Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
197. Tunangan


__ADS_3

🌸🌸


Acara wisuda telah selesai, seluruh mahasiswa dan keluarga mereka bertemu dengan perasaan bahagia, gembira, telah lulus dengan nilai yang memuaskan. tampak dari sana Mei-Yin pun juga berbahagia, memeluk ibunya dan juga sang ayah. Zoya dan suami menghampiri mereka, melangkahkan kaki dengan cepat tapi juga mengutamakan ke hati-hatian.


"Mei-Yin!!!" teriak Zoya.


Gadis yang sedang berpelukan dengan orang tuanya pun sontak menatap ke arah suara yang memanggilnya.


"Zoya!! aaaah!!!" gadis itu berlari menghampiri sahabatnya yang paling ia cintai. mereka berpelukan satu sama lain.


"Congratulations!" Zoya memberikan selamat


"Sama-sama, Zo. aku bahagia akhirnya lulus juga. nilai Ipk ku tinggi sekali" girangnya


"Seriously?"


"Ho'oh!!"


"Congrats ya, Mei" Ye-Jun mengulurkan tangan pada gadis itu, disambut pula dengan suka cita olehnya.


"Terimakasih, Oppa" sahut Mei-Yin turut menyaliminya.


"Hai anak tampan, kita jalan-jalan lagi?" beralih pada Dzaka


"Ya!! jalan-jalan!" sahutnya girang


**


Melihat sahabat bahagia, tentunya juga tertular membuat kita turut bahagia pula. apalagi kebahagiaan itu bisa bertemu jua sama orang tua Mei-Yin, yang sudah seperti orang tuanya pula.


Kini mereka memutuskan untuk jalan-jalan terlebih dahulu, ingin mengambil spot potret untuk sang ratu yang baru saja lulus.


Tibalah disebuah tempat wisata yang cukup ramai, tak ayal banyak juga mantan mahasiswa yang baru lulus tengah berkumpul bersama teman-teman mereka.


"Sayang, disini dong!" Mei-Yin mengambil pose di samping sebuah patung


Cekrek


Cekrek


"Zo, ayo foto bertiga! Dzaka gendong sama tante ya" menggendong bocah itu yang sedari tadi menatap dirinya.


Hingga tak terasa hari pun semakin terik, panasnya mentari mengharuskan mereka untuk beristirahat. Mei pun mengajak mereka untuk makan siang di suatu tempat bersama orang tua Mei-Yin.


Tibalah di sebuah Restaurant halal yang berada di kota itu. sengaja Mei-Yin cari restaurant yang halal akan sajiannya hanya untuk sahabatnya tersebut.


**


Dua minggu kemudian, keluarga kecil itu telah tiba di Seoul Korea, tempat asal mereka. setelah puas mengelilingi Eropa dengan berbagai negara yang mereka kunjungi, bahkan tak lupa mengunjungi tanah air Indonesia.


Akhirnya kini telah tiba di Seoul. hanya karena mendengar kabar bahwa dua sahabat Zoya yang akan bertunangan pada malam nanti, yaitu Ayaana dan Kim Joong. mendapati kabar mendadak dari Cristella. tentu saja Zoya tidak ingin menyia-nyiakan moment ini, mereka terlalu mendambakan sepasang kekasih itu untuk menyusulnya ke jenjang pernikahan.


"Tuan, Nyonya," sapa salah seorang anak buah Ye-Jun


"Kenapa kau telat!"


"Maaf Tuan, jalanan macet"

__ADS_1


"Tumben pula"


"Ada kecelakaan"


"Innalilahi Wainnalillahi Rajiun" sahut Zoya mengelus dadanya


"Yaudah By, gak usah dimarahin juga. ayo" ajak Zoya. Ye-Jun pun menurut.


Anak buah Ye-Jun pun menyeret dua koper milik majikannya. mereka berjalan dengan langkah yang gontai menuju luar bandara ini hingga mobil mereka berada.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membawa keluarga kecil itu dengan hati hati. melewati jalanan yang cukup ramai pada pagi itu sebab banyaknya yang akan memulai hari dengan aktivitas yang menanti.


"Apa kita perlu beli baju lagi yang?" tanya Ye-Jun


"Ku rasa gak perlu deh, By. kemarin kan Ummi ngasih baju untuk kita"


"Masa? kok aku gak tau?"


"Orang kamu sibuk ngobrol sama kang Malik" gerutu Zoya


"Setidaknya kamu tunjukkan ke aku" gerutu Ye-Jun


"Males. aku udah coba di kamar Ummi, weeeeeek!!" ucapnya, lalu mengejek suaminya itu.


"Berani ya lidahmu itu! awas nanti!"


"Mau apa hm?"


"Ada deh"


Hingga perdebatam pun terhenti tatkala melihat mobil ambulance yang baru saja ingin pergi meninggalkan tempat kejadian perkara.


"Jangan dilihat" ucap Ye-Jun


"Ngilu, By. malang sekali orang itu"


"Semoga tidak terjadi pada kita"


"Aamiin. makanya Hubby jangan bawa mobil kencang-kencang! ntar gitu lagi"


"Enggak lagi kok, tenang saja sayang. kamu terlalu mengkhawatirkanku" ledek Ye-Jun terkekeh


"Apaan sih, gak lucu"


Tanpa terasa perdebatan itu telah membawa mereka ke kediaman yang cukup lama ditinggalkan. Zoya begitu merindukan rumah ini, rumah yang hampir 4 tahun ini ia singgahi. sepasang suami istri itu pun menuruni mobil, menggendong Dzaka yang masih terlelap di atas pundak sang Baba.


**


Malam pun tiba, wajah bahagia dari kedua insan tampak sangat jelas di raut wajah mereka. dari kejauhan Kim Joong dapat melihat permaisurinya yang berdiri diatas tangga menatap dirinya dengan senyuman yang termanis. Ayaana, didampingi oleh Cristella dan Yoona sang adik, merangkul lengan kanan dan kirinya.


Setelah terdiam sejenak menatap pangerannya, Ayaana mulai melangkahkan kaki dengan pelan menuruni tangga. gaun long dress hingga betis menampakkan kaki putih mulusnya dan dibaluti high hells berwarna putih. long dress berwarna putih pula dengan belahan dada yang hampir memperlihatkan belahan wanita itu. rambut yang disanggul rapi dan membiarkan sedikit rambut di kanan kirinya menjuntai jatuh kebawah, make-up flawless yang membuat gadis itu semakin cantik dan anggun.


"Gugup aku" bisik Ayaana


"Tarik nafas dalam-dalam, hembuskan" saran Cristella, gadis itu menurut.


"Zoya mana yaa? apa masih di Eropa?" bisiknya lagi

__ADS_1


"Katanya sudah pulang. mungkin lagi dijalan" bisik Cristella pula, pandangannya menatap pintu yang terbuka lebar


"Lihat tangga, eonnie!" peringat Yoona


"Astaga, iya"


Hingga mereka pun tiba di tengah-tengah tamu yang berasal dari kerabat, rekan kerja orang tua mereka dan tetangga perumahan tersebut.


Zoya dan Ye-Jun baru saja tiba di kediaman Ayaana yang sudah dipenuhi banyak tamu. seketika pandangannya menatap takjub sahabatnya yang begitu cantik dan anggun, Ia pun bergegas menarik lengan suaminya untuk mendekati Cristella dan suami yang berada dekat dengan calon tunangan tersebut.


"Hai!" Zoya menepuk pundak Cristella, wanita itu menoleh


"Zo! akhirnya pulang juga!" girang wanita tersebut, memeluk Zoya dengan perasaan rindu


"Tentu sajalah. bukannya ini moment yang kita tunggu" ucap Zoya terkekeh.


"Akhirnya yaa bakal ada yang nyusul lagi" ujar Cristella bahagia.


"Lebih baik dipercepat daripada pacaran berlarut larut tapi gak jadi"


"Ho'oh" sahut Cristella dengan anggukan. hingga suara pembawa acara yang akan memulaikan acara, menghentikan obrolan dua wanita itu dan fokus pada acara yang akan berlangsung.


Pembawa acara memberi sambutan hangat untuk kedua calon tunangan yang tengah tersenyum-senyum malu sembari menatap. tampak Ayaana tengah menggenggam erat dress gaun untuk menutupi rasa gugupnya. Hingga tanpa berlama-lama, mikrofon beralih pada Kim Joong, pria itu seolah ingin menyampaikan kata romantis untuk kekasihnya tersebut.


"Ayaana, Kau bagai siang dan malam yang selalu ada didalam hari-hariku, kau bagai mentari yang selalu menyinari dan menghangatkan hidupku, dan kau pula seperti udara yang selalu berada dekat denganku.


Ayaana, sejak dahulu ku menyimpan rasa, rasa cinta dan sayang seorang sahabat yang menginginkan lebih. hingga pada malam ini, aku berharap status kita dari sepasang kekasih akan menjadi sepasang suami istri. bersediakan engkau menjadi istriku?? kita menikah dan memiliki anak yang lucu dan tampan juga cantik sepertimu??"


Deg!!


Kata-kata itu sangat meluluhkan hati, membuat Ayaana dan tamu lainnya terkesima dengan ungkapan kata yang begitu romantis. Ayaana menatap lekat kekasihnya yang sedang berlutut sembari menyodorkan sepasang cincin berlian yang mengilau. hingga pandangannya beralih pada dua sahabat, mereka mengangguk cepat, merasa gemas dengan Ayaana ini.


"Ya, aku bersedia" ucapnya dengan yakin, senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.


Prok prok prok!!


Semua orang bertepuk tangan dengan rasa yang gembira. tak terkecuali Zoya dan Cristella yang langsung histeris mendengar jawaban itu. sungguh mereka pasangan serasi, yang memang harus dan wajib untuk saling mengikat.


"Diamlah! heboh sekali kalian" gerutu Ye-Jun. pria itu selalu menggendong anak lelakinya.


"Huh! Hubby!"


Hingga ritual pemasangan cincin pun dilakukan secara berganti-gantian, senyum yang masih terlukis indah di bibir keduanya.


Prok prok prok!!


Sekali lagi, tepuk tangan untuk keduanya dengan meriah dan penuh suka cita.


Acara utama telah selesai, tiga sahabat itu beserta pasangan mereka turut berkumpul sembari menyantap hidangan cake dan mengobrol. Yoona yang menyimak seketika pandangannya tak sengaja menatap pintu yang menampikkan sahabatnya yang baru tiba. gadis itu beranjak menghampiri.


"Ra, ini kamu????" tercengang menatap Aera


"Ya, tentu saja. aku jadi gak enak datang kesini disaat sudah terlambat" keluhnya


"Ah, lupakan! yang penting kamu datang! ayo" ajak Yoona untuk menghampiri tiga pasang sahabat itu.


"Kakak, Aera datang sama babang ganteng" sorak Yoona, hingga mereka menghentikan obrolan lalu menoleh

__ADS_1


"Aera,"


🌸🌸


__ADS_2