Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
69. Selalu teringat adegan itu


__ADS_3

🌸🌸


Zoya berjalan meninggalkan teman-temannya yang terpelongo akan kepergian Zoya secara tiba-tiba setelah mengajak temannya. Cristella pun langsung memanggil Zoya hingga orang yang berada di lokasi syutting pun menoleh ke belakang menatap heran pada tiga gadis itu, termasuk Ye-Jun yang merasa ia mendengar nama Zoya.


Zoya berlari menuju mobil, ia tidak mau bila Ye-Jun melihat dirinya. begitu pun dengan Ayaana dan Cristella, mereka berlari mengejar Zoya.


Ditempat Ye-Jun, ia yang telah selesai berakting, seketika mendengar nama Zoya. ia menoleh ke asal suara, dimana teman-temannya juga menoleh kesana. Namun sayang, ia tidak melihat Zoya tapi hanya kedua gadis itu yang tengah berlari.


"Mungkin perasaanku saja" gumamnya lalu kembali membaca naskah.


Ye-Jun bersikap acuh, menurutnya itu hanyalah wanita lain yang iseng menonton mereka. sebab ia tidak melihat keberadaan Zoya. andaikan itu Zoya, pasti ia akan mengejar wanita itu dan mengajaknya untuk menemani dirinya.


Ye-Jun yang sebentar lagi akan lanjut akting, ia memilih fokus pada naskah yang harus ia hafal dan didalami.


Zoya telah berada didalam mobil, ia menatap Ayaana yang baru memasuki mobil. Zoya tampak diam, wajahnya datar. Ayaana pun menoleh kebelakang, tampak Zoya menatap kearah lain.


"Kamu kenapa Zo?" tanya Ayaana yang sepertinya dapat membaca raut wajah Zoya. Zoya pun menoleh menatap temannya, memasang senyum yang terpaksa.


"Tidak ada, Ay. capek aja. Kim, jalan dong" ucap Zoya. Ayaana pun mengangguk angguk mengerti.


Selama diperjalanan Zoya hanya diam seraya melamun menatap jalanan. entah kenapa pikirannya selalu tertuju pada adegan itu. Zoya tidak mengerti ini apa, ia pun bingung kenapa hatinya terasa sakit saat mengingatnya. Zoya pun mencoba memejamkan mata, berusaha untuk tidak mengingatnya kembali.


"Ah ya ampun! kenapa pria itu memenuhi otakku! Astaghfirullah al'azim"


"Kenapa melihat itu aku merasa tidak suka?"


Zoya bergumam didalam hatinya, ia tak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya hingga merasa tidak suka melihat kejadian itu. ditambah lagi ia kesal saat sosok Ye-Jun selalu merasuki pikirannya. Zoya pun mencoba untuk menutup matanya kembali, berharap ia bisa tidur sejenak untuk melupakan itu.


"Zo, kamu ingat gak, tadi Oppa so sweet sekali" ucap Ayaana yang sedang duduk dijok depan. merasa tidak ada sahutan dari belakang, ia pun menoleh dan melihat Zoya yang tertidur dengan posisi kepala yang menengadah ke atas. Ayaana pun cemberut, pantasan saja tidak ada respon dari Zoya.


"Yaaa dia tidur segala" gerutu Ayaana.


"Emang ada apa dengan Oppa kalian?" tanya Ye-Jun ingin tau. Ayaana melihat sekilas sahabatnya itu.


"Oppa Ye-Jun beradegan ciuman dengan Soo Yun. so sweet sekali" ucap Ayaana tersenyum mengingat hal itu.


"Kamu mau juga digituin?" tanya Kim Joong.


"Apaan sih Kim, lagian mana mungkin. toh pacarku masih bekerja di Jeju" ucap Ayaana cemberut.

__ADS_1


"Aku bisa memberikannya" tawar Kim Joong tersenyum seringai. sontak Ayaana langsung menatapnya tajam.


"Becanda, baper amat sih" ucap Kim Joong terkekeh. sebenarnya ia ingin mencicipi bibir merah ranum itu.


"Gak lucu! dasar mesum!" Ayaana kesal padanya.


"Hahahahahaha" Ye-Jun tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Ayaana yang cemberut, bibirnya manyun seraya menatap jalanan didepannya.


Hingga kedua mobil yang membawa Zoya dan keluarganya pun telah tiba dikediaman itu. tampak Ummi dan Zura sudah menuruni mobil, sedangkan Ayaana tengah membangunkan Zoya yang terlelap dengan begitu nyenyak.


"Zo, bangun! kita sudah sampai" ucap Ayaana membangunkan Zoya.


Eeemh,


"Sudah dirumah ya?" tanyanya mengerjapkan kedua matanya.


"Sudah" ucap Ayaana.


"Ah iya, kalian ikut masuk yuk" ajak Zoya. Ayaana pun memandang Kim Joong.


"Maaf Zo, aku harus kerumah nenek setelah ini" ucap Kim Joong merasa tidak enak.


Zoya, Ummi dan kak Zura pun melambaikan tangan pada mereka yang akan meninggalkan perkarangan rumahnya. setelahnya mereka pun kembali memasuki rumah tersebut.


Ting tong,


Ceklek,


Malik membuka pintu tersebut, tampak orang-orang tercintanya telah pulang kerumah.


"Assalamualaikum" ucap Umi.


"Waalaikumsalam, Mi, sudah pulang?" tanya Malik sembari mencium punggung tangan sang mertua.


"Alhamdulillah, Abi mana?" tanya Ummi melangkahkan kakinya memasuki rumah itu.


"Abi sedang mandi, Mi" jawabnya. Ummi pun mengangguk paham, lalu menduduki tubuhnya dilantai itu sembari melihat tv yang menyala. ternyata Malik tengah menonton berita ditelevisi tersebut.


Zura dan Zoya pergi menuju kamar mereka masing-masing. Zura yang melihat anaknya sudah tidur lalu menaruhnya diatas ranjang tersebut lalu menghampiri suaminya yang sedang menonton. sedangkan Zoya masih mengantuk, ia pun membaringkan tubuh dikasur lesehannya. Namun bukannya tertidur, Zoya malah memikirkan Ye-Jun yang tampak romantis dengan Aktris itu.

__ADS_1


Zoya mengambil ponselnya didalam tas mini yang ia bawa, membuka pesan WhatsApp untuk melihat pesan yang beberapa kali berbunyi namun ia abaikan. terlihat jelas kontak Ye-Jun yang menduduki posisi teratas. Zoya yang penasaran lalu membuka pesan tersebut.


πŸ’¬ Kamu sedang ngapain?


πŸ’¬ Aku begitu lelah disini sampai-sampai mendengar namamu saat aku lagi syutting


πŸ’¬ Hai Zoya, kamu selalu menghipnotisku. beri aku semangat dong agar kita ketemu lagi


Zoya membaca pesan itu, raut wajahnya kembali kesal membaca pesan gombal dari seorang Ye-Jun. Zoya tak menggubrisnya kembali, ia taruh ponsel tersebut dibawah bantalnya.


Zoya menatap langit langit kamar, tampak melamun entah memikirkan apa.


"Kamu mendengar namaku tapi kamu cuek tuh, mungkin keasyikan dekat dengan dia" gumam Zoya cemberut.


"Dasar gombal! idih!" sambungnya kembali. entah ia sadar menelontarkan kata-kata itu atau tidak, namun ingin rasanya ia mencaci maki pemuda itu.


Zoya yang sudah tidak tahan lagi dengan kantuknya, ia kembali memejamkan kedua matanya. Namun tiba-tiba ia kembali tersentak kaget tatkala ponselnya bergetar hebat seraya berdering. Zoya pun mengambilnya dari bawah bantal, ternyata yang mengganggunya adalah pria itu lagi.


"Menyebalkan! mengganggu saja" gerutunya mematikan panggilan video-call tersebut.


Zoya pun kembali menaruh ponselnya namun dering itu kembali berbunyi mengharuskan Zoya untuk mengangkatnya.


πŸ“± "Ada apa?" ketus Zoya jutek.


πŸ“± "Jutek amat sih Zoya. aku bosan nih disini"


Zoya memutar bola matanya jengah,


πŸ“± Terus hubungannya denganku apa?" tanya Zoya..


πŸ“± "Pengen melihat wajahmu saja. seharian ini tidak melihatmu rasanya aneh"


Tit Tit Tit


Zoya langsung mematikan panggilan tersebut. merasa omongannya tidak penting, Zoya pun enggan mendengarkan ocehannya itu. Zoya pun mematikan data kuotanya agar Ye-Jun tidak kembali menghubunginya. lalu ia menaruh kembali ponsel tersebut dan segera tidur sebelum waktu Maghrib tiba.


Di tempat Ye Jun, ia mencoba kembali menghubungi Zoya namun nomornya tidak lagi aktif. bukannya kesal, ia malah terkekeh melihat wajah juteknya gadis itu.


"Jutek tapi menggemaskan"

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2