Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
65. Chattingan ditengah malam


__ADS_3

🌸🌸


Baru beberapa langkah ia berjalan, langkahnya terhenti seketika tatkala ia melupakan sesuatu.


"Oh iya, foto tadi" gumamnya baru teringat. Ye-Jun pun membalikkan kembali badannya menatap ranjang itu, lalu mengambil kamera milik adiknya yang terletak diatas meja belajar.


"Itu dia" ucapnya dengan pelan lalu berjalan mengendap-endap mengambil kamera tersebut.


Eeemh...


Ye-Jun terpaku sebentar tatkala mendengar suara Aera yang sepertinya terbangun. Aera terduduk didalam tidurnya, Ye-Jun pun langsung tiarap ditepi kolong tempat tidur.


Aera pun beranjak turun dari ranjangnya, berjalan dengan mata yang masih tertutup menuju kamar mandi. Aera mempunyai kebiasaan tidur sambil berjalan, entah sejak kapan yang jelas keluarganya belum mengetahui hal tersebut termasuk Ye-Jun.


Dirasa Aera sudah menutup pintu kamar mandi, Ye-Jun segera bangkit dan berlekas mengambil kamera tersebut. Ia tersenyum senang, lalu segera berlari menuju pintu kamar untuk keluar dari ruangan itu sebelum Aera mendapati keberadaannya.


"Akhirnya bisa juga melihat foto Zoya" gumamnya tersenyum menatap kamera itu sembari menduduki bokong diatas kasurnya tersebut.


Ye-Jun tersenyum-senyum menatap hasil potret mereka tadi siang dan tentunya hanya memandang sosok Zoya dan dirinya. Ye-Jun begitu terpukau akan kecantikannya, cantik tiada tara, cantik yang terbungkus kain hijab disekujur tubuhnya. Ye-Jun begitu bangga pada gadisnya itu, enggan mengumbar aurat dan tentunya tubuh itu hanyalah untuk suaminya kelak.


"Cantik, manis, sholehah, idaman sekali" gumamnya tersenyum. lelah duduk, Ye-Jun pun membaringkan tubuhnya di kasur itu. Kantuk semakin mendera, merasuki kedua mata indah itu menyuruhnya untuk segera tidur. tapi sang pemilik mata berusaha untuk menahan, memandang terus foto tersebut. Ye-Jun teringat kembali dengan nomor pujaannya yang telah ia curi. merogoh ponsel yang bersedekap didalam saku celananya lalu mencoba untuk menghubungi Zoya walaupun ia tau bila Zoya pasti sudah tidur.


πŸ’¬ Hai


Semenit, dua menit ia menunggu namun tak kunjung dapat jawaban, Ye-Jun pun beralih menatap kamera itu.


Ting,


Mendengar pesan masuk diponselnya, sontak Ye-Jun langsung meraih ponsel itu dan membuka aplikasi WhatsApp tersebut.


πŸ’¬ Siapa?

__ADS_1


Ye-Jun pun terperangah, ternyata Zoya belum tidur malam itu. Ia pun berfikir, apa yang akan ia katakan kepada Zoya. sembari menatap langit langit kamar dan tentunya memikirkan awal percakapan.


Disisi lain tepatnya dikediaman Zoya, Zoya belum juga bisa tidur padahal hari sudah menunjukkan pukul 23:30 malam. Zoya yang tadinya hanya termenung, mencoba untuk memicingkan kedua matanya agar segera tidur. namun bunyi pesan masuk menjadi pusat perhatian gadis itu. dilihatnya pesan tersebut, entah dari siapa tidak ada namanya. Ia pun acuh, kembali memicing kedua matanya. namun tetap saja, rasa penasaran akan siapa pemilik nomor itu, ia pun kembali membuka ponselnya.


Tidak ada jawaban, lama sekali orang itu untuk membalas pertanyaannya.


Ting


Zoya langsung membuka aplikasi WhatsApp-nya itu,


πŸ’¬ Kamu belum tidur?


Zoya menarih salah satu sudut bibirnya keatas, bukannya menjawab tapi malah bertanya balik.


"Siapa sih nih orang?" gumamnya.


πŸ’¬ Kamu siapa ya?


πŸ’¬ Orang yang seharian bersamamu


Zoya pun melotot, seketika ia mengetahui siapa yang mengganggunya malam ini.


"Dasar Oppa Ye-Jun" gumamnya mendelik kesal pada lelaki tersebut.


πŸ’¬ Aku mau tidur, bye


Zoya kembali mematikan data ponselnya, menaruhnya jauh-jauh ponsel itu lalu kembali memeluk guling seraya menatap Umminya yang telah terlelap. Zoya pun mencoba untuk menutup matanya, tapi entah kenapa pikirannya selalu mengarah pada Ye-Jun.


"Kenapa lelaki itu selalu merasuki pikiranku? ah Ya Allah, Zoya pengen tidur" gumamnya kesal. Zoya pun mencoba untuk membaca ayat kursi, setelahnya membaca do'a mau tidur, berharap ia dapat menutup matanya dan beralih pada dunia mimpi.


Disisi lain, Ye-Jun pun tersenyum seringai membaca pesan ketus itu, Ye-Jun terperangah saat Zoya langsung mengetahui bila orang itu adalah dia. Ye-Jun semakin tertegun, senyum merekah tidak lepas dari sudut bibirnya. Ye-Jun memandang lama pesan tersebut lalu kembali membalasnya.

__ADS_1


πŸ’¬ Selamat tidur, Nona manis. pasti kamu belum tidur karna memikirkanku, bukan? tidurlah, mimpikan aku πŸ˜‰


Ye-Jun pun kembali mengirim pesan pengantar tidur, tidak terlihat tanda ceklis dua, hanya ceklis satu yang tertera pada pesan itu. Ye-Jun menggeleng-gelengkan kepala dibuatnya, gadisnya sudah mematikan data terlebih dahulu tanpa membaca pesan terakhirnya malam ini.


Ye-Jun pun yang merasa sangat mengantuk, akhirnya memilih tidur hingga pagi menjelang esok hari. perasaannya lega setelah mendapatkan foto juga nomor gadis itu hingga ia telah tenang untuk bisa menghampiri alam mimpi. dalam sekejap ia pun telah terlelap dan tak sadarkan diri.


**


Pagi menjelang, matahari telah bersinar terang menyelimuti muka bumi hijau yang begitu indah oleh pemandangannya. embun pagi pun menyelimuti suasana pagi itu, begitu sejuk bercambur hangatnya mentari yang menerpa. tampak Zoya baru saja selesai berolahraga, kini ia menikmati udara segar diteras rumahnya tersebut sembari melihat keponakannya yang tengah sarapan bersama Zura ditepi jalan. untung saja jalanan sangat sepi, sebab Auzar asyik berlarian kesana kemari. Zoya menatap bocah itu begitu lucu, ia pun menghampirinya dan tak sabar untuk mencium pipi gembulnya.


"Auzar!! cup cup cup" Zoya mencium seluruh wajah bayi itu, wajahnya sangat mengemaskan saat Zoya menciumnya. Auzar pun memeluk sang tante, sambil terkekeh menunjukkan tiga giginya yang telah tumbuh.


"Giginya mana?" tanya Zoya.


"Hiiii" Auzar menunjukkan gigi giginya, anak itu sangat pintar hingga Zoya mencubit kedua pipi tersebut.


"Telinga mana?" tanya Zoya.


"Ni .." tunjuk bocah tengil itu yang begitu mengetahui dimana letak telinganya.


"Pintar!" puji Zoya kembali mencium pipi gembul itu. hingga Zoya pun memilih untuk memasuki rumah, ia teringat akan kain yang sudah banyak menumpuk dikeranjang kotor. Zoya melambaikan tangan pada bocah itu hingga dibalas olehnya.


Zoya pun mendatangi dapur, nampak Ummi yang tengah memasak untuk sarapan pagi mereka. Zoya pun mulai mencuci kain, kali ini memakai tangan sebab ia bukan tinggal dirumahnya melainkan ini rumah orang yang ia sewa. tentu saja perabotan rumah hanya sekedarnya saja dan seperlunya.


Sarapan telah selesai, dan kebetulan Zoya juga udah usai mencuci pakaian, hanya menjemur yang belum namun Ummi mengajaknya untuk sarapan terlebih dahulu, mengisi kekosongan perut yang sudah meronta-ronta sedari tadi.


Disisi lain, Ye-Jun dan keluarganya tengah menikmati sarapan pagi dirumah itu. kebetulan pagi ini keluarganya lengkap berada di meja makan. Namun hening, jelas sekali keluarga itu tidaklah hangat. Ye-Jun dan Aera mencuri pandang menatap orangtuanya, mereka tampak tak menyapa dan saling acuh.


Ye-Jun yang tidak menyukai suasana ini, segera menyeruput susu vanillanya lalu beranjak berdiri untuk segera pergi dari rumah itu.


"Ye-Jun berangkat dulu" ucap Ye-Jun pamit.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2