Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
156. Aksi ditengah hutan


__ADS_3

Area 22,23,24,........30,....40.....50.....


🌸🌸


Malam ini, malam yang membosankan berada ditengah-tengah pencari won ditengah hutan itu. sangat kesepian untuk gadis yang tengah duduk sendirian sembari memperhatikan suaminya yang sedang sibuk dengan perannya. menatap ke sekelilingnya, orang asing yang tak ia kenal tengah sibuk syutting, menghafal naskah, dan dirias.


Zoya menumpu kedua sikunya diatas lutut, kedua telapak tangan memegang pipi sebagai penyangga. matanya yang dalam, memperhatikan sang suami yang sedang mengikuti arahan dengan pakaian vampirnya.


Ye-Jun diam-diam mencuri pandang pada istrinya yang tampak suntuk, melihat gadis itu hanya melamun, namun mata menjurus ke arahnya. pandangan Ye-Jun pun beralih pada buku yang berada dipangkuan istrinya, sayup-sayup terlihat dari balik celah lengannya. padahal si buku bisa menemani kesepian sang istri, namun Zoya tak menyentuhnya sekali pun.


"Membosankan!" gerutu Zoya, kembali mengedarkan pandangan, masih hal tadi yang ia lihat. hingga ia pun beralih pada benda yang membebankan pahanya ini, sebuah buku novel yang ia bawa dari rumah. terpaksa, gadis itu kembali membaca buku dari halaman yang ia beri tanda pada kertasnya.


"Sayang,"


"Hm," Zoya mendongak, matanya berbinar menatap sang suami yang sudah menghampirinya. Ye-Jun tengah meneguk sebotol air mineral di tangannya. jelas sekali, pria ini tengah dehidrasi.


"Hubby," Zoya menghambur memeluk pinggangnya. Ye-Jun pun meringsek duduk disamping Zoya, mengelus belakang kepala gadis itu.


"Kamu bosan hm?" tanya Ye-Jun, Zoya mengangguk sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya, aku kesepian sekali. semuanya pada sibuk" keluh gadis itu, kembali memeluk suaminya.


"Kita pulang?" tanya Ye-Jun, sontak Zoya mendongak dengan senyuman indah yang terukir dibibir mungilnya.


"Serius, By? emang sudah selesai?" tanya gadis itu.

__ADS_1


"Sudah, apalah arti peran pembantu yang tak sepenting peran utama" ucap Ye-Jun terkekeh. rupanya pria itu berperan sebagai peran pembantu saja, tentunya anak buah vampire yang menuruti Tuannya.


Ye-Jun dan Zoya pun beranjak berdiri, merapikan barang-barangnya, memasuki kedalam tas lalu melipat kursi yang menjadi tempat istirahatnya. berpamitan kepada teman-temannya yang masih sibuk dengan perannya.


"Hubby kenapa kok jadi peran pembantu?" tanya Zoya disela-sela jalannya, sang suami merangkul pundaknya. secara Ye-Jun aktor terkenal, membuatnya heran akan peran yang ia dapati itu.


"Aku yang milih. supaya tidak terlalu sibuk" jawab Ye-Jun. pantasan saja pria ini bisa mengambil cuti beberapa hari, karna perannya hanya pembantu yang tidak terlalu di pentingkan. beda dengan peran utama, yang harus stay didepan kamera.


"Oh, pantasan. gajinya pasti gak besar dari peran utama" ucap Zoya.


"Tidak masalah. gajinya cukup besar kok walaupun lebih besar si peran utama" ujar Ye-Jun, sambil memasukkan barang kedalam bagasi.


Zoya mengangguk paham, Ye-Jun kembali menutup bagasinya.


"Yang terpenting kamu sudah berada didekatku, kita bisa bersama tanpa ada yang menghalangi. asal kamu tau, kamulah yang paling berharga didalam hidupku, aku rela kehilangan semuanya demi mempertahankanmu, Sayang. uang bukanlah apa apa dibanding kamu" sambungnya. Ye-Jun mengukung sang istri dari samping mobil, menghadapkan mereka pada pepohonan yang tinggi dan suasana yang gelap mencekam. Zoya terhenyak menatap sang suami mendekatkan wajahnya pada dirinya, hampir 5 senti jarak itu, bersiap untuk mengecup bibir hangat sang istri. Namun sejurus itu Zoya langsung menahan wajah Ye-Jun, menatap sekitar yang bukanlah hal yang patut untuk melakukan.


Emh,


Hm,


Asyik dengan gulatan lidah didalamnya, enggan bibir untuk dilepaskan dari pagutannya, tangan Ye-Jun diam-diam meraba gagang pintu mobil, membukanya perlahan lalu menggiring tubuh sang istri untuk memasukinya. Zoya menurut, ia mundur kebelakang hingga bokongnya sudah menyentuh bangku jok belakang, bibir yang masih berpagutan. Ye-Jun semakin menggiring Zoya memundurkan tubuhnya kembali, agar pria itu bisa memasuki mobil. setelahnya ia menutup pintu dengan kencang.


Masih belum afdol bila hanya berciuman, tangan nakal itu membuka jilbab sorong istrinya. hingga sepasang mata sayu itu menatap leher jenjang putih nan mulus, tampak sangat menggoda. ia langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher itu. menyesapnya, ********** hingga menjilatnya, tak lupa meninggalkan bekas pemilikan disana. Zoya bergelinjang, merasakan kegelian disekitar lehernya, suara lenguhan dan desahan pun kembali lolos dari mulutnya, membuat hasrat Ye-Jun semakin menggelora dan semangat. tangannya pun semakin nakal, meremas kedua anak kembar milik Zoya yang begitu bulat dan padat.


"By, aaah"

__ADS_1


"Sudah, By" lirih Zoya, Ye-Jun tak menyahuti istrinya itu. ia semakin asyik dengan dunianya menjelajahi tubuh sang istri. wajahnya pun turun ke bawah, membuka resleting baju yang berada didada, menariknya kebawah hingga membuka bungkusan itu. terpampanglah dua gundukan yang dibungkus sangkar putih, Ye-Jun semakin menenggelamkan wajahnya dibalik belahan dada yang mempesona.


"By, eemh"


"Kita lanjuti di rumah, By" ujar Zoya lagi, suaranya tercekat oleh tenggorokan. hingga akhirnya Ye-Jun sadar saat Zoya mengatakan rumah, itu artinya pria itu kembali sadar bila sekarang mereka berada diluar.


Ye-Jun menghentikan aksi gilanya, menatap keluar mobil tampak para rekannya berangsur bubar dari lokasi syuting. untung saja Zoya mengingatkannya, atau tidak, pasti akan terjadi guncangan hebat didalam mobil itu. sedangkan Zoya segera memakai jilbabnya dan memasang resleting bajunya.


"Iya, kita pulang sayang" ucap Ye-Jun, Zoya merangkak memasuki jok depan, disusul Ye-Jun dari belakang.


Pria itu menghembus nafas dengan kasar, hasratnya masih menggelora dan yuniornya kembali menegang. segera ia menyalakan mesin mobil, menekan pedal gas lalu melajukannya dengan pelan, mengingat kini mereka berada di hutan.


**


Beberapa menit kemudian, mobil telah tiba di kediaman baru sepasang suami istri itu. memarkirkan mobil di tempatnya, ia pun segera menggendong sang istri hingga membuat Zoya tersentak kaget. langkah pria itu pun semakin lebar, jiwanya tengah berusaha bertahan hingga mencapai kamar.


"By, turunin! aku bisa jalan sendiri!" berontak Zoya.


"Tak ada waktu lagi, Sayang. kita harus cepat sampai kamar" ucap Ye-Jun, nafasnya kini tak beraturan, hasratnya kembali menggebu.


"Jangan bila mau melanjutkannya lagi" tebak Zoya, Ye-Jun menyeringai,


"Seperti yang kamu bilang, kita lanjuti dirumah" ucapnya, tersenyum seringai menatap gadis yang tengah melotot itu.


"Aku hanya becanda, biar aksi gilamu terhenti" gerutu Zoya kesal

__ADS_1


"Dan kini nafsuku tidak bisa dihentikan oleh apa pun"


🌸🌸


__ADS_2