
πΈπΈ
Hari sudah semakin siang, awan hari ini yang berubah-ubah sudah kembali menjadi cerah meninggalkan tetesan air yang membasahi dedaunan. Kini Zoya and the gengs telah tiba di Kampus, mereka berjalan cepat sembari mengobrol menuju ke kelas.
"Hai Zo, maaf ya semalam aku tidak mengejarmu, lihatlah kakiku masih pincang karna terjatuh" ucap Hayoon sendu.
"Astaghfirullah, bagaimana bisa Yoon? kamu sih tidak hati-hati. ayo duduklah di tempatmu, tak seharusnya menyambutku sampai diambang pintu" ucap Zoya dengan lembut kepada teman barunya itu.
"Iya Zo," Hayoon pun dipapah oleh Zoya dengan pelan menuju bangkunya.
"Gadis yang malang"
"Kamu duduk diam saja disitu dan juga kalian" suruh Zoya. Zoya kembali menduduki tubuhnya dibangku miliknya sendiri bersama Cristella.
Tak berapa lama dosen pun datang, Cristella ternganga melihat pak dosen tampan yang ia temui di Bali tempo lalu. Pak dosen yang menyapa merekaa, namun Cristella hanya diam saja hingga ia menjadi pusat perhatian si Pak dosen.
"Pak Tae-Young tampan sekali " bathin Cristella, menatap lekat wajah tampan itu sambil tersenyum.
"Ehem!!" deheman yang mengarah padanya, dan sorot mata yang menatapnya, seketika lamunan Cristella menjadi buyar tatkala ia ketahuan sudah memerhatikan wajah tampan itu. Cristella menjadi salah tingkah, ia kembali menetralisirkan perasaannya dengan mengambil buku dari dalam tas.
Pak Tae-Young hanya tersenyum lucu didalam hati melihat gadis yang menarik perhatiannya itu.
"Kenapa Bapak itu memerhatikan kearah sini dari tadi?" bisik Ayaana pada Kim Joong.
"Itu perasaanmu saja, mungkin saja karna lipstickmu terlalu merah" goda Kim Joong.
"Menyebalkan! mana ada merah! orang pakai make up yang flawless kok" gerutu Ayaana menepuk bahu kekasihnya. dengan raut wajah kesal, ia kembali memerhatikan si Bapak yang sedang menerangkan.
Dua jam kemudian, materi pertama pun telah selesai. membuat wajah Cristella menjadi sedu sebab si pak tampan akan pergi meninggalkan dirinya. diam-diam Pak Tae-Young mencuri pandang pada gadis itu, ia tersenyum tipis melihat gadis itu yang tampak sedih.
"Cristella!" panggilnya. sontak membuat Cris kaget.
"Eh, iya Pak"
"Bawakan buku-buku saya ke kantor" perintahnya. Cristella terkejut, ada angin apa si Bapak menyuruhnya. namun dengan senang hati ia pun menurut dan segera beranjak menghampiri meja dosen.
"Wah, Cristella.. tumben-tumbenan Pak Tae-Young meminta tolong padanya" ucap Ayaana terkesima. sedangkan tiga orang dibelakang mereka, tampak berdecak kesal menatap Cristella yang berhasil didekati si Dosen.
__ADS_1
"Tenang saja, semoga cuma jadi kacungnya doang" bisik Sinhye.
Kembali pada geng Zoya,
"Itu karna barang si Bapak banyak sekali" ucap Zoya
"Ih Zo, banyak apaan coba. hanya modusnya saja tuh. Pak Tae-Young juga dari tadi memperhatikan kearah sini" ujar Ayaana dan diangguki oleh Kim Joong.
Diam-diam Jinhyu yang duduk dibelakang Ayaana, menguping pembicaraan mereka. dan ia pun kembali menyampaikannyaa pada Hayoon membuat Hayoon semakin kesal.
"Gara-gara kaki ini! masih perih banget lho" gerutunya kesal.
Cristella tersenyum senang menatap punggung itu, tak menyangka pria ini juga tinggi seperti model dan badannya atletis membuat Cristella menelan air salivanya dengan kasar. melihat anak didiknya yang berjalan lambat, Tae-Young pun menghentikan langkahnya alih alih ingin mensejajari langkah dengan Cristella.
"Kenapa berhenti, Pak?"
"Menunggu kamu yang jalannya kayak keong" ucap Pak dosen, semakin membuat Cristella tampak canggung.
"Hehehe, maaf" ucapnya terkekeh, Tae-Young semakin tersenyum lucu melihatnya.
"Setelah menaruh barang-barang saya, temani makan di kantin yuk" ajaknya
"Tapi aku ingin makan disana, bosan tau makan di kantin dosen" gerutunya, Cris hanya mengangguk mengerti.
Kini mereka berdua telah duduk di kantin mahasiswa, banyak dari mereka yang tercengang melihat mantan geng Hayoon itu sedang makan berdua dengan dosen magang yang tampan itu. Cris menjadi salah tingkah, ia begitu terganggu dengan tatapan mereka dan gosipan demi gosipan.
"Santai saja, jangan lihat mereka" ucap Pak dosen menenangkan.
Sejurus itu, Zoya and the geng dan geng Hayoon baru saja tiba di kantin dan sontak mendengar gosipan tentang Cristella. Zoya menatap arah pandang mereka, dan kaget melihat Cris makan berdua dengan Pak tampan.
"Guys, lihat deh" ucap Zoya menunjuk ke arah Cristella. yang lainnya menatap arah telunjuk itu.
"Kan benar! mereka pedekatean" tebak Ayaana.
"Uh so sweet, ternyata kamu benar Ay" timpal Zoya. sedangkan geng Hayoon menatap tidak suka pada Cristella.
Kini mereka pun duduk di meja masing-masing, Zoya menduduki tubuhnya bersama Kim dan Ayaana sembari mengobrol senang melihat Cristella yang sudah mulai memiliki gebetan. sedangkan geng Hayoon hanya mengumpat kesal, dirinya kalah jauh dari Cristella.
__ADS_1
"Sial!" gumam Hayoon.
"Kamu harus semangat mendekati pak tampan itu, jangan mau kalah dengan mereka" bisik Sinhye
"Iya, lihat saja nanti. sekarang mana bisa, jalan saja masih pincang" gerutu Hayoon mengomel.
Setelah selesai makan di kantin, Zoya berpamitan untuk segera ke rumah Ibu Shu untuk menjalankan sholat ashar. ia berlari sekencang mungkin untuk menuju kesana.
Setelah sholat ia kembali ke kelas, tampak dosen killer sudah berada di ruang itu.
"Permisi, Bu. maaf telat, saya baru saja selesai sholat" ucap Zoya sedikit takut.
"Tidak apa, masuklah. temanmu tadi sudah mengatakan pada saya" ucapnya. Zoya pun bernafas lega. ia pun kembali masuk dan menduduki tubuhnya disamping Cristella.
"Yoon, kamu yakin dia sudah putus dengan Hwan Ye-Jun?" tanya Sinhye yang memperhatikan raut wajah Zoya yang tidak menampilkan kesedihan.
"Entahlah, tidak ada waktu untuk menanyakan itu. bisa sajaa didepan temannya dia berpura bahagia" ucap Hayoon lalu kembali memperhatikan dosen killer.
Kelas terakhir pun selesai, geng Zoya dan Hayoon berjalan bersama-sama menuju parkiran. sambil berjalan, Hayoon mencuri kesempatan untuk mendekati Zoya saat ia melihat Ayaana meminta penjelasan pada Cris tentang kedekatannya dengan dosen.
"Zo, kamu tidak apa-apa kemarin? aku belum tau keadaanmu" tanya Hayoon yang mulai mencari tahu tentang hubungan mereka.
"Sudahlah Yoon, jangan bahas dia lagi. bersama kalian saja sudah membuatku senang dan bahagia. jangan ungkit pria itu lagi" ucap Zoya menunjukkan tampang sedih. Hayoon tersenyum didalam hati.
"Jadi kamu bertengkar dengannya?" tanya Hayoon.
"Ya, bahkan aku memutuskannya dan tidak ingin menikah dengan pria itu. percuma Yoon, kalau sikapnya dibelakangku seperti itu" ucap lirih Zoya hingga matanya berkaca-kaca. Hayoon pun semakin yakin.
"Jangan bersedih, mungkin dia bukan yang terbaik untukmu" nasehatnya, Zoya mengangguk tersenyum.
"Apa mereka tau?" tanya Hayoon
"Tidak, aku tidak ingin mengatakannya. cukup aku memendam sendiri" jawab Zoya. Hayoon and the geng pun mengangguk mengerti.
"Zo, ayo buruan!" panggil Cristella yang telah tiba didepan mobilnya. sontak Zoya langsung permisi pada Hayoon dan berlari menghampiri Cristella.
Hayoon and the gengs tersenyum senang, rencana mereka sangat berhasil.
__ADS_1
"Ini kabar bahagia buat eonnie Soo Yun" ucap Hayoon dengan bangganya.
πΈπΈ