
🌸🌸
Pagi menjelang, matahari menelusup masuk dari balik gorden kamar itu. tampak Zoya yang tengah membuka kain gorden kamarnya agar mentari lebih leluasa menyinari kamarnya secara langsung. menatap mentari yang bersinar membuat Zoya tersenyum hangat, musim salju sudah berakhir membuatnya tak perlu repot-repot merasakan cuaca asing itu.
Kini Zoya beralih merapikan ranjangnya, membuka seprai untuk ia cuci hari ini. Ingin keluar dari kamar, langkahnya pun terhenti merasa penasaran apakah pesan dari Ye-Jun ada atau tidak. Zoya pun berbalik arah. mengambil ponsel diatas nakas dan melihat ada sepuluh notif dari Ye-Jun.
Zoya terkesima, ia terpana dan terpukau melihat louvre dan eiffel dari gambar itu. bukannya menatap sosok lelaki yang ia rindukan, malah melihat background yang menjadi pusat perhatian utamanya.
"Waah!! Eiffel! keren sekali pemandangannya Ya Allah" gumam Zoya takjup. ia pun menggeser geser layarnya, melihat satu persatu foto yang dikirimkan hingga terakhir ia melihat wajah penuh seorang Ye-Jun.
"Ih, narsis sekali dia. lubang hidung pun dipampang" gerutu Zoya melihat foto terakhir itu.
"Tapi foto dia cukup bagus, pandai banget gaya ya. oh iya dia kan model" ucapnya.
Zoya pun kemudian membalas,
💬Aku salfok sama backgroundnya, keren banget.😍
💬Orangnya jelek! 😜
Setelah mengirim pesan itu, Zoya pun segera ke kamar mandi untuk menyuci pakaiannya. Zoyaa tau betul sekarang ini di Paris pasti tengah malam dan dipastikan Ye-Jun tertidur dengan lelap. waktu Seoul 7 jam lebih cepat dari Paris. bila kini di Seoul pukul 7 pagi, maka disana pukul 12 malam.
Satu jam kemudian, Zoya telah selesai menyuci sekaligus menjemur pakaiannya. Kini gadis itu tengah memasak nasi goreng yang menurutnya lebih simple dan praktis. dalam sekejap pun, makanan favorite se-Indonesia itu pun telah tersaji. Zoya segera melahapnya hingga habis.
Di Paris pada dini hari, tampak AeNa masih ***-*** dengan Lee Min Jo. sebelumnya mereka sudah tertidur, namun karena lapar Aena pun terbangun dan kaget melihat tubuhnya yang polos. Ia pun melihat pria disampingnya, bukannya marah namun ia tersenyum senang melihat wajah tampan pria ini. jujur saja, Lee Min Jo lebih tampan dari kekasihnya. Namun cintanya masih berpaut pada sang kekasih.
Kruk kruk
"Aw, lapar sekali" rintihnya. Aena pun segera memakai baju, setelahnya ia pun turun dari ranjang untuk melihat tempat ini berada dimana. setahunya ini bukanlah hotel yang mereka tempati. Aena membuka pintu, menatap sekeliling hingga ia melihat pelayan wanita mau melewatinya.
"Permisi, apakah masih ada makanan? saya lapar sekali" ucapnya.
"Silakan ditunggu ya Nona" ucapnya dan berlalu pergi. Aena pun bernafas lega, ia menduduki tubuhnya diranjang.
Tak berapa lama makanan pun telah tiba, Aena dengan rakusnya melahap makanan itu dengan cepat hingga Lee pun terbangun karna kasur yang bergoyang sebab Aena kegirangan melahap makanan enak itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu sedang apa?" tanyanya.
"Makan, aku sangat lapar" jawabnya. Lee pun ikut nimbrung, menatap wajah cantik gadis itu.
Selesai makan dan duduk beberapa saat, Lee yang fokus menatap wajah itu membuat juniornya tegang hingga mereka pun melanjutkan ronde kedua.
Di tempat Ye-Jun, ia tak mempedulikan temannya yang berpesta, ia memilih tidur saat baru saja tiba di Hotel walaupun kala itu waktu menunjukkan pukul 11 malam. Ye-Jun tertidur dengan pulas, berharap besok pagi ia mendapatkan notif pesan dari gadisnya.
Ditempat Zoya, ia segera bersiap-siap untuk kuliah. kembali pada rutinitas belajarnya dalam menggali ilmu. berharap kali ini ia bisa konsentrasi dan melepaskan pikirannya dari pria itu.
Sedang berdandan, terdengar deruan mobil yang berhenti didepan rumahnya. tentu saja Zoya tau siapa itu? sahabatnya! Zoya pun segera memoleskan lipbalm ke bibir merah ranumnya, setelahnya ia pun segera ke depan untuk menemui sahabatnya itu.
Ye-Jun terbangun dari tidur panjangnya mendengar alarm ponsel yang menyaring. Ia menatap sekitar, masih sendiri berada di kamar itu. kemana Lee? mengapa ia belum juga kembali ke Hotel? membuat Ye-Jun bingung memikirkannya. masa bodo ah, yang penting sekarang ia harus sholat subuh. Ye-Jun pun mematikan alarmnya yang berisik. sejurus itu tiba-tiba pintu hotel diketuk oleh seseorang.
"Apa pintunya dikunci ya? ah iya, tadi malam aku menguncinya. pantasan saja anak itu tidak ada" gumam Ye-Jun, lalu menghampiri pintu itu dan membukanya.
Ternyata Lee yang mengetuk, ia menerobos masuk lalu membaringkan tubuhnya diranjang. mengapa anak itu? seperti habis mabuk saja? Ya iya dia seperti itu, kelelahan menghajar adik sahabatnya. tapi tenang saja, Lee berjanji pada diri sendiri untuk menikahi Aena suatu hari nanti.
"Woi! darimana saja?" tanya Ye-Jun menggoyangkan kaki Lee.
"Party boy" jawabnya. Ye-Jun menggelengkan kepala melihatnya. Ia pun segera ke kamar mandi untuk berwudhu.
"Haih! orangnya jelek? tapi orangnya ini juga yang kamu rindukan, bukan?" gumam Ye-Jun tersenyum simpul seraya mengetik apa yang ia ucapkan.
"Dasar wanita ini. disana jam berapa ya? sekarang pukul setengah enam, berarti disana jam setengah satu" ucap Ye-Jun kegirangan.
"Aku akan menghubunginya" Ye-Jun pun dengan semangat menghubungi Zoya melalui video call.
Di kampus, Zoya tengah makan siang disebuah restaurant bersama sahabatnya. sedang asyik mengobrol sambil makan, tiba-tiba ponselnya berdering. ini bukan Adzan, melainkan sebuah panggilan. sedangkan Adzan sudah berlalu dan Zoya pun baru saja selesai sholat.
Zoya menatap layar ponselnya, matanya tak kalah membulat melihat siapa yang menelponnya.
"Siapa?" tanya Cristela yang duduk diseberang. Ayaana dengan keponya mengintip ponsel itu.
"Oppa??" ucapnya histeris menatap Cristella.
__ADS_1
"Angkat-angkat!!" desak keduanya.
"Dasar wanita" gerutu Kim Joong menggelengkan kepala menatap heran wanita itu.
Atas desakan mereka, Zoya pun terpaksa mengangkat panggilan itu.
📱Hai
📱Hai Oppa!! (sahut Ayaana dan Cristella bersamaan, sedangkan Zoya terapit oleh mereka yang keganjenan itu)
📱Hai ladies, dimana si cantik?
📱Mengapa cari Zoya aja sedangkan disini ada kita (ucap Cristella)
Ye-Jun hanya cengengesan, senyum kembang semringahnya menjadi senyuman kecut yang dipaksakan.
📱Ah iya, kalian cantik sekali. ada dimana?
📱Kami di restaurant (jawab Ayaana)
Ye-Jun mengangguk mengerti,
📱Oh, kalau begitu sudah dulu ya
Ye-Jun merasa malas menghadapi dua gadis itu. ingin mematikan panggilan, namun Ayaana langsung menunjukkan wajah Zoya yang sedari tadi bersembunyi dipunggung mereka. sontak melihat Zoya, Ye-Jun pun mengurungkan niatnya untuk mematikan panggilan itu.
📱Hai Oppa,
📱Hai Zo, bagaimana tidurmu?
(Ye-Jun tampak canggung)
📱Sangat nyenyak. aku suka tempat kamu berfoto tadi malam
📱Hanya tempatnya saja?
__ADS_1
📱Tentu, orangnya sangat membosankan (Zoya meledek pria itu)
🌸🌸