Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
84. Sarapan bareng


__ADS_3

🌸🌸


Keesokan paginya, hari terasa semakin dingin. tiada lagi mentari yang menghangatkan bumi dan makhluknya saat ini. entah sampai kapan musim salju ini terus bersemi dan entah kapan ia akan pergi. ingin rasanya mandi setelah melakukan Yoga, namun mengingat dinginnya air menjadi penghalang gadis itu.


"Atau masak air hangat aja yaa?" gumamnya setelah berfikir cukup lama.


"Oke deh, mandi air hangat." ucapnya kemudian segera beranjak dari duduk untuk pergi ke dapur.


Setelah air panas mendidih, ia pun mengangkatnya dan membawa priuk itu ke ember miliknya. air panas mendidih yang bercampur air dingin hingga menyatukan mereka menjadi ikatan yang suci. eh salah, maksudnya menjadi hangat hingga dapat menyegarkan tubuh mungil itu.


Dengan senyum kembang semringahnya yang begitu manis seperti gula hingga ingin dilalap semut namun pada akhirnya dilalap manusia, Zoya pun segera menutup pintu kamar mandi agar aman dan tidak ada yang mengintipnya.


Bbrrrr...


"Segeeeer!!" gumamnya yang sedang mengusap rambut panjangnya itu dengan handuk.


Kruyuk kruyuk,


Bunyi para cacing terdengar jelas kegendang telinga Zoya, ia menatap perutnya yang masih dibaluti handuk hingga mengelus perutnya yang datar itu.


"Lapar ya? masak dulu, oke?" ucap Zoya pada para cacingnya. Ia pun segera melangkahkan kaki menuju kamar untuk mengenakan pakaiannya.


Kini Zoya telah berada di dapur, membuka kulkas dan berencana untuk membuat semur ayam. kebetulan hari baru menunjukkan pukul tujuh pagi hingga masih ada waktu 3 jam lagi untuk kuliah.


Tit tit tit


Klakson mobil menjadi pusat perhatian Zoya, ia yang mau mengambil ayam fillet dari kulkas pun seketika terhenti tatkala ia mendengar klakson didepan rumahnya.


"Siapa lagi itu" gumamnya segera menutup kulkas dan berjalan menuju.ke depan.


Zoya mengintip dari jendela, sontak saja matanya membelalak kaget melihat Ye-Jun yang berjalan menghampiri kediamannya.


"Astaghfirullah, mau apa lagi dia" gerutu Zoya tercengang.


Ting tong,


Zoya ragu untuk membukakan pintu atau tidak, ia berjalan mondar-mandir diruang tamu seraya menggigit jarinya menatap pintu itu.


Ting tong


Ting tong

__ADS_1


"Aaakh! Ye-Jun! kenapa sih mengganggu aja!" gerutunya kesal mendengar bunyi bell yang berulang kali.


Zoya segera mengambil jilbab dihanger, memasangnya cepat dan berjalan menuju pintu depan.


"Ada apa?" tanya Zoya menatap kearah lain. tanpa bicara, Ye-Jun langsung menarik tangan itu dan menyeretnya menuju mobil.


"Eh eh lepas! apa sih narik-narik!" teriak Zoya terkejut sembari memukul tangan Ye-Jun.


Ye-Jun menghentikan langkah kakinya, "Temani aku sarapan yuk, pasti kamu belum makan" ucap Ye-Jun menatap Zoya.


"E-emang pelayanmu gak masak?" tanya Zoya heran.


"Masak. hanya saja menunya tidak cocok denganku." ucap Ye-Jun.


"Aneh," gumam Zoya heran.


"Ayo kita ke restaurant yang di dekat Masjid besar itu" ajaknya kembali menarik tangan Zoya.


"Eh, eh, tunggu!" ucap Zoya. Ye-Jun kembali menatap gadisnya, menaikkan salah satu alisnya itu.


"Jaketku," ucap Zoya. ia pun segera mengambil jaket tebalnya dan sarung tangan.


Setelahnya ia pun kembali kedepan, menutup pintu lalu melangkahkan kaki menuju Ye-Jun berada.


"Karna lapar aja aku mau mengikutinya" gumam Zoya bicara sendiri dengan pandangan kearah lain.


"Tenang saja. dua hari besok aku juga tidak menemui" ucap Ye-Jun tersenyum seringai.


Zoya yang mendengar, langsung menoleh menatap pria itu.


"Kenapa? keluar kota lagi?" tanya Zoya penasaran.


"Tidak. ada urusan penting perihal laki-laki" ucap Ye-Jun menatap mata gadis itu. Zoya mengangguk paham seraya membulatkan bentuk mulutnya.


"Bilang saja kamu takut aku menjauhimu. ayo masuk" ucap Ye-Jun dengan percaya dirinya itu.


"Idih, pede amat" gerutu Zoya segera memasuki mobil dijok belakang.


"Kenapa duduk disitu? pindah ke depan" perintah Ye-Jun yang baru saja menduduki belakang kemudi.


"Tidak, tidak boleh dekat-dekat sama bukan muhrim" ucap Zoya.

__ADS_1


"Baiklah," Ye-Jun pun paham akan hal itu. terserah gadisnya sajalah mau bagaimana, yang penting bisa jalan berdua.


Mobil pun mulai melaju, pria itu mengendarainya dengan kecepatan sedang memecah jalanan yang dipenuhi salju tersebut. Zoya memandang ke arah luar jendela, tampak pohon-pohon, jalanan, atap rumah orang hingga kendaraan sudah dilapisi oleh salju tersebut. dinginnya berada disana tidak bisa dipungkiri, hingga Zoya memakai baju berlapis didalam gamisnya itu.


Ye-Jun diam-diam memerhatikan gadisnya dari kaca spion, ia tersenyum tipis melihat Zoya yang teramat cantik dengan wajah polosnya yang tanpa bedak maupun lipstick. Ye-Jun tertegun, bagaimana bisa ada wanita yang secantik natural seperti itu tanpa lapisan apapun. Zoya yang bosan menghadap keluar, ia pun tanpa sengaja melihat spion yang memasang wajah Ye-Jun didalam sana. sontak saja ia terkejut, perasaannya kembali gugup hingga membuatnya salah tingkah.


"Tidak usah memandangku, aku tau aku tampan" ucapnya penuh percaya diri.


"Idih, siapa juga yang lihat anda, Tuan. toh kamu sendiri yang melihatku" ucap Zoya. Ye-Jun hanya tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepala menatap gadisnya itu.


Hingga tidak terasa mobil pun sudah berhenti tepat restaurant halal tersebut. Zoya segera turun, begitupun dengan Ye-Jun.


"Ayo kita makan, disini menunya enak sekali" ucap Ye-Jun.


"Sudah tau" ucap Zoya berjalan menuju pintu masuk.


"Sering kesini dong" seru Ye-Jun.


"Iya, sama teman-teman." jawab Zoya.


Kini keduanya memilih tempat duduk yang berada dipojokkan, pelayan pun datang menghampiri mereka. Ye-Jun dan Zoya memilih menu yang sama, rasanya tidak sabar untuk mencoba menu yang belum pernah Zoya makan itu.


Tak berapa lama, pesanan mereka datang. Zoya kegirangan untuk menyambut makanan yang aromanya begitu lezat.


"Hmmm, baunya enak sekali" ucapnya pada si pelayan.


"Ini menu baru. karna kalian pelanggan pertama yang mau mencoba makanan ini, kita kasih bonus desert chocolava" ucap pelayan dengan senyum manisnya.


Sontak sajaa Zoya dan Ye-Jun saling menatap dan terkejut mendengar bonus makanan itu.


"Woooow!!" ucap mereka berdua merasa kaget sekaligus terpana.


"Boleh juga, kita gak sabar mau mencoba" ucap Zoya kegirangan. ia pun gembira tak terkira, bakal dapat bonus desert yang menggiurkan dengan lelehan coklatnya yang seperti lava. Ye-Jun melihat kesenangan dari jiwaa gadis itu, tak sia-sia mengajaknya sarapan pagi bersama.


"Kamu senang?" tanya Ye-Jun. Zoya pun mengangguk seraya tersenyum lebar.


"Tanpa bonus pun aku akan membeli semua makanan disini untukmu" ucap Ye-Jun tersenyum.


"Ah terimakasih, perutku akan meledak untuk menerimanya" ucap Zoya tersenyum kecut.


"Ya kalau begitu, makanan disini untuk tamu kita disaat kita bersanding dipelaminan berdua nanti" ucapnya tersenyum seraya mengerlingkan sebelah matanya. sontak saja senyum kembang dari sudut bibir Zoya kembali memudar mendengar guyonan itu.

__ADS_1


"Ngawur!"


🌸🌸


__ADS_2