
πΈπΈ
Cristella, Ayaana dan dua pria yang mengikuti mereka untuk menuju kamar yang bersebelahan, tiba-tiba Ayaana menghentikan langkah kakinya tepat di depan kamar 142 yang dihuni oleh dua sejoli itu. Ayaana pun mencoba untuk menekan handle pintu, membuatnya terperangah, mata membulat, melihat pintu yang tak terkunci dari dalam. ia pun tersenyum seringai, menatap satu persatu wajah teman-temannya hingga mereka mengangguk bersamaan bersama senyum jahil yang terukir.
"Ayo masuk," ucap Ayaana pelan, setengah berbisik.
Mereka berempat pun memasuki kamar itu secara diam-diam dan mengendap-ngendap, menelusuri pandangan menatap sekitar yang tampak sepi. baik tempat tidur, ruang ganti, bahkan balkon yang tidak terlihat oleh siapapun.
"Mengapa sepi sekali?" tanya Cristella dengan suara yang pelan.
"Entahlah, kita gak salah kamar kan?" ucap Kim Joong
"Gak beb, memang ini kamarnya. atau jangan-jangan---" Ayaana menunjuk ke arah pintu kamar mandi dengan senyum seringainya.
"Astaga! ayo kita keluar!" titah Tae-Young, membuat bulu kudunya merinding menatap kamar mandi itu.
By, janganlah!
Hai, kita coba hal baru sayang
Tapi katanya mandi, dah tau mau sholat ashar lagi
Tae, Kim, Ay dan Cris saling pandang dengan bola mata yang hampir membulat sempurna. sontak saja tubuh mereka membeku mendengar suara Zoya yang galak. tentu saja mereka tau maksud dari percakapan itu, hingga Tae pun semakin menyuruh mereka untuk pergi.
"Hai kalian bocah! ayo keluar!" perintah Tae-Young. mereka pun mengangguk bersamaan, dan segera keluar dari kamar yang panas hareudang itu.
"Eh tunggu!" sergah Cristella.
"Ada apa lagi?" tanya Kim Joong heran
"Sssstt!" Cristella mendekat ke pintu, tangan kanannya mnjulurkan pada daun pintu itu, dan seketika--
Dug dug dug!!
Cristella terkekeh, kemudian mereka pergi keluar dengan segera.
Didalam kamar mandi, Ye-Jun dan Zoya terhenyak mendengar debukkan pintu itu. Ye-Jun mendesah kesal, ia menghentikan aktivitasnya bersama Zoya dan turun dari bathup untuk memeriksa siapa yang mengganggunya.
"By, siapa?" Zoya sudah mulai ketakutan.
"Gak ada orang, Yang. kok aneh ya" Ye-Jun bingung, lalu kembali menghampiri istrinya untuk melanjutkan yang tertunda.
"By, takut ih"
"Tenang saja, mana mungkin ada hantu" kemudian ia kembali mengecup leher itu dengan buas.
__ADS_1
Setiba di luar,
"Gila gila, udah mau gituan aja. untung aku kerjai" ucap Cristella cekikikan.
"Dasar gadis nakal!" gerutu Tae-Young mengacak pucuk rambut gebetannya itu dengan gemas.
"Gak apa-apa, sebentar lagi ada baby! pasti mereka ketakutan" girang Ayaana sembari menirukan gaya menggendong bayi. membuat sang pacar menggeleng-geleng.
"Kamu mau baby, Beb? kita bisa membuatnya" canda Kim Joong
"Gila ya! belum nikah!" berang Ayaana,
"Hahaha, kita akan menikah. ayo pergi" ajaknya, menarik tangan kekasihnya itu. Cris dan Tae menggelengkan kepala.
Disisi lain, tanpa sengaja grup Soo Yun melihat ketiga bocah dan pria dewasa itu berdiri didepan kamar, mereka tampak tertawa, entah menertawakan apa. cukup jauh mereka berjalan, sepasang lawan jenis itu berpisah memasuki kamar masing-masing. membuat si pengintip itu heran.
"Ngapain mereka di kamar itu?" ucap Aena bingung,
"Pasti itu kamar bocah tengil dan kakakmu, Aena" tebak Soo Yun.
"Astaga! ayo kita kesana" ajak Aena menarik tangan kakak adik itu.
Kini mereka telah tiba didepan kamar Ye-Jun, melihat nomor kamar yang presis sama dengan yang dikatakan resepsionist.
"Tidak salah lagi! ayo" ucap Hayoon, lalu menekan handle pintu dengan gegabah, membuat suara ceklekan itu terdengar kuat.
"Iya sorry" Hayoon pun membuka pintu dengan pelan, diekori oleh mereka berdua. tidak ada siapa-siapa, tampak sepi, hingga sejurus kemudian sayup-sayup mereka mendengar desahan dari dalam kamar mandi.
"Apa itu?" ucap Soo Yun kaget.
"Gawat, mereka--- ah tidak!!" Aena terkejut. Soo Yun penasaran, ingin mendengar lebih jelas, hingga ia menempelkan telinganya pada daun pintu.
Emh
Ah
Hubby
Sudah, ah
Tahan sayang, sedikit lagi, ah
"Brengsek!!" berang Soo Yun, tanpa sengaja ia menonjok pintu itu. membuat yang sedang asyik-asyik, terkejut dan kembali terhenyak. Ye-Jun semakin berang, ia segera turun dan menghampiri pintu.
"Tak ada siapa-siapa" gumamnya, ia pun melangkahkan kaki menghampiri pintu kamar, mencoba membukanya dan kaget pintu itu tak di kunci.
__ADS_1
"Astaghfirullah, tidak di kunci!" gerutunya mengusap wajah dengan kasar. membuka sedikit celah, melihat ke kiri dan ke kanan tidak ada orang satu pun yang lewat. tampak sepi. ia kembali menutupi dan menguncinya.
"Pasti Zoya lupa. dasar gadis itu, main pergi aja ke kamar mandi" gumamnya lalu memasuki kamar mandi.
"Sayang, kamu sudah selesai?" tanya Ye-Jun yang menatap istrinya sudah memakai kimono dan menggulung rambutnya dengan handuk. semenjak sang suami pergi, ia segera ke ruang shower untuk membersihkan dirinya sebelum pria itu kembali untuk menerkamnya dengan buas.
Sedangkan Grup Soo Yun sudah keluar dari kamar itu dengan perasaan yang berdebar.
"Mereka bercinta" ucap Soo Yun, berwajah sedu sembari mengepalkan tangan.
"Ayo eonnie, kita pergi saja. kita harus cerdas untuk memisahkan mereka" ucap Hayoon menarik lengan kakaknya sambil menatap tajam pintu itu.
Mereka pun pergi, namun sebelum itu mereka memesan kamar terlebih dahulu untuk menginap sambil memikirkan cara ampuh untuk membuat mereka bertengkar.
Saat ketiga wanita monster itu sudah berada didalam lift, tiba-tiba benda persegi itu berhenti bekerja, sontak membuat mereka kaget setengah mati. ditambah lagi lampu lift redap-redup mati nyala, semakin mencekam suasana didalam sana.
"Apa yang terjadi ini?" Soo Yun, memeluk tubuh adik sepupunya.
"Apakah liftnya rusak?" ucap Aena, mendekati pintu hingga mengedor-ngedornya meminta pertolongan.
Bruk bruk bruk!!
"Tolong! siapa pun disana!!" teriak Aena, lalu mencoba membuka pintu lift dengan jarinya. Soo Yun dan Hayoon saling tatap, mereka mengangguk dan membantu Aena untuk membuka pintu itu.
Sedang asyik berusaha membuka pintu itu, tiba-tiba segelabat bayangan putih tampak berdiri di samping mereka. Soo Yun menoleh, bayangan itu kembali hilang entah kemana. hingga berpindah ke sisi lain, membuat Hayoon terkejut dan mengagetkan kakak-kakaknya itu.
"Ha-hantu!" teriak Hayoon histeris
"Jangan ngada-ngada dong," gerutu Aena yang masih sibuk mengedor pintu.
"Benaran Ae, tadi ada bayangan" timpal Soo Yun membenarkan.
"Eonnie, aku takut" rengek Hayoon, ia memeluk kakaknya hingga memandang sekitar tempat persegi yang begitu pengap itu.
Ruangan masih mencekam untuk beberapa menit terakhir ini, lampu masih berkedap-kedip dan suhu ruangan yang begitu panas dan pengap. tiga gadis itu sudah merasa lelah, mereka berpelukan untuk saling melindung.
Dan ketika lampu menerang, tiba-tiba sosok menyeramkan menunjukkan wajahnya.
"Haaaaaaaa......!!!!"
Ting,
Lift terbuka, telah tiba di lantai dasar, banyak mata yang heran melihat mereka menjerit ketakutan.
"Permisi,"
__ADS_1
πΈπΈ