Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
196. Menghadiri wisuda


__ADS_3

🌸🌸


Malam menerpa, dinginnya udara malam di Kota Roma membuat bulu kudu berdiri merasakan desiran angin yang begitu menyeruak masuk ke permukaan kulit. Dua orang insan yang saling mencintai tengah mengobrol riang di atas balkon seraya memandangi pemandangan kota yang begitu indah pada malam hari. apalagi menjelang larut. Zoya mengelus-ngelus kedua lengannya yang sudah dibaluti jaket, sungguh dingin sekali namun tak menyulut untuk kedua orang itu beranjak dari sana.


"Apakah akan turun salju? dingin sekali" keluhnya


"Belum waktunya. Eropa memang begini, Sayang" papar Ye-Jun yang sedang merangkul pundak sang istri. memberi kehangatan pada tubuhnya


"Kira-kira dedek kedinginan juga gak didalam sini" Zoya mendongak menatap suaminya, sembari mengelus perut buncitnya itu


"Ck! mana mungkin. kalau pun iya aku Babanya akan siap untuk menghangatkan" ucap Ye-Jun dengan bangga


"Hah? maksudnya?"


"Mengunjunginya akan menghangatkan dedek" Ye-Jun mengerlingkan sebelah matanya dengan tatapan nakal pada sang istri yang semakin hari semakin cantik


"Apaan sih! gak ada gituan! kamu tau? ada Dzaka!!" gerutu Zoya menoleh ke kamar sekejap.


"Dia itu gampang, kita taruh saja di lantai"


"What!!! gila apa, masuk angin ntar kok malah tidur di lantai" erang Zoya


Ye-Jun diam saja, menikmati raut wajah kesal istrinya sembari menyesap susu coklat yang asapnya masih mengempul ke udara hingga habis tak tersisa.


"Ayo masuk yang," ajak pria itu, beranjak berdiri dan menarik lengan sang istri


"Masih pengen disini"


"Nanti masuk angin. sudah semakin lama kita disini"


"Iyakah? yaudah, ayo" Zoya pun menurut.


Sepasang suami istri muda itu pun bergegas memasuki kamar. menutup pintu balkon dan menyikap kain gorden untuk menutupi kamar itu.


"Ah anak Umma, enak sekali tidurnya" ucap Zoya, mengelus rambut lebat sang putra yang tengah terlelap dengan begitu pulas.


"Sayang, gosok gigilah dulu" titah Ye-Jun


"Emh, iya" Zoya beranjak, melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk menggosok gigi sekaligus mencuci wajah agar segar.

__ADS_1


Setelah selesai dari kamar mandi, sungguh betapa kagetnya Zoya melihat sang suami yang tengah memindahkan sang putra ke atas lantai yang telah dialaskan dengan selimut berbulu halus. selimut milik Dzaka yang sengaja mereka bawa dari rumah.


"Hubby!!" teriak Zoya, dengan nada yang kecil. tak ingin membangunkan putranya.


Ye-Jun menoleh, menaruh jari telunjuknya di depan bibir yang sedikit manyun, "Ssssttt!! ini lebih baik" ucapnya.


"Baik apaan! dia akan menangis kalau terbangun nanti! jangan bilang mau berkunjung lagi!"


"Tau saja" Ye-Jun menyeringai


Setelah selesai menaruh anaknya di lantai yang beralaskan selimut, Ye-Jun beranjak berdiri menghampiri istrinya yang masih terus mengomel-ngomel tidak jelas.


"Jangan ngomel terus,.nanti cepat tua" ucap Ye-Jun, memegang kedua pundak sang istri lalu sedikit demi sedikit memajukan wajahnya di hadapan Zoya


"Mau apa?"


Hap!!


Tanpa banyak kata, Ye-Jun langsung menerkam mulut bawel itu. menye*apnya dengan buas, memainkan li*ah mereka didalam sana dengan rakusnya. Zoya memberontak, namun sejurus itu sang suami langsung menjatuhkan tubuh mereka diatas ranjang.


"Eemmmh!"


"Hubby, eem" merasakan sensasi luar biasa. Ye-Jun terus menelusuri seluruh tubuh itu. sedikit demi sedikit wajahnya berpaling ke sisi lain dan lainnya, seolah sedang menuruni tangga namun meninggalkkan jejak kepemilikannya. hingga penelusuran itu berhenti tepat di pusar sang istri, menatap perut buncit seolah tengah menatap anak mereka didalam sana.


"Baba sayang kamu" lirih Ye-Jun, lalu mengecup perut itu dengan penuh kasih sayang.


**


Hari ini Zoya, Ye-Jun dan putra mereka tengah bersiap-siap menghadiri acara wisuda Mei-Yin di Universitas yang ditempuhnya. tampak Zoya tengah memakaikan baju dan celana di tubuh putranya. setelahnya, menyisir rambut lebat itu dengan rapi, tak lupa pula sedikit taburan bedak baby milik bocah itu.


"Selesai! sekarang diam disini sambil nonton tv yaa"


"Iya, Ma. tapi nonton tayo" pintanya


"Ah baiklah, itu pun kalau ada di Tv sini" Zoya pun mencari channel kartun yang menayangkan favorite anaknya. bolak balik pencet sana pencet sini tapi tak jua ia temukan kartun itu.


"Gak ada. Marsha and the bear, mau?"


"Iya deh, itu aja" turutnya

__ADS_1


"Anak pintar! Umma pakai baju dulu ya"


"Ho'oh"


Zoya pun segera mengenakan pakaiannya yang telah ditaruh diatas sofa. membuka handuk kimono lalu mengenakan pakaian dalam seraya menatap anaknya yang duduk enteng menonton televisi. sedangkan Ye-Jun, pria itu tengah membersihkan diri secara bergantian dengan anak istrinya.


Setelah berpakaian selesai, tak lupa pula merias wajahnya secantik mungkin. memakai sunscreen, sedikit foundation dan bedak padat yang bermerek wardah, kesukaan Zoya. alis?? tidak perlu. sebab alis Zoya sudah cukup tebal dan tak perlu untuk ditambal kembali. kalau eyeliner dan blush on? tentu saja, agar semakin terkesan cantik dan menawan di wajah wanita itu. walaupun ia sangat jarang sekali menyentuh dua benda itu, namun untuk acara tertentu ia selalu memakainya.


Kini mereka telah tiba di Aula persidangan, menduduki tubuh di kursi yang masih kosong seraya menunggu para hadirin lainnya dan para mahasiswa.


Beberapa menit kemudian, acara pun dimulai. ruangan pun sudah penuh dan ramai. banyak berparas bule dan juga Asia yang memenuhi ruangan luas itu.


"Tante itu mana, Ma?" tanya Dzaka pada Ibunya


"Ada disana, dekat tante-tante lainnya" tunjuk Zoya


"Mereka cantik-cantik ya"


"Ih kamu udah tau cantik ya! iya mereka cantik, tapi lebih cantik Umma" imbuh Zoya membanggakan dirinya


"Hadeeeuh, percaya diri sekali kamu, Yang. tentu mereka cantik dan bohay, bodynya bak gitar spanyol" ucap Ye-Jun, yang langsung membuat Zoya menatapnya tajam, setajam silet.


"Becanda! hahahahaha, ups!" Ye-Jun pun tertawa menatap raut wajah berang istrinya itu, hingga ia tidak sadar tawa itu mengganggu orang disekitarnya.


"Ketawa aja terus! biar dikeroyok!" gerutu Zoya


"Umma, Baba, jangan berantem lagi" bocah itu melerai keduanya dengan tatapan yang heran sekaligus sendu.


"Cup cup! enggak kok sayang"


Hingga tanpa diduga, sudah beberapa mahasiswa yang dipanggil ke depan dan menaiki altar. Zoya dan Ye-Jun pun kembali diam, fokus memerhatikan acara yang tengah berlangsung.


Cukup lama menunggu nama yang mereka kenal, akhirnya nama itu pun tersebutkan jua oleh dekan kampus itu.


Mei-Yin Huang, anak dari Tuan Huang, tempat dan tanggal lahir Pekanbaru Indonesia 21 Februari 19**


"Mei-Yin, By!!" Zoya heboh, menegakkan tubuhnya agar bisa melihat dimana sahabatnya itu berdiam diri.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2