Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
133. Undangan mengejutkan


__ADS_3

🌸🌸


Hari berlalu dengan sangat cepat, denting jam selalu berputar tanpa terasa, hingga waktu pun semakin cepat berubah. hari demi hari sepasang dua insan yang saling mencintai selalu bersama dan sering bertemu maupun berkomunikasi melalui alat canggih disaat salah satunya tengah sibuk. Zoya dan Ye-Jun, merekalah dua insan itu, mereka sepakat untuk menggelabui siapa saja yang tidak menyukai hubungan mereka. namun sangat disayangkan, seseorang membeberkannya ke publik dan media pasal mereka telah putus.


Awalnya Zoya menjadi bingung, bagaimana ini semua terjadi? ini merupakan salah dirinya yang membuat keputusan yang salah. namun Ye-Jun tetap tenang, dan selalu menenangkan Zoya hingga mengatakan,


"Biarkan saja, kita akan buat kejutan pada mereka. lagian hubungan kita aman tanpa dirusak" ujar Ye-Jun seperti itu. hingga Papa Hwan dan Aera meminta penjelasan, Ye-Jun mengatakan ia sengaja mengatakan mereka putus agar tidak ada yang ingin merusaki hubungannya. pernikahan tetap berjalan, sontak saja Papa Hwan, Aera dan seluruh pekerja kediamannya merasa lega mendengar penjelasan itu. namun satu yang ia pinta, jangan beberkan pada Aena.


Tak dapat dipungkiri pula, Soo Yun yang ia ketahui menyukai dirinya, dan berencana menghancurkan hubungannya, sontak saja gadis itu selalu saja datang menemuinya ke lokasi syutting dan berlanjut mendatangi kediamannya. Ye-Jun sangat muak, ia bersikap cuek nan sedikit ramah pada gadis itu. tak banyak bicara, cukup mendengarkan ocehan demi ocehan dari mulut manis berbisanya.


Begitu pun Zoya, Hayoon and the gengs semakin dekat dengannya. terkadang membuat Zoya kesal dan muak, namun ia harus bisa pula menggelabui tiga orang yang berkhianat itu. mereka berakting, dirinya juga tak mau kalah dong. Sedangkan para sahabat menanggap cuek mereka tanpa ada obrolan sedikit pun.


Hingga kini menjelang lima hari pernikahan, Zoya dan Ye-Jun sedang bersama dikediaman Ye-Jun, tepatnya di ruang keluarga yang berada dilantai tiga bersama Aera dan Papa Hwan. tampak mereka tengah memegang tumpukan undangan yang akan merekaa berikan pada teman-teman. Ye-Jun mengundang rekan artis hingga seluruh artis dan juga kru, teman sekolah dari SD hingga kuliah, dan tak lupa para Mujahadah Allah yaitu Syeikh Daud, Akbar, dan para pengurus Masjid Central itu. sedangkan Zoya, mengundang teman kuliahnya dan teman sekolahnya. Aera pun juga tak mau kalah, ia mengundang seluruh teman sekolahnya dan Papa Hwan mengundang para rekan bisnisnya.


"Sayang, aku akan menyuruh para orang suruhanku untuk menyebarkan undangan kita di Indonesia, pasti sekarang sudah sampai paket pengirimannya" ucap Ye-Jun


"Semoga saja sudah, beruntung mereka gerak cepat mencari tahu alamat teman sekolahku melalui buku alumni tahunan" ujar Zoya tersenyum.


"Ohya? mereka memberitahumu?" tanya Ye-Jun


"Iya, mereka menelponku tadi malam" jawabnya


"Dasar, hanya memberitahumu saja" gerutu Ye-Jun


"Jangan cemberut. aku akan mengirim undangan ini kepada Mei-Yin dan Andrew lewat chat" Zoya pun memotret undangannya dan mengirimkannya pada sahabat yang paling ia cintai itu.



💬Datang ya guys, lebih baik kalian beli tiket segera dan langsung cus ke Indonesia, byee..


Begitulah isi pesannya untuk Mei dan pacarnya. ia pun tersenyum-senyum sendiri membuat perhatian pria disampingnya teralihkan menatap Zoya. dahinya mengernyit, kenapa wanita ini malah senyam-senyum? bathinnya.


Ye-Jun menyambar ponsel Zoya, membuat Zoya kaget dan kemudian merampasnya. namun Ye-Jun dengan cepat menghalangi tangan mungil itu. membuat Aera dan sang Ayah terkekeh melihat tingkah mereka.


"Sini, ih" gerutu Zoya

__ADS_1


"Gak mau! kamu chat siapa hm? sampai senyum senyum" ucap Ye-Jun, tangannya sibuk melihat isi pesan diaplikasi chat itu.


"Gak ada apa-apa" sanggah Zoya.


"Iya pun, ini" Ye-Jun pun mengembalikan ponsel itu.


"Hmm, Papa jadi gak enak disini nih. papa bawa ini ya" ujar Papa Hwan segera beranjak dari duduknya, membawa setumpuk undangan yang akan ia sebar ke teman-teman rekan bisnisnya. tentu saja menyuruh orang kepercayaan.


"Aera juga ah" timpal gadis itu ikut beranjak mengekori ayahnya dengan setumpuk undangan yang tak pula banyak.


"Ra, sini aja dong" pinta Zoya.


"Males, jadi obat nyamuk ntar" ledek gadis itu.


Hingga tinggallah mereka berdua, tampak Ye-Jun senyum-senyum tidak jelas menatap raut wajah kekasihnya.


"Kenapa senyum-senyum!" tanya Zoya galak.


"Kamu lucu. aku akan menyuruh anak buahku untuk kemari" ucap Ye-Jun merogoh ponselnya disaku.


"Untuk apa?"


Tak berapa lama, dua orang mendatangi mereka dengan sopan, Ye-Jun langsung memerintahkan tanpa banyak basa-basi.


"Berikan undangan ini, sesuai nama dan alamatnya" perintahnya


"Baik, Tuan" mereka pun pergi setelah menerima sebuah paperbag berisi undangan.


"Hubby," panggil Zoya, Ye-Jun menoleh,


"Ya, sayang?" tanya Ye-Jun


"Pasti mereka semua kaget menerima undangan itu, termasuk adikmu dan lawan mainmu" ucap Zoya tersenyum


"Itu lebih baik. tiga hari lagi kita ke Indonesia, bukan?"

__ADS_1


"Ya, Hubby"


"Aku tak sabar ingin melahapmu" ucap Ye-Jun dengan nada sensual, membuat Zoya mengernyitkan dahi,


"Maksudnya?" tanya gadis polos itu


"Tidak ada sayang" elak Ye-Jun, membuat Zoya menatapnya sengit.


Tak terasa sudah cukup lama Zoya berada di kediaman itu, ia pun segera turun melalui lift untuk menuju ke lantai dasar bersama sang calon suami. tiba di lantai dasar, Zoya melihat calon adik iparnya, Aena, baru saja pulang yang entah darimana. ia tampak kacau dengan rambut yang tak lagi rapi.


Aena menatap heran gadis itu bersama kakaknya sendiri, sebelah matanya memicing seolah banyak pertanyaan dibenaknya. Zoya mengerti akan arti tatapan itu, ia merogoh sebuah undangan dari dalam paperbag lalu berjalan mendekati Aena.


"Hai eonnie, ku rasa kita tidak pernah berbicara satu sama lain, eonnie pasti kaget dengan keberadaanku. ini, untuk eonnie, baca ya sampai mengerti" ucap Zoya menaruh undangan ditelapak tangan itu. Ye-Jun pun menghampiri mereka, merangkul pundak Zoya lalu membawanya pergi dari istana itu menuju kediaman gadisnya yang sebentar lagi akan kuliah.


Aena terpaku di tempatnya, ia menatap lekat undangan itu dan mulai membacanya dengan teliti.



"Undangan resepsi pernikahan? jadi-- jadi-- mereka akan menikah?" tanyanya tak percaya.


Awalnya undangan itu diperuntukkan untuk teman kuliahnya, agar mendatangi disaat resepsi kedua berlangsung di Korea. namun karna melihat calon adik iparnya, ia pun berinisiatif untuk memberikan undangan tersebut agar segala pertanyaan dapat terpecahkan oleh jawaban melalui undangan yang mengejutkan.


Tralala tralala..


Bunyi ponsel terdengar jelas digendang telinga gadis yang terkulai lemas itu, ia menduduki lantai sembari merogoh ponsel didalam tasnya. ia kaget melihat Soo Yun menelponnya, pasti gadis itu juga tak kalah kaget bahkan histeris.


📞Hallo Yun


📞Na, katakan padaku apa mereka benar-benar akan menikah?


📞Sesuai yang tertera diundangan itu, ku rasa kamu tak salah baca. huaaaaa.... Yun! upik abu itu akan menjadi kakak iparku!!


📞Huaaaaaa......!! aku tak percaya ini, Aena!!


Deg!

__ADS_1


Panggilan pun berakhir begitu saja.


🌸🌸


__ADS_2