
πΈπΈ
Betapa bahagianya saat kita sedang sendiri di negeri orang, tiba-tiba keluarga yang kita rindukan pun datang menjenguk anaknya. begitulah perasaan Zoya, ia terus memeluk umi untuk mencurahkan rasa rindu yang membuncah antara anak dan ibu. Zoya mengajak keluarganya untuk berjalan menuju teras samping, disana halamannya luas namun itu milik tetangga sebelah rumahnya.
Ummi, Abbi, kak Zura dan kak ipar pun terperangah melihat penyambutan sang putri dengan begitu istimewa, kerlap kerlip lampu menghiasi suasana malam itu dan berjejeran beraneka ragam makanan korea yang tampaknya begitu menggiurkan lidah.
"Kamu buat semua ini sayang?" tanya Abbi terpukau. Zoya mengangguk seraya tersenyum, kepala yang masih menempel dipundak Ummi.
"Iya, bi. dibantu sama teman Zoya" jawabnya tersenyum.
"Hmmm, wangi banget masakannya, Zo. pasti kamu catering'kan?" tebak kak Zura yang sebenarnya hanya becanda.
"Ih, enak saja catering! buat sendiri lho ini" ujar Zoya sedikit merajuk.
"Zura, kamu ini gak ngehargai hasil kerja adikmu saja. lihatlah sampai tengik gitu badannya" ucap Ummi langsung ditatap tajam oleh sang putri bungsu. Namun Ummi hanya terkekeh melihatnya.
"Ih, Ummi juga sama saja!" Zoya merajuk, melepaskan pagutan tangan pada lengan ibunya lalu beralih menyedekapkan tangan itu didadanya.
"Yeeaaay!! dasar bocah! gitu saja merajuk. Yuk lah kita makan" ledek Zura yang sudah berdiri didepan meja makan dan ia juga pun yang menduduki bangku itu.
"Mi, Auzar pengen mimik nih" celetuk suami Zura, yaitu Malik. Zura pun menghembuskan nafas dengan kasar, lalu kembali berdiri untuk menyambut anak sulungnya itu.
"Yaaa gak jadi makan, kasihan deh. weeek" Zoya pun terkekeh melihat ekspressi kakaknya itu saat mau mengambil anaknya dari tangan suami. terpaksa ia mengASIhi anaknya terlebih dahulu, sebab tampaknya Auzar sudah mengantuk. Umi, Abi dan kak ipar pun mengurungkan niat untuk makan malam, mereka lebih memilih duduk disofa seraya menunggu Zura menyusui sang putra.
Zoya sedang berada didapur, tampak ia sedang membuat teh hijau khas Korea untuk orang tercintanya. dalam sekejap akhirnya selesai, ia membawa nampan yang berisi 5 gelas itu ke keluarganya.
"Bi, kak Malik, ayo minum dulu"
__ADS_1
"Terimakasih, nak. pas sekali cuacanya lagi sejuk" ujar Abi.
"Iya, Bi. tadi pagi cuacanya hujan lebat sampai siang gitu" ujar Zoya.
"Pantasan banget, Zo, dingin sekali. Auzar jadi ngantuk" celetuk kakak iparnya.
"Gimana kerjaan kakak? ngambil cuti dong?" tanya Zoya.
"Alhamdulillah, iya Zo. tapi sebelum cuti , kakak kejar target dulu biar cepat kelar" jelasnya.
"Alhamdulillah,"
Hingga satu keluarga yang telah lama tidak bersua itu pun bercengkerama, mengobrol bersama dan tentunyaa melepas rindu, seraya menunggu Zura menidurkan anaknya.
Beberapa menit kemudian pun Auzar telah tertidur dengan begitu nyenyak digendongan orangtuanya. Zoya pun mengajak kakaknya untuk menaruh Auzar didalam kamar yang akan ditempati sang kakak dan suami. Setelahnya, mereka pun bisa melahap makan malam yang menggiurkan itu dengan begitu nikmatnya tanpa gangguan apapun.
"Lezat banget, Zo. kamu ajari kakak dong buat ini" pinta Zura menunjuk tteobokki dan kimbap.
"Hebat kamu, hampir dua bulan disini sudah mahir ya" puji Abi.
"Gak kok, Bi. Zoya juga baru belajar dari seseorang" ucapnya tersipu malu bila dipuji begitu oleh Abinya.
"Siapa tu? cowo ganteng tadi ya?" tebak Zura mengingat wajah Kim Joong yang bersama para gadis tadi.
"Hahahaha, gaklah. itu lho teman adiknya temanku. namanya Ae-Ra kalau gak salah. dia hobi masak lho kak, mahir pula" ujar Zoya terkesima melihat gadis itu yang berpaut dua tahun darinya.
"Aera tu wajahnya kok familiar ya" gumam Zoya didalam hati mengingat wajah Aera yang baru dikenalnya.
__ADS_1
"Wah, keren tuh. kamu bisa ajak dia kesini lagi buat ajarin kakak masak" seru Zura mengoceh tanpa henti sedikitpun, membuat umi menggelengkan kepala melihat anak sulungnya tersebut.
"Zura, kamu ini mengobrol atau makan sih. ini selagi hangat nikmati dulu" ujar Ummi heran.
"Iya iya, Mi. namanya juga ini makanannya lezat banget" pungkas Zura, lalu fokus kembali kepada makanannya. Zoya yang melihat kakaknya sedikit manyun pun terkekeh pelan menatapnya yang sangat mengemaskan.
Hingga makan malam yang hikmat itu telah selesai, semua yang berada didalam piring maupun mangkok pun telah ludes tanpa tersisa sedikit pun saking lezatnya masakan tersebut. Zoya pun membereskan semua yang kotor dari atas meja, ia pun membawanya kedapur bersama sang kakak. Sedangkan Umi, Abi, menjalani sholat isya terlebih dahulu sebelum kantuk melanda. Kali ini, Zura yang mencuci piring. sedangkan Zoya dan Malik tengah sibuk memasuki sofa yang terbuat dari kayu jati kedalam rumah dan tak lupa meja makannya sekaligus. Tidak berat, lebih berat lagi menahan rindu yang sudah terasa sesak merasuki sanubari jiwa.
Malam pun semakin larut, keluarga Zoya yang baru tiba pun sudah sangat kelelahan dengan perjalanan panjang nan membosankan seharian didalam pesawat. Zoya pun mengerti, Kini mereka semua telah berada didalam kamar. Abi dan Ummi menempati kamar sang anak untuk beristirahat, kebetulan hanya ada dua kamar dirumah itu. Abi tidur diatas kasur tunggal, sedangkan Zoya dan Ummi merebahkan tubuh diatas karpet berbulu halus nan lembut. Hingga tidak terasa mereka semua pun telah tertidur dengan sangat nyenyak.
**
Allahuakbar Allahuakbar!
Suara adzan berkumandang dengan begitu nyaringnya digendang telinga insan yang sedang tertidur lelap. Zoya yang gampang terbangun pun mengerjapkan matanya pelan hingga menguceknya lembut. diliriknya jam waker diatas nakas, menunjukkan pukul 5 pagi. Ia pun membangunkan Abi juga Umminya, melaksanakan sholat subuh berjamaah sekaligus.
"Mi, Bi, bangun. ayo sholat" Zoya membangunkan kedua orangtuanya. tidaklah sulit membangunkan, mereka telah biasa bangun subuh untuk menyapa sang maha pencipta dan menyambut mentari yang hangat.
Zoya pun pergi kekamar mandi duluan, terlihat Zura yang sedang meminum air putih didapur itu.
"Kak, sudah bangun?" tanya Zoya.
"Sudah, Zo" jawab kakaknya hingga terlihatlah kak Malik yang baru keluar dari kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Kini satu keluarga itu pun melaksanakan sholat subuh berjamaah. Inilah yang sedang Zoya rindukan, sholat berjamaah seperti dulu lagi dan kini telah diwujudkan oleh yang maha kuasa.
Hari pun semakin terang benderang, udaranya masih sejuk bercampur hangatnya mentari yang barusan muncul ke permukaan. Zoya, Zura dan suami beserta baby Auzar menelusuri komplek perumahan itu dengan berjalan kaki. terlihat sangat sepi, tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang namun tetap nyaman berada disana. sedangkan Umi dan Abi tampak menghirup udara segar seraya menyesap teh hijau diteras rumah itu, hingga sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah itu. Umi dan Abi saling bertatapan, pemilik mobil itu tidak kunjung keluar dari mobilnya namun malah berhenti tepat didepan kontrakkan sang putri.
__ADS_1
"Siapa ya, Bi?"
πΈπΈ