Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
Novel Baru: Istrimu, Hasratku


__ADS_3

Assalamualaikum, Guys ...


Semoga puasanya lancar dibulan ini yaa😊 Aamiin ...


Cece mau perkenalkan novel baru, yang InsyaAllah akan update terus di aplikasi ini dengan penuh kelancaran hingga selesai. semoga saja teman-teman semuanya berkenan meramaikan lapak novelnya sekaligus membaca dan memberi suport terbaik.


Judulnya: Istrimu, Hasratku


Insya Allah update 3x sehari kayak minum obat😁


Setelah dibaca jangan lupa kasih like👍, komentarnya, hadiah dan vote, dan juga favorite ❤.


Nih, aku kasih Blurb nya yaa ... setelah baca langsung ke lapak, oke?? 😉



Bonus bab 1 nya🙃


Wanita cantik nan manis, berkulit putih dan tubuh yang cukup berisi, terduduk lesu pada sebuah kursi tunggu stainless yang terbuat dari besi putih. Pandangannya terpaku ke arah depan dengan tatapan kosong, embusan nafas sejenak tertahan lalu mengeluarkannya dengan kasar. Sejurus itu pula ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, membiarkan rambutnya yang sedikit berantakan terburai ke depan. Tubuhnya terlihat bergetar, ada suara tangis tertahan yang berasal dari diri wanita tersebut.


Dia adalah Arunika Cendiani, berusia 24 tahun, beberapa bulan lagi usianya akan menginjak hampir seperempat abad. Dirinya baru saja mendapat kemalangan yang menimpa suaminya, Rama, terlibat dalam kecelakaan antar sebuah mobil yang sengaja menabrak suaminya hingga berlalu pergi tanpa ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Arunika semakin tertekan kala dokter mengungkapkan cedera parah di otak dan salah satu betis kaki yang dialami suaminya. Pria malang itu harus ditangani dengan operasi untuk kembali memulihkannya, dan Arunika harus membayar biaya Rumah Sakit kepada pihak administrasi.


'Total seluruhnya enam puluh juta, ya, Nona. bisa bayar mukanya sekitar dua puluh juta.'


Kalimat itulah yang terngiang-ngiang dipikirannya sekarang ini, lima belas juta ia rogoh dari hasil tabungannya selama bekerja, lima juta ia pinjam pada rekan kerjanya, hingga salah satu dari mereka menyarankan Arunika untuk meminjam uang sisanya kepada Presdir Virendra, boss tempatnya bekerja.

__ADS_1


Arunika mengusap wajahnya dengan kasar, ia menatap ke depan, lampu ruang operasi masih menyala dan sudah dipastikan suaminya masih dalam tahap ditangani.


"Mungkin sebaiknya aku coba saja meminjam kepada Presdir, siapa tahu dikasih. Potong gaji pun tidak apa-apa." gumamnya, lirih.


Arunika beranjak bangkit berdiri, menarik nafas dalam-dalam lalu ia hembuskan secara perlahan. kemudian melangkahkan kaki ingin bertandang menuju perusahaan tempatnya bekerja.


Arunika bekerja sebagai Cleaning Service, semenjak menikah dengan Rama ia mulai mencari pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.


***


Tok tok tok


Dengan sangat yakin Arunika mengambil langkah ini, meminta bantuan kepada orang nomor satu di Perusahaan tempatnya bekerja. Tanpa ragu ia mengetuk pintu milik ruangan Presdir Aksara Group, hingga terdengar sahutan dari dalam oleh suara bariton milik seorang laki-laki.


Ceklek,


Lelaki itu meliriknya sekilas. "Hei, Arunika." sapanya, begitu spesial sekali wanita ini sampai pria itu hafal namanya


Sebenarnya Arunika sedikit risih dengan sapaan manis itu, sekelebat bayangan saat dirinya dipeluk oleh lelaki ini secara agresif membuat tubuhnya bergidik geli.


"Apa ada sesuatu yang membuatmu kemari?" Ia kembali membuka suara saat melihat wanita itu tetap diam tanpa membuka mulutnya


"Hmmm ... maaf sebelumnya, Tuan. saya kesini ingin meminta bantuan dari Tuan, jika boleh." katanya


Virendra terkesiap, ia menghentikan sejenak kegiatannya.


"Apa itu?"

__ADS_1


"Su-suami saya mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di operasi. Biaya rumah sakit menjadi penghambat untuk saya, maka dari itu--saya ingin meminjam sejumlah uang sebesar lima puluh juta kepada Tuan." ungkapnya dengan penuh yakin


Virendra terdiam sejenak setelah menyimak keluhan salah seorang pegawainya ini, terdengar sangat malang dan jiwa dermawannya seketika meronta ingin membantu.


Tapi--sesuatu yang lain tengah merasukinya kala memandang tubuh molek itu, bisikan devil berhasil memengaruhinya saat ini juga.


Virendra tersenyum miring, "Saya akan memberikannya, tapi--dengan sebuah syarat."


Arunika terkesiap. "Syarat apa, Tuan? jika saya mampu, saya akan memenuhinya."


"Jadilah teman malamku, menghangatkan tubuhku diatas singgasana surga." ujarnya dengan kalimat ambigu


Arunika mengerutkan dahinya, mencoba menelaah kata-kata yang keluar dari mulutnya.


"Serahkan tubuhmu kepadaku, Arunika. just one weeks." Pria itu memperjelas kalimat sebelumnya yang tidak dimengerti wanita ini


Arunika mendelik, sekilas ia mulai mengerti. "Maksud anda--


"Ini." Virendra memperagakan kedua jari telunjuknya saling berbenturan, ekspresi wajahnya tersenyum sensual


Sontak saja Arunika terbelalak melihatnya, darahnya langsung saja mendidih dan mungkin kepulan asap sudah keluar dari rongga telinganya. Dia mengeram kesal, merasa dilecehkan.


"Kau gila, ya, Tuan! Saya sudah bersuami dan saya bukan wanita murahan seperti yang anda kira! dasar pria mesum! saya tidak minta bantuan anda lagi!!" Arunika melenggang pergi meninggalkan ruangan tersebut, dadanya naik turun merasa sesak setelah mengeluarkan amarahnya.


Pria kurang ajar yang sudah lancang merendahkannya, seolah telah melecehkannya dengan kata-kata seperti itu. jika saja dia bukan bossnya, mungkin saja wajah mesum itu sudah Arunika lempar dengan sepatunya.


...----------------...

__ADS_1


Ceritanya agak sensitif yaa, sedikit melenceng😁🤭 tidak untuk ditiru, namun ada plot twistnya suatu saat nanti. kuy kita ambil sisi baiknya saja, buang jauh-jauh ke semak yang buruknya🤪


__ADS_2