Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
115. Oppa gak romantis


__ADS_3

🌸🌸


Tak terasa libur semester pun telah berakhir dengan sangat cepat. Tak dipungkiri bahwa ini terlalu singkat dan masih belum puas untuk berlibur. namun mau bagaimana lagi? rutinitas sehari-hari sudah menanti didepan mata.


Kini rombongan Zoya dan Ye-Jun sedang melambaikan tangan pada orangtua Zoya dan juga kak Zura yang tempo lalu datang ke rumah. lambaian tangan yang cukup terharu membuat anak dan Ibu itu enggan untuk berpisah. Umi selalu menguatkan putrinya, pendidikan adalah yang nomor satu kali ini.


Sayup-sayup sosok sang putri mulai menghilang dari pandangan, para pramugari menunduk hormat pada Umi dan Zura lalu menutup pintu pesawat. Zoya hanya bisa memandang dari balik jendela, ia melambaikan tangan kecil sembari tersenyum paksa.


Pada akhirnya pesawat jet pribadi milik keluarga Hwan pun telah terbang ke angkasa meninggalkan bekas jejak di daratan. Zoya menoleh kesamping, tampak Aera membuyarkan lamunan kakak iparnya. Aera menawarkan cemilan atau minuman yang bisa menemani perjalanan mereka, Zoya pun menginginkan salad buah yang terlihat sangat menggiurkan.


"Mau salad aja Nona" ucap Zoya pada pramugari cantik itu.


"Ini, Nona Muda" ucapnya memberi salad tersebut. namun Zoya sedikit teralihkan, karena kata penyebutan oleh dirinya cukup asing didengar.


"Nona bilang apa?" tanya Zoya


"Ini, Nona muda" jawabnya


"Nona muda? hehehe, jangan panggil itu, sangat berlebihan. panggil Nona aja ya" pinta Zoya. Pramugari itu tampak ragu, ia menatap Aera yang juga menatapnya.


"Tapi Non--


"Eonnie, sekarang eonnie dipanggil Nona muda oleh siapapun. tidak boleh dibantah" tekan Aera. Pramugari itu hanya tersenyum.


"Tapi Ra, aku kan belum menikah dengan kakakmu" pungkas Zoya.


"Sssstt!! ini suruh Papa. eonnie gak boleh bantah" ucap Aera.


"Kamu boleh pergi" usir Aera pada pramugari itu.

__ADS_1


Zoya pun hanya bisa diam saja, ini sudah peraturan keluarga Hwan. mau bagaimana lagi? Zoya harus menerima perlakuan mewah itu.


Duduk dan berbaring dengan cukup lama didalam pesawat membuat para penumpang gampang bosan dan suntuk. Namun itu semua telah berakhir tatkala kini mereka telah tiba di Seoul. Zoya dan para sahabat sangat kegirangan, mereka pun berbondong-bondong untuk menuruni pesawat ini.


"Pakai kacamata kalian, buruan!" perintah Ye-Jun, mereka semua yang bersamanya segera mengenakan kacamata. sedangkan Zoya memakai topi, masker, shyal, dan jaket yang menutupi hijab didadanya. tentu saja hal itu agar publik tidak tau bila salah satu dari mereka ada yang berhijab. bila dilihat, Zoya sekilas tidak memakai hijab. Ya, dia memakai topi dan leher ditutupi oleh syal. sempurna, semoga publik tidak mengetahui kedatangan mereka.


Mereka semua pun berjalan gagah menuju keluar bandara dengan koper yang mereka seret. Ye-Jun memerhatikan orang-orang sekitarnya, ia tersenyum tipis tatkala tidak ada yang memerhatikan mereka dengan intens. sedangkan Zoya, jantungnya berdegup kencang tak karuan, ia takut akan ketahuan oleh publik. melihat Zoya yang gugup, Ye-Jun mencoba menguatkan dengan memegang tangan gadis itu. Zoya menengadahkan kepalanya, ia menatap Ye-Jun yang juga menatapnya. keduanya saling tersenyum, namun tidak terlihat karna ditutupi oleh masker. hingga tibalah segerombolan itu didepan mobil masing-masing yang dibawa oleh sopir pribadi orangtua mereka.


"Guys, kami duluan yaa.. peluk cinta dulu. nanti kita calling lagi" ucap Ayaana lalu memeluk Cris, Zo dan Aera. sedangkan Kim memeluk Ye-Jun layaknya gaya seorang pria.


"Hati-hati yaa, ntar kita ketemuan lagi" ucap Zoya.


"Siap guys"


"Zo, aku juga pamit yaa, itu sopir Mama baru datang" ucap Cristella.


"Iya, kamu hati-hati juga" ucap Zoya


"Sayang, kamu mau langsung ke kontrakkan atau ke rumah dulu?" tanya Ye-Jun


"Ke rumah kami aja dulu ya eonnie, kebetulan Chef pasti sudah membuat makan siang kita. kalau di kontrakkan pasti eonnie harus masak dulu, ya kan Oppa?" ujar Aera membujuk Zoya.


"Benar sekali. adikku ini memang pintar. pokoknya kamu harus ke rumah kita dulu" ucap Ye-Jun. Zoya pun terpaksa mengangguk, lagian ia juga lapar saat ini.


"Nanti setelah makan, kita ke Masjid bareng" bisik Ye-Jun. tentu saja ia ingin mencuri kesempatan untuk bisa berduaan dengan kekasihnya.


"Ya ya calon suamiku" turut Zoya tersenyum malu sudah menyebut kata calon suami pada Ye-Jun.


"Kamu bilang apa hm?" tanya Ye-Jun gemas.

__ADS_1


"Gak ada, aku keceplosan" elak Zoya.


"Bohong! ayo katakan sekali lagi" desaknya. Aera yang menoleh ke belakang hanya tersenyum lucu melihat keduanya.


"Gak ada ih! kamu geser lagi kesana napa! dempet amat. seharusnya Aera yang disini" omel Zoya. jantung gadis itu sudah deg-degan seakan ingin loncat dari tempatnya. entah kenapa mulutnya ini suka sekali keceplosan membuatnya jadi malu.


"Gak mau, bilang dulu" Ye-Jun bersikeras, ia semakin mendekatkan tubuhnya pada Zoya. matanya mengerlingkan sebelah mata pada Aera, sungguh senang sekali menjahili gadis ini.


"Aduh, Oppa.. jauh lagi dong" pinta Zoya menatap tempat duduk mereka yang sangat dekat.


"Bilang dulu" paksa Ye-Jun.


"Calon suamiku" dan pada akhirnya kata itu telah keluar kembali dari mulut Zoya. Ye-Jun tersenyum mendengarnya, ingin rasanya mengecup kening gadis itu namun ia terpaksa mengurungkan niatnya.


"Ah terhura aku, ternyata kamu so sweet calon istriku" pujinya, membuat Zoya semakin malu, pipinya bersemu merah, tak berani untuk menatap calon suaminya itu. Zoya terus saja memandang luar jendela, berusaha untuk menetralisirkan perasaannya. Ye-Jun tersenyum, ia pun menjauhkan tubuhnya dari tubuh gadis yang belum ia halalin itu.


Tak terasa mobil pun telah tiba dikediaman Tuan Hwan, Ye-Jun menatap sekitar, tidak ada para wartawan yang menggerubungi kediaman mereka. Ye-Jun pun bisa bernafas lega, ia berjanji besok akan mengadakan pers bersama Zoya.


"Ayo turun" ajak Ye-Jun pada gadisnya.


"Tunggu!" panggil Aera, Ye-Jun pun menghentikan membuka pintunya, begitu pun Zoya.


"Ya?"


"Oppa gak romantis ih, masa nyuruh eonnie turun. seharusnya Oppa turun duluan lalu mengitari mobil dan membuka pintu milik eonnie. terus Oppa sambut tangannya kayak princess gitu, pokoknya kayak di novel-novel. Oppa gimana sih" ucap Aera menggerutu.


"Hahaha, gak perlu, Ra. lebay amat lho" ucap Zoya sambil menatap Ye-Jun yang menggaruk kepalanya.


"Aera benar. kamu tunggu disini. jangan buka pintunya!" perintah Ye-Jun. segera ia membuka pintu lalu mengitari mobil seperti yang diajari adiknya barusan.

__ADS_1


"Drama apalagi ini Ya Allah" gerutu Zoya terkekeh.


🌸🌸


__ADS_2