Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan

Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan
8. Menghajar Zoya


__ADS_3

🌸🌸


Zoya berlari dengan terbirit-birit menuju kelasnya, ia mengedarkan pandangan, sudah sangat sepi. Zoya tetap berlari sembari menggigit bibirnya mengingat ia akan terkena hukuman oleh dosen. Zoya pun akhirnya telah tiba didepan kelas, mengetuk pintu, mengucapkan salam dalam hati.


Tok tok


"Masuuk!" sahut dosen dari dalam. Zoya membuka pintu dengan pelan, menatap sekilas teman-temannya yang tengah memandangnya sinis.


"Permisi bu, maaf saya terlambat" ucap Zoya menundukkan kepalanya, meremas rok dengan kedua tangan.


"Kamu masih baru sudah berani terlambat! darimana saja?!" tanya dosen yang dikenal sangat galak hingga dijuluki dengan sebutan Dosen killer.


"Saya baru selesai sholat bu" jawab Zoya menunjukkan mukenanya. tampak ibu itu terlihat bingung namun ia pun mengerti bahwa yang dikatakan Zoya pasti perbuatan yang sangat penting.


"Duduklah. lain kali jangan terlambat" ucapnya menyuruh Zoya kembali duduk.


"Baik" sahut Zoya menundukkan sedikit kepalanya. Zoya segera kembali ke bangku yang ia duduki. saat Zoya ingin mendaratkan tubuhnya ke bangku, seseorang terlebih dahulu ingin mencoba menggeserkan bangku Zoya ke samping kanan agar Zoya terjatuh ke lantai. tapi, nasib berkata lain, bangku milik Zoya tidak bisa digeser sama sekali hingga akhirnya Zoya berhasil menduduki tubuhnya dengan baik.


"Sial!" umpat mahasiswi yang duduk dibelakang Zoya. ia yang ingin mencelakai wanita malang itu. Mahasisiwi yang diketahui bernama Hayoon merasa kesal, ia pun menduduki tubuhnya kembali.


Gedebum!


Suara sesuatu yang terjatuh membuat semua pasang mata menoleh ke arah.suara, begitupun Zoya menoleh ke arah belakang tepat dibelakang dirinya.


"Aww...." rintih Hayoon memegang bokongnya yang terasa sakit. ternyata ia terjatuh saat ingin menduduki tubuhnya. dilihatnya kursi, berpindah posisi ke sebelah kanannya. ia berdiri kembali, menatap tajam temannya yang duduk dibelakang.


"Hai kamu siapa namamu?" tanya Ibu dosen.


"Hayoon" jawabnya singkat.


"Kenapa kau terjatuh? mau buat kebisingan dikelas ini?!" tanya Ibu itu berteriak.


"Ti..tidak bu, saya tidak sengaja" ucapnya mengedarkan pandangan ke semua orang. semua orang tampak menahan tawa walaupun ingin rasanya tertawa lepas. begitu pun Zoya, ia juga menahan tawa namun tanpa sengaja ia melihat arwah Riska yang sedang melambaikan tangan sambil terkekeh pada Zoya.

__ADS_1


"Jadi ini kerjaan Riska, astaghfirullah.. tapi lucu juga" gumam Zoya dalam hati sambil menatap arwah Riska.


"Hai kau! apa kau yang mengerjainya?" tanya dosen merujuk pada mahasiswi yang duduk dibelakang Hayoon membuat Zoya kembali tersadar.


"Tidak bu, saya saja kaget" jawabnya.


"Kalian ini! tidak suka dengan kelas saya segera keluar!" tegas Ibu dosen yang tampak marah dan kembali duduk dimejanya.


"Aku yakin ini pasti kerjaan kau!" bisik Hayoon pada sahabatnya.


"Sumpah! bukan aku, kursi itu bergeser sendiri" ucapnya jujur yang memang benar adanya.


"Pembohong!" ketus Hayoon tampak kesal.


"Sungguh yoon, aku saja kaget" bisiknya kembali. dari jauh, Ibu dosen tengah memerhatikan mereka. ia kembali berdiri dan menghampiri dua orang itu.


"Kalian! silakan keluar dari ruangan ini!" perintah Ibu dosen.


"Ya..tapi bu," ucapnya terpotong.


Kelas pun dimulai setelah banyak sekali drama yang dibuat oleh Hayoon yang membenci Zoya. Hayoon dikenal sebagai seorang yang sangat sombong, angkuh dan memiliki empat anggota geng yang terkenal dengan kecantikan mereka.


Zoya tengah serius memerhatikan dosen yang sedang menerangkan, sesekali Zoya mencatat bagian penting dalam mata pelajaran itu.


Di tempat Hayoon dan temannya, ia sedang menggerutu kesal. pasti karna Zoya ada sesuatu yang menarik kursinya. Hayoon sangat geram dan ingin membalas Zoya saat nanti.


"Sial! bagaimana bisa kursiku bergeser sendiri!" gerutunya meninju tembok.


"Entahlah, seperti magic saja" sahut temannya yang bernama jin hyu.


"Ada sesuatu yang tidak beres" gumam Hayoon.


"Jangan-jangan wanita alien itu punya ilmu sihir, pakaiannya saja seperti itu" tuduh Jin hyu sekaligus menghina Zoya.

__ADS_1


"Bisa jadi, awas saja nanti!" geram Hayoon. ia pun melangkah pergi entah kemana dan diikuti oleh Jin Hyu.


Sreeeet..... bruk!


"Aduuh pinggangku" ringis Hayoon dan Jin Hyu. mereka berdua terpeleset sebab jalan yang mereka pijak tiba-tiba menjadi sangat licin hingga tersungkur diatas lantai teras kelas tersebut.


"Kok bisa terpeleset sih, lantainya gak licin kok" ucap Jin Hyu memegang pinggangnya dan menggeser-gesek lantai dengan high heels yang dikenakannya.


"Sial sekali hari ini!" umpat Hayoon segera berdiri, merapikan bajunya sebelum ada orang yang memerhatikan mereka.


"Aku jadi merinding nih kok bisa-bisanya kita terpeleset" ucap Jin Hyu bergidik ngeri mengelus kedua lengannya dan menatap sekitar.


"Cabut yuk, ada aura gak enak" ujar Hayoon yang ikut merasakannya. mereka pun segera berlari, cabut menuju mobil yang berada di parkiran dan meninggalkan kampus.


Ditempat tadi dimana mereka berdua terpeleset, arwah Riska tertawa ngakak dibalik pepohonan. ia sangat senang dapat mengerjai dua wanita jahat itu yang ingin berbuat jahat pada Zoya.


"Rasakan itu! hahahahaha.... kalian tidak akan berhasil untuk menyakiti Zoya, Hahahaha" ucapnya tertawa memandang tajam dua wanita yang tengah berlari. dalam sekejap, arwah Riska pun hilang.


Zoya baru saja selesai dengan mata kuliah terakhirnya dihari pertama, saatnya pulang untuk beristirahat. namun sebelum melangkahkan kakinya, Zoya teringat bahwa ia harus membeli perlengkapan dapur dan bahan masakan. hari ini hanya tersisa bahan-bahan yang diberikan Ibu kos beberapa hari yang lalu.


"Astaghfirullah, baru ingat mesti membeli bahan masakan" gumam Zoya menepuk jidatnya. segera ia ambil pena dan buku lalu menulis kebutuhan yang akan ia beli nanti.


"Sayuran, ikan, ayam, daging, bawang, bumbu dapur lainnya, apalagi ya?? ahaa!! telur, kentang, terong, odol, sabun, shampo, teh hijau korea sedap juga tuh" gumam Zoya menulis dibuku catatan. Zoya biasanya sangat pelupa apa yang akan ia beli bila sudah berada ditempat tujuan, hingga kini ia mengharuskan untuk mencatatnya agar tiba disana ia tidak perlu berfikir lagi.


Zoya tengah menulis, disisi lain tepatnya dibelakang Zoya, dua orang anggota Hayoon tengah menunggu penduduk kelas untuk segera pergi dari kelas ini dan menyisakan mereka bertiga.


"Hei kalian! cepatan pergi dari sini" kode Sin Hye dengan mengarahkan tangannya untuk keluar.


"Kami mau menghajar dia" sambung Cristela berbicara tanpa suara namun dengan bahasa isyarat. mereka semua pun mengerti, segera keluar dengan mengacungkan jari jempolnya. sedang yang lain, menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka yang ingin membully Zoya.


"Kasihan wanita itu" ucap teman sekelas mereka pada teman sebelahnya.


"Tidak perlu kaget, setiap ada yang menurut mereka berpenampilan aneh, mereka tidak segan membully, ayo kita keluar" ajak temannya.

__ADS_1


"Malang sekali"


🌸🌸


__ADS_2