Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
35. Kegaduhan si pembuat onar


__ADS_3

🌸🌸


Pagi yang bersinar cerah, menyinari segala penjuru bumi dan seisinya. Mentari yang begitu terik membangunkan seluruh penghuni yang masih bersemayam ditempatnya. Sinarnya yang mampu menembak sepasang mata si empu, menyilaukannya hingga pandangan pun buram. Tepat sekali, Zoya yang tertidur selepas sholat subuh tadi tampak mengerjap-ngerjapkan mata.merasakan kesilauan terkena sorotan cahaya itu.


Zoya melirik jam diatas nakas, sudah menunjukkan pukul 8 pagi. sedangkan Zoya akan kuliah jam 10 nanti. Zoya pun segera bangun, ia mulai merapikan tempat tidur yang sedikit berantakan. setelahnya sesuai rutinitas, ia membersihkan rumah sebelum pergi ke kampus.


Waktu pun berlalu begitu cepat, selang dua jam kemudian setelah Zoya bangun kini ia pun telah menginjakkan kaki ditempat yang berbeda. Tempat untuk menimba ilmu, sebuah universitas terkenal. Zoya dan teman-teman lainnya tengah menduduki bangku masing-masing, menanti dosen killer yang sangat galak hingga sebelum kedatangannya tidak ada yang berani berisik ataupun melempar-lempar kertas seperti kebiasaan mereka. Hingga lima menit kemudian pun sang master telah tiba memasuki kelas itu.


Kelas pun berjalan dengan tenang, tanpa berisik maupun berulah. semuanya memerhatikan si bapak dengan serius, sesekali orang yang penuh keiriian didalam hidupnya menyempatkan untuk menatap sinis ke arah geng Zoya. entahlah, Hayoon ini tidak ada habis-habisnya membenci orang.


Diluar kampus, seseorang tengah menanti seseorang didalam mobil miliknya. matanya yang tajam terus memandang tempat parkiran berharap wanita berkerudung segera muncul dipandangannya. Namun sayang, ia pun tidak mendapatinya. Hwan Ye-Jun pun ingin keluar dari dalam persembunyiannya, ia mengenakan masker dan topi terlebih dahulu agar tidak ada yang mengenalnya. Ye-Jun turun dari mobil sport miliknya, ia pun memasuki universitas itu untuk mencari sang pujaan.


"As-yi-fa, kelasnya dimana ya?" pikirnya bingung. Namun ia melihat semua para mahasiswa sedang berbondong-bondong ke parkiran, ada juga yang ke kantin ataupun duduk ditaman. Ye-Jun pun yakin, pasti kini mereka semua sedang beristirahat. apalagi waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang.


Ye-Jun mengedarkan pandangan ke sekitar, menyapu pandangan berharap menemui sosok yang dicari. Namun tetap nihil, ia pun terus berjalan dan berjalan menelusuri setiap sudut kampus ini.


"Pasti ke kantin. aku harus mencarinya" gumam Ye-Jun. dengan bersemangat, ia pun pergi ke kantin yang tampaknya berada di selatan.


Benar saja, Zoya dan teman-teman pun berada di kantin kampus, mereka tengah menunggu Kim joong membawa pesanan para ciwi-ciwi yang duduk manis seraya mengobrol. tiba-tiba Hayoon and the gengs datang menghampiri mereka yang sedang asyik cekikikan. Hayoon menggebrak meja, ia menatap Cristella dengan tajam, masih tersimpan amarah yang membuncah didalam sanubarinya atas tempo lalu saat Cris mempermalukannya didepan anak-anak, khususnya sang dosen tampan.


"Hei!" gertaknya menggebrak meja. anak-anak lain yang sedang makan maupun mengobrol langsung menoleh keasal keributan.


"Eh Nona jelek, ada apa ya tiba-tiba menyapa kami?" ucap Cristella dengan tenang, memberikan senyum devilnya menatap mantan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Eh Cris! kau jangan pernah macam-macam padaku yaa! atau akibatnya rambutmu yang jelek itu akan ku potong!" geram Hayoon menunjuk wajah Cris dengan jari telunjuknya.


"Hahahahah, kau balas dendam ya dengan tempo lalu? aduh aduuh, orang sepertimu kok bisanya hanya mengancam yaa.. coba saja kalau berani!!" ucap Cristella tak kalah berangnya. tiba-tiba Jinhyu mengarahkan gunting ke belakang tubuh Cristella bersiap-siap untuk memotong rambut pendek itu. Ayaana yang melihatnya seketika kaget.


"Cris, belakangmu!" teriak Ayaana. Cris yang sigap pun langsung menangkis tangan Jinhyu yang hampir memotong rambutnya.


"Beraninya kau Jinhyu!! sekarang giliran kau yang kena atas pengkhianatanmu!!" ucap Cristella segera mengarahkan tangan wanita itu untuk memotong rambutnya.


"Cris, jangan! aah tanganku" rintih Jinhyu.


"Cris! plis jangan lakukan!" tiba-tiba Zoya berdiri dan langsung melerai perbuatan sahabatnya itu. Cris tak menghiraukannya, ia bersikeras untuk memaksa tangan itu memotong rambutnya sendiri.


"Sekali lagi kau mengarahkan tangan itu memotong rambutnya, sahabatmu yang lemah ini akan ku habisi!!" tiba-tiba Hayoon langsung mengambil tindakan dengan merangkul leher Zoya hingga mencekiknya dengan lengannya. Semua yang melihat kejadian itu seketika berdiri, pemilik kantin dan Kim Joong pun segera berlari menghampiri mereka yang berbuat onar.


"Yoon! lepaskan! ini urusan kita bukan Zoya!" ucap Cristella.


Hahahahahaha.....


Tawa menggelegar dari seluruh pengunjung kantin, mereka menertawakan geng Hayoon yang tersungkur ke lantai. Mereka pun merasa malu, kembali menatap Cristella dengan tatapan tajam.


"Hayoon, ayo kita pergi" ajak Sinhye.


"Bantu aku" ucap lemasnya. Sinhye dan Jinhyu pun segera merangkul pundak Hayoon untuk berdiri dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Cristella pun menatap sinis punggung mereka yang perlahan pergi dari pandangannya, ia pun mengibaskan kedua tangan seolah tubuh Jinhyu penuh noda dan kotoran. Para pengunjung pun segera menduduki bangkunya, kecanggungan dan kehebohan yang terjadi pun telah usai.


Cristella langsung melihat keadaan Zoya, ia merasa iba melihat sahabatnya ikut terkena imbas.


"Zo, apa masih sakit?" tanyanya.


"Tidak kok" jawab Zoya mengelus pundaknya. Zoya pun menatap lelaki bermasker yang sedang berdiri dihadapannya, merasa heran melihat pria yang tak asing itu.


"Terimakasih ya" ucap Zoya tersenyum lalu kembali menundukkan kepalanya.


"Tidak masalah" ucapnya.


Zoya pun berfikir keras mengingat pria itu,


"Seperti pernah lihat sekilas, tapi dimana ya?" batin Zoya.


"Zo, kamu tidak apa-apa?" tiba-tiba Kim joong menghampiri mereka dengan membawa nampan berisi makanan. ia langsung menanyakan keadaan Zoya.


"Tidak apa, Kim" jawabnya tersenyum.


"Mereka itu selalu membuat onar" timpal Ibu pemilik kantin dengan rasa tak sukanya melihat Hayoon dan temannya. Namun pemilik kantin itu pun menoleh pada pria yang sedari tadi berdiri memandang Zoya.


"Kau siapa? ayo duduklah. karenamu pembuat onar itu telah pergi" ajak Ibu itu ramah pada pria bermasker yang tak lain adalah Ye-Jun. Ye-Jun yang melihat pujaannya dalam bahaya pun langsung berlari untuk menyelamatinya.

__ADS_1


"Baik" ucapnya mengangguk lalu menduduki tubuhnya disamping Zoya. Zoya pun terkejut, sontak ia langsung menggeser tubuhnya hingga merapat pada Cristella.


🌸🌸


__ADS_2