Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
67. Beradu acting dengan adik


__ADS_3

🌸🌸


Zoya dan gerombolannya telah tiba di wahana waterpark tersebut, kini mereka tengah bermain perosotan yang tingginya hingga mencapai beberapa meter dari atas permukaan laut. kini giliran Zoya yang meluncur, bersiap-siap nyali untuk menikmati setiap moment wahana itu.


"Bimillahirahmanirahim" ucapnya, dan Zoya pun telah meluncur diatas perosotan yang dipenuhi air itu.


"Huuuuuu!!!" soraknya menikmati terjunan air yang membawanya hingga ke dasar.


Tibalah disegerombolan orang-orang yang berada dibawah, kolam renang dasar yang dipenuhi banyak orang hingga Ayaana yang berada diatas pun ikut bersiap untuk meluncur.


Betapa senangnya mereka semua menikmati moment itu. kini giliran Zura yang ikut andil dalam bermain. sedangkan Auzar bersama neneknya ditepi kolam. tampak Auzar cekikikan saat merasakan kakinya menyentuh air itu hingga ia menginginkan untuk turut menyemplung.


"Auzar mau masuk juga? ayo kita ke kolam anak-anak" ajak Ummi segera berdiri dari duduknya dan membawa sang cucu ke kolam khusus balita yang hanya setinggi betis orang dewasa. Disana malah ummi yang menjaga cucunya sekaligus bermain. sedangkan kedua anak gadisnya asyik bermain dengan wahana itu.


Di lokasi syutting, Ye-Jun dan Aena saling merasa kaku saat mereka akan beradu akting siang itu. Ye-Jun tak menyangka bila adiknya-lah seorang pemain baru untuk mengisi peran antagonis. begitu pun Aena, ia juga terkejut saat melihat kakaknya berada ditempat yang sama. apalagi ia mengetahui bila Ye-Jun adalah peran utama pria.


Kini keduanya telah berada didepan kamera, Aena akan beradegan menyentuh dada Ye-Jun dengan tatapan sensual seperti sedang menggoda. Ye-Jun dan Aena saling bertatapan, menarik nafas dalam sebelum melakukan adegan.


"Siap? action!!"


"Kau tau Dong Min, kau begitu sangat tampan dan mempesona. kau begitu pantas untukku yang seksi ini dibandingkan dengan si cupu, Mi Cha itu"


Ae-Na sang adik pun membuka sedikit kancing baju Ye-Jun lalu menyentuh kulit dadanya dengan tatapan yang sensual. setelah beberapa kali melakukan adegan yang selalu gagal karna kegugupan diantara kakak beradik itu, hingga akhirnya Ae-Na berhasil dalam berperan. Ye-Jun hanya memasang wajah dingin nan datar sebab seperti itulah karakternya dalam berperan. apalagi yang bersanding dengannya adalah adiknya sendiri hingga tidak susah dalam membentuk karakter dingin.


"Hah! hentikan itu!"


Ye-Jun menghentikan sang adik yang sedang mengelus dadanya. Ae-Na pun kembali beracting.

__ADS_1


"Kenapa? apakah darahmu berdesir saat dada ini ku sentuh? ayolah Dong Min, kau hanya milikku"


Ae-Na meneguk salivanya dengan susah payah saat menelontarkan kata itu kepada kakaknya. begitu pun Ye-Jun, didalam hati ia menggerutu kesal kepada sutradara yang telah mengundang adiknya dalam berperan seperti itu. Namun demi totalitas dalam berakting, Ye-Jun pun hanya bisa bersabar.


"Pergilah"


Ae-Na menghentikan aksinya, ia tercengang mendengar bentakan itu dari seorang Dong Min alias Ye-Jun.


"Cut!!"


Huuuuuu......


"Keren!!!"


Prok! Prok! Prok!


Semua orang yang menyaksikan adegan itu sontak bertepuk tangan mengingat yang berperan adalah kakak adik hingga cukup lama gagal akhirnya mereka berhasil dalam berperan. Ye-Jun pun menghembuskan nafas kasar, ia segera melangkahkan kaki menuju pak sutradara. Ae-Na menatap kepergian kakaknya, perasaannya sedang tidak enak saat melakukan adegan itu.


"Hallo Ye-Jun, ini hanya dunia akting, dunia perfilman, ayolah.. kau jangan bawa perasaan" ucap santai sang sutradara.


"Kalau dia ditaruh posisi pembantu rumah pun oke, atau seorang dosen juga oke, kenapa harus sebagai pengganggu hubunganku" gerutu Ye-Jun menduduki tubuhnya disamping pak sutradara.


"Astaga Ye-Jun, tenang sajalah. tidak ada adegan berciuman, oke? jangan sampai setelah ini kau malah jatuh cinta pada adikmu sendiri" ledeknya. Ye-Jun pun mendelik kesal menatap sutradaranya, merasa jijik dengan perkataannya barusan.


"Gila apa mencintai adik sendiri. jangankan adikku, pemain wanita disini tidak pernah ku cintai" ucap tegas seorang Ye-Jun.


"Hahahah!! kau ini terlalu bawa serius. pergilah minum sana, kau kurang minum aqua" ledeknya kembali. Ye-Jun pun frustasi, ia segera pergi menuju tempat duduknya bersantai sembari menghafal naskah.

__ADS_1


"Jatuh cinta dengan pemain? bukan tipeku cinta lokasi" gumam Ye-Jun sambil berjalan.


Ye-Jun pun meneguk minumannya dengan cepat, lalu membaca naskah yang akan ia lakoni. setelahnya ia pun kembali untuk melanjutkan akting. kali ini setelah ia mengusir Ae-Na yang sebagai Mi Young, Ye-Jun pun beradegan berjalan kaki menuju kelas Mi-Cha yang sedang belajar.


Soo Yun yang sebagai Mi-Cha pun bergegas memasuki sebuah kelas dengan membawa bukunya, begitu pun dengan peran pendamping yang lain. hingga acting pun dimulai.


Ae-Na menatap kakaknya, berfikir heran mengapa ia disandingkan dengan orang yang selalu mengajaknya ribut dirumah. Ae-Na menggerutu kesal, padahal ia berharap akan berperan dengan pria tampan lainnya, bukan si Ye-Jun.


"Menyebalkan! kenapa dia yang sebagai Dong Min! seharusnya si onoh lebih ganteng lagi" gumam Ae-Na menatap seorang pria yang merupakan sahabat Dong Min.


Hari pun semakin siang, bahkan karna kesibukkan syutting, para pemain dan juga kru melupakan makan siang yang telah terlambat. Ye-Jun mengajak temannya untuk pergi ke sebuah restoran terdekat, tiba-tiba Soo Yun menghentikan langkah keduanya, sebab ia ingin ikut. Ye-Jun pun menatap Soo Yun, tampak jelas sorot matanya langsung mengarah pada tangan Soo Yun yang memegang tangan adiknya.


"Ye-Jun, apa kau tidak ingin mengajak kami? ayolah, dia adikmu bukan? ayo kita makan siang bersama" ucap Soo Yun segera mengggandeng tangan Ye-Jun. Ye-Jun terperangah, ia segera melepaskan gandengan itu.


"Kenapa? biasanya kau mau ku gandeng" tanya Soo Yun heran.


"Aku tidak suka disentuh" jawab Ye-Jun. Soo Yun hanya terkekeh mendengarnya.


"Astaga, kau bukan Ye-Jun yang ku kenal. ah sudahlah, ayo kita pergi" Soo Yun menggandeng tangan Ae Na untuk menuju mobil Ye-Jun.


Ye-Jun terpaku pada tempatnya, haruskah ia bersama sang adik yang selama ini tidak mau dekat dengan sang kakak? hingga lamunannya pun terbuyarkan oleh temannya bernama Lee Min Jo.


"Bro! kenapa melamun? ayolah! ini kesempatan untuk kau mendekatiku dengan adikmu, dan kau bisa dekat dengan Soo Yun. ku lihat dia menyukaimu" ucap Lee Min Jo dengan tawa yang mengejek.


"Hah, gila kau! aku tidak menyukainya. hanya Asyifa Zoya yang aku cintai" ucap Ye-Jun menegaskan perkataannya.


"Asyifa Zoya? siapa itu? hai tunggu!" Lee Min berfikir bingung siapakah gerangan nama wanita yang sulit diucap itu. hingga ia harus mengejar Ye Jun yang hampir tiba dimobilnya.

__ADS_1


"Jun, siapa dia?" soraknya kepo.


🌸🌸


__ADS_2