Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
Promo Novel di F


__ADS_3

Hallo, Para Readers ...πŸ‘‹πŸ‘‹


Sebelumnya terima kasih sudah berkenan mampir lagi di novel ini, khususnya bab ini.


Dan aku minta maaf, novel-novel disini yang sempat aku tulis, terpaksa hiatus dulu sampai aku bisa melanjutkannya kembaliπŸ™


Pada kesempatan ini, aku sudah merilis novel baru diplatform F, pasti kalian tahu itu aplikasi apa. Alhamdulillah, sejauh ini sudah berjalan mulus tulisanku di sana ...


Nah, di sini aku ingin mempromosikan novelku, barangkali kaka-kaka ada yang berkenan baca novelku diplatform Fi**o. disana Gratis, tidak pakai koin, ya. GRATIS pokoknya. dan untungnya lagi sebagai pembaca, bisa dapat uang juga lho, setiap membaca novel ☺


Ayo, Kaka semuanya ... Baca novelku berjudul:


Pura-Pura Pasutri


Author: Cece Virgo



Blurb:


Demi menghindari perjodohan yang ditetapkan sejak dini, Calvin menggaet sosok perempuan sederhana berperawakan pendek, kucel ke dalam mansion kediaman orang tuanya.


Mengaku adalah sang istri, sontak seluruh keluarganya menatap tidak percaya. Bagaimana mungkin Calvin yang memiliki selera tinggi dalam memilah wanita, telah menikah dengan wanita serendah itu.


Agar hubungan tersebut bukanlah settingan, sang ayah bersitegas ingin mengulang akad yang sebelumnya tidak pernah terjadi.


"Apa kita akan menikah beneran?" Sisil, gadis lugu yang dimanfaatkan oleh Calvin, pun bertanya


"Apa kau yakin aku akan menikah sungguhan dengan gadis culun model begini?" sarkas Calvin, begitu savagenya


*****


Cerita ini banyak drama kejahilan antar tokoh didalamnya. InsyaAllah, jika aku ada rejeki, akan ada GIVEAWAY buat pembaca setia.


Yuk jangan lupa berikan komentarmu pada setiap babnya dan juga ulasan, ya ...


*****


Cuplikan Bab 1


"Kau harus bertanggung jawab dengan ikut denganku!" tegas seorang lelaki bertubuh tinggi nan atletis, aroma tubuhnya pun tercium wangi hingga mampu menusuk indra penciuman sang gadis yang tangannya tengah ia genggam, tanpa sadar.


Perempuan yang bersamanya tampak mengerucutkan bibir menatap kesal pada pria seenaknya dihadapannya ini. Entah mengapa nasib sial datang padanya kala rem motor yang ia tunggangi mengalami blong, sehingga tanpa sadar ia menabrakkan kendaraan tersebut pada mobil sport milik lelaki yang entah siapa namanya. dan ia tidak mau tahu identitas lelaki tersebut.


*FLASHBACK ON*


Sosok gadis bertubuh mungil, rambut hitam dikepang satu belakang kepala, kaca mata bulat bertengger dibatang hidungnya dan juga memiliki kulit kuning langsat sedikit terlihat eksotis. Mengendarai sepeda motornya untuk berlekas pulang usai kelar urusan perkuliahan yang tengah digeluti.


Dari jarak beberapa meter, stand jualan yang menyajikan jajanan favoritenya berhasil menggoda nafsu makannya. Kerap kali melewati rute jalan ini, tak urung ia selalu singgah ingin membeli jajanan tersebut.


Dengan riangnya ia menambah kecepatan laju kendaraan agar lekas tiba ke lokasi. Saat-saat sudah semakin dekat, gadis tersebut mengurangi kecepatannya agar segera berhenti tepat di depan stand tersebut. Tapi, semua itu tidak sesuai dengan kenyataannya, tatkala motor yang ia tunggangi tidak dapat berhenti. Sontak ia pun bingung, perasaan cemas dan takut pun menggulung akal sehatnya. Ia tidak bisa berpikir jernih, kekalutan menghantuinya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?!"


"Oh, Tuhan ..."


"Bagaimana ini? apa remnya blong?"


Ia terus bergumam dengan dipenuhi rasa takutnya. Tanpa sadar, saking fokus pada masalah itu, motor yang mengalami rem blong ini pun sontak menabrak sebuah mobil yang terparkir ditepi jalan.


BRUUK!!!


Oh, sial, siang ini benar-benar menjadi hari sial baginya. Rem blong, mobil orang lain pun terkena dampaknya. tubuh mungilnya pun hampir terhempas ke depan jika saja ia tidak berpegangan erat.


"Aaakkhh!! mampus!!" keluhnya


Dahi itu berkerut sembari dipijat. masalahnya kembali bertambah kala menatap mobil sport yang ia tabrak mengalami kerusakkan. diatas kebingungan semakin bertambah, terdengar deru langkah kaki tengah berlari ke arahnya.


"Heeei! apa yang kau lakukan!" teriak suara bariton dari sosok pria kian mendekat


Gadis itu berbalik sambil menggigit bibir mungilnya


"Astaga, mobilku!! kaaau!!" Sungguh merasa geram dengan gadis ini, ingin sekali untuk meninju wajahnya


"Maaf, Tuan. rem motor saya--


"Stop!!" dengan suara garangnya, menyela kalimat yang ingin dilanjutkan oleh gadis ini. "Apa kau tidak bisa melihat ada mobil didepanmu, hah?!"


"Lagian kau bisa kesana untuk menghentikan motormu! bukan menabrak milikku! kau tahu tidak, harga mobil ini?? bahkan untuk memperbaikinya saja mustahil jika melihat bentuk dirimu." omelnya, yang menghina


Gadis ini hanya bisa menunduk, sorot matanya menatap kerusakan yang terjadi. motornya rusak, begitu pula kap mobil pria garang ini.


Gadis yang belum diketahui namanya ini, pun mendongak. "Tadi anda menyela ucapanku, jadi lebih baik diam." ucapnya. walau pada sesungguhnya jantung ini berdegup amat cepat, merasa takut dengan amukan lelaki ini


"A-aku akan bertanggung jawab, Tuan. beri waktu untukku buat menembus perba--


"Kau harus menjadi istriku,"


Deg!!


Bagai tersambar petir, gadis itu melotot, membelalakkan kedua matanya. merasa shock atas apa yang ia dengar.


"Hah???"


"Kau harus bertanggung jawab dengan ikut denganku!"


*FLASHBACK OFF*


"Mengapa harus menjadi istrimu? aku bisa bekerja untuk memperbaiki kerusakan mobil ini, ya, walaupun tidak bisa instant, tapi setidaknya beri aku waktu enam bulan." protes sekaligus penawaran yang siapa tahu dapat terwujudkan.


Tatapan matanya pun mengarah ke bawah, merasa sadar tangannya digenggam, sontak gadis ini menghentakkan tangan mereka hingga terlepas. Lelaki itu pun sedikit terkejut, bisa-bisanya ia menggenggam tangan mungilnya.


"Hah? kau yakin hanya enam bulan? hasil gajimu selama lima tahun pun tak akan bisa memperbaiki ulahmu ini!"

__ADS_1


"Jadi jangan banyak bacot! turuti dan tunduk padaku jika memang ingin bertanggung jawab." sambungnya. Menatap lekat dengan iris netranya yang tajam


Membuatnya tak bisa berkutik memandang cukup lama.


"Ja-jadi kapan menikahnya? a-aku pun harus menghubungi keluargaku dulu jika anda ingin memperistri saya," Ia mulai berserah


"Tidak ada pernikahan, jadi tidak perlu menghubungi siapapun. lagi pula jangan mengira ini sungguhan, kau hanya alat agar aku terlepas dari perjodohan yang dibuat orang tuaku." jelasnya


Sontak saja gadis tersebut membelalakkan kedua matanya. Ia terperangah atas apa yang ditangkap oleh indra pendengarnya, yang menyatakan dirinya hanyalah sebuah alat.


"Apaa!! alat??" pekiknya, sungguh memekakkan telinga


"Apa harus berteriak?!! bersyukurlah kalau kau tidak ku nikahi!" geram lelaki tersebut. mengusap telinganya yang terasa panas akan pekik yang sungguh luar biasa mengagetkannya.


Perempuan disisinya terdiam sejenak seolah tengah berpikir. bahkan sedang mempertimbangkan tawaran bila ia bertanggung jawab dengan cara menjadi alat buat lelaki asing ini.


Tak berapa lama gadis tersebut menggangukkan kepala sembari mendongak menatap lawan bicaranya yang sedang menghisap putung rokok disela jemarinya.


"Baiklah, aku setuju." ucap sang gadis


"Bagus! jadi siapa nama kau?"


"Sisil." jawabnya, sembari mengulurkan tangan mungilnya dihadapan lelaki angkuh ini.


Sisil menanti sambutan uluran darinya, namun pria itu hanya menatapnya jijik hingga menolak untuk berjabat tangan. Tanpa mempedulikannya, lelaki itu membuang sisa putung rokok dengan kasar lalu menginjaknya. merogoh sesuatu dari dalam saku celana, ponsel yang terlihat mahal menjadi benda penting saat detik ini.


Sisil memperhatikannya, sepertinya lelaki tersebut ingin menghubungi seseorang.


Dan benar saja.


"Pergi ke KUA dan minta buku nikah atas namaku juga Sisil Astuti. dalam tiga puluh menit buku itu harus siap! dan temui saya di kafe xxx."


Suara tegasnya mampu membelalakkan sepasang mata milik Sisil. bagaimana mungkin mendapatkan buku berharga itu jika saja mereka tidak pernah menikah. sungguh, hal ini membuatnya bingung. yang semakin gilanya lagi, namanya ditambah dengan seenak jidatnya saja tanpa bertanya nama lengkapnya.


"Untuk apa buku nikah? dan-emang bisa untuk mendapatkannya?" tanya Sisil, begitu polosnya


"Tuh apaan, namaku kok Astuti!" protesnya


Pandangan mereka saling bertemu, Sisil menanti jawaban, sedangkan lelaki ini tercukup heran dengan kepolosannya. hingga ujung bibir itu tertarik keatas tengah menyeringai.


"Cerewet!" geramnya. Lalu menarik kasar lengan Sisil, membawanya untuk masuk ke dalam mobil sport miliknya.


Sisil merasa kesal karena diabaikan. Ia berhak mendapat penjelasan perihal ujung nama tersebut. namun, pria ini selalu memainkan rasa penasarannya.


Sisil mensejajarkan langkah mereka sembari membenari kaca mata yang bertengger diatas hidungnya. Tarikan pria ini membuat tulang lengannya terasa perih hingga membuatnya sedikit meringis. Entah apa yang dikejar lelaki itu, sangat terburu-buru seolah tengah mengejar waktu.


Sisil masuk ke dalam mobil setelah pintu dibuka dan ia pun dipaksa masuk. Sedikit meringis mengusap lengannya yang kemerahan.


"Buku itu sebagai bukti kalau aku sudah menikah denganmu," ucapnya setelah menjatuhkan bokong di bangku belakang kemudi.


Sisil terpaku, perhatiannya teralihkan menatap pria asing disampingnya ini.

__ADS_1


"Begitu?"


Anggukan kepala sebagai jawabannya tanpa banyak berkata. bergegas menyalakan mesin mobilnya lalu melaju dengan kecepatan penuh.


__ADS_2