Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
93. Sudah mulai akrab


__ADS_3

🌸🌸


Ye-Jun berjalan dengan pelan sembari mengintip sang junior. Tidak buruk, sudah cukup mengering luka itu.


"Aku harus meminta lauk yang cepat mengeringkan luka. sepertinya lele, patin dan telur sangat bagus" gumam Ye-Jun seraya berjalan.


Kini ia telah tiba di balkon, celinguk kebawah untuk menatap kepergian pujaan hatinya itu. tampak Zoya yang baru saja memasuki mobil tersebut membuat senyum sumringah berkembang dari sudut bibir itu.


"Ah Zoyaku, terima kasih" ucapnya tersenyum. ia pun menatap kepergian mobil itu hingga tak terjangkau lagi oleh pandangannya.


"Ah Ya Allah, jantungku berdetak sangat kuat" Ye-Jun terpukau mengingat saat makan bersama dalam satu wadah membuat perasaannya deg-degan, apalagi melihat mata itu yang turut andil memandangnya juga. tak dapat dipercaya mereka saling memandang dalam moment yang tak dapat dilupakan itu.


"Ingin rasanya ku cium, tapi mana mungkin. Ah Ye-Jun, jangan berfikir buruk" gumamnya yang sudah seperti kesambet setan.


Didalam mobil, Zoya menatap luar jendela sembari mengingat kejadian tadi. tak dapat dipungkiri hatinya turut senang merasakan moment itu. Zoya pun terhenyak, pikiran apa ini yang terus menghantuinya? Zoya kembali menetralisirkan perasaannya, menatap jalanan dari depan jendela mobil hingga tak terasa ia telah tiba didepan kediamannya.


"Terimakasih, Paman" ucap Zoya sopan.


"Iya, Nona. besok saya akan menjemput Nona lagi" ucapnya.


"Baiklah" Zoya pun segera membuka pintu dan menuruni mobil tersebut.


Kini Zoya telah berada di dapur untuk menaruh kotak makan yang kotor. perutnya masih terasa lapar, sarapan tadi sangat tidak mengenyangkan perutnya. Ia pun kembali mengambil nasi juga soup daging, melahapnya hingga habis.


Pagi ini menjadi pagi yang cukup melelahkan baginya. bagaimana tidak, pagi buta ia harus kerja ekstra membuat sarapan untuk pria itu, meninggalkan rumah yang keadaannya masih berantakan. alat masak belum dicuci, lantai rumah pun belum disapu. hingga sepulang dari sana mengharuskan Zoya untuk membereskan rumahnya.


Tak terasa sudah pukul setengah 10 pagi, pekerjaan rumah telah selesai dan kini gadis itu membaringkan tubuhnya diatas ranjang. tiba-tiba Zoya merindukan sahabatnya, Mei-Yin. tapi melihat jam pasti di Italia masih dinihari saat ini.


πŸ’¬Mei, aku merindukanmu


Zoya hanya bisa mengirim pesan padanya, berharap nanti sahabatnya akan membalas pesan itu.


Huwaaaa.....


"Ah ngantuknya" gumam Zoya setelah menguap. dingin-dingin begini emang enaknya menyikap selimut membaluti tubuhnya. Zoya pun memeluk guling, memejamkan mata untuk meredakan rasa kantuk yang menyerangnya ini.


**


Tiga hari kemudian, Zoya telah selesai melakukan hal yang diinginkan Ye-Jun. tiga hari setiap pagi mendatangi kediamannya hanya untuk mengantar sarapan pagi sekaligus menyuapinya. selama tiga hari itu pula lambat laun mereka tampak akrab, Ye-Jun selalu mengajaknya bercanda, kadang tawa selalu menggelegar di kamar itu. tak disangka ternyata Ye-Jun cukup menarik, ia baik hati dan berusaha mencairkan suasana dengan guyonan lucunya. Apalagi Tuan Hwan memperlakukannya dengan baik, mengajaknya sekalian untuk makan bersama namun Zoya enggan. merasa makanan itu tidaklah cocok untuknya hingga Tuan Hwan berkata,


"Ini tidak mengandung babi" seperti itulah katanya, hingga Zoya pun turut bergabung di meja itu pada hari ketiga.


Hari ini Zoya sedang bersiap-siap untuk kuliah, menunggu Ye-Jun dan Aera yang akan menjemputnya. tak disangka, ternyata ketiga sahabatnya turut memergoki mereka. Zoya melihat mobil yang tak asing hingga dering ponsel pun membuyarkan perhatiannya pada mobil yang berjarak cukup jauh itu.

__ADS_1


πŸ“ž"Zo, apa kamu melihat kami?"


πŸ“ž"Iya, itu pasti kalian kan?"


πŸ“ž"Tetaplah disitu menunggu babangmu"


πŸ“ž"Ternyata kalian, ah pada kepo. aku kan suruh jangan jemput"


πŸ“ž"Kami tau itu nona, hanya mengawasimu agar tidak diapa-apain olehnya"


πŸ“ž"Ya ya ya"


πŸ“ž"Itu babangmu sudah datang, bye"


Tit tit


Panggilan keduanya pun terputus oleh Cristella yang menelponnya. mobil Ye-Jun telah tiba dihadapan Zoya, Ye-Jun terperangah menatap gadis itu tengah menunggunya.


"Nunggu ya? maaf ya lama" ucapnya pada Zoya.


"Tidak masalah" ucap Zoya.


"Ra, pindah kebelakang!" suruh Ye-Jun.


"Eh jangan! aku akan duduk dibelakang" ucap Zoya segera membuka pintu tersebut.


"Kebiasaan" gumam Ye-Jun menggelengkan kepala.


Setelah Zoya masuk, Ye-Jun kembali mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi. serasa jalanan milik sendiri saja tapi untung jalanan sekitar komplek tersebut tampak sepi.


"Jauhan kampusku atau sekolah Aera sih?" tanya Zoya pada kedua orang didepannya.


"Jauh sekolahku, eonnie" jawab Aera dan diangguki oleh Ye-Jun.


Hari ini Ye-Jun memaksa untuk menjemput gadisnya, awalnya Zoya menolak. ia tidak mau bila berduaan dengan pria itu hingga ia memberi syarat kalau Aera turut ikut bersamanya. dengan terpaksa, Ye-Jun pun mengajak Aera yang hampir saja akan pergi dengan sopir pribadinya.


"Oppa akan syutting pagi ini?" tanya Aera.


"Ya" jawab singkatnya.


"Sudah sembuh anumu?" tanya Aera.


"Sudah" jawabnya.

__ADS_1


"Anu apa?" tanya Zoya heran.


"Kakiku, apalagi coba" jawab Ye-Jun sebelum Aera yang menjawabnya. Zoya pun membulatkan mulutnya seperti huruf O.


"Kenapa oppa berbohong?" bathin Aera bingung.


Mobil pun telah tiba di kampus Zoya, Zoya pun segera menuruni mobil dan tak lupa memberikan senyum termanisnya pada kakak adik itu.


"Terimakasih, hati-hati dijalan" ucap Zoya lalu melambaikan tangannya pada mereka.


"Belajar yang rajin. Assalamualaikum" ucap Ye-Jun.


"Wa-alai-kumsalam" Zoya terperangah mendengar ucapan salam dari pria itu. Ye-Jun tersenyum lalu kembali melajukan mobilnya dengan pelan.


"Apa aku gak salah dengar? fasih sekali pengucapannya" gumam Zoya tercengang. hingga mobil Kim Joong pun menghampirinya, melihat Zoya yang termenung dengan isengnya Ayaana dan Cristela mengejutkan gadis berkerudung itu.


"Woi! melamun aja!" ucap mereka serempak. Zoya pun kaget, ia langsung tersadar dari lamunannya menatap kepergian Ye-Jun.


Ayaana dan Cristella menyuruh Kim untuk menghentikan mobilnya, mereka segera turun untuk menjumpai Zoya.


"Kalian ih mengagetkan saja" gerutu Zoya.


"Kamu sih lamunin kepergian Oppa tampan" goda Ayaana.


"Ah, enggaklah. kurang kerjaan saja" elak Zoya.


"Apa sudah ada rasa anu anu di hatimu?" tanya Cristella penasaran.


"Anu-anu apa? ngawur deh" ucap Zoya bingung, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Anu-anu, debaran hati dan jiwa. dug dug gitu" ujar Ayaana.


"Gak ada" ketus Zoya.


"Gak ada kok pipinya bersemu merah sih? ayo, pasti sudah jatuh cinta sama Oppa tampan" goda Cristella dan diangguki Ayaana dengan senyum lebarnya.


"Aku gak ngerti apa yang kalian katakan, ayo ah masuk" ajak Zoya.


"Jangan polos terus Zo, kita akan ajari bagaimana rasanya cinta itu" ucap Ayaana.


"Bagaimana?"


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2