Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
37. Berpapasan dengan dosen dingin


__ADS_3

🌸🌸


Kini kondisi Ye-Jun sangat memprihatinkan, ia habis dikeroyok oleh massa. Massa remaji penggila lelaki tampan yang berprofesi model dan aktor itu. Ye-Jun pun pasrah, ia dipeluk-peluk, dimintain foto bersama namun sorot matanyaa tetap mengarah ke arah wanita cantik nan anggun dan berhijab yang tengah memerhatikannya duduk disana. Ye-Jun memelas, ia meminta pertolongan pada Zoya, seketika Zoya pun menunduk seperti sedang mengambil ponsel. Tak lama dari itu, Zoya pun mengajak teman-temannya untuk pergi ke kelas. Cristella dan Ayaana pun merasa kasihan pada Ye-Jun, namun Zoya pun memilih untuk ke kelas sendiri untuk mengambil mukena miliknya dan menyuruh temannya untuk meleraikan kehebohan itu sebelum para dekan mendatanginya.


Cristella dan Ayaana pun mengangguk, Zoya segera berjalan cepat menuju kelasnya berada sebab ia sudah cukup telat melaksanakan sholat dzuhur. ternyata tadi ponselnya lowbet dan mati hingga tak mendengar suara adzan berkumandang. dan itu membuat Zoya cukup terheran-heran karna ia sudah cukup lama dikantin itu dan ponsel pun belum juga bergetar.


Ye-Jun melihat Zoya pergi tanpa menghiraukannya, seketika wajahnya sedu tak bersemangat lagi. entah kemana wanita itu pergi membuatnya heran. Namun Ye-Jun pun sadar, emang siapa dirinya hingga mengharapkan Zoya membantunya. hedeeeeeuh!


"Ah Asyifa! kenapa harus pergi" gumamnya didalam hati. Namun kepergian Zoya bukanlah kesia-siaannya untuk berharap. dua orang wanita yang selalu bersama Zoya pun segera mendatanginya untuk membantu. membubarkan kehebohan itu dan menyuruh Ye-Jun untuk segera pergi atau ia akan mendapat masalah sebab tamu tak diundang mendatangi kampus dengan seenaknya.


"Kalian, bubar! bubar!" teriak Cristella dan Ayaana. seketika Ye-Jun pun bisa sedikit bernafas lega.


"Tidak mau ah, emang siapa kali kalian mentang sudah puas duduk bersama oppa" ujar salah satu dari mereka.


"Plis deh guys, ini kampus. gimana kalau dekan datang terus mengeksekusi dia? makin parah kan? emang mau artis kita ini kena masalah, tidakkan?" dengan pintarnya Cristella membujuk mereka semua hingga mereka pun tampak berpikir.


"Oke, tapi sekali lagi cekrek-cekreknya" ucap salah seorang wanita itu.


"Hadeeeeuh...." gerutu Cris, Ay dan Ye-Jun. hingga tak berapa lama pun mereka melepaskan Ye-Jun dari cengkeramannya. Ye-Jun berterimakasih pada sahabat Zoya itu, ia pun memutuskan untuk pergi dari kampus tersebut. segera ia memakai maskernya agar tidak ada yang mengenalnya lagi.


"Saya pergi dulu" pamitnya.


"Hati-hati oppa, sering-sering kesini lagi ya" ucap Ayaana. Ye-Jun pun melangkahkan kaki meninggalkan kantin itu, namun seketika langkahnya terhenti karena mengingat sesuatu yang teramat penting. Ia pun berbalik lagi, tampak Cris dan Ay ingin pergi meninggalkan kantin tersebut.


"Eh, tunggu!" lerainya. dua wanita itu menoleh seraya tersenyum.

__ADS_1


"Ya, oppa?" tanya mereka.


"As- eh, kalian pulang jam berapa?" tanyanya gugup.


"Setengah tiga" jawab Ayaana.


"Oh, oke. byee" Ye-Jun pun segera pergi setelah mendapatkan jawaban. Cristella dan Ayaana pun terpaku menatap punggung itu hingga hilang dari pandangannya.


"Kenapa dia menanyakan itu?" tanya Ayaana.


"Mungkin-- mau bertemu kita lagi" jawab Cristella ngasal.


"Ohya??? semoga benar" sahut Ayaana kegirangan. mereka berdua pun saling gembira, hari ini adalah hari yang paling bahagia seumur hidup karna idolanya mendatanginya secara langsung dikampus itu. tiada kebahagiaan lain selain ini, hingga membuat mereka bersemangat untuk ke kelas, mengikuti mata pelajaran yang sebentar lagi akan dimulai.


Saat kedua gadis itu mulai melangkahkan kakinya, tiba-tiba terhenti lagi saat suara pria memanggilnya. ternyata ia adalah Kim Joong yang nongol darimana.


"Boker. sesak banget" gerutunya menepuk pelan perut datar itu.


"Hedeeeeuh, ayo ah ke kelas" ajak Cristella.


"Tunggu! Zoya mana?" tanyanya heran tidak mendapati Zoya diantara mereka.


"Ia sedang sholat" jawab Ayaana. Kim pun mengangguk mengerti. Hingga mereka bertiga pun kembali ke kelas tanpa bersama Zoya.


Dirumah ibu Shu, Zoya baru saja selesai melaksanakan sholat dzuhur. Ia pun segera permisi untuk kembali ke kampus karna beberapa menit lagi kelas akan dimulai. Ibu Shu pun mengerti, ia pun mengangguk seraya tersenyum.

__ADS_1


"Ibu, Zoya harus ke kelas lagi. terimakasih sudah mengizinkan Zoya sholat disini" ucapnya.


"Tidak masalah, ibu mengerti. kamu rajin-rajin belajar yaa" ujar Ibu Shu mengelus pundak wanita muda tersebut.


"Siap Bu, kalau gitu Zoya pergi dulu" pamitnya. Ibu pun mengangguk hingga Zoya pun menyalimi tangan ibu Shu dan berlari menuju kampusnya berada.


Zoya berlari dengan sangat cepat, sesekali ia melihat jam tangannya. Lima menit lagi maka dosen pun segera memasuki kelas. Zoya pun terengah-engah, sedikit lagi ia telah tiba dikelasnya. Zoya pun mengatur nafas agar kembali normal dan menghembusnya dengan pelan. Setelah nafasnya kembali normal, ia pun memilih berjalan cepat hingga beberapa meter lagi.


Tepat sekali, Zoya sudah hampir menuju pintu masuk, sang dosen wanita pun juga berpapasan dengannya.


"Siang bu, saya gak telat kan?" tanyanya. Dosen tersebut melihat barang bawaan Zoya membuatnya sedikit heran.


"Kamu bawa baju?" tanyanya balik.


"Tidak bu, ini mukena untuk sholat" jawab Zoya tersenyum.


"Oh, kalau gitu kamu gak telat" seolah sang dosen pun mengerti hingga mengatakan jika Zoya tidak telat. sebab bagi dosen wanita itu, ibadah kepada Tuhan lebih diutamakan dari apapun. Zoya pun tersenyum semringah, mereka pun memasuki kelas secara bersamaan membuat anak-anak didalam kelas pun sedikit tercengang melihat Zoya tampak berjalan santai dibelakang sang dosen yang terkenal dingin itu.


Zoya pun tersenyum kepada mereka semua yang terpelongo, seolah menunjukkan kalau ia tidak akan mendapatkan hukuman karna memasuki kelas secara bersamaan dengan bu dosen. Zoya pun menduduki tubuhnya disamping Cristella. Hayoon yang melihat itu merasa kesal, bagaimana bisa bu dosen dingin itu tidak memarahinya sama sekali.


Hayoon pun teringat seminggu yang lalu saat ia dan teman-temannya juga berpapasan dengan sang dosen, ia pun meminta maaf karna telat masuk kelas hingga bu dosen mempertanyakannya darimana, Hayoon pun menjawab jika ia baru saja ke restaurant terkenal untuk makan siang. Tentu saja sesampai dikelas, bu dosen menyuruhnya untuk menerangi beberapa mata pelajaran yang pernah ia terangi sebelumnya. Hingga kejadian itu membuatnya kesal terhadap Zoya yang tidak mendapati hukuman.


Pelajaran pun dimulai, hari ini adalah menguji seluruh mahasiswa untuk maju kedepan membuat jawaban atas soal yang bu dosen berikan. mereka pun berfikir keras didepan papan tulis itu, bagi mereka yang tidak mengerti akan rumusnya pasti itu sangat sulit untuk dikerjakan. Namun tidak bagi yang sudah menguasai ilmunya, dengan cekatan dapat mengerjai soal itu.


"Hei, sekarang giliran kamu"

__ADS_1


🌸🌸


__ADS_2