Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
168. Sangat aktif


__ADS_3

🌸🌸


Malam pun telah tiba, sepasang suami istri tengah mengobrol riang bersama Ummi di ruang keluarga sembari menonton drama korea. ralat! televisinya yang tengah menonton mereka yang lagi asyik mengobrol hingga mencueki si televisi menyala. Saking asyiknya mendengar cerita Ummi tentang perjuangan sang Ibu saat melahirkan, membuat Ye-Jun sedikit ngilu membayangkannya. Ditatapnya sang istri, hanya memasang wajah biasa saja tanpa takut akan hal itu yang terjadi pada dirinya nanti.


"Gak usah takut, ini sudah kodrat wanita. perjuangan wanita saat melahirkan akan digugurkannya-lah dosa-dosa kita oleh Allah dan tentu saja kita akan mendapat pahala yang besar" nasihat Ummi


"Lagian sakitnya cuma sebentar, kalau sudah keluar tuh dedeknya pasti terasa lega" sambungnya kembali.


"Zoya jadi gak sabar melahirkan, Mi. pengen merasakan yang Ummi rasakan dulu" ucap lirih Zoya, Ye-Jun meringis ngilu


"Yakin yang? pasti mengerikan" ucap Ye-Jun


"Tentu saja yakin, mau gak mau ya harus terima, iya kan Mi?"


Ummi mengangguk.


Ting tong Ting tong


Bell rumah berbunyi, tanda ada tamu yang akan datang ke kediaman mereka. membuat obrolan seputar melahirkan pun terhenti. Mata Zoya seketika berbinar-binar melihat orang yang tak diduga mendatangi kediamannya. Zoya, Ummi, dan Ye-Jun pun berdiri dari duduknya, menyambut mereka dengan memberi salam yang hangat.


"Mama, Papa, kalian kesini?" girang Zoya, lalu menciumi punggung tangan mereka. lalu beralih memeluk anak bungsu mereka.


"Iya dong, Sayang. Mama kangen" ucap Mama Nam, mencubit pipi Zoya yang semakin tembem.


"Sist, kapan datang? Ye-Jun ini tidak pernah memberitahu!" ujar Mama Nam, menatap sengit anak sulungnya itu. sedangkan Ye-Jun hanya cengengesan tidak jelas.


"Baru tiba tadi siang, Sist" jawab Ummi, lalu memeluk hangat besannya itu.


"Untung malam ini kita kesini, Sist. kan jadi gak enak besan datang tapi kami gak bertamu" gerutu Mama Nam, senyuman manisnya langsung beralih menjadi tatapan sengit kepada anaknya itu.


"Mungkin Ye-Jun lupa untuk beritahu. dia sibuk sama pekerjaannya, Sist. Ah iya ayo kita duduk dulu" ajak Ummi. Ummi seakan tahu arti pandangan itu.

__ADS_1


"Tapi ya sudahlah, anak itu memang begitu" gerutu Mama Nam, menjatuhkan bokongnya diatas sofa.


Ummi pun asyik mengobrol dengan besannya, sedang Zoya juga melakukan hal itu pada Aera. jangan tanya Aena dimana? gadis itu masih gengsi untuk bisa dekat dengan kakak iparnya. ternyata kesalahan besarnya membuat ia tak percaya diri untuk bertemu Zoya.


**


Malam semakin larut, keluarga Ye-Jun berpamitan pulang dari kediaman anaknya. udara semakin dingin, menyelusup masuk ke permukaan kulit si pemiliknya. Merasakan desiran angin membuat Zoya mulai mengantuk, walau kantuk yang ia rasakan sudah menerpa sedari tadi.


"Hati-hati, Ma, Pa" ucap Zoya menyalimi punggung tangan mereka


"Jaga kandunganmu ya, Nak" nasihat Mama Nam, Zoya mengangguk seraya tersenyum. hingga mobil yang dinaiki itu pun lenyap dari pandangannya.


Zoya dan Ye-Jun telah berada di kamar mereka, bersebelahan dengan kamar Ummi yang telah mereka sediakan. Sepasang suami istri itu langsung melaksanakan sholat isya sebelum mata terpejam lebih jauh. Setelahnya dua tubuh itu berbaring diatas ranjang saksi cinta mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


"Sayang,"


"Ya, By?"


"Emh, By, jangan!" Zoya menahan tangan suaminya itu. sungguh suami tak ada akhlak!


"Aku pengen yang, kunjungi dedek" ucap lirih pria itu.


"Sudah malam, By" gerutu Zoya, mulai memejamkan matanya. Ye-Jun tak ingin penolakan, ia segera menindih tubuh sang istri lalu dengan sigap menyikap dress tidur ke atas dan membuka sangkar emas segitiga milik Zoya. sontak Zoya membelalak kaget merasakan nakalnya tangan itu.


"By!" mulut Zoya langsung dibungkam oleh suaminya, *******, menyesap dengan buasnya. yang dibawah mulai memasukkan tongkat sakti kedalam tempatnya, membuat Zoya mengerang merasakan sakitnya serangan mendadak itu. hingga lenguhan pun terdengar indah di telinga Ye-Jun, mempercepat volume hentakkannya namun dengan hati-hati agar tidak menyakiti sang janin.


Emmh,


Ye-Jun melepaskan ciuman hangat mereka, menatap wajah sang istri yang sedang berdesah menikmati sentuhan hangat didalam sana. begitu pun Ye-Jun, yang tak kalah menikmati sensasi yang menjalar di tubuhnya. Hingga beberapa menit kemudian, keduanya sama-sama telah mencapai puncak, Ye-Jun langsung memperdalam pagutannya untuk menyalurkan para kecebong memasuki rahim.


Zoya dan Ye-Jun mulai merasakan lelah dan kantuk yang begitu kuat. membuat wanita itu seketika tertidur dengan sendirinya setelah permainan sang suami selesai.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang" ucap Ye-Jun, mengecup kening sang istri lalu memeluknya.


**


Hari berlalu dengan sangat cepat, tak terasa kandungan Zoya tinggal beberapa hari lagi untuk melahirkan si dedek. Semua orang sudah mulai tak sabar untuk mengetahui jenis kelaminnya, sebab pasangan suami istri itu tidak ingin mengetahui sebelum sang jabang bayi itu lahir. biarlah ini menjadi kejutan bagi mereka semua.


Semakin hari pun, Zoya semakin susah untuk berjalan dan bergerak, gadis itu lebih banyak berdiam diri diatas ranjang setelah jalan pagi ia lakukan walau tak bisa berjalan jauh lagi. si dedek begitu aktif didalam sana, hingga tidak membiarkan Ibunya melakukan banyak aktivitas. entah apa yang dilakukan dedek hingga seaktif itu. terkadang membuat Zoya harus membuang air kecil setiap saat.


"Dedek, jangan nakal lagi. gerak terus ih kamu.. tapi Umma senang melihatnya" ucap Zoya tersenyum, mengelus perutnya yang sangat buncit.


"Dedek nakal lagi, Yang?" Suara Ye-Jun membuyarkan lamunan Zoya yang menatap perutnya. tampak Ye-Jun baru saja keluar dari kamar mandi, mengusap rambutnya yang basah.


"Iya, By. aktif mulu. apa dia lagi joget disana ya"


Ye-Jun mendekat, menempelkan kepalanya ke perut sang istri, ingin merasakan pergerakan anaknya yang begitu aktif.


"Ini dia lagi latihan mau jadi boyband atau gilrband nih" ucap Ye-Jun, terkekeh.


"Ah Hubby, ada-ada saja. aku jadi pengen tau apa jenis kelaminnya" gerutu Zoya


"Apapun yang penting sehat dan aktif kayak sekarang ini. lihat tuh dia nendang-nendang" ucap Ye-Jun, merasakan pergerakan anaknya dengan sentuhan hangat telapak tangan dari sang Ayah.


"Aduh, jadi pengen pipis" keluh Zoya, Ye-Jun dengan sigap langsung menggendong istrinya itu untuk membawanya ke kamar mandi.


"Jalan saja kenapa, By" gerutu Zoya.


"Jalanmu lamban, keburu ngompol ntar" gerutu Ye-Jun, yang ada benarnya juga.


"Iya pula"


Ye-Jun menaruh istrinya diatas kloset yang tutupnya telah ia buka. memperhatikan istrinya yang lagi membuang air kecil, akibat ulah sang anak yang terus menendang-nendang kantung kemih sang Ibu. semakin hari membuat Ye-Jun merasa iba padanya. syukur saja job syutingnya telah selesai hingga lebih leluasa menjaga sang istri.

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2