
🌸🌸
Kini Ye-Jun sudah cukup lega melayani para fansnya yang dari luar negeri ini, ia pun segera merebahkan tubuhnya di ranjang bersama Lee Min Jo. baru saja tiba di Kota ini, ia pun langsung diserbu oleh mereka.
"Melelahkan" gumam Ye-Jun
"Sefantastic gitu melihatmu" timpal temannya.
"Houh! ingin rasanya menelpon gadis itu tapi tubuhku lelah sekali untuk mengambil ponsel didalam koper" Ye-Jun frustasi.
"Kenapa kau masukkan ke koper? apa sakumu bolong?" tanya Lee heran.
"Kau tau, aku terburu-buru untuk packing hingga gak sengaja ponselku ke masuk" gerutunya
"Oalah, mending kita tidur siang dulu deh. ntar malam kita party" ucap Lee.
"Aku gak ikut, mending disini saja" ucapnya.
"Mau ngapain? mending keluar lihat eiffel"
"Aku ingin hubungi Zoya" ucapnya
"Goblok apa ya? di Seoul pasti udah dinihari dan dianya pasti tidur"
"Aaakh! iya! aku lupa!" Ye-Jun menepuk jidatnya, setelah sadar ia pun beranjak dari baring untuk meraih kopernya. Ye-Jun buru-buru untuk menghubungi Zoya sebelum gadisnya itu tertidur.
💬 Hai manis, kamu sudah tidur?
Satu detik, dua detik, lima detik,
Ting!
💬Mau
Ye-Jun bingung dengan kata itu, ia mengernyitkan dahinya
💬Mau apa?
💬Mau tidur
Di Seoul, Zoya membalas singkat dan ketus Chat dari Ye-Jun. bagaimana tidak, Zoya yang sedari tadi menunggu pesannya malah tak kunjung datang hingga Zoya melamun menatap langit kamarnya dan seketika itu pesan pun masuk dari pria yang menyebalkan.
Tralala.. Tralala..
"Apa-apaan dia video call!" gerutu Zoya lalu mereject panggilan itu.
__ADS_1
Tralala.. Tralala...
Panggilan sekali lagi mengganggu gadis itu yang ingin memejamkan kedua matanya. ia melihat ponsel, mendesah kesal pada ponsel itu. Zoya pun segera mengangkat panggilan itu, namun kamera ia alihkan ke belakang sebab Zoya tengah tidak memakai jilbab.
📱Apa?
📱Jangan marah dong, wajah kamu mana sih?
📱Gak penting! sudah ah aku mau tidur
📱Maaf ya baru hubungin, ini baru sampai ke hotel dan tadi ponsel ke masuk di koper karna buru-buru
📱Iya gak apa, lain kali simpan disaku. aku tidur dulu ya disini udah jam 9
📱Cepat sekali. oke deh aku juga mau tidur. selamat tidur sayang, muach
Zoya memandang geli melihat wajah Ye-Jun yang sok imut apalagi memberi kiss padanya
📱Ih apaan sih, byee
📱Hehehe, Assalamualaikum
📱Waalaikuksalam
Apakah pantas seorang muslimah mencintai seorang pria? apakah ia berdosa? tentu saja pantas, sebab Allah menciptakan hati dan makhluk yang terpasang-pasangan. hanya saja caranya juga harus benar, yaitu segera menikah dan tidak terjerat dalam hubungan yang salah yaitu berpacaran. beruntung saja selama ia jalan dengan Ye-Jun, Aera dengan setia ikut nimbrung diantara mereka berdua.
Rasa kantuk pun semakin melanda, kini Zoya memejamkan matanya dengan hati yang turut senang. sebentar saja memejam, Zoya pun sudah masuk ke alam bawah sadar dan terbang menikmati mimpinya yang indah.
Di tempat Ye-Jun ia tersenyum senang bisa mendengar suara itu walaupun tak dapat melihat wajahnya. ia pun menaruh ponsel diatas nakas,.memejamkan mata untuk meredakan rasa kantuk yang melanda. didalam pesawat ia tak bisa tidur, waktunya dihabiskan untuk membaca dan menghafal. kalau dihitung, Ye-Jun hanya tertidur selama lima jam.
Mentari sudah terbenam meninggalkan bumi Paris, telah berganti kegelapan yang hanya diterangi oleh cahaya lampu jalanan. Ye-Jun pun terbangun dari tidurnya akibat ulah Lee yang menggaduh pria itu.
"Bangun-bangun! ayo kita party!" ajak Lee Min Jo menggoyangkan bahu sahabatnya itu. Ye-Jun mengernyitkan dahi, membuka kelopak matanya dengan pelan hingga sayup-sayup melihat wajah Lee didepannya.
"Eeemh, jam berapa?" tanyanya
"Sudah setengah tujuh" jawabnya melihat jam dipergelangan tangan. sontak mendengar itu, Ye-Jun pun terduduk dengan kaget.
"Apa!! kenapa baru sekarang kau bangunkan?" teriak Ye-Jun. Lee pun bingung apa salahnya.
"Astaghfirullah, Ashar-ku ketinggalan" gerutu Ye-Jun mengusap kasar wajah tampannya. Lee masih bingung dengan sahabatnya itu.
"Maksudmu?" tanya Lee
"Akh! sudahlah, aku harus mandi sebelum waktunya habis" ucap Ye-Jun beranjak berdiri menuju kamar mandi. mengingat waktu maghrib sangat singkat, dengan segera ia membersihkan tubuh itu.
__ADS_1
Akh Ye-Jun, sudah tau dikelilingi orang non muslim yang tidak mengenal islam, malah lupa untuk menyalakan alarm di ponsel miliknya. akibatnya Ashar pun terlewatkan.
Beberapa menit kemudian, Ye-Jun telah selesai membersihkan tubuhnya yang bau, kini ia membuka koper untuk mengambil kaos, sweater dan celana. tak lupa juga mengambil sajadah yang akan ia kenakan untuk sholat. dengan ligat ia memakai celana dan bajunya, ia pun segera mengibarkan sajadah dan mulai melaksanakan sholat maghrib.
Lee Min Jo memerhatikan sahabatnya itu, hanya menatap sebentar lalu beralih pada cermin yang menampilkan wajah tampannya. tiba-tiba Lee dikejutkan dengan suara pintu yang seenak jidat dibuka oleh seseorang.
"Hai hai guys! ayo cuus!!" ternyata Soo Yun yang sangat heboh memasuki kamar mereka. sontak mendengar suara gadis itu, Lee langsung menoleh dan menyuruhnya untuk diam.
"Ssssttt!!! diam!" ucap pelannya seraya menunjuk Ye-Jun. Soo Yun pun terperangah, ia menganga dan terpukau melihat Ye-Jun yang khushuk sekali melaksanakan sholat. dengan langkah pelan ia pun menutup pintu lalu menghampiri Lee Min Jo.
"Dia sedang apa?" tanyanya pelan
"Sholat. ada apa kemari? lain kali ketuk dulu pintunya" peringat Lee.
"Sorry, aku girang banget sih kita akan party" ucapnya.
"Hedeeeuh! Aena mana?" tanya Lee
"Sedang berdandan" jawab Soo Yun.
"Ah, aku ke kamarmu ya, tunggu disini" Lee pun segera pergi menuju kamar Soo Yun dan Aena yang bersebelahan dengan kamarnya. Soo Yun mengangguk seraya memerhatikan gerakan demi gerakan yang dilakukan Ye-Jun.
"Apa aku tidak salah lihat?"
Dikamar Aena, ia sedang berdandan secantik mungkin, menggoyangkan tubuhnya memperhatikan penampilannya yang seksi. tiba-tiba dorongan pintu mengejutkan gadis itu.
"Cantik kok, cantik" ucap seorang pria.
"Eh, Oppa" Aena jadi salah tingkah. ia pun mengambil blush on dan mendandani pipinya.
Lee pun mendekati Aena, lalu dengan reflek langsung memeluk tubuh itu dari belakang membuat jantung gadis itu berpacu dengan cepat.
"Oppa,"
"Sebentar saja, aroma tubuhmu wangi sekali" Lee yang menyukai Aena pun langsung mencium pundak gadis itu, sangat wangi sekali.
"Ah geli"
"Aku mencintaimu" ucap Lee dengan nada sensualnya.
"Oppa, jangan katakan itu, aku sudah punya pacar"
"Putuskan! lagian kakakmu tidak menyukai pria itu, bukan?" ucap Lee Min Jo seraya menggesekkan juniornya yang keras ke bokong adik sang sahabat.
🌸🌸
__ADS_1