Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
61. Berbelanja di Myeongdong


__ADS_3

🌸🌸


Ketegangan menaiki kereta gantung membuat jantung Zoya begitu berdebar kencang tak karuan. panas dingin menyelimuti suhu tubuhnya yang begitu tegang. Namun berkat Aera dan Ye-Jun, ia dapat sedikit tenang menaiki wahana tersebut.


Kini mereka bertiga telah menginjak daratan, menaiki kereta telah usai dan disusuli oleh Zura dan Malik yang juga ikut turun dari kereta itu.


"Gimana, seru?" tanya Ummi pada sang putri.


"Menegangkan, Mi" ujar Zoya.


"Yang penting sudah turun dengan selamat" ucap Ummi dan diangguki oleh Zoya.


Hari pun sudah semakin siang, jam telah menunjukkan pukul 12:30 waktu Seoul. ponsel Zoya telah berbunyi, mengumandangkan adzan dengan syahdunya. Zoya pun mengadu bahwa adzan telah berkumandang, namun Abi mengusulkan untuk makan siang terlebih dahulu. Zoya pun manggut dan menuruti, toh waktu dzuhur juga cukup panjang. mungkin saja cacing dalam perut Abi sudah meronta-ronta.


Abi, Malik, dan Ye-Jun pun melangkahkan kaki menuju mobil milik Ye-Jun untuk mengambil santapan makan siang yang telah disediakan Ummi sedari pagi. setelahnya mereka pun kembali ke tempat para wanita berada. membentangkan tikar, menyusun rantang dan bersiap untuk menyantap makan siang tersebut disebuah taman yang sekelilingnya adalah bunga sakura.


Setelah selesai makan siang, menyempatkan waktu untuk mengobrol terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat fadhu. selang beberapa menit kemudian, barulah mereka mencari tempat sholat yang layak digunakan hingga Ye-Jun memberitahukan bila disekitaran sana terdapat rumah kecil yang tak berpenghuni. Abi pun manggut-manggut, lebih baik sholat disana sebab ia tidak melihat ada musholla disekitaran taman itu.


**


Begitu menyenangkan hari ini, tidak terasa hari pun sudah menjelang sore. setelah berkunjung ke Namsan Park, mereka pun juga singgah ke Ceox Aquarium yang menampilkan banyaknya binatang laut disekitar pngunjung. Auzar bayi tengil yang melihat ikan dan binatang lainnya begitu terpukau, ia bersorak layaknya anak kecil. setelah berkunjung kesana, Ye-Jun mengantarkan mereka ke pusat perbelanjaan yaitu Myeongdong.


Myeongdong adalah salah satu distrik belanja Seoul yang terbesar, banyak terdapat toko-toko yang menjual barang-barang dengan harga sedang hingga mahal dari produksi dalam negeri maupun internasional. Myeongdong juga adalah pusat fashion dan kehidupan malam dari anak-anak muda Seoul.


Zoya, Zura dan Ummi begitu antusias untuk berbelanja apa saja yang mereka inginkan melihat barang-barang yang dijaja begitu bagus dan menarik. Ummi pun membeli beberapa souvenir yang menarik untuk karyawan butiknya.


"Ummi, ini cantik deh" ucap Zoya.


"Ini lebih cantik nak" ucap Ummi.


"Ah ummi, itu terlalu kuno. ini lho yang bagus untuk anak sekarang" ujar Zoya.

__ADS_1


"Ohya? tapi ummi lebih bagus yang ini" ucapnya.


"Itu kan selera ummi, orang ummi gak muda lagi" ledek Zoya terkekeh.


"Dasar kamu! yasudah ummi mau yang itu" akhirnya Ummi pun memilih pilihan anaknya. cukup bagus, mungkin saja emang cocok untuk para pegawainya.


Setelahnya, mereka pun berkeliling lagi, begitu banyak makanan yang berjejeran disana. Zoya pun mengajak Area untuk jajan, mencoba cemilan-cemilan yang menggiurkan itu.


"Ra, ayo jajan" ajaknya.


"Jajan mana kita ya?" Aera pun tampak bingung mau beli yang mana.


"Semuanya kita sikat. Oppa yang traktirin" ucap Ye-Jun yang sedari tadi berjalan bersama adiknya.


"Serius??" tanya Zoya kegirangan. Ye-Jun mengangguk seraya tersenyum.


"Asyiiik!!! ayo, Ra" Zoya pun menarik tangan Aera untuk berkelana mencoba cemilan yang menggiurkan. dan tentunya itu halal dan bukanlah berupa daging maupun makanan berat. sedangkan disisi lain, Ummi dan kak Zura membeli oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia. Abi dan Malik melihat-lihat pakaian pria yang dirasa cocok untuk mereka kenakan.


"Abi lupa kita berpijak dimana?" tanya Malik.


"Seoul" jawab Abi.


"Nah justru itu gak ada baju koko disini" ujar Malik. disela-sela obrolan mereka, Ye-Jun datang menghampiri kedua pria itu untuk menemani mereka mengelilingi tempat ini. melihat Abi yang celingak-celinguk mencari kesana kemari ia pun menatap keheranan.


"Abi cari apa?" tanya Ye-Jun


"Eh, Jun. itu, Abi cari perlengkapan muslim. ada gak yaa? dari tadi Abi lihat pakaian yang sepertimu terus. lihatlah Malik, sudah beli pakaian keren" ujar Abi.


"Ah Abi, ada kok, tapi didekat sana" Ye-Jun menunjuk ke arah belakang dirinya. sontak senyum merekah terlihat jelas dibibir itu.


"Hedeeuh Malik, kamu sok tau" gerutu Abi. Malik hanya terkekeh. Ye-Jun memang sering berjalan-jalan ditempat itu kala dulu disaat masih sekolah hingga ia hafal dimana saja barang-barang yang tengah dicari. Mereka pun berjalan menuju toko yang disebutkan oleh Ye-Jun, hingga akhirnya tiga pasang pemilik kaki telah menginjak toko tersebut.

__ADS_1


"Assalamualaikum" dua orang penjaga toko menyapa mereka dengan kata salam hingga membuat Abi dan Malik tercengang.


"Waalaikumsalam" jawab mereka bersama. dengan senyum ramahnya, kedua pria yang berdiri di pintu toko itu pun menyilahkan ketiganya untuk masuk.


"Jun, apa mereka muslim?" bisik Abi.


"Setahu Ye-Jun semua pegawai dan bosnya beragama muslim, Bi" jawab Ye-Jun. Abi dan Malik mengangguk-angguk merasa tersanjung dengan tempat ini. hingga mereka pun mulai memilih perlengkapan pakaian pria muslim yang cocok dengan seleranya. begitu pun Ye-Jun, dia melihat-lihat satu persatu barang yang dijual hingga sorot matanya beralih menatap kitab suci Al-qur'an yang terpajang rapi.


"Ini apa ya? dari buku yang ku baca sepertinya ini Al-qur-- Al-qur apa ya? ah yang jelas ini kitab suci" Ye-Jun pun tampak bingung memikirkan apa nama kitab itu. Ye-Jun pun mengambilnya, lalu mengambil baju koko.


"Ye-Jun, kamu beli itu?" tanya Abi terpukau.


"Iya bi" jawab Ye-Jun tersenyum.


"Alhamdulillah, tapi itu masih kurang. kamu harus ambil ini dan ini" Abi pun mengambil sajadah juga sarung kepada calon menantunya itu.


"Untuk apa bi?" tanya Ye-Jun yang memang belum tau.


"Ini namanya sajadah untuk alas sujud saat sholat. yang ini sarung, untuk kamu kenakan seperti kamu memakai celana" jelas Abi menatap dalam wajah itu. Ye-Jun pun mengangguk mengerti.


"Ini lagi, peci. seperti topi tapi untuk sholat" Malik pun mengambil peci dan memberikannya pada Ye-Jun.


"Terimakasih bi, Malik" ucap Ye-Jun tersenyum seraya memeluk perlengkapan sholat itu.


"Kalau kamu ada waktu senggang, chat saja Abi. Abi akan mengajarkanmu untuk sholat. kebetulan dua hari lagi Abi masih disini" ucap Abi menepuk pundak pria tampan itu.


Setelah berbelanja perlengkapan muslim, ketiga pria itu pun membayar barang belanjaan dikasir. hanya Ye-Jun yang membeli banyak, sedangkan Abi dan Malik hanya membeli pakaian koko khas designer Korea dan juga tasbih. sebab tasbih milik Abi telah putus karena sang cucu yang merusaknya.


🌸🌸


Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunga/kopinya ya kakak πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2