
πΈπΈ
"Ummi?" Zoya terpaku melihat ummi yang menelepon. segera ia mengangkatnya saat itu juga.
"Hallo, Ummi, Assalamualaikum" ucap Zoya.
"Wa'alaikumsalam nak, ummi mau kasih tau kalau hari ini ummi akan terbang ke Seoul" sahut ummi memberitahu sang anak. sontak Zoya yang mendengar kabar mendadak itu langsung kaget gak karuan.
"Apa, Mi? sekarang?" tanya Zoya menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Iya, sesuai keinginan kamu kalau umi akan memberitahu kapan berangkatnya" ujar Ummi tersenyum disana.
"Ah ummi, tapi ini mendadak. kenapa tidak tanggal 20" tanya Zoya.
"Abi ngambil cuti cukup lama, jadi hari ini sudah libur untuk lima hari kedepan" jelas ummi dari seberang sana.
"Duh, ummi, bilang kek dari tadi biar aku langsung masak banyak" gumam Zoya didalam hati.
"Baiklah, jadi jam berapa berangkat?" tanya Zoya kembali.
"Ini umi akan menaiki pesawat, sepuluh jam lagi umi akan tiba. umi matikan dulu ponselnya ya, Assalamualaikum" Umi yang terdesak pun segera mematikan panggilan secara sepihak tanpa mempedulikan ucapan sang anak nantinya. disana, umi pun bergegas menaiki pesawat itu yang sebentar lagi akan take-off.
Ditempat Zoya, ia terpaku mendengar kabar mendadak dari sang umi. tampak Zoya sedang menghitung waktu keberangkatan hingga tiba nanti dengan jarinya.
"Astaghfirullah, berarti jam setengah 9 malam nanti umi akan tiba kesini? aku bahkan belum bersiap-siap untuk membuat kejutan. pulang nanti jam lima, apakah sempat aku akan memasak banyak?" gumamnya berfikir, mengingat Zoya akan membuat 4 menu masakan sedangkan ia baru mencoba 1 menu.
"Pasti bisa, bismillah saja" ucapnya kemudian. Walaupun Zoya ragu dalam kurun waktu 3 jam ia akan bersiap-siap memberi kejutan, namun ia juga pusing memikirkannya nanti apakah ia bisa atau tidak, mengingat ia baru saja belajar memasak masakan Korea. Zoya pun berfikir, hingga ia teringat Ayaana yang cukup mahir dalam urusan dapur mengingat Ayaana membuat barbeque saja ia cukup lihai. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil ponsel untuk menelpon Ayaana.
"Hallo, Ay" sapa Zoya.
__ADS_1
"Hallo, Zo, ada apa? sudah kangen yaa" ledeknya diseberang sana.
"Ih apaan sih, nanti juga ketemu. Ay, kamu pandai masak masakan korea gak?" tanya Zoya tanpa berbasa-basi.
"Lumayan bisa sih, Zo. emang ada apa?" tanyanya kembali.
"Ah kalau gitu bagus deh, byee" Zoya pun segera mematikan panggilannya secara sepihak. Ia bisa bernafas cukup lega, Zoya akan mengajak Ayaana untuk membantunya membuat empat masakan korea sekaligus. Kini Zoya pun sibuk membuka aplikasi youtube di ponselnya, ia mencari resep masakan Tteobokki, Ramyeon dan Kimchi. sedangkan yang ia masak barusan tadi adalah Kimbap yang cukup lumayan mudah.
Kini menjelang ke kampus, Zoya disibukkan dengan menulis resep 4 menu tadi didalam buku diary miliknya sekalian menghafal tata cara membuat makanan itu. Zoya sangat menyimak hingga ia pun manggut-manggut paham. Setelah selesai mencatat bahan-bahan apa saja yang dirasanya kurang, kini Zoya berbaring menatap langit-langit kamar hingga tak terasa ia pun tertidur karna begitu kelelahan sedari pagi ditambah beban pikirannya karena umi yang begitu mendadak memberitahu kedatangannya.
Allahhuakbar Allahuakbar
Adzan pun berkumandang diponsel milik Zoya dengan begitu nyaring. Zoya sengaja membesarkan volumenya bila saat dirumah dan mengecilkannya saat dikampus. sebab Zoya tidak mau teman-teman kampus yang notabenenya sangat julid bila mendengar adzan tersebut merasa terganggu dengan alunan merdu itu.
Dengan waktu bersamaan, Zoya pun sontak terbangun. Ia terduduk, nafasnya ngos-ngosan tersentak kaget mendengar alunan adzan itu. Apalagi ia tertidur hingga pikirannya langsung tertuju pada kuliah.
"Astaghfirullah, aku tertidur!" ucapnya menatap jam diatas nakas sudah menunjukkan pukul setengah satu.
Dengan gerak yang terburu-buru, Zoya pun segera memasang mukena membaluti seluruh tubuhnya. Zoya pun sholat dengan khushuk, kali ini ia tidak mungkin bergerak dengan terburu-buru walaupun banyak syaithon yang berbisik untuk menyuruhnya lekas.
Tit tit tit,
Klakson mobil terdengar jelas ke gendang telinga milik Zoya yang sedang berdo'a kepada Allah. Zoya yang masih khushuk tidak menggubrisnya, ia tetap lanjut berdo'a meminta kepada yang maha kuasa atas keselamatan keluarganya dan juga kelancaran untuk membuat surprise.
Disisi lain, Mobil yang terparkir tepat didepan rumah itu pun hanya diam dan tak menyalakan klaksonnya kembali. jelas saja karena pemilik mobil itu pasti tau kenapa Zoya tak kunjung keluar rumah.
"Zoya pasti sedang sholat" tebak Ayaana kepada Kim joong juga Cristella.
"Ayo kita turun" ajak Cristella dan diangguki oleh kedua temannya.
__ADS_1
Kini Cristella memencet tombol yang menempel disebuah pintu, Zoya yang baru selesai berdo'a pun segera ke ruang tamu untuk membukakan pintu buat sahabatnya yang datang.
Ceklek,
"Maaf ya, aku tertidur dan ini baru selesai sholat. Ayo masuk dulu" jelas Zoya dengan perasaan yang kurang enak pada mereka.
"Tidak masalah, Zo. Ayo" Mereka pun memasuki kediaman tersebut, sedangkan Zoya bergegas memakai pakaiannya dan berdandan seadanya agar tidak kelihatan pucat. untung saja buku-buku yang akan ia bawa sudah tersusun rapi didalam tas miliknya. ia pun mengambil buku diary dan juga ponsel lalu memasukinya kedalam ransel tersebut.
"Ayo" akhirnya Zoya pun telah selesai, mereka pun bergegas menuju kampus, tempat mereka menimba ilmu untuk meraih cita-cita remaja itu.
**
Setiba di kampus, Zoya and the gengs akhirnya tiba tepat waktu. mengingat hari ini jadwalnya dosen killer membuat jantung mereka berpacu dengan sangat cepat hingga mereka telah tiba didalam kelas.
"Alhamdulillah, sampai juga sebelum dosen datang" ucap Zoya dengan nafas ngos-ngosan.
"Kalian habis kena hukuman ya sampai kelelahan begitu?" celetuk Hayoon yang tiba-tiba ikut nimbrung melihat musuhnya yang datang dengan terburu-buru.
"Bukan urusanmu" sahut Cristella kesal.
"Widiiih, mantan kita yang jawab guys" soraknya kepada Jinhyu dan Sinhye.
"Aku bersyukur sekali tidak bersama kalian lagi yang begitu murahan!" ketus Cristella lalu menunjukkan ponselnya pada Hayoon. tampak jelas didalam ponsel tersebut Hayoon sedang bertelanjang sembari mendesah. sontak Hayoon pun terkejut dan terperangah.
"I-i-itu siapa?" tanyanya heran menatap gambar itu dari kejauhan. wanita itu begitu mirip dengannya.
"Apa matamu buta? bahkan kau gak tau kalau kau telah melakukannya" Cristella pun tersenyum picik.
"Cris, itu bukan aku. bisa saja orang lain mengedit wajahnya persis denganku" Hayoon bersikap tenang seolah itu bukanlah dia. Hayoon tidak ingin anak-anak yang lain tau akan kebenaran itu bila ia sudah bermain dengan pria malam tempo lalu.
__ADS_1
"Bagaimana bisa ada gambarku? memalukan!" gumamnya didalam hati.
πΈπΈ