
πΈπΈ
Zoya dan sahabatnya pun telah tiba didalam kelas, menanti kedatangan dosen yang mereka rindukan. dari balik pintu, Hayoon dan gengsnya memasuki kelas dengan senyum cerah yang terpancar dari bibirnya berjalan menuju meja Zoya dan Cristella.
"Hai Zoya, selamat ya atas tunangannya" ucap Hayoon memberikan sebuket silverqueen yang tersusun rapi. melihat coklat itu membuat Zoya menelan air salivanya dengan susah.
Cristella menatap heran Hayoon yang tampak berubah, ia menatap dalam mata itu seolah mencari sesuatu. tentu saja ia tahu dari pandangan mereka, mereka hanya berpura-pura baik pada Zoya.
"Terimakasih, Hayoon" jawab Zoya yang enggan mengambil buket itu.
"Ambillah pemberian kami, ini untukmu kok" ucapnya menyodorkan buket itu. namun Cristella langsung menghalanginya saat Zoya ingin mengambil. membuat Hayoon heran nan kesal didalam hati.
"Tidak perlu!" ucap Cristella
"Kenapa Cristella? aku tulus memberikan ini padanya, bukan maksud apa-apa. aku sadar selama ini aku salah" Hayoon memelas, berakting baik didepan Zoya.
"Aku yakin kau berpura baik, entah apa maksud kau! pergilah" usir Cristella.
"Baiklah, hiks hiks.. Zoya, ini untukmu" tanpa banyak bicara Hayoon langsung pergi meninggalkan buket dimeja Zoya. ia pun berjalan menuju mejanya dengan wajah memelas sedih dan cemberut. Para sahabat Zoya memerhatikan Hayoon dan temannya, tampak mereka menenangi Hayoon yang masih bersedih.
"Drama apalagi itu?" bisik Ayaana pada Kim Joong
"Drama memanfaatkan Zoya" balas Kim.
"Cris, kamu gak boleh seperti itu. sepertinya dia tulus. lihatlah surat ini, ia sadar selama ini ia salah, dia ingin minta maaf" ucap Zoya membaca sepucuk surat dari dalam buket itu.
"Kamu jangan percaya dulu, aku rasa dia punya rencana jahat ingin menjebakmu" peringat Cristella, tiba-tiba dosen pun masuk kedalam ruangan kelas untuk memulai materi pertama.
Pembahasan mereka tentang Hayoon pun terpaksa terhenti melihat dosen yang sudah datang. kini bukanlah berdebat lagi, melainkan keduanya harus fokus dalam materi semester dua.
Setelah selesai materi pertama, kini mereka semua beristirahat. Zoya mengajak temannya untuk ke kantin, perutnya terasa sangat lapar sekali sebab pagi ini ia belum sarapan. seperti biasa, Kim Joong yang harus memesankan makanan pada para gadis itu, menanti racikan selesai hingga ia pun yang membawa nampan untuk para gadis. Zoya antusias sekali, ia tak sabar untuk melahap makanan itu.
"Terimakasih, Kim"
"Terimakasih, sayang" ucap Ayaana, Kim hanya tersenyum sambil mengerlingkan sebelah matanya. membuat Ayaana jadi salah tingkah dan malu dihadapan temannya.
"Makan yang banyak sayang, mau nambah bilang ya" ucap Kim dengan lembut. Zoya dan Cris saling pandang, mereka terkekeh melihat pipi Ayaana yang merah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Zo, sepertinya kita salah tempat" bisik Cristella.
"Iya nih kamu benar. ayo kita kesana" ajak Zoya menunjuk meja sebelah yang masih kosong.
"Ayo ah, malas jadi obat nyamuk disini" gerutu Cristella terkekeh.
Zoya dan Cristella pun memungut mangkok juga gelasnya, dan segera beranjak untuk pergi. melihat hal itu, Ayaana jadi terkesima, ia menatap heran pada keduanya.
"Kalian mau kemana?" tanya Ayaana
"Disitu, kalian disini aja berdua. bye bye, muaaach" ucap Cristella tersenyum.
"Ah, ikut!" rengeknya, Kim langsung menahan tangan kekasihnya.
"Sini saja sayang, biar saja mereka pergi" ucap Kim
"Menyebalkan!"
Zoya dan Cristella telah duduk di meja terpisah dari Ayaana, mereka melanjuti makan yang tertunda sambil memerhatikan dua sahabatnya yang sedang mabuk asmara. tampak Kim dengan mesranya menyuapi Ayaana, membersihkan mulut gadis itu hingga membuat Cristella ternganga.
"Jomblo dilarang lihat" bisik Zoya terkekeh.
"Hahaha, iya dong" ucap Zoya bangga.
"Memanglah mereka, serasa dunia milik berdua aja. padahal disini banyak orang" ucap Cristella
"Namanya juga lagi mabuk, mabuk asmara" timpal Zoya.
"Benar. dah ah, lanjut makan lagi" ucap Cristella. hingga mereka pun memilih fokus pada sarapannya.
Lagi enak-enaknya menikmati sarapan, tiba-tiba seseorang menyapa mereka dengan suara yang begitu lembut dan sopan. Zoya dan Cristella menengadahkan kepala menatap siapa yang menyapa, sontak saja membuat Cristella merasa jengah melihat mereka yang datang.
"Eh, Hayoon" ucap Zoya
"Iya Zo, boleh kami numpang duduk disini?" tanya Hayoon
"Tidak boleh!" ucap cepat Cristella.
__ADS_1
"Cris, gak boleh gitu. sepertinya semua tempat udah penuh" bisik Zoya padanya. lalu kembali memandang Hayoon,
"Boleh" jawab Zoya. sontak mereka bertiga tersenyum senang lalu menduduki bangku itu. Cristella yang merasa jengah pun segera pergi dari tempat duduknya menuju meja Ayaana.
Zoya pun ingin mengikuti Cristella, namun ditahan oleh Hayoon yang mengajaknya mengobrol.
"Bagaimana liburanmu?" tanya Hayoon, sontak Zoya menghentikan langkahnya untuk pergi. ia pun dengan ragu kembali menduduki tubuhnya dibangku itu.
"Menyenangkan," jawab Zoya sambil tersenyum membayangi lamaran Ye-Jun.
"Pasti seru ya di Bali langsung dilamar Oppa Hwan Ye-Jun" ucapnya. Zoya pun tersipu malu mendengar tebakan itu, ia mengangguk pelan sebagai jawabannya.
"Keren sih Zo, Oppa romantis sekali" timpal Sinhye tersenyum senang membayangi dirinya yang dilamar seperti itu.
"Iya begitulah" ucap Zoya singkat.
Di meja yang ditempati para sahabat Zoya, mereka sedang bergosip panas menatap tajam kepada Hayoon yang sepertinya berpura baik pada Zoya. sungguh gadis polos yang gampang sekali memercayai seseorang. Namun mereka bukan membenci Zoya, melainkan kepada geng Hayoon.
"Kita harus perhatikan Zoya, bisa saja Hayoon akan menjahatinya" ucap Cristella yang tiba-tiba ia teringat akan kejadian di Club saat para mantan temannya berpura baik lalu mempermalukannya didepan umum.
"Kamu benar, Cris, Zoya gadis yang lugu" timpal Ayaana.
Setelah selesai makan, Zoya beranjak berdiri dan berjalan menuju meja sahabatnya. Zoya merasa tidak enak dengan mereka, melayani obrolan Hayoon yang membuatnya terhanyut.
"Guys, maaf ya. Hayoon ngajak ngobrol, gak enak kalau gak diladeni" lirih Zoya tidak enak hati.
"Tidak masalah, Zoya sayang" ucap Cristela memeluk Zoya sambil menatap tajam kearah Hayoon, Hayoon hanya membalas senyum lembut pada tatapan Cristella.
Kini mereka semua telah kembali ke kelas, sembari menunggu dosen, Zoya ingin memakan coklat pemberian Hayoon. namun sebelum itu, ia terlebih dahulu membagikan coklat kepada teman-temannya dan geng Hayoon yang duduk dibelakang. namun Hayoon and the geng menolak, takut gigi mereka akan hitam karna bekas coklat yang menempel.
"Guys, ini untuk kalian" ucap Zoya memberikan coklat itu.
"Tidak, Zo. aku gak suka coklat" ucap Cristella menolak. Ayaana yang juga menyukai coklat pun dengan senang hati mengambilnya. sedangkan Kim memberikan untuk kekasihnya karna ia juga tidak suka dengan coklat. tentu saja Ayaana senang, tanpa sadar ia mengecup pipi Kim Joong.
"Terimakasih, Sayang. muach" sontak membuat mata Kim melotot tak percaya mendapat sodoran kecupan itu.
"Nakal" bisik Kim.
__ADS_1
Sedangkan Hayoon dan gengnya, menatap tak percaya akan ulah Ayaana yang agresif untuk pertama kali.
πΈπΈ