Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
141. Menjelang resepsi 2


__ADS_3

🌸🌸


Malam ini begitu menyenangkan bagi sepasang pengantin baru itu, walau kadang Ye-Jun suka membuatnya kesal namun hati wanita itu kembali luluh. malam ini mereka menghabiskan waktu untuk makan malam di pantai, menelusuri tepian pantai dengan kaki telanjangnya yang menyentuh air, meloncat kesana kemari dengan tawa renyah yang menggelegar di udara pantai yang anginnyaa berhembus kencang. Ye-Jun begitu bahagia melihat wajah ceria itu.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 malam, mereka telah tiba di Hotel tempat keduanya beristirahat untuk dua malam ini. Zoya merebahkan tubuhnya diatas ranjang, tepat disamping sang suami. menjadikan lengan kekar itu sebagai bantalannya, menatap langit-langit kamar yang plafonnya di design dengan sangat apik. Zoya mendongak menatap sang suami yang tampak memejamkan mata, Zoya tersenyum lalu memeluk tubuh kekar itu hingga hidungnya menempel pada ketiak sang suami. Zoya mengendusnya, tak terlalu bau. lagian Zoya menyukai segala aroma wangi yang menempel pada tubuh itu.


"Hubby, apa kamu mengantuk?" tanya Zoya, memainkan kancing mantel berusaha untuk melepaskannya.


"Hm"


"Tidurlah yang benar, ayo bangun" suruh Zoya. Ye-Jun pun bangun, membenarkan posisi baringnya. Zoya merasa kasihan melihat sang suami yang sudah tepar, ia membuka sepatu Ye-Jun, kaus kakinya hingga mantel yang meliliti tubuh itu.


"Kamu mau apa sayang?" lirih Ye-Jun dengan suara lelahnya, memegang lengan sang istri.


"Membuka mantelmu, biar tidurmu nyaman" ucap Zoya


"Lakukanlah," Ye-Jun membiarkan apa yang dilakukan sang istri.


Setelah selesai dengan tugasnya, Zoya beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dan bau. berdiri dibawah shower air yang begitu hangat, memberikan shampo ke rambut tebalnya lalu menyabuni tubuh ramping itu dengan sabun yang wangi pula.


Beberapa menit kemudian, Zoya telah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono. tangannya mengusap rambut panjang itu agar segera kering.


Diam-diam dari balik lengan yang menutupi matanya, Ye-Jun mengintip sang istri yang tengah mengenakan bra dan ****** ***** dari balik kimono yang dikenakannya. Ye-Jun meneguk ludah dengan kasar saat Zoya sedikit nungging membelakangi dirinya. Ya, Zoya tengah memakai celana segitiga hingga membuatnya tampak nungging. Ye-Jun tersenyum tatkala Zoya melepaskan kimono itu hingga menampikan pengait bra dan celana segitiga bagian bokongnya yang montok. Sontak Ye-Jun menduduki tubuhnya tanpa suara, berjalan pelan menghampiri sang istri yang ingin mengenakan pakaian tidurnya.


Deg!!


Zoya terbelalak merasakan kehangatan dari balik punggungnya yang telanjang, matanya membulat tatkala melihat tangan itu meraba dadanya hingga menyentuh anak kembar yang terbungkus. tengkuk lehernya pun merasa geli sebab Ye-Jun mencium tengkuk itu dengan penuh hasrat.


"By" lirih Zoya merasa terbuai dengan perlakuan itu.


"Hm"


"Ah geli" desahnya


Ye-Jun memutar tubuh mungil itu hingga menghadap padanya, kembali menenggelamkan wajahnya diceruk leher itu, kedua tangannya memeluk erat pinggul ramping yang menggoda, hingga keduanya sama-sama terbuai.

__ADS_1


Ye-Jun mengarahkan sang istri menghampiri ranjang, menjatuhkan tubuh keduanya yang seperti melayang entah kemana, bibir nakal itu pun seketika beralih pada belahan mungil merah ranum itu, menyesap, ******* dengan penuh hasrat.


Ah


Emh


Ye-Jun menghentakkan miliknya pada milik sang istri dengan volume sedang, kini keduanya telah polos tanpa benang sedikit pun. Zoya melenguh menahan rasa sakit nan nikmat itu,.mencengkeram pundak sang suami dengan kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan akibat kukunya yang meremat kulit itu.


Ye-Jun menatap sang istri yang terbuai, menenggelamkan wajah pada belahan dunia hingga menguasainya. volume semakin kuat, desahan, erangan dan lenguhan bercampur menjadi satu diatas panggung itu hingga menggema disekitar kamar yang kedap suara.


Beberapa menit kemudian, pelepasan pun terjadi, kedua insan yang sudah bercucuran keringat itu merasa lega saat merasakan cairan hangat yang sudah menguasai rahim milik Zoya. Ye-Jun mendiamkannya sebentar, lalu mencabut miliknya dan berbaring disamping sang istri.


"Capek, By" desah Zoya


"Tidurlah, besok kita sangat sibuk" Ye-Jun memeluk sang istri.


"Sudah berapa lama kita bermain?" tanya Zoya, mencium keringat dada suaminya.


"Satu jam kayaknya. tidurlah, aku benar-benar lelah"


"Salahmu sendiri kenapa menyerangku, padahal kamu udah lelah duluan" gerutu Zoya


"Aku kira kamu sudah tidur, melihatmu tak berdaya lagi" gerutu Zoya kesal, malah dia yang disalahkan.


"Lagian ini sebagai bayaranmu saat di pantai tadi"


"Huh"


"Tidurlah, apa kau ingin main lagi?"


"Tidak!" Zoya pun diam, memeluk tubuh telanjang sang suami hingga anak kembarnya menempel pada perut Ye-Jun. tak berapa lama akhirnya mereka berdua sudah terlelap menuju alam mimpi masing-masing.


**


Keesokan paginya, setelah mandi wajib berhadas besar dari pergumulan tadi malam, hingga telah selesai melakukan sholat subuh. Zoya dan Ye-Jun tengah sarapan pagi di pagi buta begini, sebab sebentar lagi MUA pasti akan mendatangi mereka untuk mendandani Zoya dan mengubahnya menjadi Cinderella yang paling anggun dan cantik. Zoya tampak gugup, hingga ia menyuapi makanannya dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Santai, yang"


"Aku deg-degan, pasti seluruh temanmu dan Papa akan memerhatikanku" keluh Zoya


"Itu pasti, kamu itu cantik jadi jangan gugup"


"Aku gak terbiasa dipandangi ratusan pasang mata" ucapnya


"Hanya sehari ini, aku ada disampingmu, Sayang" Ye-Jun memegang tangan yang dingin itu, memberikan kehangatan agar tidak gugup lagi.


"Apakah Aena dan Soo Yun akan datang ya?"


"Mungkin saja"


"Apa mereka akan menghancurkan acara kita?"


"Aku tidak akan membiarkannya. kamu tau, anak buahku akan mengintai mereka dan langsung mencampakkannya pergi bila hal itu terjadi" ucap Ye-Jun menatap dingin kearah lain.


"Hmm, semoga aja. aku berharap Aena akan menerimaku sebagai kakak iparnya" ujar Zoya sedu, Ye-Jun menatap wajah itu yang begitu mengiba.


"Jangan pikirkan dia, ada saatnya nanti dia berpikir mana yang baik dan buruk" ucap Ye-Jun dingin, seolah hatinya kesal membahas dua orang itu.


"Bagaimana ibumu? aku tidak pernah melihat beliau, apa beliau menyukaiku?" tanya Zoya


"Aku harap begitu. ayo makan, kamu harus makan lebih banyak untuk menghadapi hari ini"


Dan keduanya pun melanjuti sarapan pagi yang memiliki anera ragam makanan yang halal dan higienis dari pihak hotel. tentu saja Ye-Jun sangat teliti memesan makanan, meminta seluruh makanan yang terbuat dari bahan halal.


Tak berapa lama setelah selesai makan, tiba-tiba pintu kamar di ketuk. Ye-Jun sudah tau siapa yang datang, tentunya pihak MUA dan pihak butik yang mendesign gaun tertutup plus hijabnya.


Ceklek,


"Kalian? masuklah" suruh Ye-Jun, dua orang itu memasuki kamar dengan membawa semua perlengkapannya. tampak Zoya tengah merapikan alat makan mereka.


"Maaf kami terlalu cepat datang dan mengganggu sarapan Tuan dan Nona" ucap salah satu mereka merasa tidak enak.

__ADS_1


"Tidak masalah, Nona"


🌸🌸


__ADS_2