Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
131. Ternyata benar


__ADS_3

🌸🌸


Di tempat Ye-Jun, ia baru saja beristirahat usai berakting yang melelahkan pada sore ini. sudah cukup duduk di kursi lipat miliknya, ia segera beranjak pulang mengingat hari yang sudah mulai gelap. ia akan kembali pada pukul 7 malam nanti.


Sebelum tiba di kediamannya, ia berinisiatif untuk membeli makanan untuknya dan Zoya. kebetulan ia sangat lapar sekali sore ini. Ye-Jun mengendarai mobilnya dengan cepat menuju restaurant halal yang biasa ia kunjungi bersama gadisnya itu.


Sesampai disana langsung saja ia berjalan cepat, restaurant yang tidak ramai pengunjung, mungkin saja bagi mereka yang muslim tengah bersiap untuk sholat maghrib.


Akhirnya Ye-jun telah memegang kresek berisi 3 box, entah untuk siapa lagi hanya Ye-Jun yang tau. ia kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak sabar untuk menemui sang kekasih yang teramat ia rindukan. padahal baru tadi pagi ia jumpai.


Ting tong!


Zoya yang sedang berbaring pun sontak terdengar bunyi bell yang begitu nyaring. ia yang sedang menonton ceramah Ustad Khalid Basalamah pun terpaksa ia hentikan sejenak untuk bergegas turun dari ranjang menemui wahai siapa yang mengganggunya petang begini.


Ceklek,


Zoya memutar bola matanya, jengah. tatkala melihat pria jakung ini berdiri didepannya dengan senyum manis yang begitu lebar dan tatapan yang selembut sutra menatap gadis pujaannya yang teramat cantik berseri layaknya seorang bidadari surga.


"Assalamualaikum, cantik" sapanya


"Waalaikumsalam. ada apa Hubby datang lagi?" ketus Zoya


"Kamu tidak suka, hm? padahal aku bawa jajan untuk kamu" ucap Ye-Jun menunjukkan kresek yang berisi box itu. melihatnya saja dan tercium aroma yang menyengat, sontak saja sang perut yang tak tau malunya malah berbunyi didalam sana. Zoya pun menelan ludahnya kasar, betapa inginnya ia memakan makanan itu.


"Bawa sini" pinta Zoya menengadahkan tangannya.


"Ya, tapi aku masuk dulu" ucap Ye-Jun langsung menerobos masuk tanpa tak tau sopannya. Zoya menghembus nafas kasar, mengikuti langkah kaki itu menduduki tubuhnya dilesehan. biarlah pintu terbuka, Zoya tidak biasa ada pria lain dirumahnya pintu malah ditutup.


"Ayo kita makan" ajak Ye-Jun membuka box calon istrinya lalu beralih pada miliknya.


Tanpa permisi, Zoya langsung saja menyantap nikmat makanan itu. makanan yang paling ia sukai bila mengunjungi restaurant itu. diam-diam Ye-Jun menatap gadisnya yang tampak lahap menikmatinya, seutas senyum mengembang dibibir merah ranum milik pria itu. begitu pun Zoya, diam-diam juga mencuri pandang menatap pangerannya yang fokus pada makanan itu.


"Dia tampan sekali" bathin Zoya. melihat tangan gadisnya diam di tempat, Ye-Jun mengangkat bola mata hitamnya menatap gadis itu. sontak saja pandangan mereka bertemu, membuat Zoya salah tingkah karna telah ketahuan dengan aksi curi pandangnya.


"Aku ambil minum dulu" tutur gadis itu alih-alih ia begitu malu dengan kelakuannya.

__ADS_1


Ye-Jun terkekeh melihat gadisnya tampak malu, pipi gadis itu bersemu merah bak kepiting rebus. Ye-Jun mengelengkan kepala, betapa menyenangkan dirinya berada didekat Zoya.


"Zo, Zo, dua minggu lagi berasa dua tahun aku akan menantimu. aku begitu gak sabar untuk mengikatmu, sayang" gumam Ye-Jun.


Tak berapa lama Zoya pun datang membawa dua gelas air putih.


"Minumlah"


"Terima kasih, sayang"


**


Setelah puas berada di kediaman calon istrinya, Ye-Jun kini telah tiba dikediamannya. bergegas membersihkan diri yang sudah bau dan lengket oleh keringat untuk bersiap menjalankan sholat maghrib. Ye-Jun beruntung ia telah bisa melaksanakan sholat sendiri dan telah menghafalkan seluruh bacaan surahnya.


Dengan langkah gagahnya bak super model yang berjalan diatas catwalk, membuat siapa saja pasti terkesima. Tapi itu tidak berlaku di kediamannya, sebab tidak ada siapapun di rumah besar itu. Ye-Jun bergegas menaiki tangga, dengan senyum semringahnya ia kembali teringat wajah manis itu. Namun senyum itu bersifat sementara untuk saat ini, tatkala ia mendengar suara dua orang wanita yang menyebut-nyebut namanya dan sang calon istri.


Ye-Jun pun berjalan mengendap-ngendap, tampak pintu kamar Aena sedikit terbuka hingga menyembulkan alunan suara wanita yang tengah mengghibah itu. Ye-Jun mengintip dibalik celahnya, ternyata benar kata Zoya. dan ia pun memutuskan untuk menguping.


What? emang apa ya kata Zoya?? bathin Author πŸ˜…


"Apa maksudnya?" gumam Ye-Jun tanpa suara dibalik pintu.


"Hebat sekali! akhirnya kakakku dan si upik abu itu akhirnya berpisah" ujar Aena bahagianya.


"Aku akan mengambil alih posisinya, Ye-Jun hanya milikku dan ia akan berada digenggamanku"


"Aku suport kamu, Yun. aku akan buat rencana untuk mendekatkanmu dengan Oppa"


"Aw, terima kasih Aena, sahabat sekaligus adik iparku" mereka pun berpelukan dengan kemenangan yang meliputi hati mereka.


"Kita harus rayakan ini bersama adikku" ajak Soo Yun


"Kemana?"


"Biasa, club yang kita tempati kemarin"

__ADS_1


"Asyiik!!"


Ye-Jun berdesah frustasi, sahabat yang ia anggap begitu sangat baik ternyata menusuknya dari belakang. Soo Yun menyukainya dan berniat menghancurkan hubungannya dengan Zoya. ia kembali menoleh pada daun pintu itu, merasa jijik dengan dua wanita siluman yang berada dikediamannya ini.


"Ternyata benar, dan aku akan memenuhi syarat itu" gumamnya segera berlalu menuju kamarnya berada.


Ye-Jun bergegas membersihkan diri yang sudah sangat gerah termasuk hatinya yang telah disirami air panas oleh dua orang wanita berbisa itu. Ye-Jun sebenarnya sangat marah, namun kembali ia redamkan dibawah air hangat yang memenuhi busa itu.


Ye-Jun menaruh kepalanya di penyangga bathup, matanya terbuka tanpa bergerak dan pikirannya masih memenuhi obrolan mereka. hatinya begitu sakit, namun ia tak akan pernah termakan oleh manisnya ucapan yang mencuat dari bibir wanita itu. yang ia percaya kini adalah Zoya dan adiknya Aera.


Setelah puas berendam, ia pun beranjak berdiri menuju shower air yang akan membersihkan tubuhnya dari busa sabun.


Ye-Jun menatap jam di dinding, sudah pukul 18.35, ah ternyata sudah setengah jam ia bertapa didalam kamar mandi itu. ia segera berpakaian dan mendirikan sholat.


Di kamar Aena, dua gadis itu masih saja mengghibah dengan tawa cekikikan. Soo Yun menatap jam dilengannya, sudah cukup lama ia berada disini.


"Na, Ye-Jun sudah pulang belum ya?" tanya Soo Yun yang sebenarnya ia merasa jengah berada disini terlalu lama tanpa kehadiran Ye-Jun.


"Entahlah, mending kita ke kamarnya aja" ajak Aena dan dengan semangatnya Soo Yun mengangguk.


Kedua gadis itu pun keluar dari kamar, dengan senyum semringahnya Soo Yun tak sabar menghampiri kamar Ye-Jun. namun sejurus itu senyumannya semakin berkembang, tatkala ia melihat pujaannya juga baru keluar dari kamar.


"Ye-Jun" sapanya


"Eh, Soo Yun, kok kamu disini? bukannya ke Amrik?" tanya Ye-Jun dengan senyum pula ia balas.


"Gak jadi, aku terlambat 10 menit" jawabnya sedu


"Ya syukurlah kalau gak jadi pergi" ucap Ye-Jun tersenyum


"Kamu senang aku disini?"


"Tentu saja, aku jadi ada teman curhat" jawab Ye-Jun mengulum senyum lalu kembali berubah menjadi sedih.


🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2