Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
47. Merebut ponsel


__ADS_3

🌸🌸


Cristella tersenyum seringai menatap ekspresi wajah mantan sahabatnya itu. Sahabat yang hanya melihat dari segi penampilan yang sesuai dengan kriterianya. bahkan Cristella tidak mengartikan itu sebagai sahabat, melainkan itu hanyalah sebagai pamoritas bahwa mereka memiliki teman. ditempat duduknya, Hayoon begitu gelisah. bagaimana bisa ada wajahnya bertelanjang dada didalam ponsel itu. memang benar bila tempo lalu ia bermain dengan pria namun kondisinya yang mabuk dan tidak sadar akan sekelilingnya membuat ia tidak ingat siapa pria itu dan bisa-bisanya memotret dirinya yang sedang mend**ah.


Suara telapak kaki yang membentur lantai berkali-kali dapat terdengar ke gendang telinga pemiliknya di keheningan dalam ruangan itu. seluruh mahasiswa pun bersiap untuk menyambut kehadiran si bapak galak yang mereka nantikan sedari tadi. Pak dosen killer pun memasuki ruangan dengan menyelonong tanpa permisi ataupun mengetuk pintu. Ia lirik sekilas mahasiswa yang akan ia ajar, tampak diam dan tertib. Ia pun tersenyum sembari menghembus mata cadangannya yaitu kaca mata yang selalu ia gunakan. Hingga setelahnya mata kuliah pun dimulai dengan begitu hikmat.


Selama proses pelajaran berlangsung, biasanya orang yang paling fokus memerhatikan kini dialah yang berada dititik sebaliknya. Cristella yang duduk bersama Zoya pun menatap heran gadis itu yang terlihat sedang melamun.


"Kamu kenapa?" bisiknya bertanya


"Gak apa-apa, sssttt!" Zoya pun enggan menjawabnya dan memilih kembali menatap dosen itu. Cris yang menaruh banyak pertanyaan pun hanya bisa menyimpannya didalam memori dan memilih diam seraya fokus mengikuti pelajaran.


Saat jam istirahat, barulah Zoya curhat tentang masalah pribadinya yang ingin memberi kejutan untuk keluarganya yang akan tiba. Cristella dan Ayaana seketika memiliki ide, mereka akan bekerja sama untuk membantu permasalahan sahabatnya tersebut. Cris dan Kim joong akan membuat dekorasi ruang tamu dengan begitu cantik dan berkesan, sedangkan Ayaana akan membantu Zoya untuk memasak agar pekerjaan mereka cepat selesai.


"Terimakasih sekali kalian mau membantuku" ucap Zoya terharu lalu memeluk kedua sahabatnya, kecuali Kim Joong yang sedang tersenyum.


"Apa gunanya kami kalau tidak membantumu. kita kan best friend harus saling membantu" ujar Ayaana tersenyum dan diangguki cepat oleh Cristella. Zoya pun semakin terpukau mendengarnya, rasa haru pun menyelimuti hati gadis berhijab yang sedang dirundung galau itu.


"Kalau begitu, kalian harus cobain ini. kita makan disini saja ya" Zoya pun mengeluarkan kotak makanan dari Ye-Jun, yang didalamnya terdapat kimbap yang ia buat pagi tadi. Sahabatnya pun terperangah, makanan itu terlihat begitu lezat dimatanya. Zoya pun menyuruh mereka untuk mencoba hasil usahanya yang hampir dua jam berkutat di dapur. Tanpa sungkan, sahabatnya mencicipi kimbap tersebut dengan sekali gigit hingga rasa itu menggoyangkan lidah mereka. Zoya menangkap ekspresi itu, ia tampak girang melihat raut wajah mereka tampak tersenyum.


"Yummy!! ini lezat sekali" puji Cristella mengacungkan kedua jempolnya.


"Benar banget, Zo. bahkan masakanmu lebih lezat dari buatanku" timpal Ayaana dengan senyum merekah. Zoya pun semakin tersanjung dibuatnya, hingga wajahnya bersemu merah karna pujian yang berlebihan itu.


"Kalian bisa saja" ucap Zoya tersipu malu.


"Pokoknya kamu harus buat ini lagi dengan porsi yang sangat banyak" ujar Kim Joong seenak jidatnya.


"Sangat banyak? kamu modalin dong biar banyak pula bahannya" sahut Ayaana memandang sinis.


"Tenang saja, kita akan membeli bahan masakan dengan menggunakan uangku, uangku sangat banyak" Kim Joong pun menunjukkan rasa bangga nan sombongnya didepan para gadis itu hingga mereka bertiga pun serempak menaikkan sebelah alisnya menatap Kim Joong.

__ADS_1


"Kenapa? gak percaya?" Kim yang melihat raut wajah tak percaya itu pun tampak bersantai sembari mengambil satu kimbap lagi dan memasuki kedalam mulutnya.


"Kim bisa saja deh, Zoya juga ada uang kok, melimpah lagi kayak septitank" ledek Zoya hingga Ay dan Cris yang mendengarnya pun tertawa terbahak-bahak. sedangkan Kim tetap santuy,.menghabiskan kimbap didalam kotak makanan yang ia pegang seraya menduduki bangku dengan sebelah kaki yang diangkat ke paha.


"Ah Kim! habis!!" Ayaana terkaget melihat kimbap yang tersisa tiga itu. Ia pun merebut kotak tersebut dari tangannya.


"Siapa suruh gak percaya pada ucapanku" ujarnya santai.


Zoya merasakan sesuatu diponselnya, getar seraya berdering. Ia pun mengambil ponsel dari saku gamisnya dan seketika ia pun segera pergi meninggalkan kelas itu.


"Kemana?" tanya Cristella yang melihat Zoya akan pergi.


"Biasa, tunaikan kewajiban" jawabnya. Cristella pun mengangguk-angguk mengerti.


Disisi lain, Hayoon yang sedang duduk didalam mobil pun tampak gelisah, ia berfikir keras bagaimana caranya untuk mendapatkan ponsel Cristella. Sinhye yang sedang menyetir pun menoleh sekilas sahabatnya yang krasak krusuk tak menentu.


"Ada apa?" tanya Sinhye


"Cristella??" tanyanya kembali


"Yaiya, siapa lagi" gerutunya menatap sinhye dengan tatapan kesal. Sinhye pun mengangguk mengerti seraya ikut berpikir.


"Aku tau bagaimana caranya kita mendapatkan ponsel tersebut!" timpal Jinhyu yang tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang. sontak Hayoon pun menoleh ke belakang menatap Jinhyu.


"Apaan?" tanyanya ingin tau. Jinhyu pun mulai menceritakan rencananya yang kali ini pasti akan berhasil. Hayoon dan Sinhye yang mendengarnya pun saling menatap dan tersenyum seringai membayangi rencana itu. Jinhyu memang benar-benar jenius.


"Akan ku pastikan ponsel itu ada ditangan" gumamnya tersenyum devil.


Hingga mobil yang membawa mereka pun telah tiba dihalaman kampus. geng Hayoon yang tadinya berada disebuah kafe, kini mereka telah berada dikampus untuk melanjutkan kelas kedua. Mereka pun berjalan dengan anggun, layaknya model yang berjalan diatas catwalk hingga mereka pun menjadi bahan perhatian orang-orang disekitarnya.


Kelas kedua pun telah dimulai, pak dosen tampan telah memasuki kelas tersebut dan mulai mengawali pembelajaran. tampak Hayoon yang keheranan dimana Zoya, tidak seperti biasanya anak itu menghilang sendiri tanpa teman-temannya.

__ADS_1


Tok tok tok


Ketukan pintu membuyarkan sapaan pak dosen pada mahasiswanya, merekaa semua menoleh ke pintu yang terlihat Zoya sedang berdiri dan tangan memeluk mukena.


"Masuklah," perintahnya. Zoya pun memasuki kelas dengan berjalan cepat menuju tempat duduknya.


Pelajaran kedua berlangsung dengan hikmat hingga pak dosen pun memberi tugas untuk menguji mereka.


Hening, semuanya pada sibuk mengerjai tugas masing-masing. sedangkan pak dosen sedang memainkan ponselnya, entah apa yang ia lihat. hingga Hayoon pun mulai melancarkan rencananya.


"Hai Cristella," panggil pria yang duduk dibarisan sebelahnya. Cristella menoleh ke samping sedikit kebelakang.


"Bolehkah aku meminjam ponselmu? ponselku lowbet" ucapnya.


"Ini," Cristella pun memberikan ponsel tersebut kepadanya. entah kenapa Cristella tidak menaruh curiga pada pria itu.


Hayoon pun tersenyum, ia meminta ponsel itu padanya secara diam-diam tanpa diketahui oleh Cris maupun temannya.


Hayoon pun mulai mencari galeri, mengusap layar keatas untuk mencari fotonya berada.


"Dapat!" gumamnya lalu membuka foto tersebut. Namun betapa kagetnya ia, bila foto tersebut bukanlah dirinya hingga perasaannya pun mulai lega melihat itu.


"Dasar pembohong, ini hanya wanita lain yang sedikit mirip denganku" ucap Hayoon pada Sinhye dengan suara yang sangat pelan.


"Dia hanya menakut-nakutimu. mending kita hapus semua koleksinya" ujar Sinhye dengan ide cemerlangnya. Hayoon pun mengangguk, ia pun menghapus semua koleksi foto itu.


"Mampus!"


"Ini, berikan lagi padanya" Hayoon pun menyuruh Sinhye untuk mengembalikan ponsel itu pada si peminjam.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2