Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
39. Drakor Comedy with Omelet


__ADS_3

🌸🌸


"Hmm, kamu ngomong apa?" tanya Ye-Jun kembali sebab ia tak begitu menyimak omongan Zoya. Zoya pun memutar bola matanya merasa jengah, haruskah ia mengulangi perkataannya lagi? sungguh menyebalkan pria asing ini terus mendekatinya.


"Kenapa KTP-ku bisa berada ditangan anda, Tuan?" ulang Zoya mempertegas intonasi nada bicaranya.


"Kartu itu terjatuh saat kamu pulang dari acara tersebut" jawab Ye-Jun. Zoya pun memutar memorinya kembali saat ia memberikan kartu tersebut kepada security dan ia gak sadar bila kartu itu tidak ia pegang setelahnya.


"Bukannya ini ku berikan sama security ya" gumam Zoya bingung.


"Iya, saat ia memberikannya padamu, kamu gak sengaja menjatuhkannya. dan security pun menitipinya kepadaku" jelas Ye-Jun sedikit gugup. tampak ia menelan salivanya dengan sedikit kesusahan.


"Oh. yasudah, terimakasih. Anda boleh pulang, Tuan" Zoya yang gak mau berlama-lama bersama pria asing itu pun segera mengusirnya. Sedangkan ia meraih pintu untuk ditutupi kembali.


"Tunggu! kenali saya Hwan Ye-Jun, panggil saja Ye-Jun" ujarnya memberikan tangan kanan kepada Zoya. Zoya menatap tangan mulus nan putih itu.


"Bukankah kita sudah berkenalan tadi?" tanya Zoya. Ye-Jun pun merasa bodoh, ia salah tingkah hingga menarik ulur tangan itu kembali.


"Oh iya" Ye-Jun pun cengengesan sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Yasudah, permisi" Zoya pun segera menutupi kembali pintunya. Ye-Jun hanya terpaku didepan pintu itu, ia begitu bingung cara mendekati Zoya yang dingin tersebut.

__ADS_1


"Kenapa aku sebodoh ini? susah sekali mendekatinya" gumam Ye-Jun mengetuk dahinya pelan dengan punggung jarinya.


Drrrreeet.... Drrrreeet...


Bunyi ponsel pun terdengar jelas digendang telinga pemuda itu, ia segera merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih nan tipis tersebut. dilihatnya siapa yang mengganggu dirinya, ternyata itu adalah manager dirinya sendiri. tanpa berlama-lama, ia pun segera mengangkat telpon itu seraya berjalan menuju mobilnya berada.


"Ada apa?" tanya Ye-Jun yang sepertinya sedikit kesal.


"Kau kemana? sebentar lagi syuting dimulai" sahut sang manager yang mengurusi segala pekerjaan Ye-Jun.


"Astaga, baiklah. aku akan ke lokasi" Ye-Jun pun teringat bahwa ia akan kembali syuting ronde sore hingga malam.


Tidak hanya seorang modeling, Ye-Jun pun juga terjun dalam dunia acting. kali ini ia ditawarkan menjadi pemeran utama pria dalam sinetron Boys Before Flower season 2, yang sebelumnya dahulu diperankan oleh Lee Min Ho, Kim Bum dan para temannya yang lain.


"Apa aku harus menikahinya? biar dia mau berdua bersamaku" gumam Ye-Jun seraya menatap lurus jalanan itu.


"Ah! mana mungkin! dia sedingin itu mana mungkin mau bersamaku. lagian menikah-- terlalu cepat" gumamnya sedikit mendesah kesal.


"Kenapa aku gegabah begini yaa, hilang deh imageku dimata orang-orang" gumamnya lagi. Kali ini Ye-Jun kehabisan akal, teramat sulit untuk mendekati wanita berkerudung itu. Siapa suruh menyukai Zoya yang notabenenya taat beragama, jelas saja Zoya enggan untuk berduaan bersama pria yang bukan muhrim karna itu sangat dilarang oleh Allah. Namun sosok taatnya itulah yang disukai Ye-Jun, berpakaian tertutup layaknya wanita muslimah yang begitu berbeda dari wanita lainnya, membuat Ye-Jun terkesima hingga jatuh hati padanya. Namun konsekuensinya teramat berat, ia tidak dapat pedekate-an pada wanita itu.


"Nanti ku pikir kembali. sekarang harus fokus syuting" ucapnya bicara sendiri.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, tibalah Ye-Jun di lokasi syuting. Semua orang tengah menunggunya yang begitu lama sekali. Sang manager yang menanti, segera menyuruh Ye-Jun untuk mengganti pakaian dan sekalian bermake-up.


Di rumah Zoya, ia kembali berbaring diatas kasurnya. tampak ia menatap KTP itu, berfikir keras kenapa kebetulan sekali kartu ini diberikan kepada Ye-Jun. Hingga Zoya pun teringat kepada security yang mencatat sesuatu dibukunya.


"Apa mungkin security itu memberitahu letak dimana aku kuliah? buktinya saja dengan gampang pria itu menemuiku di kantin" gumam Zoya berfikir.


"Pria itu! itu pasti kerjaan dia menyuruh security meminta identitasku" Zoya pun mendesah kesal bila membayanginya.


"Apa dia bermaksud ingin mendekatiku? aaarkh! kenapa aku percaya diri sekali" Zoya pun merasa frustasi dengan pemikirannya yang mengada-ngada. Zoya pun tidak ingin mengingatnya lagi, segera ia meraih handuk untuk membersihkan diri agar kembali segar dan berharap pikirannya yang berkecamuk segera buyar dari otaknya.


Setelah selesai membersihkan diri yang kini tubuh wangi itu dibaluti oleh handuk berwarna merah muda dan rambut panjang sepinggang yang begitu basah berderai hingga hampir menyentuh bokongnya, Zoya pun berjalan menuju kamar seraya mengeringkan rambut dengan handuk kecil yang ia usap sendiri. Zoya lebih nyaman bila rambut hitam pekat yang basah itu mengering dengan sendirinya daripada memakai hairdryer yang Zoya pun tak mengerti bagaimana cara penggunaan benda tersebut. Bukannya norak, hanya saja Zoya tidak menyukai menggunakan barang yang kegunaannya langsung instan selesai begitu saja. Zoya lebih menyukai bila segala sesuatu akan selesai dengan tersendirinya tanpa bantuan alat lain.


Zoya telah selesai berpakaian, ia hanya menunggu waktu ashar tiba. untuk mengisi kekosongannya, Zoya pun memilih untuk membuat cemilan yang akan menemaninya menonton drama korea komedy yang sebentar lagi akan tayang.


Ia pun pergi ke dapur, memeriksa apa saja bahan-bahan yang ada, yang bisa diolah menjadi cemilan.


"Omellet aja deh, kebetulan ada saus pasti nyummy banget" gumam Zoya tersenyum semringah. Segera ia mengambil telur dan bahan lainnya untuk ia olah.


Hingga dalam sekejap sang koki masak yang lihai dan cekatan pun telah berhasil menyajikan menu ala anak kos berupa telur yang diberi nama Omellet, nama kebarat-baratan yang begitu simple untuk anak kos seperti Zoya. tidak perlu ribet dalam mengolahnya, hanya ceplak ceplok masuki daun seledri dan bahan lain lalu kocok dan dituangkan didalam wajan anti lengket. Hmmm, dalam sekejap omelet pun selesai.


Zoya menghirup dalam-dalam wanginya itu, begitu menggugah selera dan tidak sabar untuk menyantapnya. Kini Zoya pun mengambil saus didalam kulkas, menuangkannya diatas omelet dan menyisihkannya sedikit ditepian piring untuk dicolek atau dicocol.

__ADS_1


Hingga akhirnya, menonton komedy seraya mengemil omelet membuat dirinya yang sepi itu kini terbuyarkan dan diganti oleh hiburan yang membuatnya ngakak seakan ingin jungkir balik. Tapi Zoya tidak barbar kok, tidak mesti jungkir balik juga kan? hahaha.


🌸🌸


__ADS_2