
πΈπΈ
Setelah selesai makan siang dan sekalian sholat dzuhur, kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga sembari mengobrol. televisi yang sedari tadi menyala ikut meramaikan obrolan mereka. Umi pun sudah memberitahu jangan dulu kesini lewat pesan Wa, namun Zoya dan yang lainnya malah tidak membaca pesan itu. Ya, wajar saja ponsel sedang mode pesawat kala itu.
Disela mengobrol sambil mengemil, tiba-tiba suara tv menyebut nama aktor Hwan Ye-Jun dan gadis berkerudung asal Bandung tengah jadi sorotan. mereka pun mengalihkan perhatian ke televisi itu dan tercengang melihat Zoya dan Ye-Jun sedang di wawancara.
"Itu tadi kan kita?" tanya Zoya tercengang, bertanya pada Ye-Jun.
*Hingga saat ini, sang Aktor asal Korea ini belum juga bersedia mengklarifikasi kebenarannya akan kedekatannya dengan gadis asal Bandung di Negara kita ini. namun para wartawan telah berhasil menjumpainya dan berharap semua informasi akan kita dapati saat konferensi pers di Seoul berlangsung. Tapi pada layar ini, terlihat jelas mereka berpegangan tangan seolah saling menguatkan satu sama lain. Ah mereka sangat serasi sekali, pemirsa sekalian.
Sekian info kabar Selebriti siang ini tentang kedekatan hubungan asmara beda negara antara Hwan Ye-Jun dan Asyifa Zoya, kita akan beralih pada selebriti Indonesia*.
"Huh, ada-ada saja" gerutu Ummi. namun Zoya merasa malu saat melihat tangannya dipegang oleh Ye-Jun. wajahnya bersemu merah, namun bersyukur mereka semua masih fokus menatap layar televisi.
"Beritanya begitu sangat cepat ya, Mi" ucap Mei-Yin.
"Ya, begitulah nak. namanya juga media" ucap Ummi.
Tak terasa sudah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya Mei dan Andrew berpamitan pulang kembali ke kediaman mereka. Andrew pun mengambil mobilnya yang ia titip di garasi, sedangkan Mei-Yin, Zoya dan yang lainnya menanti di teras. namun perhatian mereka kembali teralihkan tatkala melihat segerombolan orang memanggil Zoya dan Ye-Jun.
"Siapa mereka?" tanya Zoya menatap lekat dari kejauhan.
"Entahlah, ayo kesana" mereka pun berjalan menuju gerbang, semakin dekat dan dekat sontak saja Mei dan Zoya terkejut melihat teman sekolah yang menghampiri kediaman itu.
"Itu kan teman sekolah kita" tebak Zoya.
"Benar, mau apa mereka! dasar!" Mei pun heran namun sejurus itu ia mulai mengerti bahwa mereka ingin bertemu dengan Oppa.
"Hai kalian! mau apa kesini!" teriak Mei-Yin.
"Mei, kita mau bersilaturahmi dengan Zoya lho.. bukain dong pintunya. penjaga itu gak percaya kalau kita teman sekolah Zoya" ucap salah satu dari mereka.
"Hah dasar kalian! giliran Zoya jadi trending topik aja langsung nyamperin dia! dulu kemana aja ha? bahkan kalian menghina dia dengan sebutan kutu buku dan cupu!" berang Mei-Yin yang merasa geram dengan mereka.
"Bacot kau Mei-Yin! kami disini bukan mau ketemu kau! Zoya, bukain dong" ucap mereka kesal sama Mei-Yin. Zoya tampak bingung, apakah ia harus menyambut teman sekolahnya atau hanya membiarkannya saja. Mei pun datang menghampiri Zoya, ia menyuruh Zoya untuk kembali masuk ke rumah.
"Zo, ayo kita masuk. lebih baik kalian istitahat" ucap Mei-Yin.
"Tapi--
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapi! mereka gak pantas berteman denganmu. saat kamu dekat dengan oppa, mereka malah curi kesempatan" ujar Mei. yang lain hanya bisa diam saja, tak mengerti akan ucapan Mei-Yin.
"Guys, sepertinya kita harus belajar bahasa indonesia" bisik Ayaana.
"Benar sekali"
"Untung saja aku sudah bisa sedikit" sahut Ye-Jun.
"Emang apa yang dikatakannya?" tanya Cristella kepo.
"Sepertinya mereka itu mendekati Zoya karna kedekatannya denganku" ucap Ye-Jun yang hanya tahu itu saja. mereka pun hanya mengangguk paham.
Zoya dan para sahabatnya sudah memasuki kamar, sedangkan Mei dan Andrew bisa mengatasi mereka hingga tidak bisa masuk kedalam kediaman itu. tentu saja mereka berdua bekerja sama dengan penjaga, dan tak membiarkan orang orang penjilat itu masuk.
Setelah penjaga mengeluarkan mercon untuk menyingkirkan mereka, saat itu pula mobil melaju dengan sigap. Mei tersenyum seringai, merasa puas melihat mereka yang terkena mercon.
**
Dua hari kemudian, Abi pun sudah pulang ke kediaman mereka. Ye-Jun tampak gugup untuk bertemu Abi dan menyampaikan niat baiknya. tampak Ye-Jun sedang mondar mandir didalam kamar, membuat Kim joong keheranan melihatnya.
"Sudahlah, ayo kita turun. pasti mereka menunggu kita" ucap Kim Joong.
"Baiklah, bismillah" ucapnya. lalu mereka berdua pun keluar dari kamar.
"Zoya bilang kamu mau mengatakan sesuatu?" tanya Abi tanpa basa basi.
"Bi, santai" ucap Umi.
"Abi gak sabar" bisiknya.
"Abi apa kabar?" tanya Ye-Jun berusaha menghindari pertanyaan itu.
"Alhamdulillah baik, seperti yang kamu lihat. sekarang apa yang mau kamu sampaikan?" tanya Abi.
"Tunggu sebentar ya, Bi. saya masih menunggu seseorang datang kesini" ucap Ye-Jun
"Siapa?" tanya Abi
"Nanti Abi juga tau." ucapnya tersenyum.
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian, bell rumah pun berbunyi, Ye-Jun segera ke depan karna ia yakin pasti itu adalah orang yang sedang ia tunggu.
Ceklek,
Tampak pak penjaga yang berdiri didepan pintu.
"Tuan, ada pria parubaya dan anaknya bernama Tuan Hwan. apa benar itu orangtua anda?" tanyanya dalam bahasa inggris. untung saja pak penjaga bisa bahasa inggris walau belum fasih.
"Iya pak, suruh beliau masuk ya" ucap Ye-Jun.
"Baik"
"Siapa, Jun?" tanya Abi tiba-tiba datang bersama Umi dan yang lainnya.
"Orangtua saya Bi" jawab Ye-Jun. sontak Zoya terkejut mendengar kata orangtua.
"Apa dia membawa orangtuanya untuk melamarku? ah aku gak menyangka" bathin Zoya.
"Abi gak tau kamu akan menyampaikan hal apa, namun kedatangan orangtuamu sepertinya sangat penting" ucap Abi.
"Iya bi, ini sangat penting" ucap Ye-Jun lalu Tuan Hwan dan Aera sudah tiba dihadapan mereka. Zoya, Cris, Kim dan Ay langsung mencium tangan tuan Hwan lalu memeluk Aera. begitu pun sebaliknya, Tuan Hwan dan Aera menyalimi tangan orangtua Zoya.
"Saya orangtua Ye-Jun, dan ini putri bungsu saya. kedatangan kami kesini atas keinginan putra kami ingin melamar Zoya" ucap Tuan Hwan tersenyum.
"Ya bi, saya mau melamar Zoya dengan surah Ar-Rahman" ucap Ye-Jun sedikit gugup. sontak saja semuanya kaget mendengar pernyataan kedua orang itu.
"Serius?" tanya Abi pada Ye-Jun
"Ya bi, tempo lalu Zoya memberikan syarat dengan surah tersebut sampai ayat 40. kini saya sudah menghafalnya" ucapnya.
"Baiklah, ayo masuk Tuan" ajak Abi lalu mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu. Abi pun memanggil bibi untuk membuat minuman dan cemilan. sembari menunggu Bibi, Abi dan Umi pun mengobrol sebentar dengan Tuan Hwan tentang kedekatan anak mereka, Abi tersanjung Tuan Hwan menerima anak mereka dengan tangan terbuka. hingga akhirnya Bibi pun datang, menyuguhkan minuman dan cemilan untuk tamu jauh mereka.
"Silakan Minum Tuan" ucapnya
"Terimakasih"
Bibi pun akhirnya pergi, sembari mengacungkan jempol pada nona mudanya, Zoya. membuat Zoya jadi salah tingkah. Ye-Jun pun tersenyum melihat gadisnya itu, sontak saja rasa kecanggungan seketika sirna.
Hingga tiba saatnya yang ditunggu-tunggu, Abi memutuskan obrolan mereka diantara orang tua. lalu beralih pada muda mudi yang sedang dilanda cinta ini,
__ADS_1
"Ye-Jun, lafaskanlah" perintah Abi.
πΈπΈ