
πΈπΈ
Ye-Jun menarik nafas dalam sambil memandang Zoya, ia pun segera melafaskan surah itu dengan pasti.
Abi dan Umi terharu mendengarnya, lantunan ayat suci itu begitu lancar dilafaskan oleh pria ini, walaupun tajwidnya tidak begitu benar namun mereka tidak memikirkan hal itu. begitu pun dengan Zoya, ia terharu hingga menitikan air mata. menurutnya Ye-Jun benar-benar pria idaman yang memiliki hati tulus untuk mencintai. Zoya dapat melihatnya, pria ini sungguh sangat mencintainya.
Pada akhirnya Ye-Jun telah berhasil melafaskan Surah Ar-Rahman ayat 1-40 dengan lancar tanpa teks sedikitpun. Tuan Hwan yang mendengarnya merasa tersentuh, ternyata putranya sungguh berubah drastis karna wanita berkerudung itu. Ye-Jun yang biasanya bersikap cuek dalam hal apapun, kini ia menjadi sosok yang peduli dan penuh ambisi untuk menggapai cita-citanya. masalah wanita, Tuan Hwan tidak meragukan sang putra, ia begitu tahu bahwa wanita dan cinta adalah suatu yang harus ia pertahankan. sama halnya dengan sang mantan yang telah meninggal dunia, hingga Ye Jun enggan untuk mencari wanita lain. Tak diduga, sosok berkerudung itulah yang bisa menaklukkan hati Ye-Jun, hati sang Oppa tampan.
Zoya menghapus air matanya yang menetes, begitu pun Ummi merasa baper dibuatnya. sedangkan Abi tercengang, ia merasa takjub dengan sosok pria yang ia mualafi beberapa bulan lalu dan kini hasilnya pria itu begitu dalam mendalami agama barunya. sungguh Abi merasa tersanjung dan bangga pada Ye-Jun, ternyata pria itu bukan semata-mata karna putrinya kalau dia bersedia masuk islam. tentu saja dari hati yang paling dalam, Abi bisa melihat ketulusannya.
"Alhamdulillah, kamu berhasil" ucap bangga Abi sambil menepuk pundak Ye-Jun.
"Alhamdulillah, tinggal keputusan Abi dan Ummi apakah saya diterima atau tidak" ucap Ye-Jun tersenyum.
"Abi serahkan pada Zoya" ucap Abi menunjuk Zoya.
"Zoya, apa kamu mau menerima lamaran kami?" tanya Tuan Hwan. Zoya berpikir sekejap sambil tersenyum penuh arti. ia menatap satu persatu orang yang tengah memandangnya. Aera merasa gemas, ia tak sabar untuk mendengar jawaban calon kakaknya.
"Eonnie, ayo dong jawab. mau yaa" pinta Aera.
"Terima! terima!!" sorak Ay, Cris dan Kim. sontak saja dengan senyum semringah yang merekah, Zoya dengan yakin ia menganggukkan kepalanya.
"Ya, Zoya mau" ucapnya mantap, membuat Ye-Jun beryes-ria hingga berloncat-loncat diatas lantai.
"Yeaaaaay!! uhuuuy!! aku akan nikah!!" girang Ye-Jun dengan rasa bahagia yang sangat membuncah didalam sanubarinya. Aera yang sangat berharap pun ia langsung memeluk calon kakak iparnya dengan penuh bahagia pula. tak lupa dengan para sahabat, mereka memeluk Zoya kecuali Kim Joong yang begitu menjaga martabat seorang muslimah.
"Zoya, selamat sayang" ucap Ay dan Cris, rasanya bahagia ini tertular dengan sangat cepat pada mereka.
"Terimakasih guys, semoga kalian cepat nyusul. Ayaana sudah sama Kim tuh, tinggal kamu lagi Cris" goda Zoya membuat Cris cemberut namun ia tidak sakit hati, ia tetap bahagia akan sahabatnya yang ia sayangi.
"Pa, Abi, kapan nikahnya?" tanya Ye-Jun spontanitas.
__ADS_1
"Haaa??" Zoya yang sedari tadi memeluk sahabat dan calon adek ipar merasa terkejut dengan pertanyaan Ye-Jun.
"Gak usah terkejut, toh sebentar lagi akan nikah" bisik Ayaana.
"Tapi aku masih kuliah" bisik Zoya.
"Sssstt!! Abi mau jawab" lerai Cristella. ah para gadis ini heboh sekali.
"Lebih cepat lebih baik. Abi gak mau kalau maksiat menghampiri kalian" ucap Abi. Ye-Jun tersenyum, lalu menatap Ayahnya yang tampak berfikir.
"Bagaimana satu bulan lagi?" ujar Tuan Hwan.
"Tuan, cepat sekali" gerutu Zoya.
"Eiiip, jangan panggil Tuan, panggil Papa ya sayang" pinta Tuan Hwan.
"Baik Tu, eh Papa. tapi, cepat sekali.." gerutu Zoya.
"Benar itu, lebih baik dua minggu lagi aja" timpal Ye-Jun dengan senyum semringahnya, lalu ia mengerlingkan sebelah mata pada sang pujaan hati membuat Zoya jengkel melihatnya.
"Apalagi itu" gerutunya menggaruk kepala.
"Hahahaha, nak-nak. kita adakan pernikahan satu bulan lagi" ucap Abi yang tampaknya keputusan itu sudah bulat.
"Tak apalah," ucap Ye-Jun tersenyum pada gadisnya. Zoya hanya cemberut melihatnya.
Setelah cukup lama berdebat, alhasil pernikahan Zoya dan Ye-Jun akan diadakan satu bulan lagi di kediaman pihak mempelai wanita. Tuan Hwan yang memiliki stasiun Tv pun tak sungkan akan menayangkan acara pernikahan sang putra dan membiarkan publik mengetahui anaknya menikahi wanita muslimah.
Ye-Jun pun juga akan mengatakan pada sang Ayah dan juga Abi, bahwa ia akan mengadakan konferensi pers tentang lamaran yang ia adakan di Bali saat ia balik ke Seoul nanti. sekaligus mengatakan pada dunia bahwa Zoya adalah tunangannya.
Tentu saja hal ini membuat Zoya senang, tapi tak dipungkiri ia juga merasa tidak enak dengan pamoritas calon suaminya.
__ADS_1
"Oppa, aku takut" keluh Zoya
"Kenapa?" tanya Ye-Jun disela menyuapi nasi kedalan mulut. Ya, kini mereka tengah makan siang setelah proses lamaran tadi.
"Bagaimana para fansmu meninggalkanmu? pasti pamoritasmu turun" bisik Zoya.
"Tenang saja, mati satu tumbuh seribu. aku yakin pasti banyak kalangan mayoritas muslim yang menyukaiku. asal kamu tau, ini sudah trending topik sampai seluruh dunia." jelas Ye-Jun
"Aamiin, aku berharap ini tidak menghancurkan karirmu" ucap Zoya.
"Percayakan sama Allah, pasti Allah memberi yang lebih baik lagi untuk kita. Selebriti itu bukan pekerjaan abadi, ada kalanya mereka turun kebawah, dan ada pula yang naik daun. siapa tahu setelah ini kamu yang naik daun." jelas Ye-Jun tersenyum. keluarga yang memperhatikan dari tadi hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat anak mereka yang asyik berbisikan.
"Makan dulu baru ngobrol" sindir Abi membuat Zoya dan Ye-Jun tersenyum kecut.
"Iya Bi" jawab Zoya dan Ye-Jun secara serempak.
Sungguh, mereka itu pasangan yang lucu dan menggemaskan. membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas.
Setelah makan siang, para orangtua menghabiskan waktu untuk mengobrol di ruang keluarga. sedangkan para pemuda itu menghabiskan hari duduk di taman samping kediaman Zoya. Taman samping yang terdapat kolam renang, tanaman bunga yang penuh dengan warna-warni dan Gazebo tempat bersantai ria.
Ayaana, Cristella, Aera dan Kim Joong asyik mengobrol ditepian kolam renang. sedangkan Zoya dan Ye-Jun mereka tinggalkan di Gazebo. mereka sengaja meninggalkan mereka, merasa tak enak berada ditengah-tengah sang kupu-kupu yang lagi dimabuk asmara.
"Guys, kita berenang boleh gak yaa? kebetulan siang gini enaknya nyebur" ucap Cristella.
"Ayo kita tanya. Zo, kami boleh berenang gak?" teriak Ayaana.
"Iya boleh, masuk aja" sahut Zoya. sontak saja mereka kegirangan dan segera ke kamar untuk mengganti pakaian dan mengambil kimono milik mereka masing-masing.
Zoya tersenyum lucu pada mereka, bisa-bisanya pakai izin segala. anggap saja rumah sendiri kan, hahaha.
πΈπΈ
__ADS_1