
πΈπΈ
Tak terasa siang itu pula Zoya dan Ye-Jun akan kembali ke Korea, sebab senin esoknya mereka kembali mengadakan resepsi kedua yang akan diadakan di pantai. Ye-Jun teringat bila sang istri ingin makan di pantai, maka dari itu ia mengadakan resepsi outdoor yang diselenggarakan di tempat alam luas tersebut.
Sepasang dua insan itu berpamitan kepada keluarganya, memeluk Ummi, Abi dan kak Zura. tak lupa pula mengecup pipi gembul batita yang sudah semakin besar itu. setelahnya, dengan perasaan haru mereka menaiki pesawat milik keluarga Ye-Jun yang tengah menanti mereka.
Tak berapa lama, pesawat pun Take-off, Zoya memegang erat tangan suaminya, menahan tubuh agar tidak terjatuh merasakan pergerakan pesawat yang menjuntai ke atas.
Ye-Jun segera memeluk istrinya seolah memberi pertahanan agar tubuh mungil itu tidak terguncang.
"Kamu seperti baru naik pesawat aja" ledek Ye-Jun setelah pesawat benar-benar dalam posisi horizontal.
"Aku masih belum terbiasa, Hubby" ujar Zoya masih memeluk dada bidang itu. sesekali Ye-Jun mengecup pucuk kepalanya.
"Terguncang diatas ranjang, apa sudah mulai terbiasa?" sifat jahilnya mulai lagi nih.
Zoya mendongak, menatap kesal nan malu, "Apa sih By! kok sampai disitu pula yang dibahas" gerutu Zoya cemberut sambil menepuk dada itu yang si pemiliknya malah tertawa lucu.
"Hahahaha, kamu itu menggemaskan" ucapnya, mengelus pipi chubby nan mulus itu dengan jari jempolnya. setelahnya, pria itu pun langsung mendaratkan kecupan yang begitu lembut. Zoya terbelalak merasakan sentuhan hangat itu, sejurus kemudian ia langsung melepaskannya. menatap ke sekitar yang tampak sepi. untuk sajaa tidak ada pramugari yang melihat tingkah gila suaminya.
"Jangan lakukan itu! ini di pesawat" omel Zoya
"Kan gak ada orang, Sayang" gerutu Ye-Jun
"Sama aja! tetap jangan disini" peringatnya, Ye-Jun hanya bisa meneguk saliva dengan kasar.
***
Hamparan alam yang gelap, hanya diterangi lampu pijar nan sedikit dihiasi bintang diatas langit, Zoya mengerjap-ngerjapkan matanya melihat hari yang sudah larut malam di Kota Gangneung, provinsi Gangwon-do, Korea selatan. dimana itu adalah kota letaknya pantai Gangmun yang akan menjadi tempat resepsi mereka esok siang. hanya menempuh waktu selama 2 jam 30 menit dari Seoul ke kota ini, bila menaiki bus atau mobil.
Anak buah Ye-Jun telah menghampiri mereka, meraih koper keduanya dan merentangkan tangan alih-alih menyilahkan majikannya untuk berjalan menuju mobil.
"Kita ke lokasi dulu" suruh Ye-Jun pada anak buahnya yang mengenakan jas hitam.
"Baik, Tuan"
Zoya menengadahkan kepala menatap sang suami, "Mau ngapain kesana?" tanya gadis itu.
__ADS_1
"Lihat persiapan resepsi kita sudah sejauh mana, Sayang" jawab Ye-Jun, mengelus punggung tangan istrinya.
"Pasti sudah selesai dan tampak bagus" ujarnya
"Tapi tetap saja aku juga ingin melihat, sekaligus kita bermain pantai" ucap Ye-Jun, yang ingin memanjakan istrinya.
"Apa kamu gak capek, By?" tanya Zoya
"Tidak, selagi bersamamu. cup" kecupan di kening pun seketika mendarat. Zoya tersenyum merasakan kecupan hangat itu, ia memeluk erat suami yang begitu ia cintai.
Tibalah mobil yang membawa sepasang pengantin baru itu ke Pantai Gangmun, dua pasang mata itu sudah disuguhi dengan lokasi resepsi yang berdekatan dengan pantai yang ombaknya cukup besar. dinginnya malam itu membuat Zoya tak tahan, Ye-Jun memeluk sang istri dari belakang, memberikan kehangatan pada tubuh mungil yang tengah kedinginan walau sudah mengenakan mantel tebal. suami idaman nan perngertian, begitu mudah untuk Zoya dapatkan.
"Dingin yang?"
"Ho'oh"
"Aku memelukmu agar tak kedinginan"
"Malu By, supirmu didalam mobil" Zoya menatap mobil, merasa takut bila anak buah suaminya malah memerhatikan dari dalam.
"Tidak akan," ucap Ye-Jun dengan entengnya.
Kedua insan itu melihat hasil kerja WO yang begitu sempurna, semuanya telah selesai seratus persen dan siap untuk digunakan. mata Zoya berbinar menatap takjub tempat yang indah itu, ia merasa terharu bila akan menjadi ratu sehari lagi yang disoroti banyak pasang mata.
"Bagus, By" pujinya
"Kamu suka?" Zoya mengangguk
"Spesial untuk kamu, istriku" ucapnya, memeluk erat sang istri.
"Terimakasih ya"
"Iya, ayo kita pergi lagi. kali ini kamu harus menutup mata" Ye-Jun mengeluarkan kain dari saku mantelnya, untuk menutup kedua mata sang istri. Zoya menatap heran, untuk apa ditutup, pikirnya.
"Mau ngapain emangnya?"
"Nanti kamu juga tau"
__ADS_1
Setelah selesai menutupi, Ye-Jun mengarahkan langkah sang istri ketempat tujuan yang menjadi surprise buatnya. hingga tibalah ditempat itu, Ye-Jun membuka ikatan kain yang menutupi mata istrinya.
Zoya mengerjap-ngerjapkan keduaa matanya, sayup-sayup melihat sebuah meja dan dua kursi. juga terdapat lilin berbentuk hati yang ditutupi oleh sebuah tempat alih-alih agar apinyaa tidak mati ditiup angin.
Zoya menatap kagum, tak menyangka suaminya akan melakukan lagi.
"Sesuai inginmu waktu itu, aku mewujudkannyaa malam ini" ucap Ye-Jun tersenyum
"Ah Hubby, so sweet sekali" Zoyaa berhamburan memeluk suami.
"Hmm, setelah menikah kamu tampak agresif ya selalu menempel padaku. ini tidak gratis, bayar ke agresifanmu saat di hotel nanti" tatapannya menyeringai menatap pucuk kepala itu.
Sontak Zoya mendongak,
"Hah?"
"Ku rasa pendengaran mu masih bagus, kamu harus membayar ini semua dengan ke agresifanmu" ulangnya lagi.
"Aku gak agresif!" melepas pelukannya, menatap kesal sang suami.
"Itu barusan apa? dari dalam pesawat kamu selalu memelukku" ledek Ye-Jun, ia puas mengusili istrinya.
"Huh! aku balik saja ke mobil bersama anak buahmu!" gerutu Zoya beranjak pergi dari sana. namun sejurus itu, Ye-Jun langsung menahan tangan gadisnya.
"Aku becanda, kamu macam gak kenal aku saja. ayo makan, kita belum makan malam"
"Menyebalkan!" Zoya berdecak kesal, lalu mengikuti langkah suaminya menghampiri meja bundar itu yang sudah dipenuhi oleh banyaknya makanan.
Ye-Jun menarik kursi milik istrinya, mempersilakan sang ratu untuk duduk. kemudian beralih pada dirinya tepat diseberang Zoya. Zoya menatap makanan itu satu persatu, sontak gelora nafsu makannya meronta-ronta. apalagi cacingnya, sudah berdemo duluan.
"Mana pelayannya, By?" Zoya heran tak ada pelayan disekitar mereka.
"Sudah pergi sejak kita hampir tiba disini" jawab Ye-Jun
"Hmm, sempurna sekali ya rencana kalian. aduh, dinginnya disini buat makanannya cepat dingin. ayolah makan" gerutu Zoya menyentuh makanan didepannya yang tidak terlalu hangat lagi.
Kini kedua insan yang lagi hangat-hangatnya itu tengah menyantap makan malam romantis di tepi pantai yang begitu dingin. deruan ombak yang menggulung menghampiri daratan menjadi penghibur antara mereka.
__ADS_1
πΈπΈ