Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
135. Resepsi 1


__ADS_3

🌸🌸


Setelah akad nikah berlangsung, dilanjutkan dengan resepsi sederhana dikediaman mempelai wanita. tampak Ye-Jun dan Zoya sedang menyalimi para tamu dengan senyuman yang merekah diantara keduanya.


Disisi lain, para tamu juga banyak berdatangan, khususnya dari teman Abi dan Ummi, begitu pun teman sekolah Zoya yang juga turut hadiir. tak ayal, Ye-Jun merasa senang melihat segerombolan teman artis yang dekat dengan dirinya sedang menikmati hidangan dimeja tamu.



"Alhamdulillah, mereka sudah datang" gumamnya


"Siapa, By?" tanya Zoya yang sayup-sayup mendengar.


"Rekan artis yang, hanya sebagian ku undang" jawab Ye-Jun tersenyum


"Soo Yun, Hubby undang gak?"


"Gaklah, untuk apa. yang ada akan merusak acara kita" jawab Ye-Jun berubah dingin. Zoya pun diam, tatkala menerima uluran tangan tetangganya.


"Selamat ya, Zo, semoga samawa. tante salut sama pilihanmu, carikan juga buat cika ya" ucap salah satu tetangganya yang sudah berbaris panjang dipanggung pelaminan.


"Terimakasih, Tante. Tante bisa aja deh, hehe" jawab Zoya terkekeh, menyambut semua uluran dengan senang hati. tak lupa pula untuk mengabadikan momen dengan berfoto-ria.


Di pintu masuk, segerombolan muda-mudi menatap Zoya dan suaminya dengan tatapan tak percaya, mereka terpana akan ketampanan pria itu. sungguh gadis itu pandai sekali mencari pasangan. tampak mereka begitu antusias layaknya seorang fans yang mengidolakan idolnya.


"Gak nyangka gadis kutu buku itu mendapatkan aktor tampan kayak dia, aaah gue mau!"


"Makanya jangan suka lihat dari buruknya. gitu-gitu Zoya cantik juga walau cupu di sekolah"


"Hahahahahah"


"Kalian ini! kalian gitu juga pun, suka menghindar dari dia. padahal anaknya pintar lho"


"Tapi soal pelajaran, kita gak menghindar book. kuy ah masuk, pasti makanannya enak-enak"


Hingga para muda-mudi diketahui adalah teman sekolah Zoya pun segera mengambil hidangan yang begitu melezatkan. Zoya tersenyum dari jauh menatap mereka sedari tadi, ia begitu bangga mendapatkan aktor tampan yang tak bisa mereka dapatkan. Zoya pun semakin mengeratkan rangkulan lengannya pada lengan sang suami, keduanya saling tersenyum dengan penuh cinta. terkadang keduanya becanda dan tertawa, membuat semua hadirin turut bahagia.


"Gila, mereka akrab sekali, tuh cowok gak mau cari yang artis apa"


"Zoya lebih cantik dari artis"


"Jangan pandang covernya book"


"Ya ya ya"

__ADS_1


Ah rasanya ingin dibungkam itu mulut, mereka entah senang entah iri melihat kedua mempelai itu, yang jelas pasti bercampur aduk apa yang mereka rasakan untuk Zoya.


Ayaana, Kim Joong, Cristella, Pak Tae-Young, Aera, tampak mereka sedang mengobrol bersama dengan diselingi tawa cekikikan, tangan yang tak lepas memegang sendok dan garpu yang entah kapan akan menggarap nasi dan meloloskannya ke dalam mulut. ya, sedangkan mulut mereka saja sedang asyik mengoceh yang entah apa yang diobrolkan. sedangkan Aera, sesekali memperhatikan meja lain, dimana terdapat Akbar, Syeikh dan Abi juga teman-temannya sedang mengobrol.


"Paman, dia pendiam sekali, cuma tersenyum mendengar ocehaan mereka" bathin Aera memasang senyum tengah meledek sang paman muda.




Setelah puas bercengkerama sekaligus melahap hidangan yang tersaji nikmat, kini mereka semua segera bangkit dari duduknya dan berjalan gontai menuju pelaminan. Ayaana tampak mencari-cari dimana Mei-Yin, ingin mengajak gadis itu untuk bersamanya. hingga tak jauh darinya berdiri, ia melihat Mei dan pacarnya sedang mengobrol entah dengan siapa. sepertinya teman sekolah gadis itu. Ayaana pun mendekat, meraih pundaknya. seketika Mei pun menoleh,


"Eh, Ay"


"Maaf ya mengganggu, mau ikut ke pelaminan gak?" tanya Ayaana


"Ikut dong, ayo" ia pun beranjak berdiri lalu mengajak pacarnya sekaligus.


Kini mereka semua berjalan dengan anggun dan gagah ditengah-tengah tamu yang sedang bercengkerama maupun menikmati hidangan.


Zoya tampak girang sekali melihat para sahabatnya menghampiri dirinya, ia tak sabar ingin memeluk, menyalurkan rasa bahagia yang membuncah di dirinya.


"Aaah, kalian!" girang gadis itu


"Zo, selamat ya.. semoga kalian selalu bahagia. cepat-cepat berikan kami keponakan" ucap Cristella


"Tenang saja, setelah ini langsung dibuat" ucap Ye-Jun seenak jidatnya, membuat mereka mengacungkan dua jempol untuknya.


Kini mereka semua pun mengabadikan moment dengan berfoto ria, senyuman indah nan manis terukir dibibir masing-masing, memamerkan rasa bahagia atas sahabat mereka.







**


Tak terasa acara resepsi yang digelar telah selesai, para tamu undangan sudah berlalu pergi meninggalkan pelaminan yang menyisakan duaa insan yang terus mengulum senyum merekahnya.

__ADS_1


Zoya dan Ye-Jun pun beranjak turun dengan pelan, menghampiri orangtua mereka.


"Selamat ya nak, semoga kalian terus bahagia" ucap Papa Hwan pada anak dan menantunya.


"Terimakasih, Pa"


"Papa, akan berangkat ke Seoul sekarang ini" ujar Papa Hwan, membuat Zoya dan Ye-Jun berwajah datar nan sedih didalam lubuk hatinya.


"Kenapa cepat sekali, Pa?" tanya Zoya


"Ada pekerjaan sayang," jawabnya.


"Zo, kami juga balik ya" timpal Cristella


"Hah?"


"Iya lho, gak mungkin disini. yang ada first night kalian ntar kami ganggu" ledek Ayaana terkekeh, dan diikuti yang lain pula.


"Apaan sih" Zoya manyun, merasa malu dengan pipi yang sudah bersemu merah.


"Bagus tuh, kalian pulang aja biar gak ngeganggu" usir Ye-Jun


"Yeeee, perihal First night aja pake ngusir kami" ucap Kim Joong.


"Hahaha betul-betul. aw ah kita pulang dulu ya," ucap Ayaana. Zoya merasa sedih, kemudian mengangguk pelan. mereka pun berpelukan satu sama lain, meninggalkan Zoya bersama calon suaminya untuk hari ini.


Setelahnya mereka menyalimi punggung tangan orang tua Zoya dan kakaknya, mereka pun melambaikan tangan menuju mobil yang telah menunggu mereka semua yang akan berangkat ke Seoul dengan jet pribadi Tuan Hwan.


**


Kini kak Zura dengan jahilnya menyuruh dua sejoli itu memasuki kamar mereka, alih-alih untuk beristirahat karena lelahnya menghadapi ratusan orang seharian ini. padahal Zura hanya ingin agar mereka segera memberikan adik untuk Auzar, anaknya. dasar kakak usil.


Zoya menggeleng pelan, ia merasa malu dan canggung berada dalam satu kamar dengan suaminya. Zoya menatap Ye-Jun sekilas, pria itu mengerlingkan sebelah mata pertanda ia setuju dengan saran kakak iparnya.


"Sudah,, pergi sana istirahat!" desak Zura mendorong punggung adiknya.


"Aku malu, aku rehat kamar kakak aja ya" pinta gadis itu.


"Edan apa? ada kang Malik" gerutu Zura, lalu memberi kode pada adik iparnya untuk mengajak Zoya ke kamar. Ye-Jun dengan semangat empat limanya, langsung menggendong Zoya hingga membuat gadis itu kaget bahkan membelakakkan mata.


"Hubby, turunin!" berontaknya.


"Gak!" tukas Ye-Jun lalu segera membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


Sontak Zoya terkejut melihat kamarnya yang didekor begitu cantik dengan adanya hiasan bunga.


🌸🌸


__ADS_2