
πΈπΈ
Tidak terasa waktu berputar dengan sangat cepat hingga mengharuskan Ye-Jun untuk kembali lagi ke aktivitas yang menunggunya. Sebelum pergi, ia mengajak Zoya untuk ikut bersamanya, namun Zoya tidak mau. sebab ia tidak ingin bersama mereka. Ye-Jun pun terkekeh melihatnya, lalu menyalimi punggung tangan kedua orang tua Zoya untuk berlekas pamit.
"Ummi, Abi, Ye-Jun berangkat dulu ya, Zoya gak mau ikut ih" ucapnya
"Ogah" ketus Zoya
"Pergilah, Zo. sorenya pulang" suruh Abi. Zoya hanya menggeleng,
"Tidak masalah, Bi. lain kali saja, tadi Ye-Jun hanya becanda" ujarnya terkekeh. Ye-Jun senang melihat wajah juteknya, justru itu ia memancing emosi Zoya untuk mengajak gadis itu ikut bersamanya.
"Kurang ajar" gumam Zoya didalam hati. lalu memungut piring makan siang mereka yang telah usai, alih-alih ingin menghindar dari pria itu.
"Baiklah, hati-hati" ucap Abi dan diangguki oleh Ye-Jun. Ye-Jun telah dianggap anak sendiri, begitulah perhatian Abi dan Ummi yang memperlakukan ia seperti kedua anak gadisnya. Abi dan Ummi tidak memilih-milih orang, asalkan seseorang itu bersikap baik dengan mereka.
Ye-Jun meninggalkan kediaman tersebut, ia berjalan sembari menatap jam dipergelangan tangannya sudah menunjukkan hampir pukul setengah dua. Ye-Jun pun memasuki mobil, melirik sekilas rumah itu seraya tersenyum dengan kepala yang menggeleng-geleng. mungkin saja ia masih merasa lucu mengingat raut wajah gadisnya itu.
Dentingan piring yang berbentur dengan wastafle terdengar jelas dari arah dapur. seseorang mengucek-ucek piring dan gelas yang kotor dengan sabut pencuci piring beserta sabunnya yang memiliki banyak busa. suara omelan pun juga ikut serta, antara omelan dan dentingan piring bercampur menjadi satu. Dialah Zoya, tengah mencuci piring bekas makan tadi sembari berkomat-kamit tidak jelas seolah mengutarakan isi hatinya pada sang piring. untung saja tidak ada yang mendengar, sebab Zoya berkomat kamit dengan suaranya yang bervolume paling kecil.
"Pria menyebalkan! bisa-bisanya mengajakku untuk menemaninya! dia gak tau apa, kalau aku kesana yang ada aku akan melihatnya bersama lawan mainnya itu. kok begitu amat ya syutingnya sampai bibir nemplak nemplok kesana kemari" ucap Zoya panjang lebar berbicara bersama piring yang ia cuci hingga piring yang tidak bersalah pun menjadi sasarannya sebab Zoya menaruhnya dengan cukup kuat hingga terjadi dentingan.
"Dan itu ternyata hanya becanda. menyebalkan" sambungnya. lalu menyalakan keran air dan mulai membilas piring dan gelas yang sudah bersih dengan sabun itu.
"Astaghfirullah, kenapa setelah bertemu dengan pria itu, aku selalu mengumpat kesal? bikin dosa saja."
"Ah Ya Allah, maafkan Zoya" sambungnya sembari menengadahkan kepala menatap keatas dengan wajahnya yang sedikit sedu.
__ADS_1
Setelah mencuci piring, ia pun kembali pada Ummi dan Abinya. berhubung besok keluarganya akan pulang ke Indonesia, Zoya memilih bermanja-manjaan terlebih dahulu pada orangtuanya tersebut.
"Abi, Umi, jangan pulang kenapa" gerutu Zoya memeluk pinggang sang Ummi.
"Sayang, cuti Abi sudah habis dan lusanya harus bekerja lagi. Ummi juga harus memberikan ini kepada tukang jahit agar segera diselesaikan" jelas Ummi seraya menunjukkan gambar design baju yang ia lukis.
"Cantik Mi" puji Zoya menatap gambar itu.
"Iya dong, designer siapa dulu yang membuat" ucap Ummi bangga lalu melanjutkan mendesign pakaian yang lain.
Mobil yang membawa pria tampan tinggi bak model itu pun telah tiba ditempat tujuan. Ia segera menuruni mobil dengan gayanya yang keren dan masculin membuat siapa saja akan terpana. temannya Lee Min yang juga baru saja tiba, langsung menghampiri sahabatnya Ye-Jun itu. Ye-Jun pun menyapa temannya, aura bahagia tampak terpancar dari raut wajah pria tampan itu.
Ye-Jun pun menutup pintu mobilnya, segera merangkul pundak Lee Min Jo. terlihat jelas bila Ye-Jun ingin mencurahkan isi hatinya pada sahabat seperjuangannya tersebut.
"Kau kenapa, senyam senyum gitu?" tanya Lee Min Jo merasa heran.
"Aku senang menjahili gadisku itu" ucapnya tersenyum seraya berjalan menuju pepohonan. biasanya Ye-Jun lebih nyaman berada dibawah pohon seraya berlindung dari panasnya matahari yang menyengat siang itu.
"Sepulang kampus tadi, aku langsung menculiknya dihadapan teman temannya itu. Ah Zoya begitu lucu bila ku lihat raut wajah takutnya. apalagi setelah tau kalau itu adalah aku, wajah juteknya berkobar-kobar bak bara api yang ingin menghabisimu" jelas Ye-Jun seraya membayangi kejadian di mobil tadi bersama Zoya.
"Hahahahaha, kau itu memang suka usil ya! gak ada kerjaan" ucap Lee Min Jo sembari tertawa.
"Ah, dia juga mengajakku berdebat, mengancamku untuk mengadu pada Abinya. kau tau? Abi dan Umi malah memaafkanku. ku lirik wajahnya tampak cemberut. ingin rasanya ku cium tu bibir manyun. hahaha" ungkapnya lagi.
"Dasar kau! sikat sajalah kalau ingin kau cium" suruh Lee Min. Ye-Jun pun menatap Lee dengan sorotan mata yang tajam.
__ADS_1
"Gila kau! mana mungkin aku memperlakukan dia seperti itu, dia gadis yang baik-baik, keluarga yang terhormat, apalagi dia gadis muslimah yang sholehah. jangankan ingin mencium, menyentuh kulitnya sedikit pun itu sangat dilarang" jelas Ye-Jun, sontak Lee pun terkejut.
"Serius??? sungguh malang nasibmu" ucapnya.
"Justru aku bangga, berarti dia masih suci dan murni belum disentuh apapun" ucap Ye-Jun kembali tersenyum mengingat gadis itu.
"Ya ya ya, kau begitu menjaga kehormatannya ya" ucap Lee mengangguk paham.
Hingga obrolan kedua pria itu pun berakhir sebab aba-aba mulainya syutting sudah diumumkan. kedua pria itu pun mulai menghafal naskah, menduduki tubuh mereka diatas kursi yang tersedia.
Ye-Jun pun mengedarkan pandangan, mencari keberadaan adiknya yang sepertinya belum muncul. celingak celinguk kesana kemari hingga menjadi pusah perhatian Lee Min.
"Ada apa?" tanyanya
"Ae Na, apa dia belum datang?" tanyanya heran.
"Sepertinya belum. Soo Yun juga belum datang" ucap Lee.
"Apa kita kecepatan? tapi sini sudah ramai. shoot pun akan dimulai" ucap Ye-Jun.
"Kau tau sendirilah wanita bagaimana, berdandan dulu" ujar Lee. Ye-Jun pun mengangguk paham akan keseharian para wanita.
"Untung saja gadisku tidak doyan dandan" gumam Ye-Jun. lalu beralih pada naskahnya.
Tidak berapa lama, deruan mobil pun terdengar sangat jelas, semua mata menoleh ke arah asal suara. kebetulan mereka menunggu aktriis wanita yang belum juga datang. kedua gadis itu pun menuruni mobil masing-masing, seketika puluhan pasang bola mata melotot hingga terpana menatap kedua gadis itu yang berdandan cantik, model rambut baru bak seperti dari ke salon.
"Cantiknya mereka" puji Lee Min Jo.
__ADS_1
"Biasa saja, nanti tu rambut juga dirombak lagi" ucap Ye-Jun yang hanya memandang biasa saja, tidak terpana sedikitpun.
πΈπΈ