Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
189. Merayakan wisuda


__ADS_3

🌸🌸


Zoya dan yang lainnya menatap ke arah seseorang yang memanggilnya, seketika Zoya langsung tercengang menatap orang yang sudah lama tidak ia temui, menghampirinya. guratan senyum pun mengembang dari kedua sudut bibirnya, mata yang berbinar dan tangan yang merentang seolah siap untuk menyambutnya.


"Mei-Yin!!" teriak Zoya balik, sangat terkejut akan kedatangan wanita itu. padahal saat dirinya mengatakan akan wisuda, Mei beralasan tidak bisa hadir karena juga tengah sibuk mengurus wisudanya sebentar lagi.


Brug!!


Kedua gadis yang bersahabat sejak sekolah itu pun berhamburan saling memeluk satu sama lain. melepaskan rasa rindu yang memuncak di sanubari keduanya. setelah beberapa saat, Mei-Yin melepaskan pelukannya. matanya langsung berbinar menatap tonjolan perut yang membuncit.


"Zo, udah gede aja! berapa bulan nih?" tanya Mei-Yin mengelus perut Zoya


"Sudah hampir 5 bulan, Mei" jawab Zoya seraya tersenyum


"Ya ampun, gak kerasa ya .. ih ini gemas banget sih, orang korea banget wajahnya" Mei beralih menatap Dzaka yang keheranan. mengumpet dari balik tubuh Umma Zoya dengan tatapan yang bingung melihat wanita asing ini. maklum saja, dia tak pernah bertemu dengan Mei-Yin. terakhir kali Mei bertamu disaat usia Dzaka 8 bulan.


"Namanya juga saya bapaknya" timpal Ye-Jun seraya tersenyum, mengulurkan tangan berniat untuk bersalaman. Mei dan kekasihnya pun menyambut uluran itu hingga beralih menyalimi keluarga mereka.


"Dzaka, sini nak" panggil Ye-Jun, segera menggendong bocah itu.


"Itu siapa, Baba?" tanyanya


"Itu tante Mei-Yin sama om Andrew" jawab Ye-Jun pada putranya itu


"Dulu mereka pernah ketemu kamu saat masih bayi" sambungnya. Dzaka mengangguk paham seolah mengerti apa yang dikatakan Babanya.


Pada akhirnya mereka pun berfoto-ria dihalaman kampus itu, dengan dibantu oleh Andrew yang sebagai fotografernya.


**


Kini sekeluarga itu telah tiba di studio pemotretan, Ye-Jun menyewa tempat itu untuk beberapa jam ke depan. ingin mengambil potret sekeluarga dengan background yang beranekaragam macam tersedia di tempat itu. tentu saja Dzaka langsung kegirangan melihat orang yang mengenakan kostum mobil tayo. Bocah itu pun seketika heboh dan berontak ingin diturunkan dari gendongan Kakek Yusuf.

__ADS_1


"Tayo! tayo!" hebohnya meronta-ronta. Abi Yusuf pun menuruni cucunya yang seceria itu melihat karakter kartun yang disukainya. tak kalah heboh, Auzar anak Zura pun juga meronta-ronta ingin diturunkan oleh Abinya, Malik.


"Dzaka, tunggu!!"


"Ayo cepat sini!" teriak Dzaka yang sudah duduk di punggung orang bayaran itu. hanya untuk mengenakan kostum tayo.


"Hubby, ini mah tidak jadi foto karna tu bocah" gerutu Zoya


"Itu biar mereka gak ganggu. biarin saja mereka bermain" ujar Ye-Jun


Zoya dan keluarganya pun terlebih dahulu mengambil pose untuk pemotretan yang akan diabadikan sebagai figura. dari foto formal, hingga beralih ke berbagai gaya yang mereka pasangkan. tampak sekali guratan kebahagiaan terpancar di wajah mereka semua, saat moment yang langka ini seluruh kerabat berkumpul di hari wisuda Zoya yang telah menyandang gelar sarjana 1 ilmu matematika.


Dua jam kemudian, acara pose berpose pun telah selesai dilakukan. seluruh rombongan Zoya sungguh puas akan hasil pemotretan yang luar biasa dan bagus, dari hasil tangan fotografer handal yang dipilih oleh Ye-Jun sendiri. Kini mereka semua pun akan berangkat ke suatu tempat dalam rangka makan siang yang sudah cukup telat ini. para cacing mulai berdemo riang didalam perut milik masing-masing.


Setiba di sebuah Restaurant Indonesia yang Ye-Jun sewa untuk perayaan kelulusan sang Istri, mereka semua pun segera memasuki tempat itu. Aroma khas rempah-rempah Indonesia begitu terasa ke indra penciuman mereka yang sangat wangi dan membuat lidah ini tak sabar untuk menikmatinya.


"Wow, restorant Indonesia!" Mei-Yin takjub


"Disini memang ada, lengkap pula" sahut Zoya


"Pasti kamu juga rindu makanan kita" tebak Zoya


"Tentu saja. suamimu memang terbaik deh"


"Tentu saja, lakiku" ucap Zoya bangga, menatap punggung suaminya yang tengah menggendong Dzaka.


"Apa urusan mu dah kelar disana?" tanya Zoya


"Udah, buru-buru ku cepatin demi lo"


"So sweet ih,, tenang aja besok kita juga datang. mungkin seminggu lagi kami terbang ke Italy"

__ADS_1


"Serius??? yaaach, padahal seminggu lagi juga aku wisuda" ucap Mei sendu


"Masa? waduh harus majuin jadwal terbang nih" ucap Zoya, mulai berpikir.


"Ya, harus gitu. pokoknya kamu harus datang" desak Mei-Yin


"Iya-iya kami datang kok, tenang aja"


Mereka semua menikmati makan siang dengan menu khas Indonesia yang melezatkan. tak tanggung-tanggung kakak adik, Aera-Aena melahap begitu banyak porsi yang ada di meja mereka. Zoya yang melihat pun terkekeh pelan, menatap kedua orang itu menikmatinya dengan begitu lahap hingga tidak memandang sekitar. ditolehnya ke Mama Nam dan Papa, mereka asyik mengobrol entah apa yang diomongin bersama Umi dan Abi. sedangkan suaminya sendiri, tengah memotong kecil-kecil bakso yang dikira cukup besar bila masuk ke mulut anaknya. sedangkan Zoya, melahap sambil mengobrol dengan kak Zura dan Mei-Yin.


Sudah cukup puas menikmati makan siang mereka, perut pun kenyang dan badan terasa lelah, mereka pun memilih ingin kembali pulang untuk beristirahat. Apalagi si bumil, Paksu sudah mulai khawatir melihat istrinya yang tak sanggup lagi untuk berjalan saking kebasnya perut itu menanggung banyak makanan.


**


Sesampai di rumah, Zoya langsung dibaringkan oleh sang suami ke ranjang mereka. melihat wanita itu yang sudah tertidur pulas saat perjalanan pulang tadi. setelahnya pria itu pun melangkahkan kaki menuju ruang ganti untuk mengambil pakaian rumahan milik sang istri. kembali ke ranjang dan mulai membuka seluruh pakaian gamis yang melekat di tubuh wanita itu. saat sedang sibuk memakaikan baju, tiba-tiba Dzaka datang berlarian memasuki kamar setelah melihat kakak sepupunya tidur di kamar miliknya. Bocah itu pun naik ke ranjang ukuran besar tersebut, merangkak menghampiri Ibunya yang tengah tertidur lelap tanpa terganggu sedikitpun karna ulah sang Ayah. menatap lekat wajah lelah itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Umma bobok" ucap Ye-Jun


"Pasti capek ya, Ba? apa dedeknya nakal?"


"Gak, Umma cuma capek"


"Kasihan Umma, Dzaka juga capek Ba" keluhnya


"Dzaka capek? boboklah di samping Umma. Baba selesaikan ini dulu" titah Ye-Jun


"Ho'oh. semua orang juga pada capek. Auzar malah bobo, gak ada teman Dzaka" keluhnya cemberut


"Itu berarti Dzaka juga harus bobok, biar nanti bisa main sama-sama lagi"


"Asyiik!!! iya Ba" girangnya. bocah itu pun membaringkan tubuh di samping Ummanya dan memeluk lengannya dengan erat. sangat mengemaskan melihat bocah nakal itu, membuat Ye-Jun tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


🌸🌸


Lama up yaa? iya nih, susah banget dapat feel 😁


__ADS_2