Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
174. Mengganggu saja


__ADS_3

🌸🌸


Cristella berusaha memberontak minta dilepaskan. cekalan tangan itu begitu kuat, sungguh pria bersamanya ini tengah diliputi rasa amarah. Perasaan pun mulai tak karuan, menimbang-nimbang hukuman apa yang akan ia dapati nanti. Diliriknya Ayaana yang ada disana, tampak gadis itu tengah manyun sembari menyambut kunci mobil yang dilemparkan Kim Joong.


"Pria gila ini, sungguh mereka marah" batinnya


Dan tibalah disamping mobil, Tae langsung membuka pintu jok depan untuk kekasihnya, menyuruh Cristella masuk dan gadis itu tetap menurut. lalu berbalik, Tae-Young pula yang mengitari mobilnya dan memasuki jok belakang kemudi.


Nafas mulai tak beraturan, dilirik sekilas pria disebelahnya hanya berdiam diri mematung tanpa kata. tatapannya begitu dalam ke arah depan. dan sejurus itu, ia menatap Cristella yang memerhatikan membuat jantung gadis itu berpacu dengan cepat.


Tae-Young sungguh geram dan gemas, ingin marah namun tidak bisa. dia mencintai gadis ini, bagaimana Ia akan marah? hanya masalah sepele, bukan? lagian taruhan itu hanya permainan bukan suatu hal yang serius.


"Maaf," kata itu terucap juga dari mulut mungil gadis cantik itu


Tae-Young mencondongkan tubuhnya ke arah Cristella, mendekatkan wajah mereka membuat tubuh Cristella menegang, matanya pun melotot menatap pria itu.


"Kamu tau kamu salah?" tanyanya setelah kebisuan terjadi. Cristella mengangguk cepat.


"Apa salahmu?"


"Meninggalkanmu"


"Lalu?"


"Mengingkar janji"


"Tau hukumanmu apa?"


Cristella menggeleng, tubuhnya semakin menegang saat pria itu kembali memajukan wajahnya hingga jarak mereka begitu dekat, hanya beberapa senti dan nafas yang berhembus begitu terasa. Tae-Young semakin mendekatkan wajahnya, hingga bibir mereka bertemu, menempel, ia dapat melihat gadis itu melototinya hingga hal tak terduga pun terjadi.


Tae-Young mencium bibir mungil itu dengan lembut, menyesap bibir bawah Cristella yang masih tertutup. lidahnya pun mulai nakal, memaksa mulut itu untuk dibuka namun Cristella tetap dalam posisi bertahan. Tae Young punya cara unik, meremas paha kekasihnya hingga mulut itu terbuka karna kaget. dari situlah kesempatan lidah mereka bertemu.

__ADS_1


Ciuman hangat begitu terasa sangat nikmat, keduanya terasa melayang ke atas langit saat lidah itu mulai beradu dan melilit. menyesapnya, ******* dengan lembut. Tak berhenti disitu, Tae-Young merengkuh pinggang kekasihnya, menggiring tubuh itu untuk berpindah tempat namun masih dalam posisi berpagutan. Cristella menduduki tubuhnya dipangkuan kekasihnya itu, posisi menyamping dan kedua tangan merangkul leher pria itu. hingga ciuman lembut pun berubah menjadi buas dan kasar namun keduanya saling menikmati.


Puas dengan hal itu, Tae-Young dengan nakalnya beralih mengecup leher Cristella, lenguhan dan desahan seketika lolos dari mulut Cristella saat tubuhnya mengerang merasakan sensasi menggelikan ini. Tae-Young sangat menyukai suara merdunya, lidahnya kembali menjilat dan menyesap leher putih mulus itu hingga tangannya pun ikut meremas kedua anak kembar milik Cristella.


"Ah, sudah yaa" pinta Cristella, saat bibir itu mengecup belahan dada kekasihnya. Tae-Young menghentikan aksinya, menatap dalam wajah cantik yang mulai berantakan itu.


"Aku gak mau sesuatu terjadi yang lebih parah lagi" ucap lirih Cristella, mengelus pipi kekasihnya.


"Hhh... baiklah, Sayang"


"Cup!" Cristella mengecup bibirnya, sejurus itu ia langsung berpindah duduk ke sisi sebelah yang memang seharusnya berada disana.


Tae-Young tersenyum, Ia sangat puas. anggap itu sebagai hukuman untuk kekasihnya yang nakal. Ia pun segera menekan pedal gas, memundurkan mobilnya dengan perlahan sembari menatap spion apakah ada mobil dibelakang atau tidak.


"Sudah sepi, mereka pasti sudah pulang" ucap Cristella, menatap letak mobil Kim Joong yang sudah kosong.


**


Zoya baru saja terbangun dari tidurnya, saat mendengar bayi mereka, Dzaka, tengah meraung dengan suara khas bayi. tampaknya bayi itu tengah kehausan. Zoya langsung merengkuhnya ke pelukan, mengeluarkan sebelah gunungnya dan memberikannya pada Dzaka. hingga bayi itu kembali diam saat menyesap ASI dari sang Ibu.


"Em.. em.. em.." Dzaka mengoceh pelan dengan tenggorokannya, sedangkan mulutnya masih asyik meminum susu sang Ibu.


"Wah, sudah pandai bergumam yaa anak Umma" girang Zoya, lalu mengecup kening bayinya itu. dalam sekejap Dzaka kembali tertidur, Zoya kembali menaruhnya didalam ranjang bayi.


Diliriknya jam di dinding, sudah pukul setengah empat sore. selagi anaknya tertidur, Ia pun segera membersihkan diri lalu membangunkan suaminya.


Beberapa menit kemudian, wanita itu telah selesai mandi. mengenakan kimono, handuk yang dililit pula pada rambutnya. menoleh menatap Dzaka, bayi itu sangat tenang dan tidak berisik.


"By, bangun! mandi lagi" Zoya membangunkan suaminya. Ye-Jun pun mengerjap-ngerjapkan kedua matanya saat suara sang istri mengganggu. dalam pandangannya yang kabur, Ia menatap wanita yang ia cintai tampak cantik, mengenakan handuk diatas kepala membuatnya terlihat sangat seksi.


"Bangun lho! mau Ashar lagi! malah menung!" gerutu Zoya. sontak Ye-Jun langsung merengkuh kepala sang istri, mendorongnya hingga mendekati wajahnya. sontak Zoya terkejut, tercengang dan melotot. berusaha menarik kepalanya namun tangan itu semakin menahannya. Hingga hal tak terduga juga terjadi, Ye-Jun langsung mengecup bibir itu dengan rakus.

__ADS_1


"Emh emh, Hubby!" Zoya meronta, Ye-Jun menduduki tubuhnya dan membawa tubuh mungil itu duduk ke pangkuannya. ciuman pun semakin kasar, Zoya tak bisa berkutik lagi dan terpaksa menerimanya. lagian sudah lama ia tak merasakan sensasi ini.


"Hanya ini sayang" ucap lirih Ye-Jun, kembali menyesap mulut segar khas aroma pepsodent. hingga ciuman pun berangsur lama.


"Stop, By!" Zoya menjauhkan tubuhnya, saat bibir itu menyesap anak kembarnya.


"Kenapa?"


"Itu milik Dzaka"


"Aku hanya memainkannya sayang. mencoba setetes apa salahnya? tidak akan habis" ujar Ye-Jun. Zoya pun diam, membiarkan suaminya kembali melanjuti aksinya. hingga sejurus itu, suara pengganggu mengharuskan Ye-Jun harus berhenti, sebab sang istri langsung beranjak saat mendengar ketukan pintu yang mengganggu.


Tok tok tok


Namun tidak untuk Zoya, ketukan pintu itu seolah bagaikan angin segar untuk bisa lolos dari terkaman suaminya. Sedangkan Ye-Jun tampak kesal, ia meninju ranjang dengan kepalan tangannya lalu mengusap wajah dengan kasar.


Ceklek,


"Ada apa bi?" tanya Zoya


"Itu Nyonya, ada teman-teman Tuan" ucap Bibi


"Ohya? siapkan minum dan cemilan ya bi. setengah jam lagi kami keluar" ucap Zoya


"Baik, Nya" turut Bibi, kemudian wanita itu pergi.


Zoya beralih pada suaminya yang terpaku, wajahnya terlihat masam seperti jeruk nipis yang asamnya luar binasa.


"Ada apa?" ketus Ye-Jun


"Teman-temanmu datang. mandilah dulu setelah itu kita sholat dan menemui mereka" titah Zoya

__ADS_1


"Dasar mereka, mengganggu saja!" gumam Ye-Jun, dirinya masih kesal. sedangkan Zoya kembali ke ruang ganti untuk berpakaian.


🌸🌸


__ADS_2