
🌸🌸
Seharian ini Zoya selalu berdua bersama Ye-Jun, bermain berdua, jalan berdua, sholat berdua di sebuah musholla, hingga makan malam berdua. dan kini malam pun semakin larut, mereka masih saja berdua. Zoya dan Ye-Jun sedang duduk disebuah taman sembari memandang bulan dan bintang. Ye-Jun menceritakan perasaanya pada gadis itu saat pertama kali bertemu.
"Kamu tau gak pertemuan pertama kita dimana?" tanya Ye-Jun menoleh menatap Zoya yang sedang memandang langit.
"Di catwalk" jawabnya
"Salah"
"Jadi?" Zoya menatap Ye-Jun dengan heran, perasaan disanalah mereka bertemu pertama kali.
"Kamu ingat ga, saat kamu ambil cemilan di rak yang sangat tinggi?" tanyanya kembali. Zoya berfikir keras, pikirannya menerawang ke masa lalu hingga setelah cukup lama ia pun mengangguk.
"Ya aku ingat, sepertinya aku pernah mengalaminya" jawab Zoya. Ye-Jun tersenyum,
"Akulah pria yang membantumu mengambil cemilan itu. kamu juga yang menabrakku pakai stroller keranjang, entah kenapa kamu terperangah dan langsung menutup mata" jelas Ye-Jun saat masa itu, tanpa disadari ia tersenyum membayyanginya.
Zoya terkejut mendengar cerita itu, kali ini ia benar-benar ingat dengan jelas dan seketika matanya membulat,
"Jadi kamu laki-laki itu?? ah aku malu sekali" gerutu Zoya menutup wajahnya.
"Hahahahahaha, jangan malu sayang. coba katakan, kenapa kamu sangat pemalu hm? dan gak mau mandang wajahku sedikit pun" tanya Ye-Jun
"A-aku-- gak biasa" jawabnya
"Tapi aku suka, kamu menjaga pandanganmu dari lawan jenis. dari situlah aku mulai menyukaimu. Sekarang tataplah aku, aku calon suamimu" Ye-Jun membuka tangan itu, menangkup kedua pipi Zoya untuk memandang wajahnya. Zoya menurut, ia menatap lekat wajah pria yang dicintainya itu. sungguh, pria ini sangat tampan, ciptaan Allah begitu sempurna, pikirnya.
"Hahahaha.. serius sekali kamu menatap ku. hati-hati nanti semakin jatuh cinta dan gak bisa jauh dari ku" ledek Ye-Jun sembari melepaskan tangannya dan pipi chubby itu. Zoya merasa malu, ia membuang wajahnya sambil cemberut.
"Menyebalkan!! aku mau pulang!" Zoya beranjak berdiri, ia pun berlalu cepat dari pria itu.
"Sayang, tunggu! kita pulang bersama" Ye-Jun mengejar gadis pujaannya.
Zoya masih merajuk, ia terus cemberut membuat Ye-Jun bingung menghadapinya. ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari berjalan dibelakang Zoya.
"Sayang jangan marah dong" bujuknya memegang jilbab gadis itu.
"Jangan pegang-pegang!" ucapnya galak, tangannya menyingkirkan tangan Ye-Jun dari hijabnya.
"Sayang" rengeknya
"Jangan panggil sayang-sayang!" peringat Zoya.
"Iya pun. tapi jangan marah lagi plis" pinta Ye-Jun. Zoya tak menggubrisnya hingga mereka tiba di delman yangg selalu menjadi kendaraan mereka, Zoya menaikinya dan disusuli oleh Ye-Jun. hingga pak kusir pun segera menyuruh kuda untuk membawa mereka ke resort.
__ADS_1
"Zoya, ingat besok kita harus menghabiskan waktu hanya berdua seharian penuh. lusanya kita jalan-jalan ke tempat wisata lainnya" ucap Ye-Jun. Zoya hanya diam tak bergeming. Ye-Jun hanya bisa menghela nafas panjang nelihat gadisnya itu.
Hingga tak terasa keduanya telah tiba di resort. keduanya berjalan beriringan menuju kamar masing-masing.
"Booking dsini juga?" tanya Zoya
"Iya sayang, Cristella yang membantuku dari awal" jawabnya.
"Hah?"
"Iya, dia yang memberitahuku posisi kamu dimana, nginap dimana dan rencana penculikan juga Cristella yang memberi ide" jelasnya.
"Kalian ini, pantasan dia nampak mencurigakan. udah ah, aku masuk dulu" ucap Zoya
"Assalamualaikum, jangan lupa ucapkan itu" kata Ye-Jun
"Iya, Waalaikumsalam" Zoya segera memasuki kamarnya yang sudah dibukakan pintu oleh Mei-Yin. sedangkan Ye-Jun, pergi ke kamarnya yang terletak tidak terlalu jauh dari mereka.
Di kamar Zoya
"Melelahkan sekali" keluhnya sembari merebahkan tubuh diatas kasur.
"Lelah tapi senang ya bisa berdua seharian penuh. lihat tuh udah pukul 10 saking senangnya berdua" ledek Mei-Yin terkekeh.
"Apaan sih Mei, ngacok!" Zoya tampak malu, pipinya bersemu merah.
"Iya, kami gak ada yang kayak gitu. cuma kadang dia suka pegang tanganku" ucap Zoya cemberut.
"Itu hal yang wajar" ucap Mei-Yin.
"Pria itu sangat menyebalkan"
"Kenapa?"
"Besok mesti jalan berdua lagi dari pagi sampai malam. ah aku harus ninggalin kalian lagi" keluh Zoya lalu memeluk sahabat karibnya.
"Tidak masalah, kalian harus semakin dekat dan mengenal satu sama lain. pasti donk seminggu ini kalian saling merindukan"
"Gak ah. untuk apa rindu sama dia"
"Dasar! gengsinya kegedaan" gerutu Mei terkekeh.
"Biarin" Zoya pun akhirnya merebahkan tubuh sembari memeluk guling dan membelakangi Mei-Yin. Mei hanya menggeleng kepala sambil tersenyum, sungguh sahabatnya ini sangat lucu dan menggemaskan. ia pun ikut berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut.
"Kamu gak gerah pakai hijab terus?" tanya Mei.
__ADS_1
"Enggak. kamu kan tau, sama saja aku membuka aurat didepan kalian para wanita"
"Iya aku ngerti, yuk tidur" ajak Mei.
Hening, kedua sahabat karib itu pun telah memasuki alam mimpi masing-masing dengan tidurnya yang begitu lelap.
Di kamar Ye-Jun
Ye-Jun sedang berbaring diatas ranjang sembari tersenyum mengingat senyum Zoya yang begitu memancarkan keindahan didunia ini, senyum manis yang merekah begitu membuat hatinya meleleh. sedang asyik membayangi wajah gadis itu, tiba-tiba notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Ye-Jun pun segera mengambil ponselnya yang terletak diatas kasur dan melihat siapa yang tengah mengganggu fantasinya.
Ye-Jun membuka pesan tersebut, ternyata dari Lee Min Jo, sahabatnya.
💬Jun, para wartawan tadi mendatangi rumahmu! apa kamu sudah tau tentang berita terbaru mu hm? aku akan mengirim linknya
Ting,
💬Aktor dan Model Hwan Ye-Jun melamar gadis berhijab di Pantai Kuta, Bali
💬Lihatlah, berita ini begitu cepat menyebar. apa benar kau melamar Zoya disana?
Ye-Jun membalas,
💬Ya. biarkan saja dunia tau. lagian aku sudah tau kalau konsekuensinya akan begini. demi cintaku pada Zoya, aku siap menerima ini.
💬Tapi kenapa para wartawan mendatangi rumahku? bukannya mereka tau aku di Bali?
Ting,
Lee Min Jo membalas,
💬Mereka ingin pendapat dan informasi itu dari Tuan Hwan
💬Terus apa papa mau mendatangi mereka?
💬Ya, tadi Tuan Hwan segera keluar menemui mereka. kau kemana saja ku telpon tak diangkat
💬Tentu saja bersama gadisku. ponsel ku tinggal. dan kau, kenapa bisa berada dirumahku hm?
💬Aku mau mengajak AeNa jalan, tapi sialnya wartawan itu mengepung kami
💬Jalan? sudah berani dekat dengan dia ya. sikatlah, aku juga tak ingin dia bersama pacarnya itu. awas kau kalau menyentuh adikku!
Dalam hati Lee di Seoul sana, "Aku sudah menjamah tubuhnya. tenang saja aku akan menikahi adikmu itu"
💬Iya iya. tapi aku gak janji. hahaha, byee
__ADS_1
💬Sial mu!
🌸🌸