Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
54. Mencuri pandang


__ADS_3

🌸🌸


Ye-Jun terus memandang Zoya yang tengah menatap kearah lain, matanya begitu lekat memandang, tak lepas dari objek indah itu. Zoya menjadi salah tingkah, ia tahu bila ia tengah dipandang oleh pria itu hingga Zoya pun memilih untuk pergi dari ruang tamu tersebut.


"Ayo duduk" ajak Abi pada Ye-Jun


"Zo, buatkan minum ya" langkah Zoya pun terhenti sebab panggilan Abi yang memesan minuman.


"Baik, Bi" sahut Zoya lalu pergi ke dapur, dimana dapur masih dipakai untuk memasak. Ye-Jun yang memandang Zoya hingga hilang dari pandangannya pun tersadarkan oleh deheman Abi, membuat Ye-Jun ikut salah tingkah dan cengengesan.


"Jangan terlalu intens lihat anak Abi" ujar Abi terkekeh pelan. Ye-Jun hanya tersipu malu, tidak tau harus berkata apa.


Didapur, Zoya beralih tugas yaitu membuat teh hijau hangat untuk tamu tak diduga sekaligus tak diharap.


"Abi dan mas Malik sudah pulang, Zo?" tanya kak Zura.


"Sudah kak" jawab Zoya.


"Terus gelasnya kenapa tiga?" tanyanya heran.


"Ada tamu satu lagi" jawabnya, Zura pun mengangguk paham. Setelahnya Zoya pun kembali ke depan dengan membawa nampan berisi tiga gelas teh hangat.


Zoya menaruh minuman itu diatas meja, setelahnya ia pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Zo, kamu sholat dulu gih, tu Ummi udah siap berwudhu" suruh Zura.


"Oke kakku" ucap Zoya tersenyum lalu menatap Aera yang sedang memerhatikan kak Zura tengah memasak.


"Kayaknya sekarang sudah pandai ya membuat masakan korea" puji Zoya yang melihat tangan kakaknya sudah sangat lihai dalam menyajikan.


"Alhamdulillah, berkat Aera" ucap Zura tersenyum. Zoya pun mengangguk lalu ia pergi ke kamar mandi untuk segera menunaikan shalat Ashar.


Setelah selesai berkutat didapur dengan banyaknya masakan yang tersajikan, kini ketiga wanita si tuan rumah berkompak untuk menunjukkan hasil karyanya kepada tiga pria yang tengah mengobrol diruang tamu. sedangkan Aera hanya ikut saja, membantu membawakan makanan itu ke depan untuk dipamerkan kepada Abi dan Malik.


"Tadaaaa, bi!! lihatlah hasil karya anak kita" sorak Ummi yang baru saja tiba diruang tamu dengan diikuti Zura dibelakangnya. ketiga pria itu pun langsung menoleh pada asal suara, tampak mereka begitu tergiur dengan masakan beraroma sedap langsung tercium oleh hidung mereka.


"Waah, Mi, dari baunya pasti wangi banget" ungkap Abi.


"Tentu saja, Bi. Zura gitu loh" bangga si putri sulung itu.

__ADS_1


"Makin cinta aku samamu Zur" ungkap Malik pada sang istri.


"Gombal deh, yuk makan." ajak Zura lalu menoleh kebelakang, tidak melihat keberadaan Zoya, entah kemana adiknya itu.


"Zoya! cepatan!" teriak Zura.


"Iya kak, siapkan minum dulu" sahut Zoya dibelakang sana. Zoya sedang menuangkan air minum kedalam teko, lalu menyiapkan beberapa gelas dan menaruhnya diatas nampan. sedangkan Aera tengah membuang air kecil yang sedari tadi ia tahan.


"Sudah, eonnie. ada yang bisa Aera bantu?" tanyanya


"Tidak ada, kamu bawa itu saja ya Ra" ucap Zoya menunjuk menu satu lagi yang masih terletak diatas meja.


"Oke" sahutnya tersenyum. mereka pun melangkahkan kaki menuju ruang tamu, dimana keluarganya tengah berkumpul untuk menyicipi masakan tersebut.


Langkah kaki dan bayangan seseorang terlihat jelas disekat, Ye-Jun yang melihat bayangan itu sontak ia fokus menatap penyekat tersebut menunggu kedatangan Zoya, hingga ia pun tersenyum tipis melihat sang pujaan tengah berjalan dengan membawa nampan. Namun senyum itu berubah pudar, tatkala ia kaget melihat seorang yang begitu ia kenal muncul dibelakang Zoya. Ye-Jun pun tercengang, sontak ia berdiri hingga yang lain memerhatikan raut wajah Ye-Jun.


"Aera?" gumamnya terkejut. begitu pun Aera, ia tak kalah kaget melihat kakaknya berada dirumah itu.


"Oppa?" gumamnya kaget, mata tak lepas menatap kakaknya itu. Ye-Jun pun berjalan menghampiri adiknya,


"Kamu ngapain disini?" tanya Ye-Jun.


"Oppa ngapain disini?" tanya balik sang Adik. Ye-Jun ingin menjawab, namun ia mengajak Aera keluar dan berdiri diteras. Si Tuan rumah pun hanya melongo melihat keakraban mereka.


Zoya menatap mereka dengan begitu intens,


"Mereka saling mengenal?" gumam Zoya didalam hati.


Kini kedua kakak beradik itu telah berdiri didepan rumah, tepatnya diteras.


"Kamu ingat wanita yang oppa sukai itu?" tanya Ye-Jun, Aera hanya menggeleng.


"Zoya itu orangnya, oppa sedang mengejar dia" bisik Ye-Jun.


"Apa? jadi eonnie Zoya?" teriak Aera kegirangan seraya tersenyum lebar.


"Sssstttt! berisik! iya dong" ucap Ye-Jun tersenyum.


"Kebetulan sekali ya, eonnie Zoya sangat baik, lembut, ramah lagi. pantasan saja Aera melihatnya gak asing gitu" ungkap Aera kegirangan.

__ADS_1


"Kamu kenapa sampai bisa kenal Zoya?" tanya Ye-Jun heran.


"Ada deh, ayo kita masuk dulu" Aera pun menarik tangan kakaknya untuk kembali memasuki rumah. keluarga Zoya yang tadinya heran melihat mereka tampak begitu saling kenal, kini ditambah semakin heran melihat mereka yang tersenyum bersama dengan tangan yang saling berpegangan. Ye-Jun pun mulai membuka suara, perihal siapa wanita itu.


"Maaf sebelumnya, Aera ini adalah adik kandung saya" ucapnya memberitahu.


"Oooh, pantasan kalian begitu dekat sekali" ujar Ummi mengangguk.


"Kenapa kebetulan sekali ya, dunia begitu sempit" ucap Abi.


"Ayo duduk, kita makan bersama-sama. Ye-Jun, ini hasil masakan Zoya lho" ucap Ummi menyodorkan piring yang berisi masakan Zoya. Ye-Jun pun menatap gadis itu, Zoya mencuri pandang dalam diam namun ia tertangkap basah sebab Ye-Jun ikut memandangnya. sontak Zoya pun menundukkan kepala, tak berani menatapnya lagi.


"Wanita aneh, selalu saja mencuri pandang" gumam Ye-Jun didalam hati.


"Astaghfirullah, kenapa aku sampai segitunya memandang lelaki itu" gumam Zoya merutuki sikap bodohnya.


"Ehem!!" deheman Abi sontak membuat keduanya terkejut. ternyata sedari tadi Abi menjadi Cctv untuk mereka, memerhatikan sikap mereka yang saling mencuri pandang.


Ye-Jun pun mulai mengambil makanan yang dimasak oleh pujaannya, Zoya memerhatikan tangan itu tampak ia sedikit melotot melihat pria itu yang mengambil makanan dengan porsi banyak.


"Habiskan ya Ye-Jun, walaupun tidak enak" ledek Abi. Ye-Jun pun terperangah, ia tak sadar bila mengambil makanan itu dengan cukup banyak.


"Maaf bi, kebanyakan" Ye-Jun pun jadi merasa tidak enak.


"Jangan sungkan, ambil saja sebanyak yang kamu mau. ini berkat adikmu yang pintar memasak" ujar Ummi menatap Ye-Jun dan Aera secara bergantian.


"Gadis ini namanya siapa tadi? Aera ya? ayo makanlah jangan malu-malu" suruh Abi. Aera mengangguk, mengambil makanan itu kedalam piringnya.


Kini mereka semua mencoba masakan tersebut, begitu lezat dilidah dan sangat menggiurkan. Ye-Jun dan Zoya tidak berani saling mencuri pandang lagi, Namun pasangan yang sah malah saling memandang. Ya, Malik dan Zura, Malik begitu terpukau dengan sang istri yang begitu pandai memasak makanan Korea demi memanjakan sang suami.


"Masakanmu enak, terimakasih telah memanjakan lidahku. aku rindu kamar kita" bisiknya ditelinga Zura.


"Emang ada apa dikamar kita?" tanya Zura polos.


"Memanjakan si junior" bisiknya terkekeh.


PLAAK!!!


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2