah tiba disebuah tempat pohon sakura di sekelilingnya, ia pun mengajak Zoya untuk turun dan berjalan menuju tempat yang akan mereka tempati. Zoya tercengang sebentar, dalam pikirannya mau apa pria ini membawanya ke tempat sepi seperti ini.
"Kita pulang saja yuk, ngapain ke tempat sepi begini" ajak Zoya yang enggan.
"Aku akan tunjukkan sesuatu, ayo" ajak Ye-Jun
"Awas kalau macam-macam! lagian ini tempat kenapa sepi pula" gerutunya. Ye-Jun hanya tersenyum seringai melihat gadisnya yang takut duluan.
Mereka terus berjalan entah kemana Ye-Jun membawa. hingga tibalah disebuah tempat yang sudah diatur oleh Ye-Jun.
Zoya terpana melihatnya, ia tak menyangka Ye-Jun seromantis ini padanya.
"Ayo," ajaknya melanjuti jalan hingga beberapa langkah tibalah keduanya disebuah meja dan dua kursi yang sudah didekor.
Para pelayan pun mendatangi keduanya yang telah duduk, mereka menyuguhi hidangan yang super lezat berupa makanan berat, makanan penutup hingga tersedia desert juga ice cream.
"Terimakasih" ucap Zoya pada mereka. mereka tersenyum lalu menunduk hormat dan pergi.
__ADS_1
"Kamu suka?" tanya Ye-Jun memandang lekat wajah cantik itu.
"Suka banget, terimakasih ya Oppa" ucap Zoya dengan senyum yang terus merekah.
"Tidak perlu berterimakasih, aku akan selalu buat kejutan seperti ini. katakan, kamu mau makan dimana?" tanya Ye-Jun
"Dimana yaa? dipantai kayaknya seru tuh" ucap Zoya dengan girang membayangi imajinasinya.
"Siap Nona Ye-Jun, makan dipantai akan segera otw" ujar Ye-Jun terkekeh
"Ada ada saja kamu, ayo ah makan, aku lapar" ucap Zoya menghentikan candaan calon suaminya itu.
Disisi lain beberapa orang tengah mengintip mereka yang sedang makan berdua ditempat yang romantis itu, membuat salah satunya semakin sedih dan kesal. Ya siapa lagi Soo Yun dan rombongannya. mereka mengikuti Ye-Jun sedari tadi dan kini mereka semua mengumpet dibalik pohon. hati Soo Yun rasanya terkikis melihat canda mereka berdua. tiba-tiba setan merasuk dirinya untuk segera melabrak keduanya.
"Heeeey!! jangan dulu! lebih baik kita pergi dari sini" ajak Mama Nam.
"Mama, kok pergi sih!" gerutu Aena
"Ini bukan waktu yang tepat untuk melabrak mereka. ayo cepat" ajak Mama, terpaksa mereka bertiga pun mengekori wanita parubaya itu.
"Kamu memerhatikan pemainnya ya? dasar ganjen" goda Ye-Jun
"Enak saja! aku suka sama musik dan pembawaannya, syahdu sekali" jelas Zoya
"Ohya? masa sih?" goda Ye-Jun dengan senyum jailnya.
"Iya! kamu ih!" gerutu Zoya. Ye-Jun tertawa melihat ekspresi calon istrinya itu.
"Hahahaha sorry sorry. makanya lanjuti makannya dulu" ucap Ye-Jun
"Iya calon suamiku bawel" ucap Zoya tersenyum malu, ingin rasanya gadis itu ia bawa ke KUA lalu mengajaknya ke kamar dan melahapnya. namun ia bisa apa? itu belum waktunya dan harus menunggu 3 minggu lagi.
"Sayang, kapan kita fitting baju?" tanya Ye-Jun disela-sela makannya.
Uhuk!!
Zoya tersedak sendiri oleh makanannya akibat pertanyaan itu.
__ADS_1
"Kenapa menanyakan itu?"
"3 minggu lagi kita akan menikah sayang" ujar Ye-Jun
"Astaghfirullah, iya ya, gak nyangka bakal sebentar lagi" ucap Zoya kaget, ia tak sadar waktu berjalan dengan begitu cepat.
"Dan aku gak sabar memboyong kamu ke sangkar kita dan menghabiskan waktu seharian didalamnya. akan ku buat para kecebongku menjelajahi rahimmu" ucap Ye-Jun dengan tatapan mesum yang penuh menggoda.
"Maksudnya apa?" tanya Zoya yang tak mengerti. sontak saja Ye-Jun langsung tersadar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak ada sayang" ucapnya kemudian kembali mengambil sendok
"Kata Ummi, baju kita biar Umi yang design sendiri" ujar Zoya.
"Oh gitu, kebetulan aku sudah menyuruh anak buahku mengatur pernikahan kita, dari gedung, dekorasinya hingga catering" ucap Ye-Jun pula. Zoya pun hanyaa mengangguk menanggapinya. kini keduanya melanjuti makan siang yang penuh obrolan itu.
Setelah makan siang dengan sajian yang sangat banyak, mulai dari makanan berat, salad, desert hingga ice cream yang membuat perut keduanya sudah membuncit, kini Ye-Jun mengajak calon istrinya itu untuk ke sesuatu tempat yang entah kemana ia membawanya.
"Oppa, kita mau kemana lagi?" tanya Zoya yang melihat jalanan bukan kearah rumahnya ataupun rumah calon suaminya itu.
"Ada deh" ucap Ye-Jun tersenyum penuh arti.
"Bilang dong kemana?" tanya Zoya kepo
"Rahasia, nanti kamu juga tau" ucap Ye-Jun tersenyum seringai.
"Sebel!" Zoya pun cemberut, ia menyedekapkan kedua tangan didada menunjukkan rasa kesalnya. gadisnya itu selalu membuat Ye-Jun gemas dan ingin terus menjahilinya.
Tibalah keduanya di sebuah Masjid besar, tentunya Masjid Central Seoul yang pernah mereka kunjungi namun tidak bersama. Zoya tercengang melihatnya, hatinya yang kesal kini telah berubah menjadi terhanyut oleh sang calon suami yang membawanya kesini.
"Kenapa menung sayang? turunlah, ini sudah waktu dzuhur dan sebentar lagi adzan" ajak Ye-Jun yang sudah mengulurkan tangan pada gadisnya dari pintu yang ditempati Zoya. ternyata sedari tadi Ye-Jun sudah turun duluan dan kini telah berada diluar tepat disamping pintunya? ah Zoya kebanyakan melamun akibat terpana akan perbuatan calon suaminya yang mengajak ia mendatangi rumah Allah, sungguh ini adalah kejutan yang membuat hati Zoya terharu dan terhanyut.
"Aku tidak jadi kesal denganmu" ucap polos Zoya sambil menerima uluran tangan itu.
"Kalau masih kesal berarti menolak surga bersamaku"
πΈπΈ
__ADS_1